Nama Allah subhanahu wa ta'ala daripada asmaillaalhusna yang ke 31 ialah AL-LATIF (Maha lembut, Maha halus)
Didalam Alquranul karim banyak sekali di sebut nama Allah subhanahu wa ta'ala AL-LATIF, di antaranya, di dalam surat al-mulk
Tahukah engkau yang mencipta yaitu AL-LATIF, yang Maha lembut, yang Maha halus, pencipta alam semesta dunia dan akhirat itu Maha halus, dan Maha lembut
Dan kemudian Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam surah asshura
allahulatifumbi'ibadih ( Allah itu Maha lembut) Maha halus dengan hamba-hambaNya, Dan masih banyak lagi di dalam alquran nama Allah AL-LATIF ini
(Almurodhu annahu latifun Fi shun'ihi )
Di maksud dengan nama Allah AL-LATIF Maha lembut, Maha halus itu adalah perbuatan, AL-LATIF ini kembali kepada nama fi'ilnya, nama perbuatannya, bukan nama dzatnya, karena asmaillaalhusna ini ada nama dzatnya, seperti Allah, al-haq,
Adapula yang nama sifat contohnya Sami'ul Basir, adajuga ada fi'il, nama perbuatan, seperti al-kholiq, AL-LATIF, sehingga artinya perbuatan Allah itu sangat harus sangat lembut, bukan sifatnya halus, bukan dzatnya halus, bukan
Perbuatannya, ibaratnya membuat suatu penciptaan, contohnya seperti pohon, maka pohon itu di ciptakan dengan penciptaan yang halus, Dan lembut, tidak kasar artinya, sama seperti menciptakan semut, menciptakan lalat, sengat sempurna sangat lembut, sangat halus
Contoh lagi seperti ada orang ingin membangun rumah, kadang-kadang tukangnya ada yang Kasar, sehingga tidak bagus di pandang, casnya Kasar, plates semesnnya Kasar tidak rapi, masanf keramingnya Kasar, tidak elok di pandang, nah tapi kalau tukang ini yang mengerjakan bangunan ini lembut pekerjaannya, bagus pekerjaannya maka tidak kelihatan ada sambungan, ada yang menyalah, ada yang salah cat, sangkin halusnya pekerjaan tukang itu, sangkin rapinya pekerjaan itu
Nah demikianlah Allah subhanahu wa ta'ala, segala yang di cipta oleh Allah sangat sempurna, sangat lembut, sangat halus, oleh karena halusnya ciptaan Allah, kadang kadang kita sulit menemukan keadilan Allah itu, sangkin sempurna pekerjaan Allah
Contohnya: kadang kadang Allah menciptakan seseorang itu tampan, kaya raya, segala macam, Allah ciptakan dengan sempurna, nan di sisi lain Allah ciptakan seseorang yang jelek, yang miskin, yang hitam, susah, sehingga dengan demikian Allah Maha adil
Nah, cuma adilnya Allah itu berhubungan dengan Latif, sehingga kalau kita ni hanya melihat dzohir nya saja, tidak memperhatikan, merenungkan, maka kita tidak akan dapat dimana letaknya keadilan Allah itu, yang jelas Allah subhanahu wa ta'ala Maha adil, cuman kita ni saja yang tidak mengerti, ataupun belum mengerti, Karna sangkin lembutnya, sangkin halusnya, sangkin Sempurna pekerjaan Allah subhanahu wa ta'ala, maka di balik itu akan terdapat rahasia-rahasia Dan hikmah-hikmah dari Allah
(Fi tarkibi abdanil hayawanat, Minal azzeza 'it taqiqah, Wal manat biziddhoyyiqah )
Allah itu pekerjaan nya sangat lembut, sangat halus, pada menyusun badan badan hayawan, daripada zuzu zuzu yang halus, Dan daripada lubang lubang yang sempit
Contohnya kita lihat ciptaan Allah seekor nyamuk, nyamuk tu ciptaan Allah, coba kita perhatikan bagaimana halusnya ciptaan Allah seekor nyamuk, nyamuk tu ada matanya, nyamuk tu ada mulutnya, nyamuk tu ada perutnya, nyamuk tu ada perutnya, nyamuk tu ada kakinya, nyamuk tu ada pembuangannya, sehingga kita ni hampir-hampir tidak bisa melihat dimana mulutnya itu nyamuk, sangkin halusnya ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala
Dan kemudian lagi Contoh nya seperti kita ni manusia yang di ciptakan oleh Allah dengan sangat lembut, sangat halus, sangat sempurna, karena di dalam tubuh kita ni ada 300 lebih persendian, nah ini ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala, Dan sangkin banyak nya persendian itu, hanya terlihat bagus Dan indah, maka itu lah masuk daripada ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala
Coba robot olahan manusia, seperti apapun bagusnya, seperti apapun hebatnya manusia membuat robot , masih tidak terlihat bagus juga, tidak sempurna pergerakannya, manusia tidak, sangat sempurna, maka demikian lah wujud Allah dengan AL-LATIF yang Maha lembut Maha halus, Maha sempurna ciptaan daripada Allah subhanahu wa ta'ala
( Waannahu latiful fil'in'am warrohmah )
Bahwa AL-LATIF nya Allah, Maha lembut, Maha halus, pada memberikan nikmat Dan rahmat, Karna kita ini dapat rahmat dapat nikmat, tapi Allah itu kadang-kadang menyampaikan nikmat Dan rahmat itu sangat halus sangat lembut, sehingga kita ni tidak merasa bahwa kita di sayang oleh Allah, bahwa kita tidak merasa bahwa kita ni sedang mendapatkan rahmat oleh Allah
Karna cara Allah memberikan itu sangat halus, tidak terasa, banyak nikmat Allah yang Allah berikan kepada kita tanpa kita ketahui, tanpa kita sadari, kepada? Daripada halusnya cara Allah subhanahu wa ta'ala menyampaikan itu kepada manusia, nah jadi itu Lau artinya AL-LATIF
Allah menyampaikan pahala, menyampaikan ampunan, menyampaikan rahmat, kadang kadang kita ni tidak tahu, tidak sadar, tidak terperhatikan oleh diri kita, sehingga ada banyak orang yang merasa tidak di sayang oleh Allah, padahal Allah sangat sayang kepada kita ni, cuman cara menyampaikan sayangnya Allah itu kepada kita, sangat halus, sangat lembut, sehingga tidak terasa oleh kita
Menyampaikan azab pun kadang-kadang dengan cara yang halus, sehingga kadang kadang orang itu tidak merasa bahwa ia berada dalam azannya Allah subhanahu wa ta'ala
Contohnya : orang ini hidupnya sehat Wal afiat, hidupnya senang makmue, harta berlimpah ruah, pangkat kedudukan tinggal, kemudian ia rasa bahwa ia ni sudah untuk, hidupnya ni sudah aman, sudah untung, sudah bagus, padahal ia tidak tahu lewat itu Allah subhanahu wa ta'ala mengirimkan azab kepadanya, di mudahkan, diberikan nikmat, malah tidak di syukuri akhirnya semakin hari semakin jauh dari Allah karena jelas manusia ini adalah makhluk yang sangat kurang untuk bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala, dan mendapatkan azab daripada demimian itu
Sehingga sangat halusnya Allah mengirimkan suatu adzan kepada seorang hamba, maka dari itu kadang kita ni tidak merasa, jadi artinya kita di suruh selalu tafakkur (merenung, memikirkan segala macam kehidupan yang bisa kita jalanin pada saat ini semuanya itu Karna Allah, atas bantuan dan pertolongan daripada Allah subhanahu wa, maka bersyukur lah kita ni
Harta yang datang kepadaku ni, kesenangan yang datang kepadaku ni apakah rahmat atau Bencana, apakah baik atau tidak, selalu kita berjaga-jaga Karna demikian itu bisa saja baik ataupun menjadikan Bencana bagi kita
(Wa min luthfi hi kholkuln zanin fi bathnih ummih)
Setengah daripada kelembutan daripada segala macam ciptaan Allah, yang menciptakan zanin dalam perut Ibu, dalam Rahim itu, disitu zanin dalam perut itu di ciptakan Allah, makannya lewat pusat, tidak lewat mulut, pusatnya panjang, nah itu yang menghisap makanan, nah kepada tidak lewat mulut, kan ada mulut, ? Kenapa, tidak di fungsikan oleh Allah mulut zanin, yang di fungsikan itu hanya pusat
Kenapa sebab demikian? Karna yang di hisap itu adalah najis, yang di hisap itu darah, demikian Allah tidak mahu mulut yang harusnya jadi tempat berdzikir ini, malah menghisap darah, Allah tidak mahu mulut yang berdizkir ini bekas najis, makanya si zanin itu makan lewat pusat.
Nah itu kadang-kadang orang tidak terpikir, kenapa? Karna daripada halusnya, daripada lembutnya Allah subhanahu wa ta'ala menciptakan itu, nah begitu si anak anak ini, zanin ini lahir, maka tanggal lah pusat itu, lepas, baru lah berfungsi mulut, maka di hisapnya susu, karena demikian itu halal, nah ini lah pekerjaan Allah, hanya Allah yang mengaturnya sedemikian sempurna
Dan anak anak itu begitu lahir, tidak ada yang punya Gigi, apa ada anak yang baru lahir tbtb punya Gigi,? Tidak, semuanya pasti dalam keadaan ompong, kenapa ompong? Karena yang di hisapnya susu, susu tidak perlu Gigi, yang kedua, perut belum tahan, untuk memproduksi makanan-makanan yang keras, nah itu AL-LATIF nya Allah
Nah begitu anak anak ini umur 2 tahun, di suruh allah berhenti nyusu, kalau sudah 2 tahun, karena sudah timbulnya Gigi, nah ini olehan Allah yang demikian, sudah di rencana oleh Allah, maka tumbuhlah gigi, kanapa? Karena sudah bisa makan pisang contohnya, demikian itu lah halusnya, lembutnya ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala kadang-kadang kita ni tidak perasan Hal demikian itu, adalah bentuk daripada nama AL-LATIF nya Allah terhadap manusia ini
Karena kalau kita ni tidak merenungkan, memikirkan, mengamati, ya biasa biasa saja, zanin, lahir, menyusui, umur 2 tahun tumbuh diri, biasa aja, tapi kalau di perhatikan semuanya itu tidak terlepas daripada ciptaan Allah, ada maksud dan ada tujuannya kenapa demikian itu, karena Allah subhanahu wa ta'ala tidak pernah menciptakan sesuatu kosong daripada hikmah dan rahasia-rahasia di dalamnya
( Wa min luthfi hi ) dan setengah daripada kelembutan daripada Allah subhanahu wa ta'ala, halusnya ciptaan Allah
Bi 'ibadihi ) dengan hamba-hambaNya
( Annahu yas sharalahumul 'ushu 'ilassya'adatil 'abad, bi sya'in khrofifi muddatin kasiroh )
Allah menyediakan syurga, dan syurga itu abadi(selamanya), dan si manusia calon penghuni surga ini, seorang hamba, di mudahkan oleh Allah, beramal, berbuat sesuatu dengan ia masuk surga, berbuat ibadah di Dunia yang hanya sebentar ini, kemudian wafat, masuk syurga di ganti oleh kehidupan yang kekal di syurga, selama lamanya, nah ini bahagian daripada lembutnya Allah subhanahu wa ta'ala kepada kita hamba-hambaNya
Jadi kita percaya, dan yakin seyakin yakinnya bahwa Allah itu bernama AL-LATIF, segala perbuatan Allah itu di perbuat dengan penuh kelembutan dan sangat halus, sehingga kalau kita tidak merenungi ciptaan Allah, kita tidak akan tahu daripada lembut dan halusnya ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala
Contohnya kalau kita pandang sebatang pohon, pandang biasa ya biasa saja, tapi kalau kita teliti satu persatu maka akan nampak luar biasa Allah menciptakan sebatang pohon itu,
( Al mukmin bismillahil Latif)
Bermula orang yang beriman dengan nama Allah AL-LATIF
(Ayyarfuko wayatalattofa bi'ibadillahi ta'ala bi hidayatihim minallah)
Kalau kita percaya, beriman bahwa Allah subhanahu wa ta'ala itu Maha lembut Maha halus, pekerjaan perbuatannya, maka kita yang beriman ini musti bersikap halus, bersikap lembut dengan hamba Allah, pada memberi petunjuk dengan mereka, nah jadi satu itu
Dalam berdakwah, dalam mengajak kebaikan kepada orang, maka carilah jalan yang sehalus halusnya, sehingga orang itu tidak merasa kita ni sedang mengajak ia ke jalan Allah, tidak merasa,
Contohnya kita ni mengajak kawan kita shalat, eh wei sini ayuk shalat, nah ni Kasar nampaknya, nah itu tidak Latif, kalau kita beriman dengan nama Allah AL-LATIF, kita ajak orang itu sembahyang, kita ajak orang itu takwa kepada Allah, maka orang tu tidak merasa bahwa kita ni sedang mengajaknya ke jalan Allah subhanahu wa ta'ala
Nah daripada sangkin halusnya dakwah kita, contohnya kita ni punya istri, punya anak, mereka tidak merasa kalau kita ni sedang mengajak mereka di jalan Allah subhanahu wa ta'ala, kita ajak mereka berbuat baik dengan cara yang lembut, dengan cara yang halus
Nah bagaimana cara dakwah yang lembut itu, bagaimana cara dakwah yang halus itu , antara lainnya
(Adda'wah bil Hal)
Dakwah dengan Hal, dengan keadaan, contohnya kalau kita ni hendak menyuruh orang shalat, tidak perlu teriak teriak, marah marah, untuk mengajak anak kita, mengajak keluarga kita shalat, cukup kita ni ketika orang adzan, kita shalat, nah seperti apapun sibuknya kita di luar, seperti apapun asiknya TV kita di rumah, ketika masuknya waktu adzan, kita shalat, nah perbuatan kita ini akan di lihat orang, di lihat istri, di lihat anak, di lihat keluarga, nah itu secara otomatis akan masuk ke dalam hatinya dakwah yang lembut tanpa terasa, sehingga iapun akan shalat juga, MasyaAllah, maka iapun akan mengikuti apa yang kita lakukan kita perbuat
Contohnya seperti anak kita : akan berkata di dalam hati nya, abah ku itu sesibuk apapun pekerjaan pasti akan shalat, sesibuk apapun di rumah pasti ketika orang adzan abah akan shalat, ini anak otomatis akan masuk dakwah itu di dalam hatinya secara lembut dan halus, sehingga ketika masuk adzan, seorang anak Ini akan berisik di hati, aku pun hendak mengikuti abah untuk shalat kalau adzan sudah berkumandang
Demikian lah dakwah secara lembut, secara halus, maka carilah dakwah secara halus dan lembut sehingga orang tidak terasa di ajak di jalan Allah, ataupun orang lain tidak merasa asing kepada kita sehingga menjauhkan diri dari jalan Allah subhanahu wa ta'ala
( Wa ayya ta'annafi hima 'ata Minal 'amal wa yatta'azzal
Bahwa dia musti perlahan, orang yang beriman dengan nama allah AL-LATIF, bahwa dia musti perlahan dalam mengerjakan sesuatu tidak terburu-buru,
Contohnya bayi dalam perut prosesnya 9bulan 10 hari contoh, padahal bisa Allah Kun fa yakun, begitu hamil terus keluar, muncul bayi, bisa aja, tapi ada prosesnya, nah jangan gerusuk-gerusuk, terburu-buru, kemudian lagi, Allah menciptakan langit , menciptakan bumi, dan di antara keduanya, (Fi tsittatin ayyamin) enam hari dalam Qur'an Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan pada surah taha, serta surah Al a'raf,
allah ciptakan, langit, bumi, dan di antara keduanya, gunung, laut, 6 hari, hari ahad Allah ciptakan bumi, dan Allah ciptakan siang dan malam, matahari dan bumi, sehingga demikian itu menunjukkan kepada kita bahwa semuanya itu ada prosesnya, jangan kita ni suka tergesa-gesa, terburu-buru dengan sesuatu pekerjaan kita, apalagi pekerjaan itu tidak boleh di lakukan tergesa-gesa seperti Shalat contohnya
Karena tergesa-gesa yang demikian itu akan menimbulkan hasil yang Kasar, hasil yang tidak sempurna, rumah yang seharusnya siap 3 bulan, di buat terburu-buru menjadi siapnya 1 bulan, maka hasilnya pun Kasar, tidak bagus, kenapa? Karena tidak AL-LATIF tadi, sehingga sesuatu yang di perbuat dengan terburu-buru baik itu Amal ibadah akhirat, ataupun pekerjaan Dunia maka tidak akan pernah menghasilkan Hal yang baik,
Shalat yang terburu-buru tidak akan bagus, wudhu yang terburu-buru tidak akan bagus, musti teliti, musti lembut, musti berhati-hati sehingga akan menghasilkan kesempurnaan, mengusahakannya supaya tidak ada cela keburukan kejelekan di dalamnya maka itu lah bagian daripada AL-LATIF nya Allah subhanahu wa ta'ala
Yang ke tiga ( wa ayyash siro 'ala 'ibadillahi ta'ala)
Bahwa orang yang beriman dengan nama Allah AL-LATIF, dia akan memberikan kemudahan kepada sesama hamba hamba Allah subhanahu wa ta'ala, sesama manusia, memberikan kemudahan, selama hukum masih membolehkan mudah kepada di persulit, ni hukum agaam yang sudah demikian mudah, jangan di persulit, baik itu urusan ibadah, baik itu urusan dunia, kalau bisa mudah kenapa harus sulit
Rasulullah bersabda ( innallah yuhibbu syamhal bayyih, syamhassiro, syamhal qodho, rowahu turmudzi)
Allah subhanahu wa ta'ala mencintai, nah ini Allah mencintai, kepada orang orang apabila membeli mudah, bisa menjual mudah, nah berjual beli itu, berjual barang tu tak perlu bertele-tele, mudah aja, contohnya barang ni harganya 2ribu, orang cakap oke pas 2 ribu, nah memberikan kemudahan
Nanti orang jualan berapa harta, 5ribu, ujar orang hmm 4 ribu lah, si kawan ni mengata 3 setengah lah, ujar nya lagi 2setengah aja, 3 lah, kata pembeli pun yauda tidak jadi aja, yauda yauda sini sini jadi jadi, nah ni kan mempersulit namanya, akhirnya pun jadi jua, kenapa tidak dari awal aja mudah, seharusnya waktunya singkat malah jadi berbelit-belit, nah demikian itu Allah tidak suka, Karna Allah setuju kalau kita ni jual beli mudah jual mudah beli ( innallah yuhibbu syamhal bayyih, syamhassiro,
Dah demikian lah orang yang beriman dengan nama Allah AL-LATIF, orang orang yang berurusan dengannya pun akan mudah, hendak apapun tidak akan sulit
( Wa anla yu 'ayyiro ala 'ibadillahi ta'ala)
Bahwa orang yang beriman dengan nama Allah AL-LATIF, ia tidak mahu mencela, meng aibkan hamba hamba Allah, sesama manusia, makhluk Allah subhanahu wa ta'ala, baik yang di cela ini fisik maupun yang di cela ini sifatnya rohani
Contohnya orang tu peminum Arak, penjudi, maka tidak boleh kita panggil ia dengan panggilan hai pemabuk, hai penjudi, ataupun orang ni suka berjina, kemudian kita panggil ia dengan sebut, ya zani, wahai penjinah, maka demikian itu tidak boleh, karena orang yang beriman dengan nama Allah AL-LATIF, tidak akan mencela sesama manusia baik itu fisik, maupun rohani
Rasulullah di riwayatkan ( ma 'abarrasulullah shallallahu alaihi wa Salam, ta'aman kodth) rasul tu tidak pernah mencela masakan yang di hidangkan kepadanya, kemanisankah, kehambaan kah, apapun kekurangan tidak pernah, ( ma 'abarrasulullah, ta'aman kodth, ) Rasulullah tidak pernah mencela makanan yang di hidangkan, jadi istri nabi tidak perlu khawatir karena Rasulullah tidak akan pernah mencela, jadi nyaman nyaman aja, nah demikian itu bahagian daripada beriman dengan nama Allah AL-LATIF itu
Para ulama dari masa dahulu sampai sekarang banyak yang mengamalkan nama Allah ya Latif ini, ya Latif, ya Latif, ya Latif ini, ada yang mengamalkan sekali sehari, di waktu subuh, ada yang mengamalkan setiap habis sembahyang Lima waktu membaca nama Allah ya Latif, 129 Kali tidak boleh kurang tidak boleh lebih,
Nah orang yang mengamalkan ini, di jamin tidak akan menjumpai kesusahan kesusahan di dalam hidupnya, walaupun musibah datang beruntun kepadanya, namum ia nyaman aja, santai aja, musibah datang banyak namum ia merasa nyaman, merasa tenang, merasa senang, kenapa? Karena akhibat daripada mengamalkan nama Allah ya Latif, kenapa 129?
Lam : 30
Tho : 9
Ya : 10
Fa : 80
Sakit tidak boleh di hindari karena dunia adalah negeri susah, orang yang minta kepada Allah jangan hidup susah di Dunia, sedangkan dunia adalah negeri bersusah payah, susah akan tetap turun, sengsara akan tetap turun, penyakit akan tetap turun kepada kita tapi kita tidak terasa, karena Allah dengan lembut, dengan halus mengirimnya, nah amalkan lah ya Latif ini
Imam syafi'i radiallahu'anhu beliau berdoa sesudah membaca itu
( Allahumma inni as'alukal luthfa
Ya Allah hamba memohon kelembutan ( kemudahan )
Fi majaradht bihil makodhir )
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ اللُّطْفَ فِيما جَرَتْ بِهِ المَقاديرُ
Pada sesuatu yang kadang kepada ku daripada takdir takdir engkau, takdir appaun yang kadang kepada kita, maka akan Allah sampaikan dengan cara yang lembut dengan cara yang halus,
Jadi kita merasakan datangnya takdir itu dengan nyaman, apapun itu, baik kesusahan, sakit dan lain sebagainya, InsyaAllah kita akan selalu di berikan kelembutan daripada Allah subhanahu wa ta'ala
Tidak ada komentar:
Posting Komentar