Pages

Senin, 15 Juli 2024

Al-Qur'an/ 40. surah Al Ghafir / hlm. 48


Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala dalam setiap nikmat yang sudah di berikan Allah kepada kita semuaan ini, mudahan dengan demikian itu kita bisa semangat dalam taat dan takwa kepada Allah, selawat dan salam tak pula tidak lupa kepada junjungan kita yakni Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, para sahabat, keluarga dan seluruh kaum muslimin ..

Bismillahirrahmanirrahim, pada kesempatan kali ini kita bisa menyalanjutkan kembali pembahasan kita berkenaan tentang surah-surah yang ada di dalam Alquranul Karim 

( Al 'arba'un min shuwaril qur'an suratu Ghafir) yang ke 40 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran adalah surah yang bernama Ghafir, ini surah
( Makkiyyatun) Di turunkan Allah kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam di Mekkah, 
(Wa ayatuha ) Dan ayat-ayatnya berjumlah (Krhomsun wa shamanun) 85 ayat 

Firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquran, ayat yang pertama di dalam surah ini adalah 


di turunkan Alquran dari Allah subhanahu wa ta'ala yang tidak ada tandingannya dan yang maha mengetahui, 

Dimana Allah subhanahu wa ta'ala lah yang mengampuni dosa, dan Allah yang menerima taubat, 

Yang Bersangatan hebat azabnya, yang punya keluasan dan kekayaan, tiada tuhan selain Allah subhanahu wa ta'ala dan hanya kepadanya lah kita semua akan kembali 

Ayat pertama di dalam surah ini adalah sebagaimana yang sudah di smapaikan Allah di dalam Alquran 

Nah sebahagian para ulama tafsir berpendapat Hamim itu artinya adalah ( hummal 'amru ) telah di tetapkan segala macam perkara, telah di putuskan segala macam perkara baik yang akan terjadi sekarang, sebelumnya maupun yang akan terjadi di masa yang akan datang, Maka semuanya tidak akan lepas daripada ketetapan Allah subhanahu wa ta'ala ( sab'u shuwarin fil qur'anil Karim, tubda'u bi hamim ) ada tujuh surah di dalam Alquran yang mulia, yang di mulai dengan Hamim ini 

40. Surah Al Ghafir
41. Surah alfusshilat
43. Surah azzkhukruf 
44. Surah addhukran 
45. Surah Al jasiyah
42. Surah as syura
46. Surah Al ahqaf

Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
( Al hawamim sab'un Wa 'abwabu zahannamma sab'un  tazi'u kullun Minha taqifu 'ala bab bihazihil 'abwab
Taqulu allahumma la tudkhril min Hazal bab, mangkana yukminu bi wayaqro'uni akhr rozahul Baihaqi ) Baginda Rasulullah bersabda bahwa Hamim itu ada tujuh di dalam Alquran, termasuk juga disitu ada surah addhukran, dan pintu-pintu neraka jahannam itu ada 7 

Datanglah tiap-tiap satu daripada Hamim tadi berhenti di atas pintu daripada pintu-pintu neraka itu, Hamim tadi pun berkata ( allahumma la tudkhril min Hazal bab )
ya Allah jangan engkau masukkan dari ini pintu orang yang beriman kepada Allah dan di dalam dunia selalu membacaku, jadi artinya surat-surat Alquran yang di mulia dengan Hamim itu bermanfaat dan berfaedah untuk menghalangi kita jangan sampai kita masuk ke dalam api neraka jahanam, karena tiap-tiap surah Hamim itu akan datang dan berjaga di setiap pintu-pintu neraka jahanam hendak menolong kita yang selalu membacanya

Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
( Man qoro'a Hamim 'ilaihil Masir Wa'ayatal qursi Hiinaa yusbihu, hufizobihi ma Hatta yumsi, Wa man qoro'ahu ma Hiina yumsi Hufizobihi ma Hatta yusbih ) Rasulullah bersabda siapa yang membaca Hamim sampai ayat yang ke 3 tadi, kemudian di tambahnya dengan membaca ayat kursi di waktu pagi maka dia akan terpelihara dari bala sampai petangnya, dan siapa yang membaca Hamim sampai ayat yang ke 3 tadi, di tambah membaca ayat kursi pada waktu petang, maka dia akan di pelihara daripada segala macam bala bencana sampai di waktu pagi, sabda Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam 

Nah ini adalah sebagian kecil Fadilat dan keutamaan yang di berikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala kepada sudah-sudah yang ada di dalam Alquran, dan hendaknya yang demikian itu kita ambil dan kita Istiqomah amalkan sampai kita mati dengan bertujuan hendak mencari Rida daripada Allah subhanahu wa ta'ala, mudahan Allah mudahkan, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin 

Allah subhanahu wa ta'ala itu mengampuni dosa, 'aybila Taubah, artinya tanpa adanya taubat, maksudnya Allah subhanahu wa ta'ala bisa memberikan ampunan kepada siapapun, kepada kira-kira ini walaupun kita tidak sempat bertaubat kepada Allah, contohnya ada dosa-dosa tertentu yang langsung di ampuni oleh Allah, walaupun kita sendiri tidak bertaubat dan minta ampun kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

Perlu juga kita belajar bersama,Ada berbagai macam sebab sehingga dosa-dosa kita ini di hapus oleh Allah subhanahu wa ta'ala, walaupun kita ini tidak meminta ampun kepada Allah, walaupun kita tidak taubat, maka pada ulama mengatakan yang di maksud dengan dosa-dosa itu adalah, dengan sifat dosa tersebut adalah dosa-dosa kecil 

Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda
( Man qola, subhanallah wa bihamdi, fil yaumi mi'ata marrah, hruttad khratoyahu, wa ingkanat misla jabatil bahar) siapa-siapa yang berkata ujar Rasulullah, subhanallah wa bihamdih, dalam sehari 100x, di gugurkan dosa-dosanya, sekalipun dosa-dosanya itu sebanyak buih yang ada di lautan di seluruh dunia ini 

Nah kita tidak minta ampun kepada Allah, kita tidak bertaubat, cuman kita sering mengamalkan dan membaca subhanallah wa bihamdih, maka berkat perkataan itu Allah ampuni dosa-dosa kecil yang ada pada diri kita

Adalagi Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kepada manusia ampunan, tanpa kita membacanya, Tanpa kita minta ampun dan bertaubat kepada Allah, tanpa kita bershalawat maka di ampuni Allah dosa kita, semata-mata karena kita berada di tempat-tempat atau di waktu-waktu yang mulia, contohnya macam sabda yang di sampaikan oleh Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam ( Yattali'ullah 'ila jami'i khrolqih, Lailatan nisfi min Sa'ban, fayakrh firu lijami'i khrolkihi Illa Lil musyrikin au musyahin, rowahu Ibnu hibban fi Sohihih ) 

Allah menilik kepada seluruh makhluknya pada malam nisfu sya'ban, Allah memantau, memperhatikan seluruh hamba-hambanya, maka Allah ampuni seluruh makhluknya itu, walaupun kita di malam itu sedang tidur, walaupun kita di dalam itu dengan bekerja, walaupun kita di malam itu sedang beramal, shalat, shalawat, membacara Alquran dan lain sebagainya, maka semuanya akan mendapatkan ampunan daripada Allah 

Kecuali bagi orang yang menyekutukan Allah dan orang yang saling bertantah-bantahan, nah ini yang tidak mendapat ampunan daripada Allah subhanahu wa ta'ala, maka inilah yang termasuk di dalam ayat tadi, Allah yang maha pengampun dosa, maka beruntunglah orang-orang yang sempat hidup dan menemui malam nisfu sya'ban itu, karena dosa-dosa kecil kita semuanya akan di ampunkan Allah subhanahu wa ta'ala.

Dan kemudian ada lagi, Allah subhanahu wa ta'ala memberikan ampunan kepada kita dengan sebab kita membaca sesuatu tapi di waktu-waktu tertentu, 
Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda
( Man qolaha yakni, allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad annabiyyil ummi wa'ala alihi wa sohbihi wa sallim, ba'dassholatil asar Yaumal jumu'ah shamanina marroh, hufirod lahu junubuh shamanina sanah) siapa yang mengata ujar nabi kita, Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad annabiyyil ummi wa'ala alihi wa sohbihi wa sallim sesudah sembahyang asar tapinya, hari Jumaat, maka akan di ampuni Allah dosa-dosanya selama 80 tahun 

Nah, padahal kita tidak minta ampun kepada Allah, kita tidak bertaubat kepada Allah, cuman karena kita ini bershalawat kepada Baginda Rasulullah maka Allah ampunkan dosa-dosa kita, demikianlah Allah yang maha pengampun bagi dosa-dosa hambanya, nah kemudian sambungan ayat 
Dan Allah menerima taubat, artinya apa, ada dosa-dosa manusia yang tidak bisa langsung di ampuni oleh Allah, melainkan caranya dengan sungguh-sungguh bertaubat kepada Allah, maka akan Allah terima taubatnya, nah ini termasuk dosa-dosa besar, dosa yang ada sangkut pautnya kepada makhluk Allah, itu tidak bisa terampuni kecuali dengan sungguh-sungguh dalam bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, Contohnya macam dosa berbuat dzolim kepada sesama mahluk Allah, nah ini tidak bisa di ampuni dengan kita banyak bershalawat, dengan kita banyak istighfar di malam malam yang istimewa, tidak, hanya terhapus dengan kita bersungguh-sungguh bertaubat kepada Allah 

Al imam Al Ghazali rahimahullah berkata ( Innad taubata izastajma'ad saro'i thoha Fahiya makbulatun la mahalata 
Ujar imam Ghazali bahwasanya taubat itu bilamana mencukupi atas segala macam syarat-syaratnya, ( La mahalata ) maka di terima taubatnya, nah kalau kita hendak bertaubat kepada Allah, kemudian kita cukupi semua persyaratan dengan sempurna taubat itu maka insyaallah taubat kita di terima oleh Allah subhanahu wa ta'ala, nah sebagaimana kita ketahui oleh syarat taubat itu adalah 

A. ( Annadham ) Menyesal atas segala macam perkara dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan baik itu kepada Allah maupun kepada sesama makhluk Allah, nah menyesal yang seperti apa? Sehingga masuk ke dalam syarat taubat yang sebenernya, maka imam Al Ghazali mencontohkan penyesalan yang bisa di masukkan kepada syarat taubat ini, contohnya, kita minum teh, atau susu, atau madu, selesai minum, orang yang bikin teh tadi berkata, tahukah engkau teh yang kau minum tadi ada ku telakkan racun disitu, nah engkau sekejap lagi bisa mati, nah seperti apa hati kita, sungguh hati kita itu akan menyesal, pikiran kita tidak karuan karena sudah meminum teh, susu, atau madu, yang ada racunnya, gelisah sungguh hati ini menyesal, dan kita akan bersungguh-sungguh berusaha hendak menghilangkan racunnya, kalau tidak kita ni bisa mati

Nah bilamana kita menyesal sudah melakukan dosa dan maksiat ketika dahulu sebagaimana kita menyesal seperti macam teminum ada racun itu maka demikian itulah penyesalan yang besar dalam bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, bila belum seperti itu penyesalan kita maka belum termasuk kita ini benar dalam bertaubat kepada Allah, maka hal ini penting jangan di anggap selepe, 

Nah sama hal juga macam dosa, bila kita tahu bahwa dosa itu membahayakan ruh kita, dosa itu akan membahayakan kita di akhirat nanti, maka seperti apa kita rasa khawatirnya, bagaimana rasa takutnya kita, maka segala macam cara akan kita lakukan demikian itu lah kita benar-benar bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, nah jadi kalau hendak bertaubat maka demikian lah, tapi kalau tidak, masih di ragukan taubatnya

B. ( Al 'iqla ) Berhenti daripada melakukan segala macam perkara dosa dan maksiat, 

C. ( Al'azmu ala anlayyakhud ) 
Bercita-cita tidak akan mengulangi segala macam kesalahan, dosa dan maksiat yang pernah di kerjakan dahulu, berhati-hati dalam setiap langkah dan perbuatan jangan sampai melakukan perkara yang buruk, nah itu semua syarat taubat yang berbungan kepada Allah, manakala kalau kepada sesama manusia maka kita

D. ( Ruddul huquq ila ahliha ) Mengembalikan Haq kepada pemiliknya, macam kalau ada barang kita pulangkan kepada orang yang punya, kalau ada sangkut pautnya maka kita minta maaf, minta halal dan Rida, nah kalau sudah macam ini semuaan persyaratan taubat kita lakukan, maka insyaallah taubat kita akan di terima Allah

Dan kemudian lanjutan daripada itu adalah adalah 

Sungguh Allah itu Bersangatan keras siksaannya, sebagaimana banyaknya nikmat Allah itu tidak bisa kita bagaimana, sebegitu jugalah dahsyatnya siksaan Allah pun tidak akan bisa kita bayangkan, Bersangatan keras siksaannya Allah, nah kepada siapa?
( Liman laa yugrhfarulahu) Bagi orang yang tidak di ampuni dosa-dosanya ( walayatub ) dan dia tidak mahu bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, 

Maka 3 point ini musti selalu kita ingat bahwa Allah itu 

1. ( Gofirizzambih ) Pengampun dosa, nah kalau kita ini sudah mengerti yang demikian maka akan muncul sifat di dalam hati kita bahwa kita sangat butuh ampunan daripada Allah , sangat berharap kepada Allah  agar di ampuni dosa-dosa kita 

2. ( waqobilittaubah ) penerima taubat, nah menyikapi bahwa Allah itu menerima taubat, maka hati kita antara dua, kadang-kadang mengharap kadang-kadang juga takut, mengharap apa kepada Allah? Mengharap semua amal ibadah yang kita kerjakan mendapatkan Rida daripada Allah dan semuanya di terima Allah, nah takut macam apa kepada Allah ? Takut kalau amal ibadah yang kita lakukan kurang adab kepada Allah, kurang sesuai, takut kita, nah seperti itu 

3. ( syadidil 'iqob ) Bersangatan keras siksaannya,  nah ini yang membuatkan kita takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala, nah jadi mengharap kepada Rahmat Allah, takut akan siksa Allah, itu merupakan dua sayap kita untuk berjalan, untuk terbang, menurut ke hadirat Allah subhanahu wa ta'ala,  tapi harap dan takut kepada Allah, maka kita tidak akan bisa menjumpai Allah subhanahu wa ta'ala

nah perlu juga kita belajar bersama kapan waktu bang terbaik untuk kita berharap kepada Allah, dan kapan waktu terbaik untuk kita takut kepada Allah, bila salah tempatnya maka akan membahayakan kepada diri kita, 
Nah di waktu kita hendak membaca Alquran, di waktu kita hendak sembahyang, di waktu kita hendak berdzikir, dan shalawat, dalam hati kita yang timbul pada saat itu adalah mengharapkan Rahmat daripada Allah, makin banyak kita bershalawat makin banyak pula berharap kita kepada Allah, makin banyak aku berdzikir makin banyak pula aku berharap kepada Allah, nah begitu kita hendak beribadah yang kita utamakan adalah Rahmat Allah, mengharap keridhaan Allah subhanahu wa ta'ala 

Kemudian terkadang kita melakukan salah, melakukan dosa, lalai dalam ibadah kepada Allah, dan kita berhadapan dengan perkara yang di larang oleh Allah maka pada saat hadirkan di dalam hati kita takut kepada Allah, bahwa Allah itu punya siksa yang sangat kuat, yang sangat dahsyat, macam kita ni di hadapkan dalam satu dosa, bila aku buat ini Allah pasti marah kepadaku, bila aku mati pada saat ini maka aku akan di mintai pertanggungjawaban nanti di akhirat, maka automatis kita akan takut dan mundur hendak mengerjakan dosa 

Nah jangan di balik, ketika kita hendak beribadah kepada Allah hendak shalat di masjid, takut riya' di lihat orang, macam kita hendak bersedekah, takut kepada Allah, takut nanti riya', akhirnya tak jadi mengerjakan ibadah, tak jadi mengerjakan sedekah nah ini salah, macam lagi kita di hadapan kepada perkara dosa dan maksiat, kemudian hati kita mengharap Rahmat Allah, mengharap ampunan Allah, buat aja maksiat Allah kan maha pengampun, Allah maha penerima taubat, akhirnya terjerumus berbuat dosa, nah ini yang jadi salah, salah menempatkan dirinya dan harap kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

Surah Al Ghafir ini sebagaimana surah-surah yang lainnya juga banyak memberikan petunjuk dan pelajaran kepada kita semua, di antaranya di dalam ayat 7 dan seterusnya Allah menyampaikan di dalam Alquran 

Allah menerangkan kepada kita, menjelaskan kepada kita, malaikat-Malaikat yang menanggung arash, nah Arash ini adalah makhluk Allah yang paling besar, arasyh ini di topang oleh malaikat-malaikat, berapa banyak Malaikat, sekarang 4, tapi kalau sudah terjadi hari kiamat akan di tambah Allah jumlahnya menjadi 8, malaikat pembawa Arash ini, dan malaikat di sekitarnya itu bernama malaikat Al karubin, pekerjaaannya apa? 

mengucap kalimat subhanallah wabihamdih

Dan mereka beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi pekerjaan malaikat itu 


Mereka pada malaikat selalu memintakan ampun kepada orang-orang yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala, malaikat berkata ya Allah engkau luas segala rahmat dan ilmu, maka ampunilah orang-orang yang beriman, sayangilah orang-orang yang bertaubat, selamatlah orang-orang yang mengikuti jalan engkau, dan jauhkan mereka daripada azab neraka jahanam, jadi malaikat pembawa arash ini tugasnya apa? Mendoakan kita, ia berdzikir kepada Allah, subhanallah wa bihamdih, dan ampuni ya Allah orang-orang yang beriman itu dan terima taubatnya, sampai hari kiamat itu aja doa mereka 

Salim bin isya berkata 

Maka berkata salah seorang ulama Salim bin 'isya
( Ma'akramal mukmin 'a lallah, na'iman 'alal firash wal
Malaikat yastaghfirunalah ) alangkah mulianya orang yang beriman kepada Allah, dia sedang tidur di atas tempat tidurnya dan Malaikat memintakan ampun atasnya, orang beriman tidur, orang beriman sedang makan, maka akan mendapatkan doa daripada malaikat agar Allah ampuni dosa-dosa kita, nah asalkan iman itu ada di dalam hati kita, maka kitapun akan mendapatkan ganjaran yang luarbiasa seperti demikian 

Nah jangan sampai iman itu hilang, Karna iman ni bisa hilang sebabnya apa? Kita kebanyakan melakukan dosa dan maksiat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, 

Yahya bin Mu'az berkata

( Inna malakan Wahidan lau sya'alallah, ay yaghfurol lil mukminin la grhofaralahum Wa kayfa wahammalatul arash ) andaikata satu orang malaikat saja berdoa kepada Allah agar di ampuni orang yang beriman, maka akan langsung di ampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala 

Dan lagi doanya malaikat tadi di samping ia memintakan ampunan kita kepada Allah, memintakan agar tobat kita di terima Allah, meminta kepada Allah agar kita terhindar daripada neraka jahanam, dan lagi doanya ya Allah masukkanlah orang-orang yang beriman itu kesyurga 'adan yang engkau janjikan itu,  ( Innaka antal 'ajizul hakim ) dan masukkan pulang orang-orang yang beriman dari Abah mereka, istri mereka, anak mereka, keluarga mereka, zurriyat mereka, semuanya kedalam syurgamu ya Allah, nah ini dia malaikat untuk kita 


Berkata Sa'id bin Jubair 
( Yadkhrulur razul 'ala Jannah ) Seorang laki-laki yang punya amal banyak kepada Allah masuk ke dalam syurga, syurga yang sangat tinggi, begitu sampai di dalam surga laki-laki itu berkata kepada Allah 
( Ya Rabbi, 'aina Abi, Wazaddi, wa ummi, Wa 'aina waladi, wawalada waladi, Wa'aina jawzati, wa zurriati ) ya Allah, mana babahku, mana mamakku, mana anakku, maka istriku, mana Abang adikku, mana cucuku, tak ada seorangpun yang aku kenal ini ya Allah, tidak ada keluargaku ( Fayuqol ) di kata ( innahum lam yakmaluka 'amalik ) Mereka beribadah tidak seperti engkau, engkau ini tinggi derajatnya, mereka tidak sampai kesini 

Ya Rabbi, Kuntu 'akmalu Li Walahu ) ya Allah aku ini beriman, beribadah, beramal kepada engkau untuk diriku dan untuk mereka keluarga ku itu ya Allah ( Fayuqol ) maka di katakan ( Ad khri luhum, ad khri luhum, ad khri luhum Al Jannah) hai Malaikat masukkan lah keluarga-keluarga nya itu beserta dirinya kedalam syurga yang tinggi tadi, 

Alhamdulillah, nah demikianlah, jadi sangat beruntung andaikata kita punya satu anak, atau punya keluarga yang tinggi derajatnya, automatis kita pun ikut di tarik bersama berkat syafaat orang-orang yang diberikan kelebihan oleh Allah subhanahu wa ta'ala mudah-mudahan kita semuaan ini menjadi orang-orang yang beriman kepada Allah, yang akan mendapatkan doa daripada malaikat pembawa Arash tadi, insyaallah di lain kesempatan insyaallah kita bisa berjumpa kembali 

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog