( Asshalisu wassalashun min shuwaril Qur'an suratul Ahzab ) Sudah ke 33 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran adalah surah Al Ahzab, ) ini sudah madaniyyatun) di turunkan Allah kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sesudah beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah ( wa ayatuha ) dan ayat-ayat berjumlah, ( shalasun wa sab'un ) 73 ayat
Al Ahzab artinya adalah perhimpunan bangsa-bangsa, suku-suku, maksudnya adalah berhimpunnya, bersekutunya bangsa Quraisy, bangsa Nadhir, bangsa Murrah, dan bangsa-bangsa yang lain untuk menyerang kota Madinah Al Munawwarah, memerangi Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan kaum muslimin, berhimpun bangsa-bangsa kuffar, ada yahudi, ada Nasrani, mereka bersatu dan sepakat untuk menyerbu kaum muslimin dan Rasulullah
Dari perhimpunan tersebut kurang lebih 12 ribu tentara yang siap untuk mendatangi dan menyerang kota Madinah peristiwa tersebut terjadi pada bulan Syawal, tahun 5 Hijriyah, atau bulan februari tahun 627, kejadian tersebut di kenal dengan (khrozwatul krhandak) peperangan Al krhandak, para ahli sejarah mengatakan setelah Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mendengar kabar persekutuan bangsa-bangsa hendak menyerang kota Madinah maka beliau pun mengumpulkan pasukan-pasukan perang muhajid-mujahid fisabilillah
Berangkatlah pasukan-pasukan Muslimin sampailah ke perbatasan kota Madinah, disitulah para sahabat dan Rasulullah menunggu kedatangan 12 ribu pasukan Al Ahzab tadi, salah seorang sahabat Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam yang bernama Salman Al faris, mempunyai inisiatif membuat krhandak, membuat sungai kecil di sekeliling kota Madinah sehingga orang Madinah tidak bisa keluar Karna terhalang oleh sungai itu dan orang lain yang hendak masuk ke kota Madinah pun tidak bisa Karna ada sungai kecil itu, di buatlah Al krhandak itu
Begitu sampai di perbatasan kota Madinah, pasukan yang 12 ribu al Ahzab, orang-orang kafir ini, mereka melihat ada sungai kecil, ini berbahaya kata abu syufiyan, Karna abu syufiyan adalah panglima perang mereka, kalau salah langkah kita bisa mati ini ujarnya, akhirnya terjadi hanya perang jarak jauh, saling tembak menembak dengan anak panah, dalam peperangan itu terjadi 6 orang gugur sebagai syuhada dari kaum muslimin dan 3 orang daripada kafir Al Ahzab tadi, kalah kita,
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam di kabarkan kepada beliau bahwa orang kita sudah 6 yang gugur sebagai syuhada dan beliau khawatir kalau musuh yang 12 ribu ini masuk ke kota Madinah abis penduduk kaum muslimin dan muslimat, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala ( Allahumma munzilal kitab, syari'al hisab, ihzimil Ahzab, Allah hummah zihim, wansyur 'alaihim ) artinya ya Allah yang menurunkan kitab, yang cepat menghitung, kalahkan itu Ahzab, ya Allah kalahkan mereka dan tolonglah kami menghadapi mereka itu
Doa Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam di kabulkan Allah subhanahu wa ta'ala, Allah mengirim pasukan malaikat yang tidak kelihatan, dan Allah kirim angin yang sangat kencang yang sangat dingin menusuk tulang, akhirnya Al Ahzab yang berjumlah 12 ribu itu lari kucar kacir, dan kembali ke negerinya masing-masing,
Allah mengatakan di dalam Alquranul Karim, dalam surah Al Ahzab, Allah berfirman, ayat 9
Hai orang-orang yang beriman apakah engkau lupa akan nikmat yang sudah Allah berikan, kami kirimkan angin yang kencang, dan tentara-tentara yang kalian tidak melihatnya, sungguh Allah subhanahu wa ta'ala mengetahui dengan apa-apa yang kalian perbuat, sehingga dalam peristiwa ini Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam dan seluruh kaum muslimin selamat daripada di kuasai oleh orang-orang kafir pada waktu itu
Inilah surat Al Ahzab yang isinya sebahagian ada menceritakan tentang peperangan Al krhandak, yang mana seluruh orang kafir itu bersekutu di sebut Al Ahzab, menghadapi, dan menyerang kaum muslimin dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, nah itulah asal kisahnya kenapa surah ini diberikan nama yang demikian
Di dalam surat Al Ahzab ini sebagaimana surah surah yang lain banyak memberikan petunjuk, memberikan arahan kepada kita untuk menjalani hidup agar di Ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala antara lain firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam surah ini ayat 70 71
Hai orang-orang yang beriman takwalah kepada Allah, dan berkata lah dengan perkataan yang benar, niscaya Allah baguskan amal kamu, perbuatan dan tingkah laku kamu, dan Allah ampunkan dosa-dosa kamu, barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasulnya, maka sungguh beruntung dia dengan keberuntungan yang besar
Nah disini kita ambil firman Allah yang mengatakan
artinya kata Allah berkata-kata lah kamu dengan perkataan yang benar, yang baik, Allah akan membaguskan tingkah laku kamu, Allah akan membaguskan amal perbuatan kamu, nah ini hubungannya perkataan dengan tingkah laku, artinya kalau kita ingin hendak selalu beribadah kepada Allah, kalau kita ingin hendak mendapatkan rasa nikmatnya beribadah kepada Allah, kalau kita ingin selalu istiqamah dalam ibadah, maka salah satu caranya adalah dengan menjaga mulut kita, lisan kita daripada berkata-kata yang tidak benar
Orang-orang yang suka berkata-kata tidak benar, maka tidak akan bisa lurus ibadahnya, orang yang suka berkata-kata tidak benar, tidak akan merasa lezat, manis dalam ibadahnya, orang-orang yang suka berkata-kata tidak benar tidak akan istiqamah dalam ibadahnya, maka berkata-kata lah dengan benar, sungguh Allah akan baguskan tingkah laku dan perbuatan kamu
Kenapa kita malas beribadah kepada Allah ? Kenapa kita bosan membaca Alquran, berdzikir, bershalawat, mungkin dalam kehidupan kita, kita tidak bisa menjaga lisan kita, sehingga sering kali mulut ini berkata-kata yang tidak benar menurut Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga terasa berat hendak berkata-kata hal hal yang di Ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala, nah inilah penyakit yang musti kita perbaiki dengan sungguh
Nah perlu juga kita belajar bersama apa yang di maksud dengan perkataan yang syadid, yang benar itu, maka sebahagian ulama menafsirkan
( Al qoulu syadid, ma syarima minal bathil ) sesuatu yang selamat daripada perkara yang bathil, perkataan kita yang selamat dari kebathilan namanya Qowlan syadida
Nah perkataan yang bathil itu seperti apa? Antara lainnya adalah :
A. (Al kazib) , seperti berdusta, berbohong, satu kali kita berdusta,mungkin beberapa hari akibatnya kita malas untuk dzikrullah, 1 kali kita berbohong mungkin beberapa hari kita akan malas untuk membaca Alquran
Nah dusta ini bermacam-macam, ada dusta yang sangat berat, dan sampai ada dusta yang ringan, tapi sama aja tetap perbuatan yang tidak baik,
Ada dusta yang di sebut ( Al kazib 'a lallah ), berdusta atas nama Allah, nah ini yang paling berat, artinya apa mengada-adakan, ujarnya Allah berkata demikian padahal tidak, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Alquran surah an-nisa ayat 50
Tengok oleh mu bagaimana mereka beraninya mengada-ada atas Allah sebuah dusta, dan cukup lah itu perbuatan dosa yang jelas , berdusta atas Allah, dan perbuatan ini bisa menyebabkan kita kafir, contohnya menghalalkan yang di haramkan Allah subhanahu wa ta'ala, Allah mengharamkan zina, namun ujarnya Allah menghalalkan zina, nah ini berdusta mengatas namakan Allah, Allah mengharamkan riba, ujarnya boleh aja riba ini, sedikit boleh aja, nah ini dusta, tidak benar, dan mengakibatkan dirinya murtad, sungguh berbaha ini
Termasuk juga para pendakwah yang menyampaikan tentang hukum-hukum Allah, namun apa yang di sampaikan nya itu tidak benar
B. ( Al kazib 'ala Rasulillah ) Berdusta, berbohong mengatas namakan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, artinya nabi kita tidak pernah mengatakan demikian, ujarnya ada, nabi tidak pernah memperbuat itu ujarnya ada memperbuat, nabi tidak melarang melakukan itu ujarnya nabi melarang itu, mengada-ada atas Rasulullah
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa ta'ala bersabda
( Mang kazzaba 'alayya muta'ammidan falyatabaaw wa
Mak'adahumminannar, rowahu Bukhari Muslim ) kata Baginda Rasulullah siapa yang berdusta atasku dengan sengaja, hendaklah dia masuk neraka, dan ini banyak terjadi, orang sanggup berani berdusta mengatasnamakan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa ta'ala, dimana banyak beredar hadits-hadits maudhu', hadits-hadits palsu, ribuan hadist palsu, yang di karang oleh orang-orang terdahulu,
sampai ada kitabnya yang khusus untuk mengumpulkan hadist palsu ( Al maudhu' at namanya) itulah lancangnya manusia memalsukan hadist yang bukan dari Rasulullah di katakannya dari nabi, ini orang sangat berani, dan ini sudah muncul sejak zaman tabi'in sudah ada orang yang berani membuat hadist - hadist palsu, jadi perlu bagi kita untuk lebih berhati-hati terhadap sebuah hadist
Manakala Alquran Allah sudah menjamin, tidak akan bisa manusia itu memalsu Alquranul Karim, sebagaimana yang sudah di sampaikan Allah di dalam Alquran, pada surah Al Hijir ayat 9
3. ( Al kazib fil Yamin ) Berdusta pada sumpah, bersumpah pada sumpah palsu nah ini berat, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda, rowahul hakim ( Innad tudzar humul fudzar ) Kata Rasulullah pedagang-pedagang itu adalah orang-orang yang fasik, durjana, ( faqila ya rasulallah) apa sebabnya demikian itu ya rasulallah ( kad 'a ha lallahu ba'iq) bukankah Allah memperbolehkan jual beli, kenapa di katakan pedagang itu fasik ( na'am kata Rasulullah) benar Allah menghalalkan jual beli
( walakinnahum yahlifun fayak shamun, wayuhaddisun, fayakzibun ) tetapi mereka itu mahu bersumpah dan berdusta atas sumpahnya dan mereka mahu berbicara dan dusta dalam pembicaraannya, pedagang itu berani bersumpah, berdusta untuk menjual barangnya supaya laku, di beli orang, sampai berani berdusta nah ini berat
4. Al kizbu lil khrida' ) berdusta untuk menipu orang walaupun tidak memakai sumpah, tadi dusta juga namanya, contohnya orang tanya ini barangnya Asli tidak, ujarnya ini asli, berdusta, berani menipu supaya di beli orang barangnya, nah ini lah kehati-hatian untuk orang-orang yang berdagang jual beli, jangan sampai berani untuk berdusta, jangan sampai untuk melakukan barang itu kita berani bersumpah sumpah, kalau hendak menjual barang jual aja, kenapa hendak bersumpah-sumpah palsu, hindari lah yang demikian itu
Para pedagang-pedagang khususnya hendaklah mempunyai satu prinsip, dan di yakini benar-benar, walaupun untuk seluruh ummat akan tetapi ini lebih khusus untuk para pedagang dalam bab ini misalnya,
( Ma kusimalaka, fahuwa yasilu 'ilaika wamalafala)
Artinya, sesuatu yang di jatahkan Allah untuk engkau pasti sampai kepada engkau, sesuatu yang memang tidak jatah engkau, tidak akan sampai kepada engkau, walaupun di rayu, di pukul, bersumpah-sumpah kepada calon membeli kalau memang ini orang tidak di jatahkan Allah kepada kita, bagaimanapun kita berusaha tetapi dia tidak akan membeli
Tapi sesanti apapun kita, kalau memang ini orang datang sudah di jatahkan Allah kepada kita maka dia akan membeli, karena ini reseki yang sudah di jamin dan di sampaikan Allah subhanahu wa ta'ala kepada kita, jadi cukup aja kita sampaikan harganya sekian, ini barang kelebihan begini kekurangan ini, jadi jelas, sudah cukup
5. ( Al kazib fil wa'ad ) Berdusta dalam janji, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam orang yang demikian ini merupakan perkara yang mendekati kemunafikan, jadi berhati-hatilah, ini berat juga, berjanji sama orang tapi berdusta
6. ( Al kazib bi hulmah ) Berdusta dalam mimpi, artinya apa dia ini tidak bermimpi demikian di katakannya mimpi, nah ini dosanya besar Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa ta'ala bersabda dalam sebuah hadist
( Mangkazaba bi hulmatin muta'ammidan fal yatabawwa mak'adahumminannar) Siapa yang berani berdusta pada mimpi, sengaja berdusta, hendaklah dia masuk neraka ujar Rasulullah, nah apa untungnya kita berdusta dalam mimpi itu? Tidak ada manfaatnya sama sekali
7. ( Al kazib li'id hakinnas ) Berdusta untuk membuat orang tertawa, artinya membuat kisah-kisah palsu akhirnya orangpun tertawa mendengarkannya, nah ini dosanya besar, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda dalam sebuah hadist mengatakan
( Waylun lilladzi yuhaddisu fayakzibu liyudhikal bihil qoum Waylun lahu, waylun lahu, waylun lahu )
Neraka, neraka kata Rasulullah bagi orang yang berbicara lalu ia berdusta untuk membuat hadirin tertawa, cekala bagi dia, neraka bagi dia
( Al kazib fin nasab ) Berdusta dalam nasab dan keturunan, bukan anak di katakan anaknya, bukan keturunan habib di katakannya keturunan habib, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda
( Inna min 'akzomil firyah Ayyud arrazul Ghoirih abih, rowahul Bukhari ) termasuk paling besar meng ada-ada, bahwa di panggil seseorang itu kepada bapaknya, yang bukan keturunan, bukan keluarganya, berdusta
8. ( Al kazib lil haya ) Melakukan perbuatan dusta karena malu, orang suruh makan lah, ujarnya tidak usah, tidak usah, padahal perutnya sangat lapar ini, cuman karena malu jadi berdusta, pernah di zaman Rasulullah kaum perempuan bertamu kepada Rasulullah, waktu itu Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam mengeluarkan makanan di tawarkan kepada mereka, ujar mereka ( la nastahi ya rasulallah) kami tidak hendak wahai Rasulullah, lalu ujar nabi kita ( la tazmakna ju'an wakaziba ) jangan kalian himpunkan lapar dan dusta
9) adapun lagi perkataan yang bathil itu contohnya lagi seperti Gibah, ini sudah makanan hari-hari, dimana mana terjadi, bahkan di masjid pun ada, majlis taklim pun ada, Gibah ini adalah berkata yang benar, kalau tak benar namanya fitnah, cuman ini merugikan orang lain, menyakiti hati orang lain, membuat orang lain tidak senang, nah ini ghibah
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa ta'ala bersabda
( Iyyakum Wal gribah fa'innal grhibata assyaddu minazzinah ) kata Rasulullah aku waspadai kamu daripada ghibah karena Gibah tu lebih berat daripada perbuatan zina, dosanya lebih besar, taubatnya lebih sulit, dan perlu kita perhatikan bahwa mulut yang suka mengata Gibah, akan menyusahkan anggota tubuh badan untuk melakukan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan mempermalas tubuh untuk melakukan ibadah, ( wannamimah ) seperti namimah, perkataan bathil juga, dan adu domba
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam hadist qudsi daripada Allah subhanahu wa ta'ala
( Wa'izzati wa zalali, la yaskuni fiqi shamaniyatu Nafarin minannas ) Allah mengatakan wahai syurga, tidak bisa tinggal, berdiam pada kamu 8 golongan daripada manusia, ( la yaskunuki ) tidak bisa tinggal di tempat kamu wahai syurga ( mudminu khromrin ) orang yang suka minum arak, tidak akan di izinkan ( wala mu syirruun 'ala zina ) orang yang suka berzina, artinya walaupun dia seumur hidupnya pernah sekali melakukan perbuatan zina kemudian dia tidak mahu benar-benar bersungguh-sungguh hendak bertaubat kepada Allah, maka termasuk dalam golongan ini
( wala khottatun) tidak bisa tinggal juga pada engkau wahai syurga orang yang suka adu domba, ini artinya orang yang suka menyampaikan kata-kata kepada orang yang mana satu, dua, tiga, atau salah satunya tidak senang, yang membuatkan orang lain bertengkar
( Wala dayyussun ) Dayyus, laki-laki yang tidak punya rasa cemburu kepada istri dan anak nya, semisal keluar rumah tidak benar-benar menutup aurat dan lainnya
( Wala syurotiyyun ) Dan tidak masuk syurga artinya pejabat hukum yang tidak amanah, yang bertindak sewenang-wenannya, yang suka menindas rakyatnya,
( Wala mukhronnasun ) Tidak masuk surga, artinya laki-laki hendak menjadi perempuan, perempuan hendak menyerupai laki-laki , berpakaian, berhias, tingkah laku dan perbuatan
( Wala qoti'urohim ) Dan tidak pula masuk syurga orang yang memutus hubungan keluarga ( walal ladzi 'alayya Ahdullah, 'illam af'al kaza wa jaza, shumma lam yahfi bihi
Bahwa ini orang berjanji dengan nama Allah bahwa aku akan berbuat, bertugas dengan sebaik-baiknya kemudian ia berdusta mengatasnamakan Allah, nah ini bahaya
Demikian lah daripada sekian banyaknya contoh-contoh perbuatan dusta tadi itu bukanlah perkataan yang baik,
Dan banyak lagi contoh yang lainnya, sampai lah yang terakhir adalah perkataan-perkataan yang sama sekali tidak ada manfaatnya, perkataan yang tidak ada guna, perkataan yang bila di kata tidak mendatangkan pahala, bila diam tidak berdosa, nah ini tidak ada manfaat, jadi orang orang yang berkata-kata yang benar, yang dapat membaguskan amal ibadahnya itu, mereka tidak akan mahu berkata-kata yang sia-sia, bahkan kadang-kadang perkataan yang sia-sia bisa menjerumuskan kita dalam perbuatan dosa kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Contohnya perkataan yang sia-sia adalah
(Kasu'alika an ibadati akrhika ) Seperti engkau bertanya ibadah kawan engkau, kita bertanya ibadah orang, engkau sudah berapa kali haji, sudah berapa kali umrah, nah ini tidak perlu di tanya, maka jagalah perkataan ini
( Wa'an umurihi ) Kita bertanya umur kepada kawan kita
Ini perkataan sia-sia, ( jangan tanya orang datang daripada mana ), ( jangan bertanya kepada orang harta barang punya orang lain ) ( jangan bertanya orang tentang kemaksiatan kemaksiatan yang lalu )
Jadi Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan di dalam Alquranul, tentang ayat ini kepada kita
Berkatalah kamu dengan perkataan yang sadid, yang benar
Allah sendiri akan menjamin, membaguskan, memperbaiki amal ibadah kita
Dan Allah subhanahu wa ta'ala akan ampunan dosa-dosa kamu, kalau kita berkata yang bagus-bagus maka dosa kita akan di ampunkan Allah, jadi kita koreksi diri kita, kita lihat diri kita, apakah kita ini sudah menjaga mulut kita, menjaga lisan kita untuk tidak berkata-kata yang bathil, dan selalu kita gunakan untuk berkata-kata yang baik, insyaallah di lain kesempatan kita akan melanjutkan kembali pembelajaran kita berkenaan tentang Alquranul Karim, bismillah wal hamdulillah wa awwalu wa akhiru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar