Pages

Kamis, 16 Mei 2024

Alquran / 28. Al - Qashas / hlm. 35

Bismillah, dengan nama Allah tak lupa kita untuk senantiasa mengucapkan Alhamdulillah atas seluruh nikmat yang sudah di berikan Allah kepada kita semuaan ini, serta salam dan shalawat yang tak putus kita haturkan kepada junjungan kita Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam semoga dengan shalawat yang senantiasa kita amalkan Allah memberikan pertolongan dan Baginda Rasulullah memberikan syafaat di akhirat nanti, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin 

______

( As syamin Wal 'isrun min shuwaril Qur'an, suratul Qhasas ) yang ke 28 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran yaitu surat Al qhasas, 

Ini sudah ( makkiyyatun) di turunkan Allah kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pada waktu sebelum hijrah dari Mekah ke Madinah, ( wa ayatuha) dan ayat-ayatnya ( shamanun wa shamanun) 
Berjumlah 88 ayat 

Al qhasas artinya adalah kisah, ayat-ayat yang terkandung di dalam surat ini banyak menceritakan tentang umat-umat terdahulu, menceritakan tentang para rasul-rasul Allah, dan menceritakan tentang orang-orang yang menentang rasul-rasul Allah, dan di dalam surah Al qhasas ini banyak petunjuk, arahan, dari Allah untuk kita semua dalam menjalani kehidupan ini agar tidak tersesat, agar kita bisa menjalani jalan yang lurus yang di Ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala 

Dalam sekian banyak kisah yang ada di dalam surah ini, maka kita ambil satu kisah yaitu ayat 76 dan seterusnya 

semua orang pasti tahu tentang Qarun ini, sampai-sampai ada istilah harta Qarun

qarun itu adalah kaum nabi musa, satu masa dengan nabi Musa, menurut beberapa ahli hadist menceritakan bahwa , Qarun ini sepupuan dengan nabi Musa, Ibnu ammih, anak oleh paman nabi Musa, 

dan Qarun ini termasuk ( minassab'i nalladzi nakhr tarohumullah Fis sama'i kalamih ) Qarun termasuk 70 orang yang terpilih mendengarkan kalam Allah bersama dengan nabi Musa, dan Qarun ini orang yang sangat alim dengan taurat, dan Qarun orang yang sangat gagah dan tampan sehingga dengan ketampanannya itu ia di gelar almunawwar, orang yang wajahnya berseri-seri 

Maka Qarun ini takabbur atas nabi Musa dan umatnya, Qarun dengki kepada nabi Musa, Qarun dzolim kepada nabi Musa dan umatnya, contohnya di kenai oleh Qarun itu zakat kemudian dia tidak mahu bayar zakat, padahal zakat zaman nabi Musa itu 1/1000, sedikit benar zakatnya, nah tapi Qarun oleh Karna kebanyakan harta diapun tidak mahu, bahkan Qarun mengatakan kalau macam ini caranya nabi Musa ini bukan rasul tapi perampok 

Bahkan Qarun memfitnah nabi Musa, bahwa nabi Musa melakukan perzinahan dengan seorang perempuan, macam-macam tingkah laku Qarun ini, 

kami berikan kata Allah, Qarun itu daripada perbendaharaan-perbendarahaan harta yang kunci- kuncinya itu sungguh berat menanggungnya oleh sekelompok orang yang kuat-kuat, kuncinya aja berpuluh-puluh orang kuat baru bisa angkat daripada banyaknya punya kunci bersimpan gudang harta ini Qarun 

Ketika berkata bagi Qarun ( qawmuhu) kaumnya, menurut sebahagian ahli tafsir mengatakan qawmuhu ini di tujukan kepada nabi Musa alaihissalam, 

kemudian nabi Musa berkata kepada Qarun, 
Kamu jangan sombong, jangan angkuh, 

allah tidak cinta, Allah tidak suka kepada orang-orang yang angkuh 
Tuntutlah, carilah, pada harta-harta yang di berikan Allah itu untuk akhirat, harta yang di berikan Allah itu gunakan untuk akhirat 

dan jangan engkau lupakan bagian engkau dari dunia ini untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

wahai Qarun berbuat baiklah engkau kepada makhluk Allah, sebagaimana Allah berbuat baik kepada engkau 

jangan kamu berbuat kerusakan di muka bumi

sesungguhnya Allah Tidak suka kepada orang yang berbuat kerusakan itu 

Setelah nabi musa alayhissalam memberikan nasihat kepada Qarun, nah apa jawab Qarun, 


Aku ini kaya kata Qarun Karna kecerdikanku, aku ini kaya Karna aku punya ilmu, bukan Karna anugrah Allah, ini namanya Qarun punya sifat ujub, dia lupa bahwa semua itu adalah pemberian daripada Allah, dia tidak menganggap bahwa harta benda semua yang di milikinya itu adalah anugrah Allah


Akhirnya kami tenggelamkan Qarun ke dalam bumi dan juga seluruh harta-hartanya pun di tenggelamkan Allah juga ke dalam bumi, dan tidak ada seorangpun yang bisa menolong dirinya selain daripada Allah dan tidaklah dia orang yang mendapat pertolongan daripada Allah  subhanahu wa ta'ala 

Nah jadi sampai sekarang Qarun masih hidup dan masih terus turun ke dalam bumi, menurut sebahagian ulama hadist mengatakan bahwa kalaunya nanti Qarun ini sampai ke dasar bumi, kiamat, 



jadi sementara belum kiamat dia akan terus masuk di telan bumi 

-----


Nah, dari kisah Qarun ini apa yang bisa kita ambil faedahnya, inilah contoh orang kaya yang tidak ber adab dengan adab agama kepada Allah, sehingga akhirnya harta benda yang dia miliki mencelakainya baik di dalam dunia maupun di akhirat, Apabila orang-orang kaya itu beradap dengan adab agama kepada Allah,

maka dia akan selamat daripada golongan Qarun nanti di hari kiamat, orang-orang kaya yang tidak punya adab kepada Allah, nanti di akhirat dia akan di golongkan bersama dengan Qarun 

Nah perlu juga kita belajar bersama, apa adab-adab orang kaya supaya tidak termasuk kedalam golongan Qarun di akhirat nantinya? Oleh para ulama di simpulkan ada 10 hal yang perlu orang-orang kaya mengetahuinya dan mengamalkannya 

1. Yang musti di lakukan oleh orang yang adalah 
( Ayy yufattisa amwalahum ) Bahwa dia memeriksa harta-hartanya ? Nah seperti apa memeriksanya
(ingkana fiha min nahwi khrosbin aw khriyanatin, aw thalbisin, aw naqsi uzrotin, aw riba, fall yaruddaha ila sohibiha aw ila warisiha.)

Periksa harta-harta yang ada, jika ada pada harta-harta itu hasil rampasan, jika ada pada harta itu hasil khriyatan menipu orang, jika ada pada harta itu hak hak yang belum di sampaikan, atau ada daripada harta itu hasil daripada praktek riba, kalau ada yang demikian
 ( fall yaruddaha ila sohibiha ) balikkan kepada yang punyanya, serahkan kepada pemiliknya, nah ini tugas orang kaya kalau hendak selamat dunia akhirat 

2. ( Ayyu'addi bi haq qallah fiha min nahwi zakatin aw nazrin, aw kaffarah ) Bahwa dia menunaikan hak Allah pada hartanya itu daripada seumpama zakat, atau nazar, atau kaffarat, sudahkah aku berzakat, pas atau tidak, adakah nazar nazarku yang belum ku lakukan, dan kaffarat

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
( Wa 'amma awwalu Shalasatin yadkhrulu nannar, fa 'amirun mushallatun, wadu 'asarin min Malin Layu haddi Haq qallah fi Malih Wa faqirun fa khrur)
Kata Rasulullah ada tiga kelompok manusia yang segera masuk neraka, 
A. Pejabat yang dzolim
B.  Orang kaya yang tidak mahu menunaikan hak Allah, zakat tidak beres
C.  orang miskin tapi angkuh 

3. ( Aay yak dhorifa Fadlullah 'alayh )
Dia mengakui semua ini adalah karunia Allah, dan ingat kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

4. ( Ay yas hurallah 'ala dzalik )
Bahwa dia bersyukur kepada Allah atas demikian
(Bi ay yasrifan ni'am ila Mardhatillah )
Semua harta yang ada ini di syukuri, mensyukurinya macam apa? Menggunakannya di jalan yang di Ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

5. ( Ay yuladdzimat tawaddhu' )
Meladzimi tawadhu, mengamalkan tawadhu
Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
( Thuuba, Liman tawadho'a fi ghroirih maskanah ) 
syurga bagi orang yang tawadhu, padahal dia tidak miskin, artinya ini orang kaya tapi tawaddhu', ini orang sangat-sangat di hargai oleh Allah subhanahu wa ta'ala 

Al imamul Ghazali di dalam kitab ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa tawaddhu' adalah sifat yang sangat mulia dan sangat baik, dan dia menjadi mulia dan lebih baik lagi bila yang tawadhu itu orang yang kaya

Manakala sombong itu sifat yang jelek, sifat yang jahat, alangkah jahatnya yang sombong ini adalah orang yang fakir, 

6. ( Ay yashila Rohimah ) 
Menjalin hubungan Sillaturrahim

7. ( Ay yu'ina ala nawa'i fil Haq, wazalil Hajat )
Dia menolong orang-orang yang kena musibah, orang yang punya hajat, sebelum orang meminta, sebelum orang sempat mengemis, di tolongnya segera, 

8. ( Ay ya shuna bihi 'irdoh )
Dia pelihara dengan kekayaannya itu pribadinya, jaga kehormatan diri, jangan sampai kita mempertahankan kekayaan kita, kemudian diri kita di cela orang, artinya jangan Bakhil,

9. ( Wa ay yattasiba bis sa khro )
Musti bersifat dengan pemurah 
 Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
( Al aqsaruun humul 'a qolluuun yaumal kiyamah )
Orang-orang yang banyak harta itu di dunia, di akhirat paling sedikit amalnya 

( illa man qola ha kaza waha kaza an yaminihi, wasyimalihi, wa quddamihi, wa khrolbihi ) kecuali orang yang menggunakan hartanya di jalan Allah, wakaf, infaq, zakat, bersedekah, membantu orang, dan lainsebagainya 
( Wa qooliluum maahum ) Kata Rasulullah, sedikit sekali mereka itu yang berbuat demikian 

10. ( Wa 'al yastaqila 'andzikrillahi ta'ala ) jangan sampai kekayaannya itu menyibukkan dia daripada mengingat Allah, apalagi sampai lupa akan ibadah dan kewajibannya seorang hamba kepada Allah ta'ala 

Bila orang kaya itu 10 macam ini dapat di laksanakannya, maka dia akan menjadi orang kaya ( 'assyakirin ) yang syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan jauh daripada Qarun, ada hadist dari Baginda Rasulullah 

( Qolan nabi shalallahu alaihi wasallam, yukta bi razulin yaumal kiyamah, wakoq za ma'a ma lan min harom, wa'an faqohu fii haram, Fayuqol luzz habu bihi ilannar, )
Di akhirat nanti, pada hari kiamat di datangkan seseorang, yang seseorang ini berusaha dari harta yang haram, dia gunakan untuk yang haram, lalu ujar Tuhan, izhabu bini ilannar ) bawa dia ke neraka

( Wayukta bi razulin qod za ma'a malan min halalin, wa'an faqohu fi haram ) Datang lagi laki-laki, yang dia mengumpulkan harta daripada yang halal, bekerja dengan cara halal, tapi dia gunakan itu harta kepada jalan yang haram, lalu ujar Tuhan, ( izhabu bini ilannar ) bawa dia ke neraka

( Wayukta bi razulin qod zamak, 'a malan min haram, wa'an faqohu fi halal ), ada lagi orang datang kepada Allah, dia dapat harta dengan cara yang haram, kemudian di gunakannya kepada jalan yang halal, dapat dia duit riba kemudian di sedekahkannya, lalu ujar Tuhan, ( izhabu bini ilannar ) bawa dia ke neraka

( Wayukta bi razulin qod zamak 'a malan min halalin, wa'an faqohu fi halal, ) Di datangkan lagi seseorang kepada Allah, dia ini dapat harta dengan cara yang halal, kemudian di gunakannya kepada jalan yang halal, Ujar Tuhan, tunggu dulu ( La 'allaka qhosshorta fi tholabihaza
Bi syai 'in, mimma farodtu 'alaika min Sholatin lam tusholliha Li waktiha, Wa farrottha bi syai'in min ruku'i ha, wa sujudiha, wa whudu'i ha ) 

ujar Tuhan barangkali engkau waktu mencari harta yang halal itu, engkau ada melalaikan satu kefardhuan sembahyang daripada waktunya, engkau ada melalaikan kekurangan rujuk dan sujud, dan engkau tidak beres wudhu'nya, kata Allah, ( fayaqul ) ujar si laki-laki tadi, (Laa ya Rabb)  tidak wahai Tuhanku, 

( khasabtu min halal) aku mencari harta dengan cara yang halal ( wa'anfaqtu fi halal) dan aku gunakan kepada jalan yang halal, ( Walam 'udhoiyyi syai'an mimma farotta 'alaiyyaa ) dan aku tidak pernah menyia-nyiakan apa yang engkau perintahkan atasku ( Fayuqolu ) ujar Tuhan 

La'allaka 'ikhr talta bihazal mal fi syai'in min markap aw showbin Bahaiytabih ) barangkali engkau sombong dengan harta itu, barangkali engkau angkuh dengan pakaian yang engkau pakai, kendaraan yang engkau kendarai, 

( fayaqul ) dia berkata ( Laa ya Rabb ) tidak wahai Tuhan ( lam 'akhr tal walam 'ubahi bi sya'i ) aku tidak pernah sombong, tidak pernah angkuh dengan Harta kekayaan itu ( Fayuqol ) di katakan lagi, ( la 'allaka manah tahakqa 'ahatin 'amartuka 'an Tuktiyyah min jawil qurbah, Wal ya tama, Wal masaqin, wabnissabil ) barangkali engkau pernah tidak mengutangi orang yang membutuhkan, barangkali engkau tidak menolong yang datang kepada engkau, barangkali engkau tidak memberi orang yang datang meminta kepada engkau, daripada keluarga-keluarga engkau 

Nah bila semua jawaban itu beres kita jawab dengan baik maka barulah di masukkan Allah ke dalam syurga, nah ini lah resiko orang yang kaya di dalam dunia ini, 
( Akrhirul 'ambiya dukhrulul Jannah , Sulaiman alayhissalam) Paling akhir nabi Allah masuk ke dalam syurga adalah nabi Sulaiman alayhissalam 

Kaya dan miskin tidak bisa kita tolak itu sudah ketentuan Allah, cuman kalau kita ini di takdirkan Allah miskin kita bersabar kepada Allah, sabar atas ketentuan Allah, seandainya kita di tentukan Allah menjadi orang kaya maka kita harus menjaga adab-adab supaya mendapat keridhaan Allah dan terhindar dari golongan Qarun, 

demikianlah kisah yang di ceritakan Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquranul Karim tentang Qarun tadi, ini merupakan pelajaran berharga dan contoh bagi mereka-mereka yang di anugerahkan Allah subhanahu wa ta'ala tentang kekayaan-kekayaan dan bagaimana caranya nanti supaya tidak tergolong bersama dengan Qarun yang akan di masukkan Allah ke dalam neraka 

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog