Pages

Sabtu, 22 Juni 2024

Alquran / 32. surah as - sajadah / hlm 39

Bismillahi Wal hamdulillah, pada kesempatan kali ini kita bisa melanjutkan kembali pembahasan kita berkenaan tentang surah-surah yang ada di dalam Alquran .

( Asshani wasshalasun min shuwaril Qur'an, suratus sajdah) yang ke 32 daripada surah-surah Alquran yaitu surat yang di namakan dengan as sajdah, ini surah 
( makkiyyatun) Di turunkan Allah kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah ( wa ayatuha  shalasun ) dan ayat-ayatnya berjumlah 30 ayat .

Di namakan surat yang ke 32 ini dengan surat as sajdah, Karna di dalam surat ini pada ayat 15 di situ kita di perintahkan untuk sujud kepada Allah subhanahu wa ta'ala bila mana kita membacanya atau mendengarkannya

Oleh karena itulah surat ini di sebut dengan surat as sajdah, bisa juga di sebut orang dengan surat Alif lam mim tanjil, dan surat-surat as sajdah ini adalah di antara surat-surat yang agung, surat yang sangat banyak manfaatnya, surat yang sangat banyak faedahnya, apabila kita mampu mengamalkannya

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
Alif lam mim tanjil, tazihu laha zannahani yaumal kiyamah tuzillu shohibaha wataqulu la shabila 'alaihi, la shabila 'alaih ) ujar Rasulullah surah as sajdah ini nantinya pada hari kiamat dia datang dengan 2 sayapnya di Padang Mahsyar, di tempat yang sangat panas, dia menaungi, melindungi orang yang membacanya dan surat as sajdah ini berkata ( la shabila 'alaihi, la shabila 'alaih ) tidak ada jalan untuk mengganggu ini orang, tidak ada jalan untuk menyisa ini orang, tidak ada jalan untuk menyakiti ini orang, nah inilah salah satu keutamaan surat as sajdah ini 

Dan lagi di sebutkan dari Khalid min ma'dan, beliau berkata, (  ikro'ul munziy yah, wahiya Alif lam mim Tanzil, fa'innahu balaghoni Anna rozulan Kana yakro'uha , ma yakro'u syai'an ghoiraha, Wakana kasirol krhotoya  fanasyarod zana'aha 'alaih , wakolad Robbir firhlahu fa'innahu kana yuksiru ming qiro'ati, fashaffa'aha Rabbu fihi, wakolad 'uktubu lahu bikulLi krhoti'atin Hasanah, warfa'u lahu darojah, akrhozahud darimi ) 

Bacalah oleh kamu, bacalah oleh kamu ini surat yang menyelamatkan, yaitu surat as sajdah, telah sampai kabar kepadaku bahwa seorang laki-laki, dia di dalam dunia membaca surat sajdah ini, mengamalkan surat sajdah ini sampai dia mati, 

( ma yakro'u syai'an ghoiraha ) dia tidak mengamalkan surat yang lainnya, ( Wakana kasirol krhotoya ) dan ini orang banyak mempunyai dosa, nah pada hari kiamat nanti di Padang Mahsyar, ini surat as sajdah membuka sayapnya dan surah sajda berkata kepada Allah subhanahu wa ta'ala ( Robbir firhlahu ) ya Allah ampuni dia, karena dia sering membaca aku, akhirnya Allah memberi syafaat padanya dan Allah berfirman, tulislah bagi dia dengan tiap-tiap dosa itu kebaikan dan tinggikan bagi dia derajatnya, nah ini orang-orang yang hanya mengamalkan surat as sajdah apatahlagi kita ini bisa mengamalkan surat-surat yang lainnya 

Dan lagi sabda Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ( mangkoro'a tabarokalladzi biyadihil mulku  wa Alif lam mim tanjil as sajdah, bakdal magrib Wal isya il akhiroh, faqa 'annamal koma Lailatal qodar ) siapa-siapa yang membaca tabarok, surah Al Mulk dan surah as sajdah ini sesudah magrib waktunya sebelum isya, di baca setiap malam, di amalkan, maka ia seolah olah beribadah pada malam qadar, nilai pahala yang di berikan Allah kepadanya sama dengan ia beribadah pada Lailatul Qadar 

Surat as sajdah sebagaimana dengan surat-surat yang lainnya banyak mengisahkan keadaan keadaan akhirat dan banyak memberikan petunjuk kepada ummat, antara lain kita ambil satu ayat dari surah as sajdah yang berbunyi, pada ayat 11 di dalam surah ini 

Firman Allah subhanahu wa ta'ala, katakan wahai rasul, selagi mewafatkan akan kamu oleh malaikat maut, yang di wakilkan dia dengan kamu, kemudian kepada tuhanmu kamu di kembalikan, satu ayat ini memberikan beberapa isyarat, petunjuk kepada kita, 

1. Kira disuruh untuk mengenali malaikat maut, Karna demikian itu akan bertamu kepada kita, pasti akan kita jumpai, supaya kita ini jangan terkejut, di suruh Allah kita mengenali malaikat maut
2. Ayat ini menunjukkan bahwa kita semua akan di kembalikan kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

malakul maut, malaikat Izrail, maknahu artinya Abdullah, 
( Lahu rusulun khasiroh ) Bagi malaikat maut yang bernama Izrail ini banyak mempunyai urusan-utusan yang selalu di kirim kepada manusia, makin banyak utusan-utusan itu datang kepada kita artinya makin dekat yang mengutus datang kepada kita 
( kama waroda fil krabar ) di dalam hadist di sebutkan 
( Assyaibu, Wal amrodhu, wataghoiyyorus sam'i Wal bashor, Wal azzezu min Rusuli malakil maut )

Bermula uban, penyakit-penyakit, berubahnya pendengaran, penglihatan, lemahnya anggota tubuh itu merupakan sebahagian daripada utusan malaikat maut, rambut kita dahulunya bagus sekarang sudah berubah warna putih, dulunya sihat datang utusan malaikat maut mulai datang macam macam penyakit, dan demikian juga anggota tubuh, itu semua kata Rasulullah min Rusuli malakil maut, utusan utusan malaikat maut 

Dan ini merupakan bahagian daripada kasih sayangnya Allah subhanahu wa ta'ala bahwa kita terlebih dahulu sudah di kabari oleh Allah, jauh jauh hari sudah di sampaikan kabar, di sebutkan ada seorang nabi Ambiya illahi ta'ala, di datangi oleh malaikat maut, bahwa kalau engkau datang kepadaku, tolong berikan kabar sebelumnya, supaya aku bisa bersiap-siap kata itu nabi tadi, kata malaikat maut baik, beberapa puluh tahun berikutnya datang lagi malaikat maut, apa kabar ujar ini nabi, kenapa engkau datang wahai malaikat maut, ujar malaikat maut, aku hendak mencabut nyawa engkau 

Ujar nabi tadi bukankah engkau kata akan mengabari aku, kenapa engkau berkejutan datang, nah itu kabarnya ujar malaikat maut, dulu aku datang rambut mu hitam, sekarang sudah berpuluh tahun, sudah separuh yang putihnya, itu kabarku, itu utusanku , mangkanya kita di larang mencabut uban, di larang kita mewarnai uban dengan warna hitam, kenapa semacam tidak sudi, dan menyebabkan kita lupa 

Dan namun kadang-kadang ada orang mati yang tidak ada sama sekali utusan malaikat pada dirinya, rambut masih bagus, mata masih bagus, pendengarannya masih baik, seluruh anggota tubuhnya masih sihat tiba-tiba mati mendadak, itu ada juga sebahagian manusia, 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda
( Mautul faz'ah ro'atul mukmin wa 'asafun alal fazir, rowahu Ahmad ) mati yang mendadak seperti itu suatu Rahmat, sesuatu kelapangan kalau dia orang yang beriman, kalau orang yang beriman kepada Allah setiap saat pun dia mati baik, kenapa? Karna setiap saat dia siap untuk menghadap Allah subhanahu wa ta'ala, tapi kalau orang yang fajir, orang yang fasik, orang yang banyak dosa kepada Allah mati terkejut maka celaka atasnya, ( 'asafun ) merupakan sautu penyesalan, suatu kerugian kalau orang itu tidak beriman kepada Allah 

Di sebutkan di dalam sebuah hadist mengatakan bahwa 
( Ma min yaumin tadh lu'u shamsuhu illa wa malakul mauti yunadi, Ya abna'al 'arba'in haza waktu arkh diz zat, 'azhanukum hadirah wa 'akdho'ukum qowiyah, Wa ya 'abna'al khromsin koddana waktu akrhdi Wal hasod ,
Wa ya 'abna'as shittin nasitumul 'ikob wa ghoFalatum
'anroddil jawab ) kata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang artinya bahwa setiap hari terbit matahari, malaikat maut ini selalu mengumumkan, selalu mengingatkan, ujar malaikat maut ( ya 'abna'al arba'in ) wahai orang-orang yang berumur 40 ( haza waktu akrhdiz zat ) ini waktunya kalian mengambil bekal

( 'azhanukum hadirah ) Hati kamu masih hadir, ingatan kamu masih kuat ( wa 'akdho'ukum qowiyah) anggota tubuh kamu masih kuat, umur 40 itu umur di mana kita disuruh untuk mempersiapkan segala-galanya untuk menghadapi akhirat, ujar malaikat maut mengingatkan kita semuaan ini, nah ini waktunya bagi kita untuk bersungguh-sungguh, kalau sudah umur 50, 60, sangat lemah kita ini, maka perbanyaklah beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala, 

Keuntungannya kalau waktu muda kita selalu beribadah kepada Allah andaikata kita tua kita lemah, kita sakit, tetap di cacat oleh Allah subhanahu wa ta'ala kebaikan, nah ini untungnya, waktu kita mudah kita rajin ibadah kepada Allah, sudah tua kita tidak bisa lagi serajin dulu, badan mulai lemah, tapi akan tetap di cacat oleh Allah sama seperti kita waktu mudah kebaikan dan pahalanya 
Kenapa ? Karna hanya lemahnya dia yang menghalang daripada ibadah, dan sudah di buktikan waktu muda dulu, waktu sehat dulu, waktu kuat dulu rajin ibadah kepada Allah, dan sekarang sudah tua, lemah, akan di berikan ganjarang yang sama oleh Allah walaupun tak serajin dulu waktu muda, nah ini kasih sayangnya Allah subhanahu wa ta'ala kepada kita semuaan ini

(Wa ya 'abna'al khromsin )wahai orang-orang yang berumur 50tahun kata malaikat maut, (koddana waktu akrhdi Wal hasod) sungguh cepat waktu itu berlalu, artinya apa kalau sudah umur demikian jangan lagi memikirkan perkara duniawi, dan semua waktu yang di berikan oleh Allah di isi dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan bekal akhirat 

( Wa ya 'abna'as shittin ) Wahai orang-orang yang berumur 60 tahun kata malaikat maut, ( nasitumul 'ikob ) apakah kamu lupa akan siksa Allah, apakah sudah kamu persiapkan bekal, dan apa yang engkau siapkan untuk menghadap Allah subhanahu wa ta'ala, demikianlah seruan malaikat maut kepada kita 

Imam Al Ghazali rahimahullah mengatakan 
( 'alal fajir shalasu dawahil maut ) Orang yang banyak dosa Al fajir, seandainya di timbang amal baik dan buruk kalah amal baiknya, dia itu kalau mati menemui tiga huru hara yang dahsyat 

A. ( Syitdatun nazak ) 
Sungguh Bersangatan sakit di cabut nyawa itu
( Wahuwa khodru shalasi mi'ati dhorbatin bi sya'ib ) 
Seperti 300 kali cincang dengan pedang, itu lah kematian sakitnya macam apa di cabut nyawa itu, kalau dia orang yang tidak beriman kepada Allah, orang yang durjana, orang yang penuh dengan dosa, maka bukan hanya sakitnya di cabut nyawa itu akan tetapi hatinyapun akan sakin, kalau orang yang beriman kepada Allah, palingpun luarang sahaja yang sakit, tapi hatinya nyaman, hatinya tenang, hatinya ridha kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan ( Al maut kafarotul mukmin ) kematian yang sakit itu adalah sebagian daripada dosa orang mukmin, imam Al Ghazali membandingkan seperti sakitnya itu kematian bagi orang-orang yang jahat, contoh andaikata kita di pukuli oleh perampok, mulai daripada kepala kita sampai kaki habis kita kena pukul, sakitkan itu, pasti sakit, di tambah lagi harta kita di ambil, istri kita, orangtua kita, anak kita, semuanya di bunuh, tidak ada lagi yang tersisa untuk diri kita ini, coba bayangkan sakit sungguh hati kita yang demikian itu, nah seperti itulah sakitnya kematian bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

Nah itulah bahagian kecil dari gambarannya untuk kita bisa tahu bagaimana rasanya kematian itu, lain halnya orang yang beriman kepada Allah, orang yang takwa kepada Allah, orang yang tawakal kepada Allah, tidak akan menemui sepedih itu, 

B. ( musyahadatu syuroti malakil maut ) Dia melihat bagaimana rupa malaikat maut yang akan mencabut nyawanya, (razulun Aswad ) laki-laki yang hitam 
( qo'imussya 'arr ) rambutnya cagar, panjang
 ( muntinuurrih ) Bau yang sangat busuk, 
( aswadussiyyaab ) pakaiannya hitam, ( yakrh ruzu min fihi wamana khrilillahi buunnar waddhukrhon ) keluar di mulut dan hidungnya api yang panas, nah itu yang datang akan mencabut nyawa ini, nah demikian itu kalau kita banyak dosa banyak maksiat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, malaikat mautnya macam itu yang datang kepada kita 

C. ( Musyahadatuhum mawadi'ahum minannar ) Sebelum ia mati akan di perlihatkan tempatnya terlebih dahulu di dalam neraka, nah tiga itulah kesusahan-kesusahan yang di hadapi bagi orang yang banyak membawa dosa dan maksiat kepada Allah subhanahu wa ta'a 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
( Laay yakhr ruza Ahadukum minatdun ya, Hatta yaklama 'ainama shirruhu wa Hatta yaramak 'ahadahu Minal Jannah 'awinnar ) Tidak keluar salah seorang dari kamu daripada dun ya, sehingga dia tahu tempatnya kemana dia akan kembali, artinya sebelum dia mati dia di perlihatkan Allah syurga atau neraka, makanya kalau kita lihat orang yang hendak mati itu rata-rata akan menangis, ada tangis gembira dan ada pula tangis dukacita, Karna saat itu dia di lihatkan Allah tempat yang bakal di singgahinya setelah dunia ini

Mengingat malaikat maut, mengenal malaikat maut, mengingati kematian merupakan suatu yang di suruh oleh agama kita, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda ( aksiru min dzikril maut fa'innahu yumahyisu zunub fa Yuzahhidu fitdun ya )

Banyak-banyaklah kamu mengingat kematian, Karna itu menghapuskan dosa dan membuat kamu renggang dengan dunia, contohnya esok kita ini hendak mati, nah siapa lagi yang berani main-main, pasti akan bersungguh-sungguh mempersiapkan bekalnya menuju kematian itu, sungguh mati akan akan bertamu kepada kita semuaan ini, dan orang yang mengingat kematian adalah orang yang terhapus dosanya

Seorang laki-laki datang kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, laki-laki itu berkata ya Rasulullah ( man 'akyasshunnashu wa akramunnas ) siapa laki-laki yang paling pintar, menurut pandangan Allah tentunya, manusia yang paling mulia siapa, 
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda 
( Aksaruhum dzikron Lil mauti, wa 'asyadduhum 'isti'datan lahu, ula ikahumul 'akyas
Zahabu bi syarofitdun ya wakaromatil akhiroh ) manusia yang paling pintar itu kata Rasulullah adalah orang yang paling banyak ingat mati, paling lengkap persediaannya untuk menghadapi kematian 

Kalau kita naik haji dua tiga bulan pasti sudah bersiap-siap bahkan 1 tahun sudah mempersiapkan, belajar macam mana manasik haji, bagaimana cara tawaf di baitullah, macam mana cara melontar jumroh, macam mana caranya wukuf di Arafah dan lain sebagainya, nah mangkin lengkap persediaan kita makin bagus, dan waktunya pun tidak lama, misal hanya 40 hari, nah bayangkan kita bersungguh-sungguh mempersiapkan bekal kita menuju akhirat yang demikian itu kalau kita benar-benar akan kelak di tempatkan Allah di syurga, harusnya kita sungguh-sungguh mempersiapkannya 
Itulah orang yang pintar ujar Rasulullah 

Apa persiapan kita menghadapi malaikat maut, apa persiapan kita menghadapi alam barzah, malaikat Munkar nangkir, apa persiapan kita menghadapi malaikat zabaniyyah, apa persiapan kita lulus di Titian Siratal Mustaqim, nah orang yang pintar orang yang mempersiapkan itu 

( wa 'asyadduhum 'isti'dadan lahu ) dan orang yang paling pintar adalah yang paling matang persiapannya 
( ula ikahumul 'akyas ) Mereka itu lah orang yang cerdik pandai ( Zahabu bi syarofitdun ya wakaromatil akhiroh)
Mereka itu akan pergi dengan kemuliaan dunia dan akhirat, jadi mengingat kematian merupakan sesuatu yang sifatnya ibadah,

 ( kafa bil mauti wa'izhoo) Ujar nabi cukup kematian itu sebagai guru dan nasihat bagi engkau, itu sebabnya Allah berikan pahala kalau kita ikut menshalatkan jenazah, kemudian menghantarkannya ke kubur, dapat pahala sebesar 2 gunung Uhud, artinya untuk kita jadikan nasihat dan pelajaran atas perintiwa yang terjadi itu 
Maka sadarlah kita jangan main main lagi dalam hidup ni

contohnya ada orang mati, maka ambillah hikmah dan pelajaran sesungguhnya engkau pun akan mati sama seperti yang demikian itu maka bersungguh-sungguh engkau mempersiapkan diri dan bekal untuk menghadapinya 

Mudahan harapan kita semuaan ini di berikan Allah hidayah dan petunjuk sehingga kita di wafat kan Allah dalam keadaan beriman dan bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan di mudahkan Allah untuk menghadapi sakaratul maut, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin 











Tidak ada komentar:

More Article about this Blog