Kita mengucap bismillahrirrahmanirrahim itu banyak makna yang terkandung di dalamnya :
1. Tabarruq bismillah, kita mengambil berkah dengan nama Allah subhanahu wa ta'ala, oleh karena itu ada yang menanyakan kenapa dengan nama Allah? kenapa tidak langsung saja dengan Allah, kan di situ bismillah artinya dengan nama Allah, kan bisa sahaja langsung Billah dengan Allah
maka para ulama menjawab pertanyaan itu dengan beberapa jawaban :
A. Membedakan dengan sumpah dan Tabarruq karena bila mana kita mengucapkan Billah maka artinya dengan Allah, bisa juga artinya demi Allah, nah untuk membedakan itu lalu di sebut Bismillah
B. mereka menjawab bismillah dengan nama Allah sahaja sudah bisa mendatangkan berkah apalagi Billah dengan Allah, kalau andaikata langsung Billah dengan Allah maka itu memberikan faham seolah-olah dengan namanya tidak ada berkah, jadi kalau dengan namanya saja sudah ada berkah apalagi dengan Allah subhanahu wata'ala maka automatis akan mendapatkan berkah, jadi di sebutlah dengan Bismillahirrahmanirrahim dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
Sehingga demikian itu menunjukkan kalau kita hendak berbuat sesuatu, sebelum kita hendak melakukan sesuatu yang pertama kita musti mengambil berkah dengan nama Allah, yang kedua kita mengucap kan kalimat bismillahrirrahmanirrahim itu ada di dalamnya mengandung makna mengagungkan Allah, memulai sesuatu dengan nama Alalh itu mengagungkan Allah subhanahu wata'ala
Dan lagi kalau kita memulai sesuatu dengan mengucapkan bismillahrirrahmanirrahim maka kita berbeda dengan orang-orang musyrik, kenapa? karena biasanya orang-orang musyrik kalaju ingin melakukan, hendak memulai sesuatu perbuatan itu mereka mengatakan demi berbala dan demi tuhan-tuhan yang di sembahnya itu, yang jelas-jelas tidak akan mampu memberikan manfaat kepadanya, sedangkan kita kaum muslimin mengucapkan bismillah dengan nama Allah
Kemudian lagi di dalam bismillahirrahmanirrahim itu ada mengandung bahwasanya kita hanya berharap, hanya berpegang kepada Allah subhanahu wa ta'ala dalam melakukan sesuatu perbuatan yang ingin kita lakukan
kita hanya semata-mata berpegang kepada Allah, kita hanya semata-mata mengharapkan pertolongan serta bantuan daripada Allah, aku ucapkan bismillah dengan nama Allah, yang lain tidak ada
dan lagi ketika kita mengucap bismillahrirrahmanirrahim disitu ada yang namanya kita ini mengakui ketuhanan, kita mengakui bahwa tuhan itu hanya satu yakni Allah subhanahu wa ta'ala, maha pengasih lagi maha penyayang
Dengan mengucapkan bismillahrirrahmanirrahim itu terkandung juga di dalamnya ialah hadirnya hati aku meminta pertolongan kepada Allah, artinya aku memulai sesuatu ini, hendak memulai perbuatan ini dengan ucapan bismillah dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, artinya apa dengan niat meminta pertolongan serta bantuan daripada Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
dan yang tidak kalah pentingnya adalah dengan kita ini mengucapkan bismillahrirrahmanirrahim sebelum kita melakukan sesuatu yang mulia itu gunanya pula untum menolak syaitan, kita makan contohnya sebelumnya kita mengucapkan bismillahrirrahmanirrahim maka syaitan akan menjauh daripada kita, menjauh dari makanan kita,
kita berpakaian sebelumnya kita membaca bismillah maka syaitan menjauh dari pakaian kita, kita minum kita mengucapkan bismillah, syaitan menjauh daripada minuman itu, sehingga bismillahirrahmanirrahim bertujuan menolak bagi syaitan
kita kaitkan dalam berbagai kitab suatu ketika iblis mengutus dua anak buahnya, pertama syaitan A dan kemudian ada syaitan B, syaitan A di utus oleh iblis untuk mengurus si fulan bin si Fulan agar ia tersesat, kemudian syaitan B di utus juga oleh iblis untuk mengurus, menggoda seseorang lainnya agar ia tersesat
Hari demi hari akhirnya datang kedua syaitan tadi berjumpa kepada tuannya yaitu iblis, nah syaitan yang pertama datang dengan keadaan kurus, pakaiannya compang-camping, sakit-sakitan, tidak berdaya, dan seorang lagi datang dengan keadaan yang sehat, berisi, rapi, segak, ujar iblis kenapa berubah seorang ini, satu lagi oke saja
ujar yang kurus-kering itu, yang pakaiannya compang-camping, sakit sakitan tadi, wahai iblis kata syaitan ini engkau mengutus aku kepada laki-laki yang bila mana hendak memulai sesuatu dia mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, bila hendak minum bismillahirrahmanirrahim, hendak berpakaian bismillah, hendak naik kendaraan bismillah, hendak keluar rumah bismillah, jadi aku kata syaitan ini tidak ada kesempatan, tidak ada peluang bagiku untuk menggoda laki-laki itu akhirnya kejadianlah diriku yang seperti ini
Nah syaitan yang satu lagi berkata aku engkau utus wahai iblis kepada orang yang makannya tidak bismillah, minumnya tidak bismillah, berpakaian tidak bismillah, berkendaraannya tidak mengucap bismillah, macam ini lah aku, karna banyak kesempatan yang aku dapatkan untuk menggoda seseorang itu akhirnya aku pun sihat, rapi, artinya apa? setiap kita makan makanan tidak mengucap bismillah sebelumnya itu syaitan akan ikut makan bersama kita
bukan mengurangi kenyangnya kepada kita tapi mengurangi berkah kepada makanan yang kita makan itu, makanan yang kurang berkah itu apa jadinya? membuatkan kita malas untuk taat, malas untuk ibadah, malas untuk berbuat kebaikan, semua itu akibat kurang berkahnya karena sebelumnya tidak mengucapkan bismillah tadi, jadi ini bukan main-main, ini masalah yang besar jangan di anggap enteng
Kalau kita makan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, walaupun makanannya itu sedikit tapi makanan itu jadi berkah, bila makanan ini jadi berkah akan memberikan kekuatan kepada tubuh kita untuk beribadah, rajin sembahyang, rajin menuntut ilmu, rajin berbuat segala macam kebaikan, itu pentingnya kalimat bismillahirrahmanirrahim sebelum kita hendak makan dan minum itu ataupun hendak melakukan segala macam sesuatu
Ujar Ibnu Mas'ud Radhiallahu 'anh
مَنْ أَرَادَ أَنْ يُنْجِيَهُ اللَّهُ مِنَ الزَّبَانِيَّةِ التِّسْعَةِ عَشَرَ، فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، لِأَنَّ لَهُ فِيهَا تِسْعَةَ عَشَرَ
bismillahirrahmanirrahim itu hurufnya ada 19 dan Malaikat jabaniyyah, malaikat neraka, malaikat yang khusus menyiksa orang-orang yang menentang Allah subhanahu wa ta'ala, nah itu jumlahnya ada 19 siapa yang mengatakan bismillahrirrahmanirrahim, maka ia akan terhindar daripada malaikat zabaniyyah yang 19 itu tadi, mudahan Allah menolong kita semuaan ini, aamin ya Allah
Allah berfirman di dalam Al-Qur'an pada surah Al- muddassir ayat 27 :
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سَقَرُۗ
tahukah engkau perihal itu neraka saqar?
لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُۚ
Itu neraka tidak menyisakan daging, rambut daripada tubuh kalian
لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِۚ
Itu neraka saqar tadi menghanguskan kulit kalian
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَۗ
atas nya itu ada 19 malaikat yang menjaga, yang di sebut malaikat jabaniyyah
Jadi bacalah bismillahirrahmanirrahim maka mencegah kita daripada cengkraman malaikat yang 19 itu, ini khusus bismillahirrahmanirrahim, khusus istilah membaca bismillahrirrahmanirrahim ini, adapun contohnya kalau kita sering mengamalkan membaca ratibul atthos, beliau mengulang-ulang bismillahirrahmanirrahim tiga kali, bila kita baca itu dengan hati yang bersih, dengan penuh keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala maka akan mendinding kita daripada malaikat jabaniyyah tadi
bacalah bismillahirrahmanirrahim ketika kita membaca Al-fatihah, artinya aku memulai membaca surah Al-fatihah ini dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, geritik hati hendak membaca Al-Qur'an, minat, keinginan hati untuk membaca Al-Qur'an untuk sembahyang, untuk berbuat segala macam kebaikan, nah geritik-geritik hati itu di sebut sebagai nikmat yang besar, nikmat yang mulia, sehingga kalau hati kita ini tergerak hendak membaca Al-Qur'an, hendak sembahnya, hendak melakukan perbuatan baik, maka itu nikmat Allah yang agung yang mulai, yang di berikan Allah kepada kita, mudahan kita ini senantiasa dalam lindungan dan pertolongan Allah, amiin ya Rabb
Lanjutannya ( Alhamdulillah)
Sehingga ketika kita membaca bismillahrirrahmanirrahim, aku mulai ini pekerjaanku, ini sembahyang ku, ini bacaanku, nah itu nikmat yang agung, bilamana kita dapat nikmat apa yang paling layak kita katakan, kita dapat nikmat apa yang paling berhak kita sebut? maka tidak ada lain selain daripada mengucapkan Alhamdulillahirobbil'alamin,
nah itulah kalau orang mengerti pasti khusyuk dalam shalat, faham dalam membaca Al-fatihah, contohnya kita ni baca bismillahirrahmanirrahim dengan nama Allah aku bisa sembahyang, aku bisa beribadah, aku bisa membaca Al-Qur'an, lalu dengan segala macam nikmat itu kita pun membaca Alhamdulillahirobbil'alamin, ( segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam)
Baginda rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :
الْحَمْدُ لِلَّهِ ثَمَنُ كُلِّ نِعْمَةٍ
Alhamdulillah itu adalah harga tiap tiap nikmat,
Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kepada kita nikmat, kemudian kita mengucapkan Alhamdulillah, lunas, tapi kalau Allah memberikan nikmat kepada kita, kita tidak mengucapkan Alhamdulillah, maka kita tidak bayar nikmat itu, karena sudah jelas Alhamdulillah itu adalah harganya nikmat
bahkan Allah Subhanahu wa ta'ala yang di sabdakan oleh Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menyampaikan apabila Allah memberikan kepada hambanya satu nikmat daripada nikmat duniawi, semisal rezeki datang kepada kita, makanan datang, kesihatan datang, pakaian datang dan lain sebagainya, kita langsung sahuti dengan mengucapkan Alhamdulillah ya Allah, terima kasih
dan lagi Allah berfirman apa kata Allah subhanahu wa ta'ala, itu lihat hambaku, dia kuberi sedikit, dia ku beri dunia yang tidak ada artinya tapi ia balas aku dengan ucapan yang sangat besar, ucapan yang abadi sampai hari akhirat nanti dia mengatakan Alhamdulillahirobbil'alamin itu.
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda lagi dalam sebuah hadist :
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
Segala puji hanya milik Allah yang dengan segala nikmat-Nya menjadi sempurna segala amal kebaikan
bila kita dapat nikmat, lalu kita ucapkan Alhamdulillah maka itu adalah bentuk keamanan daripada hilangnya itu nikmat daripada kita, kita dapat nikmat cakap Alhamdulillah, insyaallah itu nikmat tidak akan hilang daripada kita dan tidak akan di binasakan oleh orang akan nikmat itu daripada kita, itulah pertolongan Allah
Baginda Rasulullahi shalallahu 'alaihi wasallam bersabda lagi dalam sebuah hadist:
كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِبِسْمِ اللَّهِ فَهُوَ أَبْتَرُ
tiap-tiap sesuatu perkara mulia yang tidak di mulai padanya Alhamdulillah, maka itu perkara menjadi kosong, kurang berkahnya, maksudnya adalah ada dalam beberapa keadaan tertentu mengucapkan Alhamdulillah bukan Bismillah, dalam keadaan-keadaan tertentu kita di anjurkan oleh Baginda Rasulullah mengucapkan kalimat Alhamdulillah bukan Bismillah, ada lagi dalam keadaan-keadaan lain kita di suruh mengucapkan bismillah terlebih dahulu kemudian baru Alhamdulillah
oleh karena itu para ulama mengatakan mengucapkan Alhamdulillahirobbil'alamin itu kadang-kadang hukumnya wajib seperti kita dalam keadaan sembahyang membaca surah Al-fatihah Alhamdulillahirobbil'alamin, itu Wajib karena kalau tertinggal itu tidak sah sembahyang kita, yang wajib lagi mengucapkan Alhamdulillah itu pada saat khutbah juma'at, ujar khatib Alhamdulillah nah itu wajib hukumnya,
ada lagi Alhamdulillah itu kita mengucapkannya hukumnya menjadi sunnat seperti waktu khutbah nikah, kalau ada khutbah nikah maka di mulai dengan ucapan Alhamdulillah, nah itu sunnat, adapun lagi memulai doa dengan Alhamdulillah itu sunnat, tapi sebagaimana doa itu di mulai dengan kalimat bismillahirrahmanirrahim, mau pakai kalimat ta'awwudz pun boleh baru yang keduanya di lanjutkan dengan ucapan Alhamdulillah
Sebab Baginda Rasulullah berkata
كُلُّ دُعَاءٍ يُبْدَأُ بِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ لَا يُرَدُّ
tiap-tiap doa yang di mulai, doa yang di awali dengan Bismillahirrahmanirrahim maka doa itu tidak di tolak,
kemudian ketika kita mengakhiri doa dengan Alhamdulillah, sunnat, sesusah makan, sesudah minum sunnat hukumnya dan lagi ketika kita mendapatkan nikmat-nikmat yang tidak menjahatkan akan orang lain maka sunnat juga hukumnya kita ini mengucapkan Alhamdulillahirobbil'alamin
karena ada nikmat yang di berikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala kepada kita cuman orang lain ini sedang sengsara maka sebaiknya jangan di ucapkan itu di mulut Alhamdulillah, kenapa? karena orang sekitar kita dapat musibah, menjaga adab, pernah di katakan dari salah seorang Aulia besar yang bernama Al imam sari as-syaqati, sezaman dengan imam Al zunaid Al Baghdadi, ujar beliau aku beristighfar selama 30 tahun, gara-gara apa sebabnya? gara-gara aku mengucapkan Alhamdulillah
kenapa kisahnya? ujar beliau suatu hari aku sembahyang di masjid, selesai sembahyang, datang orang mengabarkan kepadaku, itu pasar kebakaran, habis semuaan toko-toko orang terbakar, tapi toko engkau wahai imam tidak ikut terbakar, selamat, maka aku pun mengucapkan Alhamdulillah, nah setelah itu aku kepikiran dengan ucapan Alhamdulillahku itu, aku mengucapkan Alhamdulillah di atas penderitaan orang lain maka mulai saat itu aku beristighfar, bertaubat, minta ampun kepada Allah selama 30 tahun atas ucapanku tadi
karena ucapan Alhamdulillahku itu maksudnya aku hanya mementingkan nikmat pada diriku karena tokoku selamat tapi aku lupa memikirkan ribuan toko-toko orang lain yang terbakar, nah jadi mengucapkan Alhamdulillah ini pun ada aturan-aturannya juga yang musti kita jaga dengan baik jangan sampai kita melukai hati orang lain, begitulah adabnya
Mengucap Alhamdulillah ini juga bisa makhruh hukumnya bilamana mulut kita ini ada najis, atau kita berada di tempat-tempat najis, di tempat-tempat yang kotor dan lainnya, adapun lagi ucapan Alhamdulillah ini ketika kita ucapkan bisa juga menjadi haram hukumnya bilamana kita gembira dengan kemaksiatan contohnya ada orang menang berjudi dia mengucapkan Alhamdulillah, itu malah menambah dosa yang ada baginya, ada orang minum arak di ucapkannya Alhamdulillah atau bismillah, nah itu malah menambah dosanya, karena ini adalah ucapan Alhamdulillah bukan menambah pahala justru malah akan menambah dosa kepada yang mengatakannya
Alhamdulillahirobbil'alamin itu kadang-kadang dalam beberapa keadaan ujungnya di ganti tidak lagi hirabbil'alamin, tergantung dengan keadaan-keadaan yang menuntutnya contoh seperti kita habis bangun tidur, maka Baginda Rasulullah mengajarkan kalau kita bangun tidur apa yang musti kita baca :
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ
Segala puji bagi Allah, yang telah menghidupkan kami setelah Dia mematikan kami, dan hanya kepada-Nya kami akan dibangkitkan
inilah nasihat daripada para ulama, coba tanyakan diri kita, tanyakan hati kita ini apakah terhubung kepada Allah atau tidak? apakah hati kita ini selalu berada dalam kasih sayang Allah nah cara mengetahuinya salah satunya adalah orang itu bila bangun daripada tidur mengucapkan doa demikian
artinya apa? orang yang baru bangun daripada tidurnya ia tidak ada pikiran lain yang ia pikirkan selain daripada memuji Allah subhanahu wa ta'ala, bangun tidur ucapannya memikirkan Allah, itu menunjukkan bahwa hati orang ini hidup sebenarnya kalau orang-orang yang hatinya sibuk dengan hal-hal duniawi mungkin pas saat bangun tidur tidak mengucapkan Alhamdulillah, pasti ada aja yang di pikirkannya, ada saja yang di carinya
itu kita merasakan dan bisa kita menilai sendiri diri kita ketika kita bangun daripada tidur apa yang kita ucapkan dan apa yang kita pikirkan, kalau hendak hati kita ini hidup, hendak terhubung dengan Allah, kita ini merasakan nikmat Allah itu masih ada sama kita seperti Allah masih memberikan nikmat, masih Allah berikan kita kehidupan pasti akan kita ucapkan yang demikian itu, mudahan hati kita ini senantiasa di jaga Allah kan bersyukur akan nikmat-nikmatnya
Dan lagi ketika kita keluar daripada toilet apa yang kita ucapkan
غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَذْهَبَ عَنِّيْ الْأَذَى وَعَافَانِيْ
Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari tubuhku dan menyehatkan aku disunnahkan untuk membaca doa ini tepat setelah melangkah keluar dari toilet atau kamar mandi dengan kaki kanan terlebih dahulu
Dan adapun lagi doa setelah makan :
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ
Segala puji bagi Allah yang telah memberi makanan ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya, tanpa daya dan kekuatanku, ujar Rasulullah mengatakan siapa yang makan sesudah makan ia mengucapkan Alhamdulillah doa itu tadi maka Allah ridha daripadanya dan Allah mengampuni dosa-dosanya, nah sudahlah kita ini kenyang mengucapkan Alhamdulillah pula maka di ampuni Allah lagi doa kita ini
Adapun lagi ketika kita ini memakai pakaian
اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَ خَيْرِ مَا هُوَ لَهُ، وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ مَا هُوَ لَهُ
Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan apa-apa yang ia diciptakan karenanya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini dan keburukan apa-apa yang ia diciptakan karenanya
Maka ini pun di ampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk menghapus dosa kita nah jadi banyak sekali cara untuk melebur dosa itu banyak jalan-jalan lain dosa-dosa kita bisa terhapuskan kalau kita ini mahu mengamalkan dan menganggap hal-hal yang sebenernya sepele, hal-hal yang sebenarnya kecil remeh itu bisa juga menghapus dosa dosa kita, maka mulai dari pada kecil hendaknya kita bisa mengamalkan hal hal yang demikian itu, sehingga di biasakan untuk diri kita sendiri untuk anak anak kita, supaya nanti kalau sudah tua jadi ingat, terbiasa dengan hal hal kecil seperti itu, insyaallah akan mendatangkan berkah dalam kehidupan kita sehari hari dengan kita mengamalkan Sunnah daripada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam,
hendak makan, hendak minum, mau tidur, mau masuk jamban, keluar jamban, hendak berpakaian, dan lain sebagainya semuanya itu ada di ajarkan Baginda Rasulullah bacaan-bacaannya maka kita ikutilah Rasulullah sebagaimana cinta kita kepada nabi
Macam kita ucapkan
اَلْحَمْدُ للَّهِ
Lebih baik lagi kita ucapkan
اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ
Lebih baik lagi kita ucapkan
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
Lebih baik lagi kita ucapkan
الْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ مُبَارَكًا عَلَيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى
Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik lagi dan penuh berkah, seperti yang disukai dan diridlai oleh Rabb kami
nah kalau kita amalkan, Istiqomah membaca itu berebut malaikat mencatat amal ibadah kita ini demikianlah menurut sabda daripada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi, amiin ya Allah, mudahan kita semuaan ini senantiasa di tolong Allah dan Istiqomah hendak menjadi hamba Allah yang bertaqwa
Kemudian menurut perkataan para ulama
الْحَمْدُ لِلَّهِ ثَمَانِيَةُ أَحْرُفٍ وَأَبْوَابُ الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةٌ، فَمَنْ قَالَهَا هَذِهِ الثَّمَانِيَةَ وَأَنْصَفَ فِي قَلْبِهِ اسْتَحَقَّ الثَّمَانِيَةَ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ
Alhamdulillah itu ialah ada 8 huruf, pintu syurgapun 8 huruf, siapa siapa sahaja yang mengatakan Alhamdulillah dengan hati yang bersih, dengan hati yang beriman kepada Allah, maka ia berhak masuk kepada ke 8 pintu syurga itu,
Contohnya kita ini sudah selesai makan kemudian mengucapkan Alhamdulillah, sambil duduk-duduk itu kita renungi nikmat-nikmat Allah yang sampai saat ini masih kita rasakan, terkhusus nikmat kita bisa makan, nikmat kita bisa menggerakkan tangan untuk menyuapkan makanan itu ke mulut kita, nikmat mengunyah makanan itu, nikmat menelan, masuknya makanan itu ke dalam perut, kita renungin nikmat-nikmat itu akhirnya kita pun mengucapkan Alhamdulillah,
nah itulah kalau kita renungi demikian itu, mensyukuri nikmat itu dengan hati yang penuh keimanan kenapa Allah maka kita pun berhak memasuki pintu pintu syurga nantinya
Nah ayat yang kedua daripada surat Al-fatihah tadi itu adalah Alhamdulillahirobbil'alamin,
Ayat yang ke tiga daripada surah Al-fatihah
dan sekarang ayat yang ke tiga daripada surah Al-fatihah adalah Ar-Rahmanirrahim, (Alhamdulillah) artinya segala puji bagi Allah, nah itu memberikan dua makna :
1. Memberikan makna kita menetapkan bahwa adanya Allah subhanahu wa ta'ala
2. Kemudian yang kedua bahwa kita menetapkan pujian milik Allah,
Jadi apa dalilnya bahwa Allah subhanahu wa ta'ala itu ada (rabbil 'alamin) itu dalilnya : adanya alam maka itu dalil bahwa Allah ta'ala itu ada, karna Rabb itu artinya memelihara, mengelola, 'alamin (semesta alam) segala macam alam apapun, maka rabbinya adalah Allah, pengelolanya adalah Allah, dengan sekejap pun tidak akan terlepas daripada pantauan serta pemeliharaan daripada Allah Subhanahu wa ta'ala,
andaikata ada batu, batu itu terlepas daripada pemeliharaan Allah, maka dengan sekejap mata batu itu akan pecah, andaikata ada pohon yang sekejap pun terlepas daripada pemeliharaan Allah, maka pohon itu bakal mati, nah ini rabbil 'alamin, (pemelihara, pengelola alam semesta ini. (maka dalil adanya Allah adalah adanya alam semesta)
Dan dalil bahwa Allah itu berhak di puji Ar-Rahmanirrahim, yang maha pengasih lagi maha penyayang, maka itu arti yang biasa kita pakai maha pengasih maha penyayang, padahal artinya menurut para ulama arrahman itu artinya yang memberikan nikmat yang besar, yang agung, seperti nikmat iman, seperti nikmat Islam, nikmat umur, nikmat sihat, nikmat melihat, nikmat mendengar, nah itu arrahman,
kalau arrohim, yang memberikan nikmat-nikmat yang kecil kecil seperti bertambahnya iman, seperti bertambahnya ilmu, seperti tajamnya dua mata melihat, seperti tajamnya pendengaran, nah itu nikmat urusannya arrohim,
Jadi Ar-Rahmanirrahim, Allah memberikan nikmat yang besar serta nikmat yang kecil sehingga disitu ada memberikan suatu kesan yang menyebabkan kita itu takut dan menyebabkan kita berharap kepada Allah :
(Alhamdulillahirobbil'alamin)
1. Yang memelihara alam semesta ini, itu kalau kita fikirkan sekilas bahwa orang yang mampu memelihara seluruh alam semesta ini pasti kuat orangnya, begitu dahsyat orangnya, sangat hebat, karena ia mampu mengelola alam semesta, itu kalau fikiran kita sekilas, tapi Allah menyambung dengan kalimat ( Ar-Rahmanirrahim) yang maha pengasih lagi maha penyayang) yang mengelola alam semesta ini, yang dahsyat ini, yang sangat kuat itu, orangnya bukan pemarah, tidak, bukan keras tidak, tapi Ar-Rahmanirrahim, maha pengasih dan maha penyayang
Sehingga dengan adanya Ar-Rahmanirrahim ini hati kita ada senang, hati kita ada gembira, karena Allah, tuhan kita ini maha pengasih dan maha penyayang, pasti aku di kasihi Allah, di sayang Allah, di ampuni Allah, nah senang hati kita ini mendengarkan kabar demikian itu, kalau kita selalu berfikir bahwa Allah itu pengasih dan penyayang saja, tiap hari itu aja yang di fikirkan, maha pengasih dan maha penyayang di khawatirkan kita akan tertipu,
Sehingga Allah pun menegaskan lagi pada lanjutan ayatnya ( maa liki yaumiddin ) raja di hari pembalasan, nah raja itu bagaimana? pasti bersikap adil, sehingga apapun perbuatan yang kita lakukan di dunia baik itu besar atau sangat kecil pasti akan di minta pertanggungjawaban di hari akhir kelak, karena Allah maha adil,
maka itu akan membuatkan kita takut kepada Allah, nah jadi artinya apa? ketika kita membaca surah Al-fatihah itu kita pun akan mengerti ada gembiranya hati ini karna Allah maha pengasih dan penyayang, (sehingga tak ada alasan kita untuk senantiasa bertaubat kepada Allah) dan (Allah maha raja kelak di hari pembalasan) maka kita pun takut dan lebih berhati-hati dalam setiap perbuatan serta gerak-gerik dan tingkah-laku kita akan di sidang se adil adilnya kelak di hari akhit nanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar