Asyhadu Alla ilaiha illallah, wahdahula syarikalah Al malikul Mannan, wa Ashadu Anna Muhammadan abduhu, wa rasuluhu Ilal insyi Wal zan,
Allāhumma shalli wa sallim wa barik "ala sayyidina muhammadin, sayyidi wa ladi Adnan, wa 'ala Alihi wa shohbihi, wa zurriyatihi, wa ath ba'ihi ila akhiri zaman, 'amma ba'du
Yang pertama kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta'ala, yang hingga sampai saat ini begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita maka tak lupa lah untuk senantiasa mengucapkan Alhamdulillah, shalawat serta salam tak lupa kita haturkan kepada Baginda Rasulullah shalallahu alayhi wasallam, semoga kiranya nanti harap hati kita mendapat syafaat beliau di hari akhir kelak aamiin ya Allah, aamiin ya rabbal 'alaman
Ada beberapa nama nama Allah, daripada asmaillaalhusna, beberapa yang sudah di bahas, insyaallah akan kita lanjutkan bersama seiring pembahasan mengenai Alquranul Karim hingga akhir, semoga kita semuaan ini bisa mengambil iktibar dan pelajaran sehingga bisa sama sama untuk mengamalkannya, aamiin ya Allah
Dan kemudian rencananya seiring prihal Asmaillaalhusna, akan di lanjutkan dengan membahas satu persatu daripada surah-surah yang terkandung di dalam Alquranul Karim, mulai daripada surat alfatihah, sampai surat An-Nas, dengan harapan kita bisa mengetahui kenapa surat itu di namakan demikian, dan kita akan membahas sebahagian ayat-ayat yang perlu kita bahas dalam tiap-tiap surah itu nantinya
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya ( rowahu Bukhari wa muslim), pengertian ini hadist, sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an, baik itu belajar membaca Alquran, atau belajar menulis Alquran, atau belajar tafsir Alquran, atau belajar apa apa yang ada hubungannya dengan Alquran, nah nantinya kita insyaallah akan membicarakan tiap-tiap surah yang ada di dalam Alquran, yang jumlahnya itu atau tidak salah ada 114
Dan mudah-mudahan kita semua termasuk ke dalam golongan yang termasuk di dalam hadist Rasulullah tadi,
(Man ahabba, ayyuhibbahullah wa rasulih falyanzur, fa ingkala yuhibbu Qur'an, fahuwa yuhibballah wa rasulah)
Barang siapa yang ingin di cintai oleh Allah dan rasulnya, maka hendaknya ia menengok, menanyakan kepada dirinya apakah ia cinta kepada Alquran? Karena kalau ia cinta kepada Alquran berarti ia cinta dan mendapatkan cinta daripada Allah Subhanahu wa ta'ala dan Rasulnya.
Dan kemudian lagi hadist Baginda Rasulullah kepada salah seorang sahabat beliau yang bernama abu-dzar, Alghiffari,
( Ya abadzar, ya antaghdu, wa fata'allama hayatan min kitabillah, Khoirun min 'antusholli ya mi'ata rok'ah )
Wahai abudzar, sungguh kamu pergi dari rumah ke tempat pengajian, lalu kamu belajar satu ayat di dalam Alquran, itu lebih baik bagi engkau daripada engkau duduk di rumah kemudian mengerjakan shalat Sunnah 100 rakaat, nah jadi harapan kita semua mendapatkan apa-apa yang telah di sampaikan oleh Baginda Rasulullah
Sebelum kita membicarakan kandungan di dalam surah-surah atau ayat ayat yang ada di dalam Alquranul Karim, terlebih dahulu kita perlu dan wajib mengetahui tentang hurumatul Qur'an, artinya: kehormatan - kehormatan Alquran, yang musti di jaga,
Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda ( Alquran afdhollu mingkulli sya'i)
Alquran itu lebih afdhol dari tiap-tiap sesuatu, Karna itu kalamullah
(Fama wakkaral Qur'an, fakod wakkarallah)
Orang yang menghormati Alquran, berarti ia menghormati Allah Subhanahu wa ta'ala
(Wa manistakhroffa bilquran)
Siapa yang memper enteng Alquran, meremehkan dengan Alquran
( Istakhroffa bi hakkillah)
Berarti ia memper enteng daripada hak Allah Subhanahu wa ta'ala
Nah jadi ini dulu yang musti kita ketahui sebelum kita membicarakan Al-Qur'anul Karim, ini persiapan kita, bekal kita, agar Alquran ini menjadikan syafaat bagi kita, kalau kita semua bisa menjaga kehormatan Alquran,
Para ulama, baik ulama mutaqoddimin, ulama yang terdahulu atau para ulama muta'akhirin, mereka menyimpulkan ada beberapa hal yang perlu di ketahui oleh orang yang berhubungan dengan Alquran,
1. Pertama di sebutkan, di dalam kitab tafsir al-qurtubi,
( Anla ya massya Illa qo il, )
Yang termasuk daripada kehormatan Alquran, bahwa seseorang itu tidak boleh menyentuh Alquran kecuali suci, suci dsripada Hadas kecil atau besar, dan suci daripada najis, contohnya kalau kita hendak menyentuh Alquran, tangan kita ni jangan sampai kotor atau ada yang najis,
Alquran menyatakan di dalam surah al-waqiah ayat 79
tidak menyentuh daripada Alquran kecuali orang-orang yang suci, nah disini ada beberapa hal yang berkaitan dengan tidak boleh menyentuh Alquran kecuali orang yang suci, daripada Hadas kecil, Hadas besar serta suci tangannya daripada najis,
Yang pertama ialah tidak boleh ia menyentuh huruf-huruf Alquran, Karna Alquran ni ada huruf-huruf, contohnya Bismillahirrahmanirrahim, nah itu tidak boleh di sentuh, dan tidak boleh di sentuh juga kertas pinggirnya kalau kita tidak suci, dan tidak boleh juga kita menyentuh kulit, lapis, cover atau sampul bahagian luar Alquran, dan tidak boleh juga kita menyentuh kotak, lemari, tempat yang di dalam nya ada Alquran kalau kita ni dalam keadaan tidak suci,
Contohnya kita ni lagi di masjid, atau dirumah ada di situ lemari yang di dalamnya ada Alquran, nah kalau kita ni dalam keadaan tidak suci maka tidak boleh kita menyentuhnya, adabnya demikian
(Ayyunazzifahu minannajas wamin rihin karih)
Bahwa ia membersihkan mulutnya daripada najis, ataupun bau yang tidak nyaman, jadi kita musti pastikan sebelum kita membaca Alquran itu mulut kita ini suci
Contohnya kalau gusi kita ni berdarah jangan hendak membaca Alquran, mulut kita ni di dalam rongga ada darah, ada najis, jangan kita hendak membaca Alquran, karena demikian itu ada pendapat ulama hukumnya haram, nah sunnatnya kan hendaknya kita membersihkan mulut sebelum kita ingin membaca Alquranul Karim
Ada seorang imam berkata yakni Yazid bin Abdul malik
( Inna afwahakum Torikun, min turukil Qur'an, fatohhiruha wa nazzibuha mastatoktum )
Mulut kamu itu adalah satu jalan daripada jalan jalannya Alquran, maka bersihkanlah dia daripada kotoran-kotoran dan bau bau yang tidak nyaman,
( Mastatoktum)
Se kuasa kamu, semampuan kamu
Sehingga tidak boleh membaca Alquran dalam keadaan mulut kita ni ada najis, ataupun bau yang tidak nyaman, tisak boleh kita membaca Alquran dalam keadaan junub, tidak boleh membaca Alquran dalam keadaan haid, nifas, tidak boleh membaca Alquran di tempat godo hajat,
Dan ada lagi pendapat sebahagian ulama yang mengatakan bahwa haram pula kita membaca Alquran sewaktu kita buang angin, tbtb kita ni kentut terus setelah itu kita melanjutkan bacaan Qur'an kita, dan ada juga pendapat sebahagian para ulama hukumnya makruh, nah demikian itu adalah yang termasuk kepada hurumatul Qur'an, kehormatan kehormatan Alquran
3. Kemudian yang ke tiga
(Ayyas tawwiya qho'idan wala yakkuna muttaqi'ah)
Bahwa membaca alquran itu mustinya ia duduk dengan tegak, jangan duduk bersandar, itu termasuk afdhol nya, kalau kalau kita ni membaca Alquran sambil bersandar tidak haram hukumnya, dan tidak pula makruh, cuman afdholnya ketika kita hendak membaca Alquran maka duduk dengan tegak
4. Yang ke empat
( Ayyal Basha siyaba nazifin, wa tajammulin li'annahu munajin robbah, )
Bahwa dia memakai pakaian yang bersih, pakaian yang elok, karena ia sedang munajat kepada Tuhannya, jadi artinya kita membaca Alquran itu dalam keadaan kita berpakaian, satu pakaian kita musti menutup aurat, walaupun di tempat seorangan, walaupun di tempat sunyi, walaupun di dalam kamar, ketika kita hendak membaca Alquran tetap kita menutup aurat
Contohnya ini perhatian terkhusus kepada perempuan, ibu-ibu, maka sebaiknya menutup aurat kalau hendak membaca Alquran, karena yang di pegang ini adalah kitab allah, yang di baca ini adalah Kalamullah, yang di hadapinya ini adalah Allah Subhanahu wa ta'ala, maka tidak cocok kalau hendak membaca Alquran dalam keadaan membuka aurat
( Watajammulin)
Dan pakaian yang indah,
( li'annahu munajin robbah)
Karena kita ni hendak bermunajat kepada allah, sedang berdialog kepada Allah Subhanahu wa ta'ala musti pakaian yang elok, yang bersih, yang menutup aurat, ketika hendak membaca Alquran ini
5. Yang ke lima
(Ayyas takbilal Qiblah)
Bahwa dia menghadap kiblat
(Bi'annahu asharaful jihad)
Karena Qiblat itu semulianya jihad
Contohnya: Jadi kalau kita membaca Alquran membelakangi Qiblat, dengan kita membaca Alquran menghadap kepada Qiblat, maka lain pahalanya, kenapa sebabnya, Karna ini ada pahala membaca Alquran, adapula pahalanya duduk menghadap Qiblat,
6. Yang ke enam
(Ayyum syika 'anil qiro'ah, iza tasya 'aba li'annahum minassyaiton,)
Bahwa dia berhenti membaca Alquran ketika pada saat menguap, karena menguap itu adalah daripada syaitan, kalau kita ni menguap jangan di campurkan ketika kita ni membaca Alquran, karena akan merusak penyebutannya huruf daripada Alquran, jadi kalau kita ni membaca Alquran kemudian tbtb menguap, maka berhenti membaca Alquran, kemudian setelah menguap itu selesai maka lanjutkan membaca Alquran, jangan di campurkan membaca Alquran sambil menguap
7. Yang ke tujuh
(Ayyas ta'iza billah minassyaiton, indaf tida'ihi)
Bahwa ia mengucap auzubillah ketika memulai membaca Alquran, sekurang-kurangnya membaca
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Selengkap-lengkapnya membaca
أعُوْذُ بِاللَّهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Dan kemudian di lanjutkan dengan bacaan basmalah, pun juga boleh, cuman yang penting membaca 'auzubillah tadi, kecuali di awal surah, nah kalau di awal surah 'aujubillah dan bismillah, tapi kalau di pertengahan surah terserah, di awali dengan auzubillah sahaja boleh, dengan tidak pakai bismillah pun boleh, karena demikian itu tidak mengurangi kehormatan daripada Alquran
8. Yang ke delapan
( Anla yakk' ta'al Qiro'ata sya'atan, sya'atan, limuqallimatin adammiyin)
Bahwa dia tidak memotong bacaan sesaat sesaat karena berkata-kata kepada manusia, contohnya ni Alquran di tangan, nah, sambil membaca Alquran kemudian bercakap-cakap kepada orang, bismillahirrahmanirrahim, hai km apa kabar, Alhamdulillahirobbil'alamin, Alhamdulillah aku baik, nah itu tidak boleh, memotong-motong bacaan,
Kalau hendak menanya kabar, silahkan menanya kabar terlebih dahulu, jangan sambil membaca Alquran, beda halnya kalau ketika kita membac shalawat, mengucapkan kalimat dzikir, la Ilaha illallah, karena urusan Qur'an ini lain daripada itu
( Anla yakk' ta'al Qiro'ata sya'atan, sya'atan, limuqallimatin adammiyin)
9. yang ke sembilan
( Ayyakro'ahu 'ala tahudatin, wa tartilin, wa tahsinin, wa tafahhumin, wa ismahi nafsih)
Dia membaca Alquran itu secara baik, jangan teriak-teriak, kemudian membaguskan bacaan Alquran, membaguskan sebutan hurufnya, tajwidnya, membaguskan suara dan lain sebagainya, dan di anjurkan lebih baik memahaminya
(Wa ismahi nafsih)
Dan memperdengarkan bacaan itu kepada dirinya, bacaan Alquran itu di hukumkan kepada kita untuk mendengari bacaan kita itu, mendengarkan suara bacaan kita, contohnya kita ni shalat subuh umpamanya di rumah maka hendaknya bacaan shalat kita itu, kita baca dan terdengar oleh diri kita, walaupun suaranya perlahan sayup-sayup, yang penting suara kita itu terdengar di telinga kita, itu namanya membaca alqura, sama juga halnya seperti kita shalat di masjid sebagai makmum atau pun menjadi imam
10. Yang ke 10
(Izanta'had qiro'atuhu, fayakulu
sodaqallahul'azim, wa ballaro rasulul Karim, wa ana zalika minassyahidin, wassyakirina walhamdulillahi rabbil 'alamin)
nah itu, kalau hendak berhenti membaca Alquran,
(sodaqallahul'azim, )
Maha benar Allah yang maha besar,
(, wa ballaro rasulul Karim, )
Telah menyampaikan rasulnya yang maha mulia
(wa ana zalika minassyahidin)
Dan aku atas demikian itu menyaksikannya)
11. ( Ayyakro'al Qur'an alal tartib)
Ia membaca Alquran itu menurut tertib, susunannya, macam dari surat alfatihah, kemudian surah albaqorah, kemudian Ali Imran, dan seterusnya, adapun lagi semisal membaca surah waddhuha, kemudian alam nasroh, Wartini wazzaitun, kemudian iqrok bismirabbikallazi kholaq, dan seterusnya, nah demikian itu adhdolnya sahaja mengikuti urutannya, kalau pun kita baca tidak sesuai susunan pun tidak apa-apa, cuman menyalahi yang afhdol,
Sama juga hal nya seperti surah Yasin dan surah tabarak, nah kalau kita hendak membaca surah terlebih afdholnya terlebih dahulu kita membaca surah Yasin kemudian surah tabarak karena demikian itu akan mendapatkan daripada susunan Alquran, lebih afdhol nya, adapun kita ni hendak membaca surah tabarok sahaja, boleh tetapi tidak mendapatkan afdholnya yakni mengikuti tertib, susunan daripada Alquranul Karim,
Nah kalau membaca ayat per ayat musti tertib, susunan ayat itu wajib, jangan di balik-balik, contohnya kita membaca surah Al-fatihah
12 yang ke 12
( Ayyad'do 'al mushab 'ala makhanin dhohir murtafik awfi hujrihi, )
Bahwa ia meletakkan Alquran itu di tempat yang tinggi, yang suci, dan membaca Alquran jangan di taro di lantai kalau bisa pakai rehal, atau alasnya.
Misalnya, kalau kita ni melihat Alquran di tempat yang kotor, atau ayat ayat Alquran, sepotong, di tempat tempat yang kotor, atau ternampak kita di tempat sampah, maka wajib kita untuk mengambilnya, kalau kita tidak mengambil antara dua hukumnya pendapat yang kuat antara haram dan kafir, begitu adabnya, kalau kita melihat ada nama nama Allah, ayat ayat Alquran, nama nama nabi dan rasul di tempat tempat yang tidak elok maka itu kewajiban kita untuk mengambilnya
( Ayyad'do 'al mushab 'ala makhanin dhohir murtafik awfi hujrihi, ) maka kita harus mengambilnya dan meletakkan di tempat yang suci dan di tempat yang tinggi, adapun kalau sudah tidak layak di pakai boleh kertas yang bertulisan itu di bakar
13. Yang ke 13
( anla yamhuwal Qur'an minal lawbil musab wa lakin yaghsiru bima in thodir, )
Tidak boleh menyapui Qur'an itu dengan air liur tidak boleh, semisal ada tulisan di papan tulis kita sapui dengan air liur tidak boleh, kalau hendak juga sapui dengan air yang suci, contohnya
14. ( Ayyuh rikahu iza baliyat )
Bahwa dia membakar itu Alquran kalau sudah hancur, tidak bisa lagi di baca, atau dia ( fatak fi makanin thodir, anma marril aqoda, aw yanfanaha) atau ia kubur Alquran itu di tempat yang suci jauh yang dari terinjak-injak betis, Alquran yang sudah lama, yang kapur, yang tidak bisa di baca lagi, boleh di kabar, atau di kubur di tempat yang tidak di injak-injak orang
15. ( Ayyuh Tiya 'aynayi haqqo huma minannazofil mushab)
Bahwa ia memberikan kedua mata itu akan haknya daripada memandang Al-quran, sehingga kalau kita ni hendak membaca Alquran lebih baiknya memakai mushab walaupun kita ni hafal sudah surahnya namun kalau ada mushab maka lebih baik sambil memandang Alquran dan membacanya untuk menunaikan hak mata,
Kenapa sebabnya)
1. Mensyukuri nikmat mata
2. Menebus kesalahan kesalahan kesahanan mata, yang sudah melihat hal hal yang tidak baik, yang tidak bermanfaat, nah ketima mata kita itu kita gunakan melihat Alquran maka terhapus kesalahan itu
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :
( Afdhalu ibadati ummati, qiro'atul Qur'an nazorah)
Paling afdhol ibadah ummatku itu membaca Alquran, melihati, memandangi Alqurannya
16. ( Anla ya ta awwalal Qur'an birakyihi wa nafshih )
Jangan hendak menakwil-nakwilkan Qur'an itu dengan pikirannya, dan nafsunya, memaknai Alquran, menafsirkan Alquran jangan hendak menggunakan pikiran sendiri dan jangan hendak menggunakan dorongan nafsu sendiri, kenapa? Karena tafsir Qur'an itu sudah ada yang menafsirkannya, oleh Rasulullah, para sahabat -sahabat dan para ulama ulama yang hebat hebat terdahulu, nah kalau kita ni orang awam jangan sekali kali berani mentafsirkan Alquranul Karim dengan pikiran sendiri
Karena barang siapa yang melakukan hal tersebut mendapatkan ancaman daripada Rasulullah dengan ancaman yang berat, termasuk di sini di contohkan dalam kita tafsir al-qurtubi itu adalah, beberapa contoh, tidak boleh sesuka hati mentafsirkan Alquran itu, walaupun sepotong ayat apalagi lebih
17 ( Anla yusrifa bitaa grhonni bil Qur'an )
Jangan melampaui batas melagu-lagui Alquran, belagu boleh, tapi jangan kelewat batas, kepanjang panjangan ayatnya, panjang benar kelewat panjang hurufnya, nah demikian itu boleh tapi jangan kelewat batas
18. ( Ayyuh jawwi da khottahu iza katabahu )
Bahwa ia memperbagus tulisannya kalau hendak menulis Qur'an, sehingga kalau hendak menulis Qur'an jangan asal asal saja
19 ( anla yakk'ro 'aa fil aswak Agrh mawadi'il lagrhoti)
Bahwa ia tidak membaca Alquran di pasar, tidak sesuai tempatnya, karna pasar itu tempat syaitan, atau di tempat tempat ribut, atau di tempat tempat orang orang bermain dan lain sebagainya
20 (ayyaf thohahu kullama khrotamahu )
Kalau kita membaca Alquran, bila mana tammat, selesai jangan berhenti, jangan stop, misal kul auzu birobbinmmas, stop, jangan, balikkan lagi ke awal, surah Al-fatihah, dan 5 Ayat pertama surah albaqorah, nah baru istirahat membaca Alquran, itu demikian yang tercantum di dalam hadist Rasulullah
Nah kalau kita sudah di surah terakhir, tammat membaca Alquran, kul auzubirobbinnas, kemudian sodaqallahul'azim, jangan, teruskan membaca surah Al-fatihah baru istirahat
Nah semikian itu lah 20 perkara yang di katakan sebahagian para ulama prihal kehormatan kehormatan Alquran, jadi Alquran bisa membawa syafaat, bisa membawa Rahmat kepada kita, bilamana kita menghormati Alquran, dan sebaliknya Alquran bisa mengutuk kita, mengakibatkan kita celaka bilamana kita tidak menghormati terhadap Alquran itu
Nah, jadi mudah mudahan dengan demikian itu kita bisa membaca Alquran sesuai dengan kehormatan dan keagungannya, insyaallah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar