Pages

Senin, 17 Juni 2024

Alquran / 29, Al ankabut / hlm. 36

Bismillah wal hamdulillah pada kesempatan kali ini Allah masihrngizinkan kita untuk bisa melanjutkan kembali pembahasan kita berkenaan tentang surah-surah yang ada di dalam Alquranul Karim 

( At tasi 'atu Wal isrun min shuwaril Qur'an suratul angkabut ) Surah yang ke 29 yang ada di dalam Alquran adalah surat yang bernama Al angkabut 

ini surah makkiyyatun, di turunkan Allah kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah ( wa ayatuha ) dan ayat-ayat nya berjumlah ( tis'un wa sittun ) 69 ayat 

Al angkabut itu artinya adalah laba-laba, Kenapa surah ini di namakan surah Al angkabut, karena di dalam surah ini ada menceritakan tentang sarang atau rumah lama-lama, demikian itu di sampaikan oleh Allah di dalam Alquranul Karim pada ayat 41

Perumpamaan orang - orang yang menjadikan selain Allah itu Aulia, orang-orang yang menjadikan selain Allah itu tuhan, yang menjadikan selain Allah itu pegangan, yang menjadikan selain Allah itu tempat berpegang, maka mereka semuaan itu sebagaimana perumpamaan laba-laba yang membikin sarang rumahnya

Sesungnguhnya paling lemah rumah adalah rumah laba-laba, kan rumah itu biasanya yang menjadi tempat untuk menaungi dari kepanasan, menaungi dari kehujanan, mencegah dari kedinginan, nah ini namanya rumah, sedangkan rumah laba-laba tidak demikian 

Allah mengatakan di dalam Alquran 

Paling lemah rumah, rumah laba-laba 

Jikalau mereka mengetahui 

______

Sebahagian ulama tafsir, menafsirkan maksud daripada Allah memberikan contoh laba-laba itu 
( 'ibadatul kuffar Li ghoirillahi ta'ala kabaytil angkabut )
Orang-orang kafir yang berhala, orang-orang kafir yang menyembah selain Allah itu sama dengan sarang laba-laba, tidak bisa memberikan apa-apa pada dia

Tidak bisa memberikan manfaat, tidak bisa menaungi 
( Wa Riya 'ul 'amilin kabaytil angkabut ) riyaknya orang-orang yang beribadah, riyaknya orang-orang yang beramal sama dengan orang-orang yang mengolah sarang laba-laba,

Kita ini kalau beramal bukan karena Allah, di akhirat nanti kita akan di suruh Allah meminta pahala kepada orang yang kita tunjukkan, kita riyakkan kepada orang tersebut, apakah orang tersebut bisa memberikan kita pahala, tentu tidak akan bisa, Karna diapun perlu pahala, nah yang bisa menolong kita hanya Allah 

( Wa shikatu ghoirillahi ta'ala kabaytil angkabut 'aidzom ) Dan orang yang berpegang kepada selain Allah sama dengan rumah laba-laba juga, tidak bisa berpegang, rumahnya lemah, orang yang berpegang dengan tentaranya, orang yang merasa kuat dengan gagahnya tentara-tentaranya, kalau sudah berhadapan dengan Allah, hancur dan runtuh, macam Fir'aun

Ini Fir'aun sangat kuat, dia punya senjata yang sangat lengkap, dia merasa tidak akan terkalahkan oleh siapapun, nah ini Fir'aun berpegang kepada tentaranya begitu menghadapi Allah, tentaranya hancur, Fir'aunnya mati,

contohnya lagi macam Qarun yang berpegang dengan hartanya, Qarun merasa jaya karena merasa banyak harta, Qarun merasa berkuasa karena merasa punya banyak harta, Qarun berbuat semaunya karena merasa banyak punya harta, akhirnya Qarun dan sekaligus harta-hartanya di tenggelamkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, nah inilah contoh-contoh orang-orang yang berpegang selain daripada Allah subhanahu wa ta'ala 
Sama dengan rumah laba-laba, tidak akan bisa memberikan apa-apa manfaat kepada diri kita 

Sebagaimana dengan surat-surat yang lainnya, surah ini pun banyak memberikan petunjuk, jalan atau arahan kepada kita untuk menuju jalan yang di Ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala, Allah mengatakan di dalam Alquran pada ayat 2 dan 3 daripada surah ini 


adakah menyangka itu manusia, bahwa mereka di biarkan mengata atau mengaku kami beriman dan mereka tidak di uji, Allah menjawab tentu tidak,

 orang yang mengaku beriman akan di uji oleh Allah subhanahu wa ta'ala, Karna Allah tidak akan memberikan hanya sekedar ucapan belaka kami beriman kepada Allah tanpa memulai ujian 

Sungguh ku telah menguji orang-orang sebelum mereka 


Maka allah maha tahu orang-orang yang lulus dalam ujiannya dan Allah tahu mana orang-orang yang dusta dalam pengakuannya beriman kepada Allah, setelah di uji ternyata tidak lulus keimanannya 

Nah, semuaan ini kita mengaku, merasa beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala, baik di mulut baik di hati kita mengaku ( amantu Billa ) aku beriman dengan Allah, nah kita mengaku itu Allah tidak akan membiarkan hanya pengakuan, Allah akan menguji kita, agar kita sendiri tahu apakah iman kita benar atau tidak, bukan Allah supaya tahu, bukan, Allah sudah tahu yang mana beriman yang mana tidak, 

Perkara ini berlaku agar kita ini sadar, dan mengetahui apakah kita ini benar beriman kepada Allah atau tidak, apakah hanya cuman ucapan belaka, nah kalau tidak di uji, kita tidak tahu apakah kita beriman atau tidak, ujian yang di berikan Allah kepada orang-orang yang mengaku beriman kepada Allah tadi antara lain adalah : 

1. Jihad fisabilillah, di suruh berperang, meninggalkan anak istri harta, membawa pedang, untuk menghadap musuh taruhannya nyawa, di uji Allah dengan berjihad 
Di jalan Allah subhanahu wa ta'ala 

2. Ada yang di uji dengan sakit, orang yang mengaku beriman kepada Allah begitu di perintah jihad ternyata malas, Allah tahu bahwa dia dusta dalam pengakuannya, maka Allah uji dengan sakit ternyata dia keluh kesah, Allah maha tahu bahwa orang ini tidak benar dengan keimanannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

3. Dan di antara ujian Allah kepada kita adalah Al fakor, hidup dalam keadaan serba tidak cukup atau fakir, fakir ujian, orang-orang yang beriman kepada Allah di uji dengan fakir, fakir ni serba tidak bisa, beli rumah tak ada duit, beli kendaraan sepeda tidak bisa, hendak beli baju yang bagus kayak orang tidak bisa, hendak menikah tidak bisa, serba tidak bisa, fakir ini adalah ujian daripada Allah subhanahu wa ta'ala 

Kita mengaku beriman, hari-hari kita baca amantu Billah, aku beriman dengan Allah, wa malaikatihi, wa kutubihi, wa rusulih, Allah pasti menguji, benar tidak keimanan kita itu, maka akan di uji Allah antara lain dengan fakir, bila lulus kita akan termasuk di dalam sabda Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang berbunyi 

( 'it tallaqtu fil Jannah faro'aitu aqsaro 'ahrihal fukoro ) 
Ujar nabi aku naik ke syurga, aku liat di syurga ternyata yang paling banyak penghuni syurga adalah fukoro, orang-orang yang fakir di dalam dunia, nah ini orang-orang fakir yang lulus tes, lulus ujian di dunia

Apabila seseorang tidak lulus dalam ujian kefakiran , maka dia akan termasuk di dalam sabda Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam yang berbunyi
( Khadal fakru 'ayyaa Kuna kufro ) 
Kefakiran tu hampir-hampir membawa kepada kekafiran
Banyak orang fakir jadi kafir Karna tergoda dengan harta, orang yang imannya lemah di goda dengan harta pindah agama , nah ini orang-orang yang tidak lulus ujian kefakiran 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berdoa kepada Allah ( Allahumma Inna 'a 'uzubika minal Fakri Wal killati wazzillati ) ya Allah aku berlindung kepada engkau minal Fakri daripada kefakiran, Wal killati, serba tidak mampu dan wazzillah dan kehinaan, dan aku berlindung kepada engkau ya Allah daripada kefakiran yang tidak lulus ujian di dunia

Nah perlu kita belajar bersama bagaimana caranya kita ini orang-orang fakir supaya lulus di uji oleh Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga di dalam dunia dia fakir tapi di akhirat dia merupakan orang-orang yang awwalin, golong yang pertama masuk ke dalam syurga 

Maka para ulama menyimpulkan bahwa orang-orang beriman yang di uji Allah dengan kefakiran hendaknya dia melakukan 6 hal, apabila dia bisa melakukan 6 hal ini maka dia tergolong bersama orang-orang yang lulus ujian dari Allah dalam kefakiran tersebut : 

1. ( Ar ridho bil fakor ) Rida dengan kefakiran, arti Rida apa, senang dan setuju, aku setuju di jadikan Allah sebagai fukoro di salam dunia ini, tidak mempermasalahkan, tidak proses, tidak berkeluh kesah kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
( Ya mak syarol fukoro, 'aktullaharridho mingkulubikum, tazfaru bisawifakrikum Wa illa falah ) kata Baginda Rasulullah, wahai orang-orang fakir, berikanlah Rida kepada Allah dari hati kamu, niscaya kamu dapatkan pahala daripada Allah subhanahu wa ta'ala 

Orang fakir walaupun dia ini tidak punya banyak ibadah, tidak punya banyak amalan, tapi dia Rida kepada Allah dengan kafirnya, sudah dapat pahala, ujar nabi kita 
( 'aktullah harridho mingkulubikum) Beriman kepada Allah Ridha dari hati kamu, maka kamu dapat pahala 
( Wa illa falah ) Jikalau tidak, maka engkau tidak akan dapat pahala 

Ada 3 macam kelompok manusia fukoro yang menyikapi kefakiran 

A. Baik itu adalah Ridha, senang dengan kefakiran maka akan mendapatkan pahala daripada Allah 
B. Sedang : merasa benci dengan kefakirannya, tapi dia tidak benci kepada Allah yang membuatkan dia kafir, nah ini orang selamat tapi belum tentu mendapatkan pahala 
C. Buruk : orang yang tidak setuju dengan kefakiran, dan membahas 'iktirot kepada Allah, kenapa ya Allah aku di kafirkan, aku sudah usaha ini itu tetap aja fakir, nah ini memproses kepada Allah, di khawatirkan akan mendatangkan dosa kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

2( 'izharu ta'affuf wata' zammul, wala yuzhirul Fakro wassyakwa ila ghoirillahi ta'ala )
Orang faqir itu musti menampakkan kehormatan dirinya, jangan mengemis, minta-minta, Karna demikian itu sangat tidak di senangi oleh agama, 

Orang fakir yang benar adalah dia menampakkan kehormatan dirinya, gengsi mengemis, nah ini tidak sombong, sombong itu maksudnya menghinakan orang, merendahkan orang lain, mengangkat diri sendiri, nah ini sombong namanya, kalau orang fakir gengsi itu menjaga kehormatan sebagai fukoro, Karna demikian itu akan mendapatkan pahala daripada Allah 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
( 'innallah yuhibbul fakir, Al mut ta'af fif 'abal ayyal ) sesungguhnya Allah cinta kepada orang fakir yang punya tanggung hidup kemudia dia menjaga kehormatan diri daripada minta-minta

3. ( alla yatawa'dho'a Wal AgrhNiya lighinahum )  bahwa dia tidak boleh merendahkan dirinya kepada orang kaya Karna kekayaan mereka, jangan merasa rendah, tunduk, hormat di hadapan orang kaya, Allah tidak suka, karna agama melarang itu,  

Qola Al imam sayyidina Ali karromallahu wajhah,
( ma aHsana tawaddhu'a Al ghoniri fakirin, rokbatan bi sawabillahi ta'ala, wa Ahsanu minhu toyHul fakir alal ghoni Syiqotan Billah azza wa jalla ) ujar sayyidina Ali alangkah baiknya tawaddhu'nya orang kaya kepada orang faqir, semata-mata mengharap pahala Allah dan alangkah bagus lagi daripada itu orang fakir yang acuh kepada orang kaya 

4. ( Alla yafturo bi sababil Fakri 'an ibadah wa shodaqoh )
Bahwa orang fakir itu jangan lah dia lemah beribadah, bersodaqoh Karna kefakirannya, mentang-mentang fakir malas ibadah, tidak mahu sama sekali, sedikitpun tak mahu bersedekah, jangan macam itu 

Ibadah dan sedekah daripada orang fakir itu sangat mahal nilainya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala jadi sayang kalau di tinggalkan, Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 

( iza qolal ghoniyyu subhanallah wal hamdulillah wa lailaha illallah Wallahu Akbar, wa qolal fakir misla Zalik lamyar hakil ghoniyyu bil fakir, Wala angfako fiha 'asrota 'ala fi dirham, wa kazalika 'akmalu bir kulluha ) 
Ujar nabi kita bila ada orang kaya itu berkata, subhanallah wal hamdulillah wa lailaha illallah Wallahu Akbar, dan orang fakir juga berkata seperti demikian juga maka pahala orang kaya itu tidak akan bisa menyamai pahalanya dengan orang fakir itu, walaupun di tambah orang kaya itu menyumbang 100ribu dirham, masih jauh kalah pahalanya di banding dengan orang fakir, subhanallah 

( Wa qolan nabi shalallahu alaihi wasallam, dirhamun min shodaqotin afdol 'indallah min mi'ati 'alfi dirham ) ujar nabi kita 1 dirham shodaqoh bisa lebih afdol di sisi Allah daripada 100 ribu dirham 

( Kila wa kayfa Zalik ya rasulullah) bagaimana bisa terjadi yang demikian wahai Rasulullah sahabat bingung , nabi kita menjawab ( akrh Roza rasulun min 'ardi malihi
Mi'ata Alfi dirham fatasyaddaqo biha, wa akrh Roza rasulun dirhaman min dirhamayni layamliqu ghoirahuma, toyyibatan bihi nafsuhu fasoro sohibu dirham Afdol min Sohibi mi'a Alfin ) ujar nabi kita orang kaya itu banyak punya harta apabila dia bersedekah biasa aja, contohnya orang kaya itu punya duit 100juta, kemudian dia bersedekah 10 juta, ada orang fakir berisi duit 2 ribu rupiah, kemudian dia bersedekah seribu maka separuh hartanya dia sedekahkan, jelas besar ini pahalanya di banding dengan orang yang kaya tadi 

5. ( 'adabul fokoro ) adab orang fakir adalah
 ( yas 'a lunnas ) Tidak mengemis kepada manusia, tidak meminta-minta kepada manusia, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda 
( mal lam yas 'alna fahuwa 'ahabbu 'ilayna )
Orang yang tidak minta-minta lebih kami cintai, kalau sudah Baginda Rasulullah sangat cinta apalagi Allah subhanahu wa ta'ala

Lain halnya kalau kita ini fakir tidak mahu minta-minta kemudian datang orang hendak memberi, 
Ujar Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam 
( Man 'atahu syai'un min Hazal mal, min ghoiri mas'alatin walastisrof, fa'innama Huwa rizkun satahullah 'ilayih
Fala yarudduhu )

Barangsiapa yang datang kepadanya sesuatu daripada ini harta dunia tanpa minta-minta dan tanpa mengintai-intai, datang sendiri tidak di sangka-sangka, datang orang memberi Rizki, nah itu Rizki yang di perintahkan Allah datang kepada kita ( Fala yarudduh ) Jangan menolak akan yang demikian itu

6. ( 'adabul fokoro 'alla yatmak bima fi aydinnas )
Jangan menghendaki kepunyaan orang lain, jangan tamak dengan harta orang lain, senantiasa lah qana'ah, merasa puas dengan yang sudah di berikan Allah subhanahu wa ta'ala 

Nah bila orang fakir itu bisa menjaga 6 hal ini maka dia akan menguasai syurga di akhirat nanti, dia akan menjadi mulukul Jannah, raja-raja di dalam syurganya Allah demikian kata Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam 

______

Alhamdulillah, kita berhadap dan berdoa kepada Allah, mudah-mudahan kita yang fakir ini bisa menjadi orang-orang mendapatkan Rida Allah, dan sabar dan orang-orang kaya daripada kita, menjadi orang-orang yang syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala 












Tidak ada komentar:

More Article about this Blog