Pages

Sabtu, 08 Juli 2023

Al-Qur'an / 1. surah Al-fatihah / hlm 002

Firman Allah Subhanahu wa ta'ala di dalam kitab suci Alquran, .

أوزو بالله مناش الشيطان رجيم بسم الله الرحمن الرحمن

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Terjemahannya adalah, sesungguhnya kami turunkan Alquran itu pada malam yang agung, pada malam yang mulia, atau malam Lailatul Qadar

Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu, salah seorang pemuka ulama mufassirin mengatakan, pada malam qadar itu Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan Alquran dari lauhil Mahfuz sekaligus dari awal sampai akhir ke Baitul ijjah, yang berada di langit pertama, kemudian dari Baitul ijjah sampai kepada junjungan kita Baginda Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam

Alquranul Karim di turunkan secara bertahap selama kurun waktu kurang lebih 23 tahun, ada yang di turunkan sewaktu Baginda Rasulullah berada di Mekkah maka di namakan surah/ayat itu, ayat makkiyah, dan ada juga yang di turunkan kepada Baginda Rasulullah shalallahu alayhi wasallam di Madigan, maka ayat itupun di namakan ayat madaniyah

Pada masa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam masih hidup di alam fana ini Alquran itu belum di bukukan seperti sekarang ini, jadi yang namanya alquran itu, nama kitabnya belum ada, Alquran itu pada waktu hidupnya Baginda Rasulullah masih berada di dalam hafalan-hafalan para sahabat yang hafal, adapula sebagian yang di tulis di batu batuan, ada di tulis di daun daunan, ada di tulis di kulit-kulit kambing yang di keringkan atau di kulit unta

Sampai akhirnya Rasulullah wafat meninggalkan para sahabat, Alquran itu masih belum ada wujudnya, setelah abu bakar Ash-Shiddiq menjadi Khalifah, kemudian beliau berfikir, artinya kalau Alquran ini tidak di kumpulkan, tidak di jilid menjadi satu, ini nantinya akan menyulitkan generasi-generasi yang akan datang, siapa tahu yang nantinya yang hafal-hafal Qur'an itu wafat, kemudian generasi-generasi berikutnya tidak hafal lagi, akhirnya Alquran bisa hilang, 

Nah beliau abu bakar Ash-Shiddiq ini berinisiatif dan bersama-sama sayyidina ummar bin Khattab radiallahu'anhu, beliau menyuruh salah seorang sahabat yang bernama Zaid bin sabit untuk mengumpulkan Alquran, nah jadi Zaid bin sabit ini lah orang yang pertama mengumpulkan Alquran, mencatat Alquran daripada hafalan-hafalan dari dalam dada para sahabat sampai alquran-alquran yang bertebaran di daun daunan, di kulit kulit, di batu-batuan di kumpulkan oleh Zaid bin sabit ini menjadi satu biji Alquran

Setelah abu bakar ini wafat kemudian di lanjutkan oleh Khalifah ummar bin Khattab, Alquran masih demikian adanya, kemudian masa khilafah usthman bin Affan radiallahu'anhu, khilafah utshman kemudian berinisiatif untuk menyusun kembali Alquran yang di himpunkan oleu Zaid bin syabit itu di susun surah suratnya sesuai yang apa yang di terangkan oleh baginda Rasulullah sesama beliau masih hidup

Sehingga Zaid bin sabit ini menyusun ayat ayat Alquran menjadi sebuah kitab yang belum tersusun hanya saha lengkap, kemudian Khalifah Utsman bin Affan lah yang menyusun Alquran itu sesuai dengan petunjuk Rasulullah semasa beliau hidup, di susun surah surahnya sedemikian rupa, mulai daripada alfatihah, kemudian albaroqoh, Annis, Ali Imran, sampai seterusnya, itu merupakan jasanya Khalifah Utsman bin Affan radiallahu'anhu, 

Sayyidina Ali pernah berkata : setiap kita pernah membaca Alquran itu abu bakar Ash-Shiddiq dapat satu pahala, setiap ummat muslim di seluruh dunia sampai hari kiamat membaca Alquran, itu abu bakar Ash-Shiddiq dapat pahala, kenapa sebabnya, karena beliau lah orang yang pertama yang punya gagasan untuk menghimpunkan Alquran itu

Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, kemudian pada masa Khalifah imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu wa karramallahu wajha, kemudian imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib, kemudian Khalifah muhawiyah, Yazid, sampai seterusnya, Alquran sudah di susun surah-surah nya, namun belum di beri titik dan belum di beri baris, jadi tidak bertitik, dan tidak pula berbaris, sehingga orang orang yang tidak mengaji tidak pandai membaca Alquran, sebab tidak ada titik dan barisnya, 

Apakah ini huruf tak kah, huruf sya, apakah huruf ba kah, Karna sama, apakah huruf ha, huruf KHa kah, karena sama, ada hurufnya namun tidak ada titik dan barisnya, jadi musti orang orang dulu kalau hendak bisa membaca Alquran harus talaqqi, berguru langsung, di bacakan Alquran, nah di ikuti, Karna kalau hendak membaca sendiri tidak bisa, Karna titik dan barisnya belum ada,

nah kemudiannya menurut sebahagian ahli sejarah mengatakan, pada saat Khalifah Abdul Malik bin Marwan, ini Khalifah yang ke 10, sesudah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, pada tahun 80 Hijriyah sekitaran itu, Khalifah Abdul Malik bin Marwan ini berinisiatif, menyuruh para ulama-ulama pada waktu itu untuk memberikan titik titik pada Alquran sekaligus baris barisnya, sehingga salah satu ulama yang beliau perintahkan untuk mengerjakan itu adalah yang di sebut dengan syekh Yahya bin ya'mur, 

Akhirnya Alquran Al Karim sampai kepada kita dengan mudah di baca, ada susunan susunannya, ada titik-titiknya, ada baris barisnya (harakatnya) itu semua adalah merupakan jasa-jasa daripada pendahulu pendahulu kita, dengan demikian bahwa Alquran yang ada pada sekarang ini adalah merupakan bid'ah Hasanah, karena zaman Rasulullah tidak ada Alquran mushab macam kita sekarang ini, menyusun Alquran, menyurun ayat ayat, nah ini merupakan inisiatif daripada para sahabat, jadi itu bid'ah, nah orang orang yang anti bid'ah hendaknya jangan membaca Alquran (mushab) yang ada pada sekarang ini, sehingga di sebut lah ia sebagai bid'ah Hasanah, bid'ah yang baik

Alquranul Karim oleh para ulama di sebutkan terdiri daripada 30 juz, itu sepakat, 114 surah itupun sepakat, 6200, 25 ayat nah ini khilaf para ulama, kalau 6 ribunya sepakat tapi ujungnya tidak sepakat, terjadi khilaf, ada yang 6ribu 2ratus sekian sekian, tergantung kira'at yang mereka baca, 77 ribu, 439 kalimat, macam Allah satu kalimat, Ar-Rahman satu kalimat, Ar-Rahim satu kalimat di hitung seluruh Alquran kalimat kalimat maka jumlahnya 77ribu, 439 kalimat, dan terdiri dari 3ratus 40ribu 740 huruf, jadi pendahulu kita sudah menghitung yang demikian itu pun tidak sama sehingga adanya perbedaan sedikit maka itu terjadi khilaf para ulama karena berlainan dengan kira'at yang di baca

Nah kalau ada yang menanyakan Alquran itu adalah Kalamullah, kenapa maka ada hurufnya sedangkan dalam pelajaran tauhid kita belajar bahwa Kalam Allah itu adalah tidak berhuruf, tidak bersuara, tidak berawal, tidak berakhir dan sebagainya, kenapa Alquran ini di sebut Kalamullah, dan ianya berhuruf, nah itu di jawab para ulama dahulu bahwa Alquran yang berhuruf ini menunjukkan kepada sesuatu yang sama di tunjukkan kepada Kalam allah yang khadim pada dzatnya 

Jadi Kalam Allah yang tidak berhuruf dan tidak bersuara itu menunjukkan pada sesuatu yang sama persis di tunjukkan yang ada pada Alquran sekarang iniz mangkanya Alquran sekarang ini di sebut juga Kalam allah Subhanahu wa ta'ala, sama sama sahaja

Nah, Surat yang pertama di dalam Alquranul Karim adalah, kita kenal semuanya sudah, surat alfatihah, ada beberapa macam nama surat alfatihah ini

1. Di namakan Fatihah, kenapa di namakan demikian, Karna Fatihah artinya pembuka, seperti fatihatul kitab, atau fatihatul Qur'an,
2. Fatihah itu bisa di namakan juga dengan Ummul Qur'an, nah biasa kita dengar kalau protokol mengatakan, mari sama sama kita bacakan ummil Qur'an, nah Surat alfatihah, artinya ibu Alquran atau induk Alquran, nah kenapa alfatihah itu di sebut sebagai ibunya Alquran, induknya Alquran, kenapa?

Karena menurut para ulama seluruh isi Alquran itu dari awal sampai akhir, tergambar di dalam surat alfatihah, sehingga di sebutlah sebagai induknya Al-Qur'an

1. Alquran membicarakan tentang Allah Subhanahu wa ta'ala dan Alquran membicarakan tentang puji pujian kepada Allah Subhanahu wa ta'ala l, itu terkandung di dalam 
2. Alquran membicarakan makhluk, Alquran membicarakan langin, bumi, laut, surga, neraka, jin manusia, seluruh nya makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa ta'ala itu tergambar dalam kalimat 

3. Alquran menceritakan dengan pemberian Allah Subhanahu wa ta'ala kepada manusia dan seluruh makhluk lainnya yang luar biasa, Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan ampunan, memberikan rahmat, memberikan nikmat, memberikan rezeki, memberikan keselamatan, memberikan segala macam keperluan kita maka di sebutkan di dalam Alquran itu terkandung di dalam 

4. Alquran membicarakan tentang kubur, tentang hari kiamat, Alquran membicarakan tentang surga, tentang neraka, Mizan, hisab, tentang hari akhir, maka tergambar dalam surat Al-fatihah, Malikiyaumiddin, raja pada hari pembalasan

5. Alquran membicarakan tentang syariat, Alquran membicarakan tentang tarikat, Alquran membicarakan tentang hakikat itu tergambar terkandung dalam kalimat

kepada engkau kami beribadah dan kepada engkau kami meminta pertolongan, sehingga itu semuanya sudah mencakup, syariat ada disitu, tarikat ada di situ, hakikat ada di situ, 

6. Alquran ada mengisahkan tentang doa doa, bermacam macam doa ada di dalam Alquran, maka itu terkandung di dalam surat Al-fatihah

Tunjukilah kami petunjuk kepada jalan yang lurus

7. Alquran ada menceritakan tentang para nabi-nabi dan rasul, Alquran ada menceritakan tentang para para Aulia, Alquran menceritakan tentang orang orang yang di kasihi Allah Subhanahu wa ta'ala maka terkandung di dalam surah Al-fatihah

jalan jalan orang yang engkau berikan nikmat atas mereka

8. Al-Qur'an membicarakan tentang orang kafir, Alquran membicarakan tentang orang orang yang sesat, terkandung, tergambar pada surat Al-fatihah

jadi seluruh isi daripada alquran itu terkandung di dalam surat alfatihah, sehingga Fatihah di sebut sebagai Ummul Qur'an, induknya Alquran arau ibunya Alquran

Kemudian alfatihah juga di sebut sebagai ( shab'ul mashani) 7 ayat yang di ulang-ulang, karena setiap hari berapa kali kita mengulang-ulang membaca surah Al-fatihah, 7 ayat yang di ulang-ulang

A. Kemudian Fatihah juga di sebut sebagai ( al-wafiyyah )
Artinya surat yang sempurna, kenapa Fatihah di namakan dengan surat yang sempurna, karena Fatihah tidak bisa di potong-potong, bila kita baca Fatihah sekaligus dalam sembahyang, musti sempurna bacaannya dari awal sampai akhir, lain hal nya dengan surah yang lain macam tabarok, bisa di sambung di rakaat kedua

B. Fatihah di namakan juga sebagai surat (al-kafiyyah) artinya surat yang cukup, maksudnya apa, kalau kita ni sembahyang kemudian hanya membaca surah Al-fatihah sahaja, maka cukup, 

C. Al-fatihah juga di sebut sebagai (as-syifa') surat penyembuh, sebagai penawar, orang orang yang sakit yang kemudian kita bacakan surat alfatihah akan menyembuhkan dengan izin Allah, kalau tidak pun meringankan, sehingga dengan banyaknya itu menunjukkan kemuliaan dan keagungan surat alfatihah ini

Sehingga surat Al-fatihah terdiri daripada 7 ayat, jadi satu satunya surah yang Wajid di pelajari bagi seluruh muslim dan muslimah, yakni surat Al-fatihah, kenapa? Karena sembah tidak sah kalau tidak adanya membaca surat Al-fatihah, contohnya kalau kita ni tak bisa, tak hafal baca surah lain, surah albaqorah ngapapa, tak bisa baca surah Ali Imran tak jadi soal, tapi kalau membaca surah Al-fatihah, musti bisa, setiap orang muslim dan muslimah musti bisa, pandai baca surah Al-fatihah

Surah Al-fatihah terdiri daripada 7 ayat, dan 156 huruf, di hitung dengan tasdid-tashdidnya, di hitung dengan baris-baris(harakatnya) ada yang menghitung 155, karena ma nya pendek, kalau panjang ma nya 156, sehingga tidak boleh kurang, karena sehuruf aja kurang, maka tidak sah, bila Fatihah kita tidak sah, sembahyang kita pun jadi kurang, sehingga musti bacaan kita lengkap, sehingga para ulama tafsir mengatakan surat alfatihah itu di turunkan dua kali : 

1. Turun di Mekah
2. Turunnya di Madinah

Sehingga satu satunya surah di dalam Alquran yang demikian itu, jadi surah Al-fatihah ini bisa di sebut dengan surah makkiyah, bisa juga di sebut sebagai surah madaniyyah, kemudian ayat pertama di dalam surah Al-fatihah menurut imam assyafi'i, ialah 

kemudian ayat ke dua 

Kemudian ayat yang ke tiga 

Kemudian ayat yang ke empat

Kemudian ayat yang ke lima 

Kemudian ayat yang ke enam

Kemudian ayat yang ke tujuh

Jadi imam kita imam as-Syafi'i menghitung bahwa bismillahirrahmanirrahim itu termasuk ke dalam ayat daripada surahtul Fatihah, oleh karena itu permulaan bacaannya musti dengan Bismillahirrahmanirrahim, dan kita bacanya nyaring, subuh magrib isya, dan bacanya perlahan Dzuhur, asar, kita baca alfatihah, karena bismillah termasuk daripada ayat Fatihah.

Dan kemudian sekedar untuk kita mengetahui imam Malik mengatakan bismillahirrahmanirrahim itu bukan Alquran, dan apalagi tidak termasuk ayat daripada surah Al-fatihah, dan menurut imam Malik bismillahirrahmanirrahim itu cuman satu di dalam Alquran, yakni pada surah an-naml 

A. Mazhab imam Malik

Nah itu aja, sehingga lain daripada itu bismillah hanya sekedar untuk memisahkan surah dengan surah yang lainnya, jadi menurut imam Malik bismillahirrahmanirrahim itu bukan Alquran, maka tidak boleh di baca pada saat sembahyang, makanya mereka membaca, langsung pada saat takbiratul ihram, Allahu Akbar, langsung Alhamdulillahirobbil'alamin, nah itu imam Malik

B. Mazhab imam abu Hanifah 

Kalau imam abu Hanifah mengatakan bismillahirrahmanirrahim itu Alquran, tapi bukan bahagian daripada alfatihah, sehingga di dalam sembahyang dibaca, tapi pelan pelan baca bismillahnya kemudian nyaring Alhamdulillahirobbil'alamin nya, bukan ayat daripada surah Al-fatihah tapi termasuk Alquran juga, di baca pelan pelan 

C. Mazhab imam Hambali 

Mengatakan bahwa, bismillahirrahmanirrahim itu ayat daripada surah Al-fatihah juga, tapi di baca pelan pelan, dan kemudian Alhamdulillahirobbil'alamin mulai di baca dengan nyaring pada saat sembahyang, sehingga kalau kita ke luar negeri semisal, ada kita jumpai imam yang seperti itu, mungkin berlainan Mazhab dengan kita, sehingga tidak lah menjadi persoalan, 

Sehingga ketika kita mengikut imam yang imamnya itu tidak pakai bismillahirrahmanirrahim, semisal kita ni Mazhab Syafi'i, baca bismillahnya nyaring, kemudian kita pergi berjalan ke suatu tempat, imamnya tidak pakai bismillah, atau baca bismillahnya dengan pelan pelan, atau kita jumpa imamnya ini pakai Mazhab Malik yang tidak pakai bismillah, Allahu Akbar, langsung Alhamdulillahirobbil'alamin, nah kita ni di belakang yang pakai Mazhab Syafi'i, boleh atau tidak boleh ni untuk mengikuti itu ?

sehingga pendapat yang muktamat daripada ulama ulama golongan imam assyafi'iyyah, pendapat yang muktamat adalah kalau kita mengikuti imam itu kita tidak sah sembahyang nya, kenapa? Karena alfatihah nya kurang se ayat, tidak pakai bismillahirrahmanirrahim, kemudian pendapat yang kedua daripada Mazhab Syafi'iyyah mengatakan kita sah sah aja mengikuti imam pada saat sembahyang yang meninggalkan bismillah itu, tidak ada salahnya.

Sehingga persoalan yang demikian itu tidak jadi masalah, dan kita pun tidak boleh mengasingkan diri, ikut sahaja, karena ada juga pendapat ulama Syafi'iyah yang membolehkan itu, jadi ayat pertama daripada surah Al-fatihah itu adalah 

Artinya dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, di dalam kitab nahwu, setiap kali huruf zar, bis, bi, itu musti ada ta'allauqnya, hubungannya, dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, (akra'u ) aku membaca, atau dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, (afhtadi'u) aku memulai, 

Kalau kita hendak makan, bismillahirrahmanirrahim, dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, (aqulu) aku makan, kalau kita hendak minum, bismillahirrahmanirrahim, dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang (ashrobu) aku minum, nah jadi ada kalimat kalimatnya yang di buang, jadi ketika kita membaca bismillahirrahmanirrahim, nama katakan di dalam hati kita dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, (aqro'u) aku membaca ini Kalam Allah Subhanahu wa ta'ala, artinya kita ini bisa membaca, kita ini bisa berdiri, kita ini bisa sembahyang, kita ini bisa makan, kita ini bisa minum, kita ini bisa bernafas dan lain sebagainya dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang nah itu bismillahirrahmanirrahim

Sehingga mengenai bismillahirrahmanirrahim ini banyak sekali sabda sabda daripada Baginda Rasulullah yang menerangkan tentang bismillahirrahmanirrahim, mulai daripada hadist yang kualitasnya shahih sampai yang dho'if, Rasulullah bersabda: 
( Kullu 'amrin dzi baalin laa yubda-u fihi bi bismillahirrahmanirahim fahuwa abhtar) 
Setiap segala sesuatu yang tidak di mulai dengan Bismillahirrahmanirrahim, maka perkara itu akan kurang berkah, kita makan kita tidak baca bismillah, makanan kita kurang berkah, kita minum kita tidak Bismillahirrahmanirrahim, minuman kita kurang berkah, tiap tiap perkara yang mulai yang tidak di mulai dengan Bismillahirrahmanirrahim, maka itu kurang berkah artinya kurang kebaikannya 

Kemudian Baginda Rasulullah melanjutkan lagi dalam sebuah hadist : ( man Aroda aiyyahya sya'idauww, wa yamutha sya'hidah,  falyakul 'indabti da'i Kullu sya'i bi bismillahirrahmanirrahim ) 
Barang siapa yang yang hidupnya beruntung, siapa yang hendak hidupnya beruntung, ingin mati di gulungkan dengan para syuhada, orang orang yang mati fi syabililah, maka hebdaklah ia mengata, memulai sesuatu yang baik dengan Bismillahirrahmanirrahim

Baginda Rasulullah bersabda lagi : ( iza kolal 'abduh bismillahirrahmanirrahim, kola til zannah, Allāhumma wa wa sha''da'it, 'inna 'abdaka Fulan kol, bismillahirrahmanirrahim, Allāhumma zahzih wa 'aminnar, wa adkhrilul Jannah, )

Bila kita mengucap bismillahrirrahmanirrahim, surga berkata ujar surga wahai Tuhan hamba engaku Fulan bin Fulan, mengucap bismillahrirrahmanirrahim, jauhkan dia daripada api neraka dan masukkan dia padaku, setiap kali kita mengucap bismillahrirrahmanirrahim, maka syurga akan berkata demikian, nah jadi bismillahirrahmanirrahim adalah permulaan daripada tiap tiap segala sesuatu yang baik, 

Alquranul Karim di mulai dengan surah Al-fatihah, Fatihah di mulai dengan Bismillahirrahmanirrahim, namun ujar para ulama mengatakan tidak semua sesuatu itu baik di mulai dengan Bismillahirrahmanirrahim, jadi kita musti belajar juga, karena ada hal hal yang baik, yang tidak perlu di mulai dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, 

Lalu oleh ulama fiqih di bagi 4 hukum : bahkan ada yang mengatakan sampai 5 hukum, tentang mengucapkan bismillahirrahmanirrahim ini
1. Pertama mengucap bismillahrirrahmanirrahim hukumnya wajib, ketika sembahyang, membac surah Al-fatihah, itu wajib
2. Kemudian membaca bismillahrirrahmanirrahim itu sunnat, ketika kita hendak berwudhu, hendak mandi, hendak makan, hendak minum, bismillahirrahmanirrahim itu sunnat,
3. Ada lagi hukum nya membaca bismillahrirrahmanirrahim itu makhruh, contohnya seperti apa, oleh ulama fiqih di contohkan seperti orang yang hendak melihati kemaluannya sendiri, bismillahirrahmanirrahim, nah makhruh itu, kenapa? Karena itu tidak termasuk daripada perkara yang mulia (Kullu dzibaalin) bukan, 
4. Ada lagi membaca bismillahrirrahmanirrahim itu hukumnya haram, seperti orang orang yang ingin melakukan perbuatan perbuatan dosa, seperti orang yang hendak minum arak, bismillah, nah, seperti orang yang hendak berzina, seperti orang yang hendak mencuri dan lain sebagainya, hal hal yang di haramkan, hal hal maksiat lainnya bila di awali dengan ucapan bismillah maka akan menambahi dosa, karena mengucapkan kalimat bismillahirrahmanirrahim pada waktu itu hukumnya haram, tidak pantas

Sehingga ada 4 hukumnya membaca bismillahrirrahmanirrahim itu, ada yang wajib, ada yang sunnat, ada yang makhruh, ada yang haram, menurut pendapat lagi ini dho'if, ada juga boleh, mubah hukumnya, tidak di sunnatkan, tidak di suruh, 

nah bismillahirrahmanirrahim ini apabila dalam keadaan tertentu bisa di rubah Ar-Rahman nirrahimnya, bismillahnya tetap, sehingga menyesuaikan dalam keadaan keadaan yang kita hadapi, kita hendak masuk dalam zamban, tidak lagi pakai bismillahrirrahmanirrahim, apa bacaannya (bismillah )

jangan bismillahirrahmanirrahim, karena Sunnahnya mengatakan, bismillah, Allāhumma Inna 'auzubuka (dengan nama Allah, aku berlindung kepada engkau ya allah) minal khrubusi Wal khrobais, (daripada setan laki laki dan setan perempuan) nah baru kita masuk ke dalam jamban, bismillah, jadi apa gunanya kita mengucap bismillah tadi? Ketika hendak masuk ke dalam jamban

Di jelaskan oleh imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu wa karramallahu wajha, mengatakan pendinding antara syaitan, zin, dengan aurat kita adalah bismillah itu, karena syaitan ada laki laki, ada syaitan perempuan kalau kita masuk ke dalam jamban tidak pakai bismillah dan doa, maka syaitan akan tertawaan, kenapa? Karna mereka melihat jelas aurat kita, 

Sehingha ujar sayyidina Ali pelindung daripada mata mata syaitan dengan aurat kita ketika berada di jamban adalah dengan ucapan bismillah dan doa pada keadaan itu kalau tak hafal doanya, bismillah sahaja pun sudah cukup, jangan baca bismillah nya di dalam jamban, bacanya di luar hendak masuk, nah demikian itu lah, di rumah tidak lagi bismillahirrahmanirrahim, 

dan adapula lagi ketika kita hendak bersetubuh suami istri, di sunnatkan oleh agama dan di praktekan oleh Baginda Rasulullah kita membaca bismillah, 

ini sunnat kifayyah: kalau laki laki sudah membaca, perempuan tidak membaca pun tidak apa apa, kalau kedua duanya membaca pun tidak apa apa, cuman tidak membaca pakai bismillahirrahmanirrahim, bismillah nya sahaja di pakai kemudian di sambungkan dengan keadaan keadaan yang cocok pada kita untuk saat itu,

nah apa gunanya orang yang hendak bersetubuh itu baca bismillah sampai seterusnya tadi, hadist Rasulullah mengatakan yang di tafsirkan oleh para ulama : 

1. Gunanya kalau orang bersetubuh itu membaca bismillah dan doanya sampai habis tadi, maka ia terhindar daripada syaitan, karena syaitan itu kalau kita hendak berhubungan dengan istri syaitan itu duduk di ujung kemaluan kita, nah, jadi andaikata menjadi anak, maka anak ini ada saham daripada syaitan, makanya jangan kita lupa kepada Allah dengan hal hal demikian itu, seperti mengucapkan bismillah dan doa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala

2. Andaikata itu nantinya di jadikan oleh Allah menjadi seorang anak, maka anak ini akan selamat daripada murtad, anak ini akan selamat daripada kafir, kalau kita pada saat keadaan itu membaca bismillah dengan doa yang demikian itu tadi 

3. Andaikata itu di takdirkan menjadi anak, maka di tulis kebajikan kepada orangtuanya itu sebilangan nafas ini anak sampai ia mati, nah begitu banyak, setiap kali anak ini bernafas sampai ia mati, sebilangan banyaknya nafas itu maka orangtuanya pun akan mendapatkan pahala, kanapa, karena membaca bismillah 

4. Bila kita membaca itu sampai kita mandi janabah, semisal setelah itu, 2 jam, 1 jam kemudian kita baru mandi janabah, maka akan di tulis sebagai kebaikan selama mana kita sampai kita mandi janabah, nah demikian lah untungnya mengamalkan Sunnah daripada Baginda Rasulullah, namun jangan lagi mengata bismillahirrahmanirrahim pada waktu itu, hanya bismillah saja dan di kaitkan doanya dengan keadaan keadaan tertentu, 

Adapun lagi kalau kita hendak naik kendaraan, tidak lagi membaca bismillahrirrahmanirrahim, cukup sahaja dengan bismillah, walhamdulillah, setiap langkah kuda, kendaraan yang kita pakai, maka akan di catat sebagai amal kebaikan, kalau kita naik kendaraan mengucap bismillah, Wal hamdulillah, kita hendak tidur, jangan lagi kita mengatakan Bismillahrirrahmanirrahim, nabi kit mengatakan: bismillah 

Nah, kemudian tidur kita, supaya apa, supaya andaikata ketika kita wafat dalam keadaan tidur, kita mati dalam keadaan Khusnul khatimah, aamiin ya Allah, kalau kita mengamalkan yang demikian itu, maka kita ada sedikit harapan nantinya di akhir hayat kita mengucap kalimat tauhid, laa Ilaha illallah, karena sudah membiasakan membaca doa itu

Nah kemudian lagi ketika kita hendak berpakaian, bebaju, bukan lagi bismillahrirrahmanirrahim, tapi bismillah 

Insyaallah, pakaian pakaian yang kita pakai ini akan mendapatkan berkah daripada Allah Subhanahu wa ta'ala, nah jadi berbagai macam hadist yang menyebutkan tentang keutamaan bismillah itu, selengkapnya bismillahrirrahmanirrahim, sehingga dalam hal ini bahwasanya bismillahirrahmanirrahim itu merupakan satu ayat daripada tujuh ayat surah Al-fatihah, ketinggalan sehuruf aja Fatihah kita tidak sah, bila Fatihah kita tidak sah maka otomatis sembahyang kita tidak juga

Nah selanjutnya ayat daripada surah Al-fatihah itu Alhamdulillahirobbil'alamin, insyaallah di lain kesempatan 

Menit ke 24.40 insyaallah 

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog