( wa ayatuha) dan ayat-ayatnya berjumlah
( 'arba'un wa shalasun ) 34 ayat .
Menurut para ahli tafsir Luqman itu adalah ( bin ba'ura, bin Nahur, bin 'azar, 'azar adalah bapaknya nabi Ibrahim alayhissalam ( wakila ) dan di kata orang ( innahu 'asya alfasanah Hatta 'adroka Dawud 'alaihissalam ) Luqman ini hidup 1000tahun sampai beliau bertemu dengan nabi Dawud 'alaihissalam, ini menurut sebahagian pendapat para ulama tafsir,
( qola Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, Kana Luqman 'abdan habassiyyan natzaro ) Luqman itu adalah seorang budak, hamba sahaya, dari habasah, natzaro, bekerja sebagai tukang kayu
ada lagi pendapat yang mengatakan tentang Luqman
( Kana qoodiyyan libani 'isroil Fina bayna isa, wa nabiyyuna Muhammad shalallahu alaihi wasallam) adapula yang mengatakan bahwa Luqman itu adalah seorang Qodi bagi bani Israil, pada masa antara nabi Isa dan nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wasallam
Berbagai macam pendapat para ahli tafsir tentang Luqman ini, Luqman itu adalah seorang hakima, seseorang yang di beri Allah ilmu hikmah, ia bukan nabi, ada lagi yang mengatakan Luqman itu adalah wali min Auliya illah, adapula yang mengatakan Luqman itu nabi min Ambiya illahi ta'ala, berbagai macam pendapat tentang Luqman ini
Kenapa surah ini di namakan dengan surah Al luqman, karena di dalam surah ini ada menceritakan tentang Luqman tersebut, firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquranul Karim pada surah ini ayat 12 sampai dengan seterusnya, Allah mengatakan :
Sungguh telah kami datangkan kepada Luqman akan hikmah, hikmah itu artinya adalah ( ilmu, Wal Fahmu, wat takbiru, wa 'ishobatul qowul) hikmah itu kumpulan daripada ilmu, faham, bisa mentakbirkan, dan benar dalam mengatakan,
Allah subhanahu wa ta'ala mengatakan di dalam
Al-Qur'an, surah Al Baqarah ayat 269 :
Siapa yang di berikan Allah hikmah dia diberi sesuatu yang banyak, Karna dia punya ilmu, dia punya pemahaman, dia punya ta'bir dan dia benar dalam mengatakan, nah Luqman ini salah seorang yang di beri Allah Al hikmah,
Bahwa bersyukurlah kamu wahai Luqman kepada Allah
Siapa yang bersyukur kepada Allah maka pahalanya akan kembali kepada dirinya sendiri,
Dan siapa yang tidak bersyukur kepada Allah
Allah maha kaya lagi maha terpuji, kita syukur kepada Allah pahalanya kita sendiri akan menikmatinya, kita kafir kepada nikmat Allah, Allah tidak rugi, Allah tidak berkurang kemuliaannya, Allah tidak berkurang kedudukannya, Karna Allah maha kaya dan maha terpuji
Nah Luqman di sebut dengan Al hakim, orang yang penuh dengan hikmah, sehingga banyak sekali nasihat-nasihat yang keluar dari Luqman ini, di dalam tafsir Ibnu Katsir di sebutkan, Luqman ini pernah di suruh tuannya menyembelih kambing
( izbahlana hazihissat, fazabahaha) Di sembelih oleh Luqman kambing tadi, ( faqola arkh riz atyaba mudh krotayni Fiha) ujar tuannya wahai Luqman keluarkan dari kambing itu dua gumpal daging yang paling baik ( fa arhk Rozal lisan wal qolba ) lalu kemudian Luqman mengeluarkan hati dan ilat kambing, ini tuan yang paling baik ujarnya
( Shumma qola izbahlana hazihiis syatal urhk ro ) kemudian ujar tuannya wahai Luqman sembelihan lagi seekor kambing ( fazabahaha ) dia sembelih lagi kambing yang satunya ( faqola) berkata tuannya ( akrh riz akrh Basha mudh krotayni fiha ) keluarkan daging yang paling jahat dari kambing ini ( fa arhk Rozal lisan wal qolba ) Luqman mengeluarkan ilat dan hati juga
( Faqola lahu maulah mahuma, qola Luqman laisya min syai'in Atdhyaba min Huma iza thoba, wala arkh Basya minhuma iza khro buaya ) tidak ada sesuatu yang paling baik daripada ilat dan hati ini, bila keduanya baik maka semuanya akan menjadi baik, bila keduanya ini buruk maka semuanya akan buruk, itulah perbandingan manusia, merupakan hikmah yang di berikan Allah kepada Luqman, dia mengetahui dia faham bahwa di dalam tubuh kita ini ada dua yang paling baik kalau itu baik, dan itu bisa jadi paling buruk kalau keduanya buruk
Apa itu , yakni hati dan lisan, dari hati yang bagus akan mengeluarkan ucapan lisan yang bagus, dari hati yang jahat, maka di mulut akan mengeluarkan kata-kata yang jahat, dari hati yang penuh ilmu maka akan keluar di mulut ilmu ilmu, dari hati yang penuh dengan dunia, keluar di mulut tentang prihal dunia. Tidak jauh beda antara hati dan lisan, antara lisan dengan hati
Kemudian ayat berikutnya Allah mengatakan di dalam Alquran, surah Luqman pada ayat 13:
kata Luqman ( ya bunayya ) wahai anakku, dia memberikan nasihat kepada anaknya ( la tusrik Billa ) jangan kamu menyekutukan Allah, ( innassyirka la zulmun 'adzim ) Sesungguhnya syirik itu merupakan kedzoliman yang besar, menurut sebahagian pendapat ulama anaknya ini bernama Taran.
Macam-macam jenis syirik : artinya syirik itu adalah menyembah sesuatu selain daripada Allah, ataupun Allah di sembahnya, Matahari pun di sembahnya ini syirik juga, adapun lagi Allah di sembah, nabinya di sembah, syirik juga, termasuk syirik juga orang-orang yang mengiktikatkan di dalam hatinya bahwa ada sesuatu selain Allah yang memberi bekas, ada sesuatu selain Allah yang bisa mematikan, ada sesuatu selain Allah yang bisa memberikan manfaat, ada seseorang selain Allah yang bisa membuat dia bahagia
Nah iktikad dalam hati yang demikian termasuk syirik, dia berkeyakinan bahwa inilah yang membuat aku senang lalu lupa kepada Allah, nah ini termasuk syirik,
Dan syirik yang paling kecil, yang tersembunyi adalah, yaitu beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala tapi hatinya bukan menuju Allah, beribadah kepada Allah tujuannya hendak di puji makhluk, beribadah kepada Allah tapi hatinya supaya orang hormat kepada dirinya nah ini termasuk syirik
Nah Luqman memberikan nasihat kepada putranya jangan lah engkau melakukan syirik kepada Allah, lanjutan ini ayat 14 di dalam Alquran
Kami berikan pesan dan wasiat kepada seluruh manusia yang beriman kepada allah dengan kedua orangtuanya
Mengandung akan dia ibunya lemah di atas lemah, ibu mengandung kita tiap hari makin lemah, makin berat
dan berhentilah menyusu setelah dua tahun, Allah berpesan apa ?
Bersyukurlah kepadaku kata Allah, dan kepada kedua orangtuamu, Allah dan kedua orangtua itu tidak akan bisa di pisahkan, artinya kalau kita hanya bersyukur kepada Allah tapi dengan orangtua kita durhaka maka Allah tidak akan menerima syukur kita
kepadakulah engkau akan kembali
Imam sufiyyan bin 'uyainah mengatakan bahwa kalau kita sesudah tiap tiap sembahyang lima waktu, kita berdoa kepada Allah, mendoakan orangtua kita
( rabbigfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayana shoriroh) nah berarti kita sudah menjalankan perintah Allah ( anisskurli waliwalidayik)
Anak-anak yang tidak bersyukur kepada kedua orangtuanya maka di anggap sebagai anak yang durhaka kepada orangtuanya, anak yang durhaka kepada kedua orangtuanya jangankan hendak masuk surga, mencium bau syurgapun di larang oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Semakin tua zaman, semakin dekat dengan hari kiamat, semakin jauh dengan masanya Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, maka anak-anak ini akan semakin durkaha kepada kedua orangtuanya, sehingga pada akhir zaman nanti boleh di katakan tidak ada anak yang bakti kepada kedua orangtua, nah ini tanda-tanda akhir zaman
Sayyidina malaikat, yakni Jibril pernah bertanya kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, ujar Jibril wahai rasul ( ma tas sa 'ah ) kapan hari kiamat, ujar nabi aku tidak tahu, tetapi kata Rasulullah ( sa urkh biruka 'an isrotiha ) ku kabarkan kepada engkau alamat-alamat, tanda-tanda kiamat itu, salah satunya apa ( iza waladatil 'atamu robbaha ) bila seorang ibu sudah melahirkan rajanya, artinya apa ibu jadi budaknya, ibuk jadi pembantunya, ibu jadi pesuruhnya, tanda-tanda kiamat, tidak ada harganya lagi seorang ibu itu
(Wa'inzaaha daka 'ala 'an Tusrika bima laysalaka bi 'ilim
Falatuti'huma wa sohib huma Fitdun ya makrufa,
Wattabik shabila man anabi ilaiya, Shumma ilaiya marzi'ukum fa 'unabbi 'ukum Bima kuntum taqmalun )
Jika kedua orangtua, ibu bapa memaksa engkau meng ingini engkau agar menyekutukan Allah, bila kedua orangtua kita mengingink kita agar bermaksiat, berbuat dosa kepada Allah, ( fala tutikhuma ) jangan kamu taati keduanya ( fala tutikhuma ) jangan kamu tunduk kata Allah subhanahu wa ta'ala
Artinya apa ? Kita taat kepada kedua orangtua selama perintah keduanya tidak bertentangan dengan perintah Allah subhanahu wa ta'ala, kalau bertentangan, jangan kamu sesekali tunduk akan demikian itu,
Lain daripada itu ( wa sohib huma Fitdun ya makrufa,) maka temani keduanya dalam dunia ini dengan perkara kebaikan yang mendatangkan Rida Allah, menjaganya, merawatnya dengan penuh kasih sayang, kalau urusan mereka menyuruh kita berbuat dosa kepada Allah tidak boleh kita turuti, ini ayat menurut sebagian ulama tafsir turun pada waktu sa'ad bin Abi waqas radiallahu'anh
Sa'ad bin Abi waqas adalah salah seorang sahabat nabi 10, yang di jamin masuk syurga oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa ta'ala, beliau pada saat itu masuk Islam kemudian ibunya masih menyembah berhala, ibu nya keberatan anaknya masuk Islam, lalu ujar ibunya wahai sa'ad bin Abi waqas engkau ini anakku, musti kembali kepada agama engkau dahulu, jangan masuk Islam, ujar Sa'ad tidak bisa saya musti masuk Islam, dan saya tidak akan keluar lagi dari Islam
Ujar ibunya kalau engkau macam itu mulai hari ini aku tidak mau makan tidak mau minum kata ibundanya, sehari berlalu, dua hari, tiga hari tetap tidak makan dan minum, kecuali dengan syarat Sa'ad kembali kepada agamanya yang dulu , setelah itu ujar Sa'ad ( ya ummah ) wahai ibu ( Wallahi ) demi Allah ( lau Kanad laqi mi'atu nafhsin, FakrhoRozat nafhsan nafhsan ma taroqtu dini haza, lisyai'in fa'insyikti faquli wa'insi'ti La taqkuliq
Wahai ibu, jikalau engkau punya 100 nyawa, 1 nyawa demi 1 nyawa keluar setiap hari tetap aku tidak akan meninggalkan agamaku Islam, ibu hendak makan terserah, ibu hendak sakit urusan ibu, saya akan tetap Islam ujarnya ( fa'akalat ) akhirnya makan ibu nya,
Allah menyampaikan di dalam Alquran, surah Luqman ayat 15, Allah mengatakan bahwa
Nah bila orangtua kita menyuruh kita untuk berbuat maksiat kepada Allah maka tidak ada urusan taat kepada mereka
Di lanjutkan Allah lagi pada ayat 16 surah ini
Ujar Luqman wahai anakku, bahwasanya jika ada sesuatu seberat biji sawi berada di dalam batu yang besar atau di langit yang luas, atau di dalam bumi yang gelap,
Nanti di hari kiamat akan di hadirkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala tentang amal baik atau amal buruk kita, di manapun kita berbuat kebaikan walaupun di bawah tanah, di dalam kamar yang terkunci, di tempat yang luas, di tempat yang gelap dan sunyi, tidak ada seorangpun, ketika kita berbuat suatu kebaikan sekecil apapun nanti di hari kiamat akan di hadirkan oleh Allah
Nah ini amal engkau yang baik
Seperti itu juga ketika kita berbuat dosa, di rumah siapakah kita berbuat dosa, di tempat apakah baik itu di tempat yang ramai, maupun di tempat yang sunyi, di tengah hutan manakah sunyi tidak ada orang yang tahu, di hari kiamat pasti Allah hadirkan, ini dosa engkau
Sesungguhnya Allah punya kekuasaan yang sangat halus, ( khrhabir ) dan maha mengetahui, maha teliti
Nah, inilah juga salah satu nasihat Luqman kepada putranya agar anaknya ini berhati-hati dalam perbuatan dan tingkah laku, Karna sekecil apapun itu akan di hadirkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Allah melanjutkan lagi pada ayat 17 di dalam surah ini
Wahai anakku, dirikan shalat, ujar Luqman, arti dirikan shalat itu sembahyang lah kamu dengan benar-benar sembahyang, bersungguh-sungguh, sesuai dengan syarat, rukun, khusuk, dan adab-adab nya ketika shalat, Karna ini berbeda dengan shalli, sembahyang nya tidak ada adab kepada Allah, sembahyang juga namanya, sembahyangnya tidak tumakninah, sembahyang juga namanya, tapi kalau sudah perintah ( 'aqimissholah ) tengakkan shalat, dirikanlah shalat itu dengan sungguh-sungguh, benar-benar lah kita dalam melaksanakannya
Wahai anakku, perintahkan lah, serukan berbuat kebaikan, cegah kemungkaran
Dan kamu sabar atas apa-apa ujian yang menimpa engkau, Karna orang yang bertugas sebagai amar makruf nahi mungkar pasti menghadapi tantangan, pasti menghadapi celaan, pasti menghadapi ancaman, maka yang demikian itu kita musti sabar menghadapinya
Sungguh yang demikian itu termasuk urusan yang musti kita utamakan
Wahai anakku, jangan sekali-kali engkau memalingkan wajahmu bagi manusia, dan jangan kamu berani berjalan di muka bumi dalam keadaan sombong, sesungguhnya Allah tidak suka dengan orang-orang yang demikian
Sombong itu satu sifat, di bawa kemana aja pasti akan mendatangkan kerusakan, lawan katanya itu adalah tawaddhu', ini di bawa kemana saja akan mendatangkan kebaikan, macam ulama, orang berilmu, orang kaya, orang yang di anggap mulia, orang kuat, ada sifat sombong di dalam dirinya, maka akan merusak, begitupun sebaliknya kalau kita bersifat tawaddhu'
Wahai anakku kata Luqman,
Berjalan engkau jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat, artinya apa, Luqman menyuruh anaknya agar mengambil jalan tengah dalam setiap masalah yang di hadapi, jangan memihak kekiri, jangan memihak ke kanan, kalau kedua-duanya itu benar, maka ambil yang di tengah, biar lebih selamat dan adil
Dan tahan suara engkau, jangan teriak-teriak, kalau tidak perlu artinya,
Paling di ingkari suara adalah suara himar, himar suara yang paling di benci, kalau kita mendengar suara himar, kita di suruh mengucapkan a'uzu billah, berlindung dengan Allah subhanahu wa ta'ala, jadi manusia-manusia yang teriak-teriak, ribut, yang tidak ada manfaatnya di samakan dengan sawtul himar, suara himar tadi
Itulah sebahagian daripada wasiat luqmanul hakim yang dia sampaikan kepada anaknya Taran, sebagai bukti bahwa luqmanul hakim adalah orang yang di berikan Allah hikmah, ilmu, kefahaman, takbir, dan benar dalam mengatakan, mudah-mudahan kita semuaan ini bisa mengambil iktibar dan pejalaran tentang apa-apa yang sudah di sampaikan Allah di dalam surah ini, mudahan kita, keluarga kita, keturunan kita bisa menjadi orang-orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, dan di wafatkan dalam keadaan beriman kepada Allah , aamiin ya Allah aamiin
Alhamdulillah, insyaallah di lain kesempatan semoga Allah mengizinkan kita akan berjumpa kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar