Pages

Minggu, 02 Juni 2024

Alquran / 27. surah naml / hlm. 34

Bismillahi Wal hamdulillah 

Asshabi' Wal isrun min shuwaril Qur'an, suratul namli) surah yang ke 27 yang ada di dalam Alquran adalah surah yang bernama an-naml, 

Ini sudah makkiyyatun, di turunkan Allah kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah, (wa ayatuha) dan ayat-ayatnya berjumlah (shalasun wa tis'un) 93 ayat 

(Shummiyyat binnamli liqisshatin namli fiha) 
Dimakan surat ini dengan namal, artinya semut, karena di dalam surah ini ada bercerita tentang semut, 

Firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam surah an-naml ayat 17 sampai seterusnya, 


Di kumpulkan oleh nabi Sulaiman tentra atau pasukan - pasukan beliau, ini pasukan nabi Sulaiman bukan hanya terdiri dari manusia, tetapi juga daripada jin dan burung-burung, mereka semuanya di bagi dan di kumpulkan

Ketika nabi Sulaiman berangkat ke suatu tujuan membawa seluruh pasukan-pasukan beliau yang terdiri dari manusia, daripada bangsa jin dan bangsa haiwan yang lain, maka semua merekapun berjalan 


Sehingga manakala mereka sampai di suatu lembah semut, maka berkatalah semut bagi kawan-kawannya, ujar semut wahai kawan-kawanku, masukkan ke tempat kalian masing-masing, agar tidak memecahkan opeh kalian akan pasukannya itu sedangkan mereka tidak mengetahui 

Semut banyak, lalu nabi Sulaiman dan seluruh pasukannya hendak lewat disitu, lalu tokoh para semut ini membuat suatu pengumuman, masuklah kalian ke tempat masing-masing agar tidak ter injak-injak nabi Sulaiman dan pasukan-pasukannya
Nabi Sulaiman mendengarkan itu tersenyum/tertawa, di kira semut nabi Sulaiman ini tidak tahu, tidak dengar apa yang di sampaikan oleh semut tadi, adahql nabi Sulaiman ini adalah orang yang mengerti bahasa semut, dan mengerti bahasa haiwan lainnya 

(Waqod shami'ahu min shalasati amyaal)
Nabi Sulaiman sudah mendengarkan pengumuman itu Kurang lebih 6 kilometer, daripada kumpulan semut tadi, 

(Pahaba shazundahu hina 'asroo pa'aala wadihim)
Hatta dakrholuuu buyutahum ) demikian penjelasan daripada ulama tafsir, maka nabi Sulaiman pun menahan pasukannya, wahai pasukan kita berdiam, jangan ada yang bergerak, sampai seluruh semut-semut itu masuk ke tempat-tempatnya, baru setelah itu nabi Sulaiman melewati tempat itu sehingga selamatlah semut tadi 

Di dalam cerita ini banyak hikmah dan pelajaran yang ingin di sampaikan oleh Allah kepada kita semua 

1. ( Fanzhur ila syafakati Sulaiman ilan namal) 
Tengok olehmu kepada kasih sayangnya nabi Sulaiman kepada semut, nabi Sulaiman ini seorang nabi, seorang raja yang begitu pengasih kepada seluruh rakyatnya, kepada suruh bangsanya, sampai-sampai semutpun di sayangi di pelihara, jangan sampai ter injak-injak oleh pasukan beliau, 

Nah ini adalah contoh dari Allah, begitulah mustinya seorang pemimpin, seorang pejabat, musti sayang kepada rakyatnya, walaupun rakyat itu adalah rakyat yang kecil yang tidak kelihatan seperti semut - semut tadi 

Sayyidina Umar bin Khattab pernah berkata waktu beliau menjadi Khalifah  ( lauma ta syakrhlatun 'ala syadihil furod, lakhrosidu an us'ala anha ) andaikata mati seekor anak kambing di tepian sungai furod, sayyidina Umar di Madinah, furad itu berada di negeri Irak, 

Andaikata di tepi sungai furod itu mati seekor anak kambing, aku takut di mintai pertanggungjawaban oleh Allah subhanahu wa ta'ala, kenapa anak kambing itu mati, apakah dia kelaparan ataupun sebagainya, nah ini adalah contoh seorang pemimpin yang di kenal dengan keadilannyq dan penuh kasih sayangnya kepada seluruh yang ada dalam kerajaan kekuasaan yang ia pimpin, 

Nah apalagi manusia yang mati kelaparan, kambing pun kalau mati kelaparan, ujar sayyidina Umar, aku takut tanggungjawabnya di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala, nah ini adalah sosok pemimpin yang di ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala

Nah ini adalah contoh dari sekian banyaknya contoh pemimpin yang di Ridai oleh Allah, yang hendaknya di jadikan contoh oleh para tokoh pemimpin pemimpin yang berikutnya, 

Dan ini lah yang di maksud oleh Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ( 'ahabbunnas illallahi yaumal kiyamah Wa 'adnahum minhum majlisan 'imamun 'adil ) manusia - manusia yang paling di cintai Allah pada hari kiamat dan yang paling dekat kepada Allah adalah imamun 'adilun rofiq) seorang pemimpin yang adil dan penuh kasih sayang kepada rakyatnya 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan lagi ( afdholunnas 'indallah manzilatan imamun 'adilun rofiq ) paling afdhol manusia kedudukannya, derajatnya di sisi Allah adalah seseorang pemimpin yang adil dan penuh kasih sayang kepada seluruh rakyatnya 

Nah apa yang di maksudkan dengan pemimpin yang adil dan penyayang itu kepada rakyatnya, bagiamana pemimpin, yang diridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala 

Para ulama menyimpulkan daripada berbagai macam hadist bahwa ada 6 yang perlu di lakukan oleh para pemimpin, para pejabat pemerintah, dan ini juga perlu di ketahui oleh orang-orang yang hendak bakal menjadi calon pejabat pemerintah supaya jangan salah, Karna apabila seorang pejabat pemerintah itu bisa melakukan hal hal yang demikian ini maka ini pejabat akan menjadi orang yang tinggi martabatnya di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala 

Bila mereka-mereka itu dapat melaksanakan 6 hal ini maka sangat mulia dan agung

1. Fathul abwab, buka pintu untuk masyarakat, untuk rakyatnya artinya apa jangan susah di temui 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda (man waliyya min amrinnas sya'i an,  Shumma agrhha laka bahu dunal miskin  Wal mArgh lum argh la kallahu tabarakan wata',ala abwaba rahmati tuna hazatihi wa fakrih afkorama Yakunu ilayha

Siapa- siapa yang menjabat suatu jabatan, lalu dia menutup pintunya daripada orang miskin, artinya orang kaya boleh masuk, yang miskin tak boleh berjumpa dengannya, dan dia tutup pintu terhadap orang-orang yang terdzolimi, dan dia tutup pintunya untuk orang-orang yang teraniaya, dia tutup pintunya untuk orang-orang yang susah dan punya keperluan,

Maka kalau demikianlah hal nya Allah akan tutup semua pintu Rahmat kepadanya di akhirat, padahal saat itu dia sangat berhajat kepada Rahmat Allah subhanahu wa ta'ala, nah itu yang pertama buka pintu, jangan susah untuk di temui, kenapa? Karna mereka para pejabat ini hidup menikmati kepunyaan rakyat

2. (Shahlul hijab) Mudah untuk di jumpai, artinya mudah tidak di persulit, 
Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
( Wa man waliyya minhum sya'ian, Fasyakka 'alayhim 
Fa'alaiyhi Bahlatullah ) barangsiapa menjabat suatu jabatan daripada manusia, lalu dia mempersulit atas mereka, maka atasnya laknat Allah 

Gaji dari rakyat, fasilitas dari rakyat, dapat jabatan dari rakyat, malah rakyat di persulit, nah ini masa alah

3. Intishorul mazzlum minadzzolim ) menolong orang yang teraniaya, orang yang di dzolimi, kalau ada orang yang demikian ini, cepat-cepat di bantu, cepat di tolong, cepat di jangan di persulit 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
( Wala an taqimanna mimman ro'a mazzluman faqodara 
'ayyan shulahu Walam yaf'al )
Ini hadist qudsi mengatakan bahwa Allah berkata, aku akan menyiksa seseorang yang melihat orang yang teraniaya, padahal dia mampu menolong namun dia tidak mahu menolongnya

Macam orang-orang yang bekerja di dalam pemerintahan, nah ini orang punya puasa dan mampu menolong, tapi kalau dia diam sahaja, dan tidak mahu menolong orang yang teraniaya, maka di khawatirkan mereka akan mendapat kemarahan Allah

Ada hadist lain mengatakan bahwa nanti di dalam kubur akan di pukul 100 kali, dan di nyalakan api di dalam kuburnya untuk orang-orang yang punya kuasa, punya kekuatan, mampu menolong tapi tidak mahu menolong orang di dzolimi 

5. ( ismuhu bil Adli Wal Haq)
Membagi sesuatu itu dengan adil dan benar, baik sesuatu itu jabatan, baik itu proyek, baik itu kekayaan negara, musti di bagi dengan Haq, Wal adL

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
(ManistaqmaLa rozulan min 'ishobatin wa fihi Man Huwa radiallahu 'anhu faqod - Khra nallahu warosulahu Wal mukminin, Waman waliyya min Amrin muslimin syai'an fa'ammara alayhim Ahadan Muhabbatan Fa'alaiyhi laknatullah, layakbalulkahu minhu shorofan Wala adla, Hatta yudkhrilahu jahannam

Barangsiapa yang mengangkat seseorang menjadi pejabat, dan dia mengangkat seseorang itu tadi daripada golongannya, dari keluarganya, dari tetangganya, dari orang-orang yang dekat dengannya, dari partainya, padahal ada orang lain yang layak, yang lebih di Ridai Allah, yang berhak daripada itu, berarti dia sedang mengkhianati Allah dan rasulnya, serta seluruh orang yang beriman 

Dan barangsiapa yang memegang suatu jabatan dan dia mengangkat orang itu Karna dia cinta dengannya, Karna dia suka akan orang itu, maka atasnya laknat Allah, dan 
Allah tidak menerima ibadah fardhu dan ibadah sunnatnya

Jadi seorang pejabat ini kalau hendak mengangkat seseorang untuk menduduki jabatan musti yang di pilih adalah benar-benar orang yang ahli di bidangnya dan di Ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala artinya di kenal kejujuran dan keikhlasannya,

Lurah misalnya, hendak mengangkat staff, jangan mentang-mentang keluarga, saudaranya, tetangganya, orang yang dia suka, terus di jadikannya sekretaris, jangan, kalau memang ada yang lebih layak, lebih ahli daripada itu, ada yang lebih di Ridai Allah nah itu yang lebih utama, tapi kalau hanya bermodalkan kekeluargaan, Allah akan mengutuk orang tersebut 

Nah ini Baginda Rasulullah sudah jauh jauh hari sudah mengingatkan kita semua, kepada umatnya untuk agar jangan sampai menyimpang daripada jalan Allah subhanahu wa ta'ala 

6. ('assyafaqoh wannasihah 'ala rak 'iyyatih)
Kasih sayang, bermaksud baik atas seluruh rakyatnya 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
( Ma min 'amirin yali 'umurol muslimin, shummala jazhadu lahum wa Layanshahu lahum kanuhsihi wajuhdi linafshih , Illa lam yadkhrulu ma'a humul Jannah )

Pejabat-pejabat orang muslimin yang tidak sungguh-sungguh, yang tidak bermaksud baik untuk rakyatnya seperti dirinya sendiri, maka tidak akan bisa masuk syurga bersama dengan orang-orang muslimin, 

nah jadi 6 hal ini lah yang musti di lakukan oleh seorang yang ingin menduduki satu jabatan, agar mereka itu termasuk seorang pejabat yang di Ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala, kalau tidak akan mendapat kemurkaan Allah 

Peraturan-peraturan yang di buat oleh pemerintah, undang-undang yang di bikin oleh DPR, belum tentu semuanya itu di Ridai Allah, sekarang ini mentang-mentang sudah ada undang-undang suka hati aja di buat, jangan, bisa saja kita selamat di dunia belum tentu selamat di akhirat 

Contohnya, seorang camat atau bupati, di anggarkan oleh DPR membangun sebuah rumah 2 miliyar, nah itu sah, tapi di sisi Allah apakah itu benar, kalau masih ada rakyat yang susah, masih ada rakyat yang menderita, masih ada rakyat yang tidur di bawah jembatan, masih ada rakyat yang tidak bisa berobat Karna tidak punya duit, 

Jadi setiap perkara yang di buat belum tentu mendapatkan keridhaan Allah, nah hendaknya para pejabat ini berpedoman kepada keridhaan Allah subhanahu wa ta'ala, jangan hanya berpedoman kepada peraturan atau undang-undang yang di buat oleh manusia l, Karna demikian itu hanya selamat di dalam dunia belum tentu selamat di akhirat 

Kemudian untuk orang-orang yang selama menjabat, kemudian dia melakukan perkara yang tidak di Ridai Allah, misal selama dia menjabat dia kejam dengan rakyatnya, sekarang sudah tidak menjabat lagi ingin taubat kepada Allah, nah bagaimana taubatnya? 
Agar dia selamat di akhirat 

Maka Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mencontohkan dalam satu hadist, waktu beliau menjelang akhir hayatnya, nabi kita berpidato di masjid 
Di tengah-tengah kaum muslimin yang sangat banya, nah apa isi pidato Baginda Rasulullah pada saat itu 

(Ya ayyuhannas, innama 'ana basyarum mislukum wala al lahu ayyakuna khrod karuba Minni khrufuf,
Min baini azhurikum, Faman Kuntu 'ashabtu min wa'irdahu, Aw sya'arohu, aw basyarohu, aw min malihi sya'i a, haza "irdu Muhammad, Aw sya'arohu, aw basyarohu, falyakum, falyakthoss. ila akhir )

Wahai manusia, kata Baginda Rasulullah, hanyasanya aku adalah seorang manusia seperti kalian artinya bisa mati, barangsiapa yang selama aku hidup pernah aku aniaya pribadinya, aku pernah menganiaya tubuhnya, aku pernah menganiaya hartanya, maka sekarang inilah Muhammad pribadinya, inilah jasad Muhammad, inilah harta Muhammad silahkan ambil .

Artinya bahasa kita siapa yang pernah ku pukul, sekarang pukul aku, siapa yang pernah ku Gibah balas gibahnya, siapa yang pernah ku sakiti balas, nah demikianlah Baginda Rasulullah, ini musti di tiru oleh para pejabat pemimpin, supaya mati selamat, 

Sambungan hadist itu mengatakan, dan kalian jangan takut akan ku musuhi, kata Baginda Rasulullah, Karna permusuhan itu bukan bagian dari akhlakku, kata nabi, nah ini lah cara bertaubat bagi pejabat yang memimpin satu jabatan yang mungkin pernah menganiaya kepada rakyatnya, jadi kalau tidak demikian, di khawatirkan dia akan mati membawa Setija masalah, Berhadapan nanti di akhirat di hadapan yang maha adil yakni Allah subhanahu wa ta'ala

Mudah - mudahan kita semuan ini di berikan Allah suatu saat nanti pemimpin pemimpin yang benar - benar kasih sayang kepada kita semua dan mendapatkan keridhaan Allah subhanahu wa ta'ala, insyaallah, dengan daya, upaya serta izin Allah, kita akan berjumpa kembali di lain waktu, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin 





Tidak ada komentar:

More Article about this Blog