Pages

Senin, 15 Mei 2023

Ampunan daripada Allah subhanahu wa ta'ala

Wahai anakku, yang tercinta, seandainya ilmu semata-mata itu cukup bagi engkau Dan tidak perlu kepada amalan maka tidak ada faedahnya, seperti seruan suci di tengah malam, seperti di sebutkan Allah subhanahu wa ta'ala di sebutkan, di tengah malam Allah mengeru, apa kata Allah ? Adakah di sana orang yang meminta sesuatu? Adakah di sana orang yang mintak ampun, adakah di sana orang yang bertaubat?

Nah jadi Ini menunjukkan bahwa, kalau kita ni hanya punya ilmu semata, itu belum cukup, tanpa di sertai dengan amalan-amalan.

Di riwayatkan sebahagian daripada sahabat radiallahu'anhu azma'in, menyebutkan tentang keindahan, kepribadian sayyidina Abdullah bin Umar Radiallahu 'anhuma di sisi Rasulullah, artinya sahabat-sahabat nabi ini memuji Abdullah bin Umar di hadapan Rasulullah 

Abdullah bin Umar itu orang nya bagus, orangnya baik, kebaikan-kebaikannya di sebut oleh para sahabat-sahabat nabi, lalu Baginda Rasulullah bersabda

( Ni'marrazul Huwa lawkana yushalli bil lail )
Artinya kata nabi, Abdullah bin Umar itu sangat baik orangnya, apabila beliau bangkit sembahyang di waktu malam, nah,

( Ni'marrazul Huwa lawkana yushalli bil lail )
Kata Baginda Rasulullah, iya benar orangnya yang sangat baik, ( lawkana yushalli bil lail ) jikalau is sembahyang di malam hari, nah jadi disini artinya, Rasulullah menganggap orang itu baik, apabila orang it sudah bisa, sudah mampu untuk shalat di tengah malam 

Baik itu kita orangnya baik, ramah, bersosial, berilmu, pinter, cerdas, berbuat baik macam macam, tapi kalau kita belum bisa untuk bangun shalat di tengah malam, nah itu belum lengkap kebaikan kita itu, sebab ujar baginda Rasulullah

( Ni'marrazul Huwa lawkana yushalli bil lail )
Abdullah bin Umar itu adalah sebaik-baiknya laki-laki jikalau ia sembahyang di tengah malam, jadi orang yang bisa istiqomah, orang orang yang bisa mudawwamah, selalu shalat malam dengan ikhlas Karna Allah, bisa kita jadikan ini orang adalah orang yang baik 

Tetapi sebaliknya bagaimanapun orang itu baik, tapi belum bisa kita katakan baik kalau ia belum bisa sembahyang Sunnah di tengah malam, maka belum bisa di katakan sepenuhnya ia baik, masih sebahagian sahaja

Lanjutkan kisah ini pun sampai kabarnya kepada ibnu Umar, orang pun menyampaikan kabar demikian, ujarnya, wahai ibnu Umar, tadi engkau di berikan nasihat daripada Baginda Rasulullah, engkau adalah orang yang baik dan akan bertambah baik jikalau engkau mendirikan shalat di tengah malam, setelah mendengarkan kabar demikian kemudian sejak itu sampai ia wafat tidak pernah meninggalkan shalat malam itu 

Al-imam alhasan albasri Radiallahu'anhu bahwa untuk melajimi, mengistiqomahkan shalat lail itu, sulit kalau kita masih ada punya dosa dosa yang besar di sisi Allah subhanahu wa ta'ala, walaupun kita ni sudah cukup persiapan, siang sudah istirahat, malam sudah siap siap cepat tidur, tetapi kalau masih ada dosa dosa yang kita belum bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, nah kita akan terbelenggu oleh dosa itu sehingga kita berat untuk mengerjakan shalat malam, sangat terasa berat, maksudnya yang secara istiqomah, 

kalau sekali sekali siapapun bisa aja (contohnya tiba tiba kita ada perlu kepada Allah subhanahu wa ta'ala, ingin meminta hajat, atau shalat istiqoroh, bisa kita shalat tengah malam, kemudian setelah itu tidak pernah lagi, nah itu namanya tidak istiqomah, kalau istiqomah, terus menerus, baik di rumah, Baik sedang musafir, akan dengan mudah kita kerjakan 

Nah kalau kita ni masih ada dosa dosa yang belum kita bertaubat kepada Allah, maka akan sangat berat, maka daripada itu sangat di anjurkan sekali untuk kita selalu bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala setiap saat

Baginda Rasulullah berkata kepada salah seorang sahabat nya, ya fulan, (La tuk sirin nauma bil lail, fainna kashrotan naum bil lail yadha'u shohibah, fakiron yaumal kiamah )
Wahai fulan, kata nabi, janganlah engkau terlalu banyak tidur di waktu malam, Karna terlalu banyak tidur di waktu malam itu menjadikan seseorang fakir di hadapan Allah di hari kiamat nanti

Karena ibadah kiamul lail, adalah ibadah yang bisa kita harapkan, karena waktunya tengah malam, tidak ada orang yang tahu, jadi ibadah kita yang benar benar murni semata-mata karena Allah adalah di harapkan kita melatih diri kita untuk bangun shalat malam, seperti juga perkataan Al imam zunaid Al baghdadi, begitulah setelah ia wafat ada yang bermimpi bertemu dengan beliau, 

Kemudian di tanyakan orang yang bermimpi ketemu Al imam zunaid Al baghdadi tadi, Amal apa yang bisa membanggakan disana, maksudnya di alam setelah dunia ini, nah di jawab oleh Al imam zunaid, bahwa ilmu ilmu yang ku miliki itu tidak memberikan manfaat, pelajaran pelajaran yang aku ajarkan tidak aku dapatkan, yang aku dapatkan disini hanya beberapa rakaat sembahyang yang kulakukan di tengah malam, yang tidak ada orang lain melihat kecuali hanya Allah subhanahu wa ta'ala

Sehingga amaliyah, amaliyah kita yang kita lihatkan, atau di lihat oleh orang, oleh manusia ini, itu sulit untuk mendapatkan ke ikhlasan, pasti ada Hal lain di baliknya, belum lagi dengan prihal pujian, merasa diri hebat, merasa diri bagus, yang menimbulkan penyakit hati dan lainnya,

Nah coba kalau kita shalat malam, siapa yang tahu, tidak ada orang, tidak ada manusia, hanya diri kita, maka sangat di anjurkan demikian itu untuk melatih ke ikhlas, Dan ibadah itu pun akan mudah ikhlas karena Allah subhanahu wa ta'ala, karena kita tidak akan lagi mencari-cari perhatian kepada manusia, kepada orang, jelas sudah tidak ada orang yang tahu, maka yang kita harapkan adalah perhatian langsung daripada Allah subhanahu wa ta'ala, maka akan menimbulkan keikhlasan yang sebenar-benarnya

Nah jadi artinya, shalat di tengah malam itu, dalam tahapan pemula tidak perlu banyak, Dua rakaat sudah cukup, Dua rakaat shalat, antara pukul 12 hingga subuh, jam 1 kah, jam 2 kah, jam 3 kah, sampai lah sebelum waktu subuh, karena kalau kita rajin malakukan demikian, berarti kita sudah termasuk dalam golongan orang orang yang melaksanakan kiamul lail

Karena ujar Baginda Rasulullah shalat malam itu da'bussholihin, ( amalan orang orang shalih) jadi kalau kita ni rajin shalat nalam cuman 2 rakaat aja, InsyaAllah akan tergolong dalam golongan orang orang sholeh, harap harap nya lah, walaupun shalat kita ni sedikit di banding dengan orang orang sholeh, contohnya seperti Baginda Rasulullah, nabi kita tercinta, yang sangat luar bisa, di tengah malam bangun untuk mengerjakan shalat sampai Kaki beliau bengkak

Jadi di waktu malam Ini sangat banyak manfaatnya seprrti shalat malam, kalau hendak baca alquran, walaupun beberapa ayat sahaja, pun boleh, nah bagunlah, kerjakanlah shalat malam itu, karena nanti di akhirat akan di panggil oleh Allah, di padang mahsyar, ada pengumuman oleh Allah, mana orang orang yang renggang tulang belakang mereka yang melaksanakan shalat di malam hari, maka masuk lah kalian ke dalam surga, 

Nah disitu kan tidak di sebutkan apakah harus shalat malam banyak, 100 rakaat, 1000 rakaat, atau harus lainnya, nah kita ni kalau mahu, walaupun 2 rakaat InsyaAllah akan mendapatkan kebaikan daripada Amal itu

Maka hendaklah kita ni selalu mengingat firman Allah subhanahu wa ta'ala pada surah Al israh ayat 79
Dan hendaklah engkau bangkit sembahyang tahajud daripada sebahagian waktu malam, Dan firman ini mengandung makna suruhan 

( wa minallaili fatahatzad ) nah itu kan fi'il amr, tahazzada, tahazzadu, tahazzad, nah itu kan fi'il amr, artinya suruhan atau perintah, 
( sembahyang tahajud lah sebagai suatu ibadah tambahan bagi mu, mudah mudahan Allah mengangkat mu ke tempat yang terpuji )

Nah di ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala tidak menyuruh harus 10 rakaat, 100 rakaat, 1000rakaat, yang di amalkan oleh orang-orang sholeh, kita ni orang awam pun, kalau hendak shalat cukup 2 rakaat sudah cukup, maka sudah di katakan termasuk ke dalam golongan orang orang yang shalat di tengah malam, adapun kalau mahu menambah rakaat silahkan, lebih baik lagi, tapi kalau 2 aja sudah lebih dari cukup

Sehingga firman Allah ini mengandung makna suruhan, 
maksudnya Dan di waktu sahur mereka selalu beristigfar akan Allah meminta ampunkan kepada Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga dalam firman ini mengandungi makna syukur, artinya pujian daripada Allah subhanahu wa ta'ala kepada orang orang yang di waktu sahur itu meminta ampun kepada Allah, Karna waktu yang paling bagus untuk bertaubat itu adalah di tengah tengah malam, menjelang subuh

Nabi ya'kub alaihissalam, beliau memintakan ampun kepada Allah subhanahu wa ta'ala terhadap perilaku anak-anak beliau terhadap nabi Yusuf alaihissalam, sehingga waktu waktu menjelang subuh itu semacam waktu khusus yang di sediakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk orang orang yang hendak bertaubat, yang hendak memohon ampunan kepada Allah, yang hendak istigfar, jam 1 kah , jam 2 kah, jam 3 kah, sehingga sebelum masuknya waktu subuh

Dan Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, 

maksudnya ialah orang yang berjaya itu, orang yang taat, orang yang sabar, orang yang selalu mengeluarkan hartanya di jalan Allah, Dan orang yang suka memohon ampunan istigfar kepada Allah di waktu sahur, dalam ayat ini mengandung pringatan daripada Allah subhanahu wa ta'ala, kalau hendak menjadi orang yang hebat, menjadi orang yang mulia, maka di waktu sahur perbanyak lah istigfar, arti hebat, arti mulia, adalah cukup bagi kita ampunan daripada Allah subhanahu wa ta'ala atas dosa dosa yang kita lakukan di Dunia ini, baik sengaja atau tidak

Baginda Rasulullah telah bersabda
( Tsalasatun ashwatun yuhibbullahu ta'ala, shautuddik, wa shautulladzi yakraul qur'an, wa shautul mustaghfirinal FIL ashar,  ) 
Ujar nabi kita ada tiga suara yang di cintai oleh Allah, suara ayam jantang yang berkokok di waktu sahur, suara orang yang membaca alquran, Dan suara orang yang beristigfar di waktu sahur 

 Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

" Apabila kalian mendengar ayam berkokok, mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, mintalah perlindungan kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan." (HR. Bukhari 3303 dan Muslim 2729)

Dan berkata sofiyan ats-tsauri radiallahu'anhu sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala menciptakan satu angin yang berhembus di waktu sahur untuk membawa dzikir Dan istigfar kepada Allah, tuhan raja yang Maha perkasa

Dan beliau berkata lagi apabila bermula malam, maka manggillah, suatu panggilan dari bawah Arash, Allah, hendaklah engkau pada ahli ibadah bersegera bangkit, artinya bangun, maka merekapun bangkit Dan terus sembahyang dengan sembahyang yang banyak, dari apalagi sudah masuk separuh malam, hendaklah pada qonitin, segera bangkit, orang orang yang taat kepada Allah, maka merekapun bangkit Dan terus sembahyang sampai waktu sahur, Dan apabila datang waktu sahur, hendaklah bangkit orang yang ingin beristigfar, sehingga palinggilan malaikat itu, wahai orang orang yang ingin Mira ampunkan kepada Allah, maka bangun lah ini saat nya meminta ampunan kepada Allah subhanahu wa ta'ala maka merekapun bangkit, Dan terus beristigfar minta ampun

Dan apabila sudah adzan subuh, Maka hendaklah bangkit, bangun, jangan jadi orang yang lalai, maksudnya kalau sudah adzan subuh, orang masih tidur, nah ini sudah di anggap orang yang lalai, karena kalau kita ni awal bangun, bisa kita sempat shalat malam, bisa kita sempat membaca alquran bisa kita tempat istigfar, 

Di riwayatkan wasiat daripada luqmanul Hakim, bagi anaknya, bahwa beliau, berkata, (lukmanul Hakim) wahai anakku yang tercinta jangan lah sampai ayam jantang itu lebih bijak daripada engkau, jangan sampai ayam itu lebih pintar daripada engkau, ia berkokok di waktu sahur, sedangkan engkau masih tidur lagi, jangan sampai lebih pintar ayam daripada engkau, itu nasihat lukmanul Hakim kepada anaknya

Dan sungguh sangat indah Susunan syair yang demikian ini

( Laqod hatafad fihzunhilaylin hamamatun 'ala fananin, wahnan, wa 'inni laa na 'imun,  kazzabtu wa bay tillahi Law kunntum  'asiqoh, lama tsabaqodni, bil bukhail hama 'i mu, wa azz humu 'anni hama 'imun, zu tshababatin, li rabbi, fala 'abqi wa tabqi baha 'i mu, 

Sesungguhnya memanggil manggil di kegelapan malam burung merpati yang berpinggir di atas kayu, ia terus saja menangis karena kerinduan, sedangkan aku asik dalam tidurku, nah burung-buruk merpati itu menangis karena rindu kepada penciptanya, bohong dengan sebenar-benarnya bohong, seandainya aku benar-benar mencintai Allah, sudah tentu burung-burung tidak akan pernah mendahuluiku menangis, 

Aku mengaku kalau aku ini seorang pecinta, yang bersangatan dahaga, Dan sangat rindu dengan kekasih, aku mengaku bahwa aku cinta kepada Allah, namun kepada aku belum pandai menangis seperti menangis haiwan-haiwan

Jadi kalau kita ni mengatakan bahwa kita cinta kepada Allah, bohong rasanya kalau tidak di sertai dengan bukti-bukti, kalau kita cinta kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Sehingga nasihat yang paling penting ialah, hendaknya ibadahmu sesuai dengan aturan syara', wahai anakku yang tercinta, intisari daripada segala ilmu itu ialah, engkau mengetahui cara mengerjakan ketaatan Dan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Jadi artinya, ibadah itu tidak selalu bisa di lakukan setiap saat, karena ada waktu waktu tertentu kita tidak boleh melakukan ibadah, jadi musti tahu juga kita aturan aturannya, Dan ada prioritasnya, daripada segala macam ibadah ibadah itu

Ketahuilah bahwa ibadah itu hendaknya mengikuti aturan Allah subhanahu wa ta'ala pada segala suruhan, larangan, Dan perbuatan, yaitu segala apa yang engkau katakan, Dan segala apa yang engkau perbuatan, Dan segala apa yang engkau tinggalkan hendaklah mengikuti peraturan syariat Allah subhanahu wa ta'ala, Kalau tidak ia akan menjadi dosa

Maka itu lah aturan aturan ibadah itu, ada yang boleh ada yang tidak, ada yang lebih baik ada yang sangat baik

Adapun contohnya seperti ketika engkau shalat dengan menggunakan pakaian yang di curi, maka adalah juga berdosa, walaupun pasa dzohirnya engkau melakukan suatu bentuk perbuatan ibadah kepada Allah, tapi karena tidak sesuai dengan caranya, tidak sesuai dengan aturannya, maka ibadah yang seharusnya menjadikan ladang pahala akan berubah menjadi dosa

Contohnya lagi Shalat kita, kita ketinggalan sembahyang kita ada yang sengaja, ada pula ketinggalan sembahyang yang tidak sengaja, 

Contohnya : sudah masuk waktu shalat, tidur kita, sekali bangun sudah magrib, dzukur tidak shalat, asar tidak shalat, bangun bangun sudah magrib, maka wajib ia mengkodo Dua waktu shalat itu, karena ia meninggalkan shalat bukan karena uzur, maka wajib segera menggodho shalat yang tertinggal itu

Nah demikian lah aturan aturan syariat dalam ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Maka hendaknya perkataan kita, perbuatan kita itu sesuai dengan peraturan syara', Karna ilmu dan Amal tidak sesuai dengan aturan syara'adalah Sia Sia sahaja, justru sebaliknya akan mendapatkan dosa

Sehingga agama kita mengatur ('ibdak binafsikah) maka mulailah daripada diri engkau sendiri 

Jangan lah engkau tertipu daripada perkataan-perkataan yang aneh aneh, Dan teterlanjuran perkataan ahli tassawwuf, kita jangan hendak meniru-niru perkataan orang orang demikian, yang sudah makrifat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, kadang-kadang mereka itu berkata-kata dalam keadaan di luar kesadaran mereka

Sehingga ucapan ucapan mereka itu sering sekali tidak bisa di cerna oleh akal kita, kadang kadang tidak mahu beribadah aja juga, kadang kadang ada sesuai dengan syariat ada juga, sehingga perkataan perkataan itu sering keluar dari mereka, karena di luar kesadaran mereka, karena asik memikirkan Allah subhanahu wa ta'ala, nah itu jangan di turuti, makanya biasanya setiap ada perkataan- perkataan orang orang Sufi yang keliahatannya sedikit aneh

Sehingga kita tidak boleh sembarangan membaca kitab Kitab yang di karang oleh ahli ahli Sufi, apalagi memahami nya dengan secara dzohir, teks, karena di khawatirkan kita salah faham, salah mengerti sehingga kita pun menjadi aneh, karena tidak dengan para ahli Sufi sangat lah jauh berbeda pemahaman kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala, 

Karna jalan akhirat itu hanya di jalani dengan jalan mujahadah, melawan Hawa nafsu dan memotong pedang riyadah, bukan dengan perkataan dan ucapan yang mereka-reka sahaja 

Seperti Al imam Al zunaid Al baghdadi, itu adalah tokoh sufi, perkataan perkataan beliau itu sering sekali membingungkan kita, padahal beliau itu dulu berjuang juga, ibadah juga, kepada Allah, sehingga ketika beliau sudah sampai kepada puncak makrifat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, kadang kadang ucapan ucapan beliau itu sulit di mengerti seperti kita ni orang orang awam, 

Karena imam Al zunaid Al baghdadi mengatakan kalau hendak berdoa jangan kepada Allah, mintalah doa kepadaku, berkata beliau kepada murid muridnya, 

Nah perkataan beliau ini sangat sulit di fahami, sehingga jangan kita fahami secara dzohirnya.

Adapun para ulama menjelaskan bahwa, yang memahami perkataan imam tersebut, yang beliau sampaikan kepada muridnya bahwa, kalau engkau hendak berdoa, tapi masih banyak buat dosa, buag maksiat melakukan Hal Hal yang tidak baik, maka jangan berdoa, bertaubat dulu kepada Allah, baru berdoa, kalau pun engkau hendak juga berdoa, sini kepadaku, biar ku ajarkan engkau cara bertuabat kepada Allah, Dan akan ku doakan engkau. 

Jadi jangan kita terkecoh dengan perkataan perkataan yang seperti itu

Dan ketahuilah bahwasanya lidah yang tidak di kawal itu, lidahni tidak bisa di lepas lepas, sehingga lidahni musti ada kendali, 

Contohnya kita ni menggibah, kita mengumpat orang, menyampaikan setiap berita yang di terima, mengadu domba, ini akan membuat kita rugi besar, menguras pahala kita, Amal kita, habis di ambilnya.

Lidah yang tidak punya kendali itu akan membuatkan hati tertutup Dan akan mengakibatkan kelalaian, Dan akan menimbulkan nafsu yang akan terus mencelakai seseorang itu, maka jagalah lidah kita ini daripada perkataan perkataan yang tidak baik, menyebut yang macam macam

Sehingga apabila engkau tidak bisa melawan nafsumu, sudah pasti hatimu akan tidak bisa hidup, bila kita ni tidak mahu melawan dengan kehendak nafsu, maka mati lah hati kita ni 






Tidak ada komentar:

More Article about this Blog