Pages

Selasa, 18 Juni 2024

Alquran / 30. surah Ar Rum / hlm 37

Bismillahi Wal hamdulillah 

( Asshalasu min shuwaril Qur'an suratur rum ) surah ke 30 yang ada di dalam Alquran adalah surah yang bernama ar-rum, ini sudah makkiyyatun, di turunkan Allah kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah 

 ( wa ayatuha) Dan ayat-ayatnya berjumlah ( shittun ) 60 ayat, di namakan surat yang ke 30 ini dengan nam ar rum
Karna di salam surat ini ada bercerita tentang rum, tentang bangsa Romawi, sebagai yang sudah di sebutkan Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquran 


di kalahkan bangsa Romawi yang terletak di ujung 
zajirah arab, bangsa Romawi itu adalah bangsa yang beragama Nasrani, agama Nasrani adalah agama yang mempunyai kitab samawi, di kalahkan itu bangsa rum di tempat yang paling dekat dengan zajirah arab, 

Yang mengalahkan itu adalah bangsa Persia, bangsa Persia ini adalah bangsa yang beragama manusi, bangsa yang tidak mempunyai kitab samawi, 


Dan mereka itu bangsa rum, sesudah mereka itu kalah 

Selagi akan balik mengalahkan orang-orang Persia, nah hubungannya dengan Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan para sahabat pada waktu itu, Nasrani ini adalah orang yang punya kitab samawi dan muslimin punya kita samawi, majusi tidak punya kitab samawi dan penyembah berhala di Mekkah, kaum Quraisy juga tidak punya kitaB samawi

Lalu orang-orang rum yang kalah dengan orang-orang persia merupakan kebanggaan oleng orang Quraisy, Karna sama-sama tidak mempunyai kitab samawi, lalu orang-orang Quraisy berkata ini satu bukti bahwa orang-orang yang tidak punya kitab-kitab samawi lebih hebat daripada orang yang punya kitab samawi, dan itupun pertanda kata mereka kaum muslimin pun akan bisa kami kalahkan sebagai majusi bisa mengalahkan Nasrani

Tetapi kemudian sesudah beberapa tahun akhirnya bangsa Romawi dapat kembali mengalahkan bangsa Persia itu 

Sebagai surah surah Alquran yang lainnya, surat Ar rum ini juga banyak menceritakan kisah kisah para anbiya', dan juga memberikan petunjuk, arahan kepada kita bagaimana jalan yang benar, bagaimana jalan yang salah, di jelaskan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam surat Ar rum ini 

Di dalam surah ini Allah menceritakan tentang kebesaran-kebesaran Allah, tentang kehebatan-kehebatan Allah subhanahu wa ta'ala, di antara lain Allah menyampaikan di dalam Alquran, pada surah ini ayat 21

setengah daripada tanda ayat Allah, bahwa dia ciptakan bagi kamu dari bangsa kamu berpasang-pasangan agar kalian bisa tentram kepada pasangannya, dan Allah menjadikan di antara kalian itu ( ma waddatan warohmah) cinta dan kasih, sesungguhnya pada demikian itu merupakan ayat kebesaran Allah bagi kaum yang mau berpikir 

Di dalam ayat tadi ada 3 hal yang bisa kita ambil, :

1. Allah menjadikan manusia berpasangan ( min anpusikum ) dari bangsa kamu, dari manusia juga, jadi manusia pasangannya adalah manusia, menurut sebahagian pendapat fukoha manusia tidak boleh kawin dengan jin, sebabnya apa? Karna jin bukan bangsa kira 

Manusia tidak boleh kawin dengan haiwan, kenapa? Karna bukan bangsa kita, Allah menjadikan manusia itu adalah berpasangan dengan manusia, ini satu bukti nikmat kebesaran Allah subhanahu wa ta'ala 

2. Dan di jelaskan lagi pada ayat itu adalah tujuan dari manusia berpasangan agar saling menentramkan satu dengan lainnya, suami bisa menentramkan istri, istri bisa menentramkan suami, ( litaskunu ) di dalam tafsir azlalala in di sebutkan kalau sepasang suami istri itu sudah tidak bisa saling menentramkan lebih baik bercerai, kenapa? Karena sudah keluar daripada jalur alquran, Karna Alquran mengatakan bahwa istri menentramkan suami begitupun sebaliknya 

3. Allah jadikan satu pasangan dengan yang lainnya itu mawaddah, cinta, warohmah, kasih sayang, nah cinta dan kasih sayang ini biasanya timbul akibat saling memberikan ketentraman, tapi kalau istri sudah tidak bisa memberikan ketentraman, suami tidak bisa memberikan kenyamanan maka tidak akan timbul mawaddah warohmah itu 

Nah perlu juga kita belajar bersama bagaimana caranya agar sebuah keluarga, pasangan suami istri ini bisa saling menentramkan, bisa menjadi satu keluarga yang sakinah, tidak ada cara lain yakni kita musti kembali kepada aturan-aturan Allah subhanahu wa ta'ala 

Rumah tangga yang tentram, rumah tangga yang bahagia, dunia dan akhirat tidak ada jalan lain selain daripada menuruti aturan-aturan yang di tetapkan Allah 
Nah bagaimana caranya kita menuruti aturan-aturan itu, maka terlebih dahulu kita musti kenal apa yang di lakukan oleh suami dan apa yang musti di lakukan oleh istri, 

Dan seorang laki-laki musti wajib mengetahui apa tugaskan, apa kewajibannya, terhadap istri, dan seorang istri juga musti mengetahui apa tugas dan kewajibannya kepada suami, bila suami istri melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik pasti akan timbul mawaddah warohmah, tapi kalau sudah ini tidak melakukan tugaskan akan sulit mencari ketenangan dan ketentraman itu 

Oleh ulama ahli fiqih menyatakan di dalam kitab-kitabnya tentang apa-apa yang musti di lakukan oleh suami, apa-apa yang wajib di lakukan, apa-apa yang wajib di kerjakan, yang wajib di berikan oleh suami kepada istrinya dan apa-apa yang wajib di berikan oleh istri kepada suaminya, karena demikian itu sudah di atur di dalam agama kita 

Setidaknya di dalam beberapa kitab fiqih di sebutkan ada 7 yang menjadi kewajiban suami, arti wajib itu semua pasti sudah tahu, bila di kerjakan berpahala, bila di tinggalkan berdosa, nah yang 7 ini musti di kerjakan, kalau belum sanggup melakukan hal yang demikian jangan dulu berani hendak punya istri

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
( Manis ta to'an mingkumul ba'ah falyata zawwazz, fainnahu arhotdu lil bashor wa'ahsan lil Farzi, wamanla falyasum fainna shouwmulahu wiza Muttafaq alayhi )

Ujar nabi, barangsiapa yang kuasa daripada kamu wahai laki-laki akan ba'ah, melaksanakan tugas-tugasnya sebagai suami hendaklah kawin, Karna demikian itu lebih menahan bagi mata, memelihara bagi kemaluan 

(Wamanla ) Siapa yang tidak mampu, tidak mempunyai kekuatan, kemampuan untuk bertugas sebagai suami ( falyasum) puasa, Karna puasa itu obat bagi orang-orang yang belum sanggup menikah , Nah apa yang di maksud dengan ba'ah itu 

Ujar ulama ulama ahli fiqih menyebutkan, tugas seorang suami itu adalah 

A). Menyediakan tempat tinggal yang layak untuk istrinya, tempat tinggal yang pantas, yang cocok untuk istrinya, nah ini kewajiban suami ini wajib, ( walau mu'aran) sekalipun meminta atau menyewa, yang penting ada tempat tinggal yang layak untuk istrinya, nah ini musti di pikirkan sebelum hendak kawin
B). Memberi makan, minum, lauk, pauk yang sudah masak, dan dalam satu Minggu minimal 1 kali makan daging, ini kewajiban suami, baik suami ini yang masak sendiri untuk istrinys, atau dia punya pembantu yang memasakkan, atau dia beli siap, nah bila tidak melaksanakan itu berdosa di kitab mana aja pasti akan menjelaskan yang demikian, kalau istri kita tidak Rido maka kita dapat dosa 
C). Memberikan perkakas tidur, alat pembersih badan dan pakaian, nah ini kewajiban suami, 
D). Memberikan alat alat untuk makan dan minum 
E). Memberikan pakaian dalam setahun dua lembar artinya 2 lembar baju untuk keluar rumah, jilbab 2,  2 lembar untuk tidur, dus lembar untuk keperluan lainnya  dan sepasang sendal, nah kalau kita sebagai suami sudah melaksanakan demikian maka sudah gugur kewajiban kita 
F). Menyediakan pembantu sekurang-kurangnya 1 orang, dan menanggung biaya pembantu, bersih rumah, mengalahkan anak, dan lainnya, ini kewajiban suami, nah adapun sekiranya kita belum mampu melaksanakan kewajiban kewajiban kita ini, maka tiap hari kita selalu minta maaf minta ampun dan Rida kepada istri kita 

Kemudian lagi yang perlu di ketahui oleh perempuan yang ingin menjadi istri, atau akan menjadi istri 

1). Taat bagi perintah suami pada seumpama bersenang-senang, pakaian, maupun perhiasan, asal demikian itu tidak di larang oleh Allah subhanahu wa ta'ala 
2). Menghormati suami dengan penuh kehormatan, dengan merendahkan pandangan mata di hadapannya, lembut tutur katanya, diam sewaktu suami berbicara, memanggilnya dengan panggilan yang penuh 'ihtirod dan takzim, penggilan penuh hormat kepada suami, nah ini  kewajiban istri 
3). Menampakkan cinta dan kegembiraan di hadapannya, artinya manis muka jangan asik cemberut 
4). Malu dan tawaddhu' terhadap suami
5). Mendoakan, kalau suami pergi bekerja, menunggunya dan menyambut kedatangannya 
6). Berharum-harum dan berhias di hadapannya, bila suami pergi bekerja atau keluar rumah, selesai , hapus berhias dan harum-harum, 
7). Menawarkan dirinya ketika mahu tidur, nah memang seperti ini yang ada di dalam kitab, masalah di terima atau tidak tawaran itu terpulang lah kepada laki-laki, cuman yang menawari ini istri, nah ini 
8). Memuliakan dan menghormati keluarga suami 
9). Bersyukur kepada Allah, di berikan Allah suami ini  

Nah bila istri belum bisa melakukan hal hal yang demikian ini maka cepat cepatlah minta ampun kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan Minta Rida kepada suami
Nah inilah secara ringkas tugas tugas daripada seorang suami dan istri, bila keduanya bisa menjalankan tugas dengan penuh mengharap Rida Allah, pasti rumah tangga itu akan mendatangkan mawaddah taw warohmah, cinta dan kasih sayang 







Tidak ada komentar:

More Article about this Blog