Pages

Senin, 22 Mei 2023

32. Al - khabir, mengetahui sesuatu yang tersembunyi secara bathin

Alhamdulillah, puji syukur kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang telah memberikan begitu banyak pertolongan kepada kita hamba yang lemah ini, dan begitu banyak nikmat nikmat yang sudah di berikan oleh kepada kita terkhusus nikmat iman serta Islam, maka tak lupa kita untuk selalu berdzikir serta bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Serta shalawat serta Salam kepada Baginda Rasulullah, sahabat, zurriyat serta ummat Baginda Rasulullah semoga kelak nanti kita semuaan ini mendapatkan syafaat daripada rasul, dan bisa berkumpul bersama sama di syurganya Allah kelak, aamiin ya rabbal 'alaman

Yang ke 32 dari asmaillaalhusna Al-khobir, al-adl 32

( Al-khobir huwalladzi lata 'azzubu annul akrhbaru bathinah, palay yazri bil Mulki Wal malaku syai' 'un, wala tataharrabu zarratun walataskun,  walatakthoribu nafhsun, wala todh ma'in illa wayakuna 'indahu khrobaruhaa) 

Al-khobir ialah yang tidak tersembunyi daripadanya kabar-kabar yang bathin, tidak hilang daripadanya berita-berita yang tersembunyi, maka tidak berlaku padanya alam semesta sesuatu, tidak bergerak, tidak berdiam suatu zarrah, tidak tentram, tidak goyah, suatu diri, melainnya di sisinya itu daripada kabarnya, 

Sehingga nama Allah Al-khobir ini bersifat sesuatu yang bathin, segala sesuatu yang tersembunyi, semuanya itu di ketahui Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga ada sedikit perbedaan daripada nama Allah subhanahu wa ta'ala Al-'Alim, ( Al-'Alim Maha Mengetahui) kalau 
Al-khobir ( Maha Mengetahui sesuatu-sesuatu yang tersembunyi yang bathin, ) 

( Wakola ba'duhum, waroda ismul khobir, bi 'arba'ina ayatan min kitabillahi ta'ala)

Mendatang daripada nama Allah subhanahu wa ta'ala, pada 40 ayat di dalam al-quran, yang membuat Al-khobir

(Wal khobir, huwalladzi la yaklamul bawa'isya wal khawatir, )
Khobir itu yang mengetahui motivasi seseorang, yang mengetahui geritik hati seseorang 

( Wa yaklamul ihtimalat, )
Dan mengetahui segala sesuatu kemungkinan-kemungkinan

( Wanahnul bashar, lanaklamu hakikata syai' illa bittajarub )
Sedangkan kita manusia tidak mengetahui hakikat sesuatu melainkan dengan percobaan percobaan.

Contohnya: Kita ni hendak berangkat ke masjid, maka pasti akan di ketahui oleh Allah, namanya Al-'Alim, dari rumah kita berangkat ke masjid, mahu itu Jalan Kaki atau naik kendaraan, di ketahui Allah subhanahu wa ta'ala oleh Al-'Alim, kemudian kita ke mesjid itu 
apa motivasi ya? Apa pendorongnya? Apa penyebabnya?

Sehingga apa apa yang tersimpan yang tersembunyi itu di ketahui oleh Al-khobir nya Allah , itu perbedaan antara Al-'Alim dan Al-khobir, jadi Al-khobir ini hubungannya dengan sesuatu yang bathin, yang tersembunyi, 

Allah mengetahui kita memakai pakaian putih, dan Allah mengetahui apa sebab, apa dorongan, apa motivasi kita memakai pakaian putih itu, nah itu Al-khobir, jadi sifatnya kepada sesuatu yang tersembunyi di dalam hati kita itu 

Dan Al-khobir itu mengetahui segala macam kemungkinan-kemungkinan tanpa perlu adanya percobaan, nah kalau kita bikin seuatu obat, atau resep, nyaman tidak, pas tidak, di cobai dulu, kita bikin obat, mujarab tidak, ampuh tidak, pas tidak, maka di cobai dulu, nah kalau Al-khobir tanpa perlu adanya percobaan Allah sudah tahu Hal yang demikian itu, 

Kolollahu ta'ala Fi kitabihil Karim, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Alquranul karim


(Ya ayyuhal ladzina amanut taquLlaha wal tandhur nafsun ma qaddamat lighod, wattaquLlah innAllaha khobirun bima ta’malun)

Sesungguhnya Allah (khobirun, khobirun, mengetahui dengan apa yang kalian kerjakan, kenapa dipakai kalimat khobirun, tidak di pakai kalimat 'alimun, karena sebelumnya ada kalimat takwa, ittakullah, bertakwa lah kepada Allah, sesungguhnya Allah khobirun, tidak 'alimun, kenapa sebabnya?

Karena takwa itu ujar Baginda Rasulullah ( attakwa, haa hu na) takwa itu di sini, di hati, oleh karena takwa itu tersembunyi, di hati, maka Allah subhanahu wa ta'ala memakai kata Kata khobirun bima ta'malun, mengetahui apa apa yang di kerjakan oleh hati kamu itu

Sehingga takwa itu artinya : ta'jimurrob ( mengangungkan Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga kalau hati kita ada rasa mengagungkan Allah, berarti di dalam hati kita ni ada takwa, attakwa ta'jimurrob) takwa itu mengagungkan Allah dalam hati, kemudian di buktikan, nah musti ada bukti, apa buktinya? Menjunjung tinggi perintah serta menjauhi larangan

Sehingga bukti tersebut akan membuatkan hasil kepada hati kita, karena hati kita takwa, mengangungkan Allah, lalu kita pun menjunjung perintah Allah, menjauhi larangannya, contohnya mengerjakan shalat, puasa, mengeluarkan zakat dan sebagainya itu lah perbuatan menjunjung tadi dan mengagungkan Allah subhanahu wa ta'ala 

Nah sekarang kita ni hendak sembahyang, maka di ketahui oleh Allah dengan namanya Al-'Alim, tapi apakah sembahyang kita ni ikhlas atau tidak, khusu' atau tidak maka di ketahui nama Allah Al-khobir, 

Perkara gerak gerik kita saat mengerjakan shalat, rukuk, sujud, di ketahui oleh Allah dengan namanya Al-'Alim, tapi gerak gerik di dalam hati kita, pikiran kita, di ketahui oleh Al-khobir, sehingga ada sedikit perbedaan antara nama Allah Al-'Alim dan Al-khobir

(Almukmin bismillah Al-khobir)
Orang yang beriman dan percaya dengan nama Allah, Al-khobir, ( yang mengetahui Hal Hal yang bathin, yang tersembunyi)

(Ayyakuna bi rhoyyatin, ihtiyab, bi af'alihi, wa ak'walihi, wa'ahwalih, bi annahumu hukasya, maksyupun 'indallahil khobir, )
Maka orang yang beriman dengan nama Allah Al-khobir, maka dia bersangatan hati hati baik perkataannya, baik perbuatannya, baik keadaannya, karena kita ni terbuka nampak isi hati kita oleh Allah dengan namanya Al-khobir

Kalau kita misalnya, mengetahui, orang yang kita hadapi ini tahu isi hati kita, orang yang kita hadapi ini tahu isi hati kita, nah seperti apa kita hendak menghadapi orang itu, apakah ada di hati kita niat jahat kepada orang lain, apakah ada di dalam hati kita ni iri dengki kepada orang lain, geritik hati kita yang tidak baik, sehingga kalau kita sedang berhadapan yang orang yang mengetahui segala macam isi hati kita, apa kira-kira yang akan kita buat, pastinya kita lebih herhati hati

Ada sebahagian hamba Allah, yang di pilih oleh Allah subhanahu wa ta'ala mengetahui isi hati kita, contohnya para wali para wali yang di berikan oleh Allah karomah, tentu kita akan hati hati berhadapan dengan orang tersebut 

Nah apalagi yang kita hadapi ini adalah Allah Al-khobir yang mengetahui sekecil kecilnya apa yang ada di dalam hati kita ni, sehingga kalau kita ni sudah beriman dengan nama Allah Al-khobir, musti lebih berhati hati dalam beribadah kepada Allah, ibadah yang ku kerjakan ini Allah mengetahui, aku musti ikhlas, Karna kalau aku ni tidak ikhlas, Allah tahu, Al-khobir ni tahu isi hati ku

Contohnya kenapa aku ni merekam suara, kenapa aku ni berkata-kata, kenapa aku ni menuntut ilmu, belajar, Al-khobir tahu tujuanku, maksudku

Nah kalau hendak bersedekah, musti berhati-hati, apa tujuanku hendak bersedekah ini, apa yang ku harapkan ketika aku hendak bersedekah ni, apakah hendak di puji orang? Apakah hendak di sanjung orang? Apakah tujuannya bukan Karena Allah? Maka lebih berhati-hati karena Allah mengetahui

Jadi demikian itu lah contih-contohnya, kalau orang sudah beriman dengan nama Allah Al-khobir, yang mengetahui segala macam yang tersembunyi, termasuk isi hatinya, maka ia musti berhati-hati dalam menjaga keadaan dirinya, terutama terkhusus keadaan hatinya 

( Wa ayyakuna khobiran bima yazzeri Fi qolbih, Minal khotoya, al-ladzi bihal 'abduh, yattasibu bihal qolbu, minal mahmudat Wal mazmumat)
Orang yang sudah beriman dengan nama Allah Al-khobir, bahwa dia itu mengetahui apa apa yang tersembunyi daripada dirinya, daripada hatinya daripada sifat-sifat yang terpuji dan tercela

Sehingga kalau kita ni sudah beriman kepada Allah, maka kita musti mengetahui apa yang ada di dalam hati kita, baik daripada sifat terpuji maupun yang tercela, kita periksa hati kita, adakah sifat yang terpuji di dalam hati ku ni, kalau ada alhamdulillah, adakah sabar dalam hatimu, adakah rida dalam hatimu, itu sifat-sifat yang terpuji di dalam hati kita

Nah kita mengetahui di dalam hati kita daripada sifat-sifat yang tercela, adakah dalam hatimu ni sombong, adakah di dalam hatiku ini (hubbul madah) suka di puji puji orang, (karena yang pantas di puji hanya Allah ) adakah di dalam hati ku Ini sifat berlebihan dalam mencintai dunia, melebihi cinta kepada Allah dan rasul,

nah apabila ada itu, yang sudah kita koreksi, periksa, kita ketahui, maka dengan mudah InsyaAllah kita bisa belajar untuk mengobatinya, lain lagi kalau kita ni tidak tahu penyakit hati kita, maka kita tidak akan bisa mengebati hati kita, Karna kita tidak tahu apa penyakitnya, maka musti kita tahu, musti kita periksa, sehingga kita di tuntut 

untuk selalu memeriksa diri kita, kalau kita sering sering melakukan demikian otomatis kita akan menemukan sifat yang jelek dalam hati kita, otomatis kita mudah untuk mengobatinya, kita bisa berusaha untuk mengobatinya, setidaknya mencari caranya

karena orang yang paling bahaya itu adalah orang yang tidak tahu, tidak mahu tahu penyakit apa yang ada di dalam hatinya, 

Contohnya lagi : penyakit jasmani dan rohani, penyakit jasmani itu akan terasa walaupun pasa awalnya tidak terasa, lama kelamaan timbul, bengkak, sudah menjalar, tidak bisa di obati lagi, itu penyakit dzohir

Nah kalau penyakit hati, sombong, riya', angkuh, takabbur, ujub, burung sangka, rasa paling baik, rasa paling banyak ibadah, rasa paling banyak berdzikir sehingga rasa nya dekat dengan Allah, dan lain sebagainya, demikian itu ada di dalam hati kita, namun kadang kita ni kurang sadar, nah apabila muncul reaksi pada saat kita sakaratul maut, nah disitu lah kita akan mengetahui segalanya

Oh ternyata diriku ni banyak sifat-sifat yang tercela, diriku ni banyak sombong, diriku ni banyak ujub, diriku ni banyak riya', ternyata selama ini diriku banyak penyakit penyakit hati yang aku tidak sadari, maka kalau pada saat sakaratul maut kita sadar baru kita ni hendak bertaubat kepada Allah, maka di khawatirkan kita ni tidak sempat bertaubat, 

Nah kalau kita sudah beriman dengan Allah, dengan namanya alkhobit maka cari tahulah apa penyakit di dapam diri kita ni, kalau kalau ada penyakit hati, sombong, riya', takabbur,ujub, dan lainnya, apakah di hatiku ada penyakit yang membuatkan aku lebih cinta kepada dunia melainkan cintaku kepada Allah, nah ini penyakit yang sangat berbahaya, musti segera di latih supaya bisa di perbaiki

maka daripada itu segeralah periksa diri kita, koreksi diri kita, jaga hati kita, kenali hati kita, supaya kita ni tahu apa penyakit penyakit yang ada di hati kita ni, nah kalau kita tahu, maka mudah lah untuk kita usaha buat memperbaikinya, mengobatinya, Karna kalau di biarian, lebih cinta dunia, ni penyakit yang membuatkan aku suka melanggar hukum hukum Allah, ini lah penyakit yang membuatkan aku suka menipu orang, ini yang membuatkan aku melakukan segala macam perbuatan yang tidak baik

Karena di dalam hatiku ada berlebihan cinta kepada dunia, itu asal muasalnya, sebabnya, kenapa orang tidak jujur? Karena ada berlebihan cinta kepada dunia, kenapa orang suka menipu? Karena ada berlebihan cinta kepada dunia, nah cinta kepada dunia itu penyakit hati, nah kalau kita sudah memahami nama Allah alkhobit ini, maka kita musti deteksi penyakit di dalam hati kita, apakah cinta ku kepada dunia berlebihan atau tidak, segera di deteksi, 

Hubbuddunya itu ( cinta kepada dunia itu( tidak di larang oleh Allah, tapi jangan sampai kelewatan, jangan sampai kecintaan kita itu membahayakan kita, kita di suruh cinta kepada dunia, nah dunia mana yang kita di suruh cinta? Dunia yang menjadi alat, sarana kita untuk beribadah, taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala

Contohnya ini kendaraan ku, saranaku untuk pergi menuntut ilmu, nah aku cinta kepada saranaku, nah tidak di larang oleh agama, aku cinta kepada duitku, nah duit ini lah saranaku, untuk bisa beribadah kepada Allah, melalui sodakoh, infaq, wakaf dan lain sebagainya

Nah cinta kepada dunia yang demikian adalah baik, bukan cinta yang tercela malah kita seharusnya memperbanyak cinta kepada dunia yang menjadikan sarana kita dalam beribadah kepada Allah, nah cinta dunia yang merupakan penyakit hati itu, cinta dunia yang mengakibatkan kikir, kesayangannya duitnya itu, jadi kikir, sangkin kesayangannya ia sama duit itu jadi tamak menjaci duit tak peduli halal atau haram, akhirnya mencuri duit orang, menipu orang, yang penting dapat duit, ah ini cinta dunia yang membahayakan dirinya, ini penyakit hati yang musti kita ketahui apakah yang demikian itu ada di dalam hati kita atau tidak

Bila tidak ada Alhamdulillah (nikmat daripada Allah yg luar biasa kepada hati kita)nah bila ada maka segera obati, deteksi, perbaiki, (itupun nikmat daripada Allah, cara Allah menyelamatkan kita daripada penyakit hati) 

Ada orang pengen usaha, untung banyak tapi dengan cara jujur ia namun hasilnya sedikit akan tetapi akan ia jujur maka ia akan merasa banyak di hatinya, artinya lapang aja, adapun orang yang ingin berdagang namum ia tidak berani curang, jujur saja, maka demikian itu adalah nikmat yang paling besar yang sudah Allah berikan di dalam hatinya sehingga ia bisa jujur dan tidak mahu, tidak berani menipu orang, 

Nah yang bahaya itu orang yang usaha pengen untuk banyak, tapi dengan cara curang, tidak jujur, orang bedagang, pengen banyak untung dengan cara menipu orang, nah penyakit penyakit ini yang bahaya, walaupun kita belum melakukannya, hanya kepingin saja demikian sudah penyakit hati itu, maka dengan kita beriman dengan nama Allah alkhobir, kita periksa hati kita, ada atau tidak aku ni cinta kepada dunia yang berlebihan, dan lainnya, bila ada senang kita ni mahu mengobatinya, mudah kita ni memperbaikinya karena sudah kita tahu, sudah terdeteksi, karena sudah kita cari tahu daripada diri kita, insyaallah dengan demikian hati kita akan di bukakan oleh Allah untuk selamat daripada penyakit hati yang demikian demikian itu tadi.

Yang ke dua
Bahwa kita berusaha menjadi tahu apakah ada penyakit di dalam hati kita ni, sehingga kita selalu menyibukkan diri kita untuk senantiasa memperbaiki masalah yang ada pada diri kita, penyakit yang ada dalam diri kita sebagai bentuk dan tanda kita beriman kepada nama Allah alkhobir ini

Ke tiga orang yang beriman dengan nama Allah alkhobir
( ayya'lama maa khrotorod Fi qolbih, Minal khawatir, aahuwa minallah, aw Minal malaikah, aw Minas syaitan, aw minannafhsi ) 

Orang yang beriman dengan nama Allah alkhobir, ia musti mengetahui geritik hatinya, apakah geritik hati ini dari Allah, dari malaikat, dari syaitan, dari nafsu, hati ni kadang-kadang pasti timbul geritik hati, bahasa agamanya khatar, geritik hati, timbul dalam hati, apabila yang timbul dalam hati ini maksiat kepada Allah, yg timbul ni maksiat, contohnya geritik timbul hendak maksiat, hendak melakukan perbuatan dosa, hendak mencuri, hendak menipu orang, hendak melakukan perbuatan jahat, nah ni geritik hati yang timbul, kita musti tahu ni dari syaitan kah, atau dari nafsu kita

Nah kalau dari syaitan 


InsyaAllah di lanjutkan di lain kesempatan (20.15)
 

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog