.
( Attasyi' wasshalasun min shuwaril qur'an suratuzzumar
Yang ke 39 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran, yaitu surah yang bernama azzumar, ini surah( Makkiyyatun) Di turunkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam di Mekkah, ( Wa ayatuha ) dan ayat-ayatnya berjumlah( Khromsun wa sab'un ) 75 ayat
Azzumar artinya adalah kelompok-kelompok, kumpulan-kumpulan, di namai surah ini dengan azzumar karena di dalamnya ada menceritakan yang demikian itu, sebagaimana yang sudah di sampaikan Allah subhanahu wa ta'ala pada surah ini ayat 73 dan yang lainnya
Di halau orang yang takwa kepada Tuhan mereka menuju syurga berkelompok-kelompok mereka itu, orang-orang yang taqwa kepada Allah akan di suruh menuju syurga dengan berkelompok-kelompok, rombongan artinya
Para ahli tafsir mengatakan kenapa sebabnya disitu dengan di halau, di suruh, di persilahkan, orang-orang yang taqwa itu masuk ke surga, kenapa demikian itu orang yang taqwa di hantarkan ke dalam syurga, maka para ulama ahli tafsir mengatakan bahwa
( li'annal muttaqina iza qila lahum izhabu ila Jannah,
Fayakulun la nadkhruluha Hatta yadkhrula ma'ana 'ahibba'una Wa asdiqo'una ) kenapa orang-orang yang takwa itu sempat di halau masuk ke surga, sempat di hantar masuk ke dalam surga, karena menurut sebahagian ulama tafsir orang-orang yang takwa itu bilamana mereka di perintahkan masuk ke dalam syurga, hai orang yang taqwa masuklah kalian ke syurga, mereka orang yang takwa tadi berkata, kami tidak mahu masuk surga kecuali masuk bersama kami orang-orang kami cintai dan kawan-kawan kami di dalam dunia
Nah, jadi sibuk orang-orang yang takwa ini mencari orang yang di cintai, sibuk mencari kawan-kawannya sampai di suruh cepat masuk ke dalam syurga, nah jadi orang yang takwa itu mereka tidak akan masuk syurga sendiri, mereka akan mencari orang-orang yang mereka cintai di dalam dunia, mencari kawan-kawan mereka untuk masuk ke dalam syuga berkelompok-kelompok tadi
Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan di dalam Alquran Karim pada surah azzkhukruf ayat 67
Persahabatan, pertemanan di dalam dunia, nanti di akhirat akan menjadi permusuhan, saling lari dan menjauh antara satu dengan yang lainnya, kecuali persahabatan, pertemanan dengan orang-orang yang takwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, jadi kawan yang bisa di andalkan dunia dan akhirat adalah kawan dengan orang-orang yang takwa kepada Allah, karena orang yang taqwa itu tidak akan masuk syurga sendiri, mereka akan mencari kawan-kawan di dalam dunia, Nah inilah untungnya orang yang berkawan dengan orang-orang yang takwa kepada Allah,
Kutipan daripada para ulama yang di sebutkan di dalam kitab Al mas'raa'urrawi ( Man sobihal akrh yar, soro minal akrh yar, wa'ingkana minal Asror, Waman sihobal Asror, soro minal Asror wa'ingkana minal akrh yar) artinya barangsiapa bersahabat dengan orang yang baik, barangsiapa bershabat dengan orang yang taqwa, dia pasti akan menjadi orang yang baik, walaupun dahulunya dia ini orang yang jahat
Manakala barangsiapa yang suka berkawan dengan orang yang jahat, suka berkawan dengan orang-orang yang dzolim, dia pasti akan menjadi orang yang jahat juga walaupun dia ini orang yang baik
Sehingga bilamana mereka datang kepintu syurga, maka di bukakan pintu syurga itu dan berkata kepada mereka itu bagi penjaga syurga,
salam sejahtera atas kalian wahai penghuni syurga
Maka masuklah kalian ke dalam syurga Yang Kekal selama-lamanya
Dari Islam Al imam Ali karromallahu wajhah di sebutkan
( Kana 'ala babil Jannah syazaroh, yanba'u minshoqiha 'ainani Yasrobul mukminuna min 'ihdahuma fataz huru azwabuhum, Shumma yagrh tasiruma minal akrh ro Fatatifu 'absyaruhum ) sebelum penghuni syurga ini masuk ke dalam surga di depan pintu syurga itu ada sebuah pohon yang memancar dari batang Pontoh itu dua pancaran mata air, minum orang-orang yang beriman daripada satu pancaran mata air tadi, maka bersihlah perut mereka, Kemudian orang-orang yang beriman itu mandi di pancaran air yang lainnya maka baiklah kulit-kulit mereka, setelah itu maka malaikat-malaikat pun berkata
Salam sejahtera, selamat bagi kalian, masuklah kalian kepada surga yang mana kalian itu kekal di dalamnya
Sebagaimana dengan surat-surat yang lain, surah azzumar pun juga banyak memberikan pedoman serta petunjuk yang ingin di sampaikan Allah kepada kita semua, di antaranya firman Allah subhanahu wa ta'ala pada surah ini, ayat 47 dan 48
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, andaikata bahwa bagi orang-orang yang dzolim itu memiliki bumi, hartanya ini seluar bumi, dan seluruhnya yang ada dibumi, niscaya mereka tebus dengannya itu daripada kejahatan azab yang mereka terima pada hari kiamat nantinya,
jadi andaikata orang yang berbuat dzolim di dunia ini berisi harta seperti bumi ini luasnya, di tambah sekali lipat lagi, mereka tebus dengan demikian itu asal mereka jangan masuk neraka, andaikata bisa di bayar dengan yang demikian itu ( laftadawbih ) niscaya mereka akan menebusnya, begitu dahsyatnya azab yang mereka terima bagi orang-orang yang berbuat dzolim di dunia
Dan tampaklah bagi mereka dari Allah sesuatu yang dahulunya mereka tidak pernah membayangkan, macam dikiranya neraka itu main-main, di kiranya siksa Allah itu enteng, nah begitu melihat langsung sebenarnya, maka akhirnya tampaklah bagi mereka sesuatu yang di luar sangkaan mereka sewaktu di dalam dunia dahulu
Dan jelaslah kejahatan-kejahatan yang mereka kerjakan serta meliputi bagi mereka sesuatu yang dahulu mereka anggap remeh sesuatu itu
Para ahli tafsir menyimpulkan dan memberikan beberapa isyarat kepada kita, pertama jangan kita sekali-kali berani berbuat dzolim, berbuat aniaya kepada seluruh makhluk Allah subhanahu wa ta'ala, kepada sebabnya? Karena urusannya sulit, di hari kiamat nanti,
kalau pun kita ini sudah pernah berbuat aniaya kepada hamba Allah, maka kitapun segera di tuntut untuk minta maaf, minta halal, minta Rida kenapa orang yang pernah kita dzolimi itu, jangan sampai kedzoliman yang kita lakukan itu kita bawa sampai kita mati, Karna di akhirat nanti akan di bawa di hadapan Allah nah ini yang menjadi masalah,
Adapun contoh kedzoliman seperti menggibah, orang yang menggibah seseorang, dia adalah orang yang dzolim, karena dia sedang menganiaya pribadi orang, adapun lagi contohnya seperti memfitnah orang, nah ini orang berkah menyandang gelar dzolim, adapun lagi seperti mengolok-olok, menghina, menipu dan lain sebagainya itu juga termasuk melakukan kedzoliman
Masuk ke rumah orang tanpa izin, melihat barang orang tanpa izin, menguping pendengaran yang di rahasiakan orang, membuka rahasia orang, nah demikian itu juga perkara yang dzolim, apabila ada orang datang kepada kita kemudian dia hendak menyampaikan suatu masalah, maka masalah yang di sampaikannya tadi itu adalah rahasia, baik dia itu berpesan ataupun tidak, maka kewajiban bagi kita adalah menjaga rahasia itu jangan sampai di ketahui oleh orang lain
Tidak membayar upah kepada pekerja yang sudah selesai dan mengerjakan tugas pekerjaannya, nah ini juga dzolim, istri yang durhaka kepada suaminya, nah ini dzolimah, perempuan yang keluar rumah tanpa izin suaminya nah ini dzolimah, itulah contohnya yang membuatkan seseorang itu di cap Allah sebagai seorang yang dzolim, jadi musti kita hindari dan tinggalkan perkara-perkara yang demikian itu tadi,
dan yang paling pentingnya juga adalah apabila kita menganggap remeh, enteng, dengan perkara yang demikian ini kemudian kita tidak mahu bertaubat kepada Allah maka amal ibadah kita tidak akan di lihat oleh Allah, Karna Allah melarang orang-orang yang dzolim kepada makhluk Allah ini untuk menyebut nama Allah,
" barang siapa yang berbuat dzolim kemudian dia menyebut namaku, maka akan aku sebut namanya dengan laknatku "
Intinya :
A. Jangan pernah sekali ini melakukan perkara, aniaya, dzolim kepada seluruh makhluknya Allah subhanahu wa ta'ala
B. Bertaubat seger, bersungguh-sungguh dalam taubat kepada Allah karena ini menentukan amal ibadah kita di terima oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Tampaklah bagi mereka itu daripada Allah, sesuatu yang belum pernah mereka lihat, yang belum pernah mereka sangka dan bayangkan sebelumnya, nah ini ayat memberikan petunjuk kepada kita agar jangan terperdaya dengan kalimat ampunan Allah, contohnya macam Allah itu pemaaf, Allah kan mengampun, Allah kan menerima taubat, jadi tak masalah lah kalau aku ni hendak buat dosa dulu nanti aku taubat kan Allah maha pengampun macam itu,
nah ini kita jangan tertipu dengan demikian, Karna di khawatirkan kita ini tidak sempat bertaubat kemudian mati dalam keadaan hina dan melakukan dosa dan maksiat kepada Allah, kemudian di akhirat kita akan menebus dan menemui Allah, maka pada saat itu kita jumpai Allah bukan pemaaf, tapi Allah maha adil waktu itu, maka akan di mintai pertanggungjawaban atas seluruh perkara yang pernah kita kerjakan dulu di dunia dan memperhitungkan semuanya itu dengan teliti
Maka daripada itu jangan kita ni sekali-kali tertipu dengan demikian itu, karena syaitan itu akan selalu menggoda dan membujuk kita untuk melakukan perkara-perkara dosa dan maksiat dan dia membisiki kita dengan kata Allah itu kan maha pengampun engkau buat saja dosa nanti taubat, nah macam itu, musti kita hati-hati
Allah subhanahu wa ta'ala menyampaikan di dalam Alquranul Karim, surah Taha ayat 82
Allah subhanahu wa ta'ala itu mengampun bagi orang-orang yang bertaubat kepada Allah, bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, namun kalau orang yang melakukan dosa dan maksiat kemudian hendak mengharapkan ampunan Allah? Nah ini namanya sudah tertipu dan terperdaya oleh syaitan, apabila dia mati dalam keadaan yang demikian itu, maka akan dia jumpai Allah itu maha adil atas seluruh perkara yang pernah di perbuatannya dahulu selama di dunia
Jangan terperdaya dengan kasih sayangnya Allah, macam selama ini kita di sihatkan Allah, harta, rezeki kita di mudahkan Allah maka jangan terperdaya kita dengan semua perkara itu, jangan mengambil kesimpulan bahwa kami ini adalah orang-orang yang di sayang oleh Allah, jangan seperti itu, orang yang rezekinya luas, tubuhnya sihat, urusannya di permudah, karena itu bukan jaminan seseorang itu di sayang oleh Allah subhanahu wa ta'ala,
Bahkan itu bisa menjadi istizroj, atau Allah biarkan dengan keadaan yang seperti itu untuk menambah banyaknya dosa orang tersebut, jadi berhati-hatilah
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah, sesungguhnya janji Allah itu benar adanya
Janganlah kalian terperdaya oleh kehidupan dunia ini,
dan jangan pula memperdaya olehmu syaitan itu sehingga engkau lalai dan lupa kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Maka seseorang yang beriman dan bijaksana adalah orang yang bisa memadukan antara Allah itu maha pemaaf dan Allah itu maha gagah perkasa, Allah maha adil dan maha bijaksana
Kalau orang itu hanya belajar satu nama Allah, Allah itu maha pemaaf aja yang dia tahu, nah akhirnya dia akan terperdaya oleh syaitan sehingga dengan mudah dia akan terjerumus kepada perkara yang mendatangkan dosa dan maksiat kepada Allah, mudah-mudahan di lain kesempatan kita bisa melanjutkan kembali insyaallah, minta halal, minta doa dunia akhirat, Alhamdulillah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar