Alhamdulillah, puji syukur yang tidak terhingga kita haturkan kepada Allah subhanahu wa ta'ala, Karna sampai sampai Ini sampai detik Inj Allah subhanahu wa ta'ala masih sahaja memberikan begitu banyak nikmat kepada kita, maka tak lupa lah kita untuk senantiasa mengingatkan hati kita mengingatkan diri kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah dengan mengucapkan alhamdulillah.
Serta shalawat Dan Salam juga kita haturkan kepada Baginda Rasulullah, semoga demikian itu Allah subhanahu wa ta'ala meridhai atas diri kita Dan Allah subhanahu wa ta'ala memberikan ampunan kepada kita Ini yang penuh dengan banyaknya dosa, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin.
Nama Allah subhanahu wa ta'ala, Dari asma illah alhusna yang je 23/24 l. Al-khofidts- Ar-rafi"
(Kola ba'dul 'ulama' al-khofidts huwalladzi yakr'bithul batila wa ahlah ) (Ar-rafi' huwalladzi yarfaul haqqo wa ahlah)
1. Al-khofidts-itu artinya dialah yang merendahkan kebhatilan daripada orang-orang yang bathil
2. Ar-rafi' dialah yang meninggikan kebeneran daripada orang-orang yang benar.
Allah subhanahu wa ta'ala Al-khofidts Allah lah yang meninggikan derajat manusia, Dan Ar-rafi'Allah jua lah yang meninggikan derajat manusia itu, orang-orang yang benar di tinggikan derajatnya oleh allah, Dan orang-orang yang bathil di rendaahkan derajatnya oleh allah Allah subhanahu wa ta'ala.
Contohnya : ada orang yang dulunya rendah dengan sebab dia kafir, Allah beri dia taufiq hidayah sehingga menjadi tinggi derajatnya di sisi Allah, seperti sayyidina Umar ibnul khattob radiallahu 'anhu, sayyidina Umar dulunya penyembah berhala, di tinggikan oleh Allah derajatnya sehingga menjadi mulia di sisi Allah subhanahu wa ta'ala
Adalagi manusia yang tinggi derajatnya seperti barsisha al-'abid, dia seorang ahli ibadah, puluhan tahun/berkhalwat, kemudian akhibat daripada dirinya itu, kemudian Allah rendahkan derajatnya, Karna di akhir hayatnya ia menyembah kepada selain Allah subhanahu wa ta'ala.
Nah itulah perjalanan manusia kadang Allah tinggikan derajatnya, di saat yang lain Allah turunkan derajatnya, itulah Al-khofidurrafi'.
Nah dialah Allah yang merendahkan derajat manusia, sehingga manusia itu lebih Hina daripada binatang, Ini alkhofid, derajat manusia itu Allah rendahkan sampai kepada suatu titik dimana manusia itu bisa lebih Hina daripada binatang.
Seperti firman Allah subhanahu wa ta'ala :
Tidaklah mereka itu orang orang yang kafir melainkan mereka itu seperti haiwan, bahkan lebih sesat daripada haiwan ternak. Karna haiwan/binatang tidak di beri Allah akal, wajar binatang itu tidak beriman Karna tidak diberi Allah akal.
Sedangkan manusia diberi Allah kemampuan untuk berpikir, manusia yang tidak beriman kepada Allah itu derajatnya lebih Hina daripada haiwan ternak, Alquranul qarim menjelaskan pada surah alfurqan ayat 44
Dan Allah lah yang mengangkat derajat manusia sehingga mereka lebih tinggi daripada malaikat, manusia Ini di anggat oleh Allah ( Ar-rafi') sehingga manusia Ini kedudukannya lebih tinggi disisi Allah daripada malaikat,
sebagai mana firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquranul qarim pada surah albayyina ayat 7
Allah menjelaskan orang-orang yang beriman, yang beramal sholeh, mereka sebaik-baik makhluk Allah, umum nya ahli tafsir mengatakan bahwa Ini ayat menunjukkan kepada kedudukan manusia yang beriman, manusia yang beramal sholeh lebih tinggi, lebih mulia di sisi Allah daripada malaikat,
Manusia dengan taat, dengan iman, Allah tinggikan derajatnya, bahkan melebihi malaikat, Dan manusia yang sebab kafir, dengan sebab maksiat, Allah turunkan derajatnya sampai lebih Hina daripada haiwan.
(Al-khofidurrafi')
Nasihat yang akan kita dapatin dengan nikmat yang sudah Allah beri seperti akal ialah, adapun kita berjumpa dengan orang-orang kafir, atau kawan kita,
1. maka minta doa kepada Allah mendoahkan mereka supaya Allah berikan hidayah Dan taufiq,
2. Kemudian ketika kita ini yang Sudah beriman kepada allah, tetapi masih malas beribadah, masih lalai, takutlah kepada Allah, ingatkan akan semua nikmat-nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita, jadikanlah sebagai dorongan untuk taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala,
3. Kalau kita ni sudah rajin berbuat taat, berbuat ibadah, maka sisakanlah waktu setiap saat untuk merasa diri tidak ada apa-apa nya di hadapan Allah, Karna semua perbuatan taat kita, ibadah kita itu Tidak terlepas daripada pertolongan Dan bantuan daripada Allah, jangan sombong kita kepada Allah. Apalagi merasa diri mulai daripada sesama makhluknya Allah
Maka perbanyak lah berdzikir kepada Allah, afdholu dzikir laa ila ha illallah, Karna kalau orang muallaf pasti mengucapkan kalimat Ini, akan tetapi kalau kita sudah berpuluh tahun Islam, maka makna laa ila ha illah, itu kan tiada illa, yang patut di sembah kecuali Allah, Nah memang lah kita tahu akan makna itu,
Ibnu Abbas radiallahu 'anhuma : menjelaskan tentang makna la ila ha illallah Ini kalau kita ni dah perpuluh tahun Islam, harus ada yang kita tanamkan di hati kita, prihal kalimat laa ila ha illallah
apa itu?
(Lana Fi 'a wala dharra')
Tidak ada yang bisa memberi manfaat, Dan tidak ada yang bisa memudharatkan kecuali Allah
(Wala mu'idza wala mudzilla)
Tidak ada seorangpun yang bisa memuliakan atau menggunakan kecuali Allah
(Wala muthiya wala mani'a)
Tidak ada yang memberi ataupun mencegah
(Illallah)
Kecuali Allah subhanahu wa ta'ala
Nah Karna orang yang tinggi di sisi Allah belum tentu derajat tinggi di sisi manusia, Dan orang yang tinggi derajatnya di sisi manusia belum tentu tinggi derajatnya di sisi Allah.
Sebagaimana di kisahkan dalam sebuah hadist yang di riwayatkan imam bukhori
(Marra rajulun 'ala Rasulullah fakol, li rajulun 'indahu jalis, marra Yuka biha, fakola rajulun min asrhofi kaumih Haza wallah hariyyun min 'inkhotoba ayyun kaha, wa 'insyafa ayyussyaffa.
Kol... Fasyakata Rasulullah shumma marra rajulun 'a khor, fakola lahu Rasulullah marra Yuka bihaza.. fakola ya Rasulullah... Haza rajulun, min furokoiL Muslimin, hazza ahroo 'in khotoba an la yunkah.
wa in syafah Alla yusyaffah. wa in kola laaa an la yhusma'ah liqawlih, fakola Rasulullah... Haza khoirun min mil IL arhdi mislahaza rowahul bukhori )
Rasulullah Dan sahabat, duduk, lewat seorang laki-laki, ujar Rasulullah wahai sahabat, bagaimana pendapat engkau tentang laki-laki yang lewat tadi, ujar sahabat ...itu laki-laki wahai Rasulullah .. pemuka suatu kamu, penghumi suatu kaum, orang yang terkenal.
Itu orang wahai Rasulullah jika dia melamar, lamarannya pasti di terima, jika dia minta tolong, pasti di tolong, jika dia berkata, perkataannya pasti di denger, Karna itu orang yang mulia di suatu kaum, kelompoknya.
Kemudian...
Kemudian lewat lagi seorang laki-laki, ujar Rasulullah, wahai sahabat, bagaimana pendapat kalian mengenai seorang laki-laki yang kedua Ini. Oh itu ujar sahabat laki-laki yang kedua Ini, andaikata dia melamar, lamarannya di tolak orang, andaikata dia minta suatu pertolongan dia tidak di tolong orang, andaikata dia berbicara, berbicara tidak di dengar orang.
Kemudian Rasulullah bersabda tahukah engkau wahai sahabat : bahwa laki-laki yang kedua tadi lebih baik daripada sepuluh orang yang pertama tadi.
Artinya bahwa : orang yang Allah tinggikan derajatnya disisi Allah, belum tentu disisi manusia dia Ini terhormat, belum tentu di sisi manusia dia Ini terkenal, belum tentu di sisi manusia dia Ini tinggi derajatnya.
Karna urusan prihal derajat, meninggikan, merendahkan, memuliakan, menghinakan, itu urusan Allah (Al-khofidurrafi')
Kola Rasulullah, ruba as 'as sya 'au bar maddefu 'in bil Bab, laww aksa ma 'alallah LA 'a barroh. (Rowahu Muslim)
Ujar Baginda Rasulullah, banyak orang yang usang, rambutnya berdebu, pakaiannya kuluh, andaikata dia ada tidak di anggap keberadaannya, andaikata dia ada tidak di cari, tetapi ujar Baginda Rasulullah, jikalau dia bersumpah kepada Allah, Allah luruskan sumpahnya.
Artinya orangitu andaikata minta kepada Allah, Allah qabulkan permintaannya. ( laww aksa ma 'alallah LA 'a barroh ) Sangkin tinggi kedudukannya di sisi Allah,
Orang-orang yang diberikan kelebihan oleh Allah kedudukannya di sisi manusia, di muliakan, di puja-puja, di sanjung, belum tentu tinggi kedudukannya di sisi Allah,
Rasulullah bersabda: ( 'in nal 'abda, layunsyaru lahu Minassana mabainal musrik Wal maghrib, wamay yazinu 'indallah Jana haba 'udhoh )
Ada ujar Rasulullah seseorang, yang di puja-puji, di dunia dari barat sampai timur, orang kenal dia, di seluruh penjuru dunia ia di sanjung, di muliakan.
Padahal orang itu tidak berharga di bandingkan daripada sayap nyamuk, Dan kalau di timbang beratnya tidak sebanding daripada seberat sayap nyamuk juapun Di sisi Allah subhanahu.
Karna hanya Allah lah yang berhak meninggikan derajat seseorang dan hanya Allah lah yang berhak merendahkan dejarat seseorang itu ( Al-khofidurrafi')
Nah, jadi kesimpulan daripada manusia iiu ada empat :
Ada manusia yang di tinggikan derajatnya disisi Allah Dan di tinggikan derajatnya juga di sisi manusia, nah Ini orang hebat, dunia akhirat. Nah siapa orang-orang Ini,
Diantaranya adalah ( imamun 'adil ) pemimpin yang adil Ini, di sisi Allah akan tinggi, serta di sisi makhluk, akan di hormatin,
makna adil itu orang yang menggunakan jawabannya itu di Jalan Allah, Karna allh Dan sesuai dengan petunjuk Allah subhanahu wa ta'ala, nah itu lah pemimpin yang adil.
Sejarah mencatat siapa pemimpin yang adil itu? Antara lainnya ialah khalifah Umar bin abdul Aziz radiallahu'anhuma, nah setelah khalifah khalafaurrassidin, ada nama khalifah Umar bin abdul Aziz, itu di kenal sebagai pemimpin yang adil. Sampai sekarang namanya masih di sebut-sebut sebagai pemimpin yang adil.
Apa derajatnya seorang pemimpin/imam yang adil di sisi Allah?
1. Allah menyebutkan dalam sebuah hadist yang di sampaikan oleh Baginda Rasulullah di padang mahsyar yang sangat panas, yang luar biasa panasnya, Dan apapun payung yang langsung di payungi oleh Allah, nah siapa itu yang di beri payung oleh Allah ?
1. Imamun adil, pemimpin yang adil. Nah begitu beruntungnya pemimpin yang adil Ini di sisi Allah.
2. Kedua contohnya lagi ( al-baniyyussyakhir ) orang kaya yang bersyukur kepada Allah, assyakhir, Dan yang pemurah, nah Ini kedudukannya sangat tinggi di sisi Allah, Dan juga sangat di hormati oleh makhluk Karna permurahnya hati.
Kemudian ada lagi orang yang di tinggikan derajatnya di sisi Allah, namun di sisi manusia ia terhina :
Orang fakir, yang sabar dengan, rida dengan ketentuan Allah kepadanya, maka sangat tinggi derajatnya di sisi Allah, Dan di tengah masyarakat, manusia, di hinakan, tidak di hargai orang, tetapi orang fakir yang sabar Dan ridha kepada Allah Ini.
Nanti di akhirat di punya daulah kekuasaan, Karna kedudukannya yang tinggi di sisi Allah,
Nanti mereka Ini akan di kumpulkan oleh Allah Dan allahpun berfirman, wahai orang-orang yang fakir, yang sabar, yang ridha atad ketentuanku di dunia itu, maka kalian ini adalah ahli syurga, Dan kalian punya daulah, punya kuasa,
nah silahkan cari mana orang-orang yang dulu pernah memberikan kalian makanan. Mana orang-orang yang dulu pernah memberikan kalian minuman, mana orang-orang yang dulu pernah memberikan kalian pakaian Dan lain sebagainya, tarik mereka masuk ke dalam syurga Allah subhanahu wa ta'ala. MasyaAllah.
Begitu hebatnya orang-orang fakir Ini, yang sabar, yang taat yang ridha akan ketentuan Allah subhanahu wa ta'ala.
Kemudian..
Ada orang yang di tinggikan derajatnya di sisi manusia namum tidak ada harganya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala. ( Siapa itu contohnya ? Pemimpin yang dzolim
Seperti apa yang dzolim itu ? Yang menyalahkan wewenang untuk kekayaan sendiri, yang menyalahkan wewenang untuk melalukan perbuatan yang melanggar hukum-hukum Allah, yang menyalahkan wewenang untuk kemakmuran keluarganhaya sendiri sehingga membiarkan rakyatnya sengsara.
Nah dalam dunia bisa mendapatkan kemuliaan, di beriman tempat yang khusus, dengan segala macam kemewahan, akan tetapi di sisi Allah tidak lah punya kehormatan Dan derajat sedikitpun.
Dan kemudian orang yang tidak punya derajat di sisi Allah, Dan tidak pula punya derajat di sisi manusia, siapa itu?
(Alfaqirul fahurr assyakrhid likadho illah )
Orang yang faqir, Dan dia tidak ridha kepada Allah dengan faqirnya itu, nah sudahlah faqir hidup susah, tidak taat tidak ridha, sombong dengan ketentuan Allah, hidup di masyarakat di hinakan orang, Dan tidak pula ada kedudukan di sisi Allah.
Jadi itulah daripada makna nama Allah ( al-khafidh arrafi'.) Kita menyaksikan kejadian itu di dalam dunia, ada orang yang baik derajatnya, ada orang yang turun derajatnya, nah itu tidak terlepas daripada Al khafidarraafi' yang memainkannya.
( Almukmin bismillahil khafidarraafi' )
Orang yang beriman dengan nama Allah Ini, bahwa kita percaya bahwa hanya Allah lah yang berhak meninggikan kedudukan seseorang dekat ketaatan Dan keimanan Dan juga kita percaya bahwa Allah lah yang berhak merendahkan seseorang dengan kefasikan dengan kekafiran.
Nah apabila kita sudah percaya apa akhlak yang akan muncul kepada kita ?
( Ayyarhrr fidal bathila wa ahlah ) kita musti merendahkan perbuatan-perbuatan yang bathil, perbuatan-perbuatan yang dzolim, perbuatan-perbuatan yang tidak menunjukkan iman kepada Allah yang melanggar hukum-hukum Dan ketentuan Allah.
(Wayarfahul haqqo wa ahlah )
Maka kita musti meninggikan kebeneran Dan orang-orang yang benar yang taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Artinya kita musti merendahkan perbuatan-perbuatan yang bathil Dan kita musti meninggikan perbuatan-perbuatan orang-orang yang benar yang taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Nah kalau kita sudah tahu Ini jangan lagi kita campur-campurkan itu yang bathil Dan yang haq, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman pada surah albaqorah ayat 42
Maka dia akan memusuhih musuh-musuh Allah ?perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum-hukum Allah,
Dan dia meninggikan, mengasihi, mendekati kekasih-kekasih Allah, orang-orang yang beriman kepada Allah
Siapa itu musuh-musuh Allah, orang yang secara terang-terangan menyekutukan Allah, orang yang secara terang-terangan melalukan perkara yang melanggar hukum-hukum Allah, nah Ini jangan kita hormati orang-orang seperti ini, jangan kita tertipu, Dan terperdaya.
Karna kita ni banyak yang sudah lupa, sudah tertipu, sudah terperdaya, dengan kenikmatan-kenikmatan dunia, sehingga
Semogga Allah memberikan kita hidayah Dan taufiq, sehingga kita bisa terhindar daripada kebathilan dan melawan perbuatan-perbuatan kebathilan Dan kita meninggikan kebeneran, Dan orang-orang yang bener. InsyaAllah. Aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar