Pages

Senin, 15 Juli 2024

Al-Qur'an/ 41. surah Al fussilat / hlm. 49


Bismillahirrahmanirrahim pada kesempatan kali ini kita bisa melanjutkan kembali pembahasan kita berkenaan dengan surah-surah yang ada di dalam Alquran .

( Al Hadi Wal 'arba'un min shuwaril Qur'an suratu fussilat)
Yang ke 41 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran, yaitu surah yang bernama Al fussilat dan bisa juga surah ini di sebut sebagai surah ha mim assajdah, ini surah (Makkiyyatun) di turunkan Allah kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah ( Wa ayatuha ) dan ayat-ayat nya berjumlah ( 'arba'un wa khromsun ) 54 ayat 

Sebagaimana yang di sampaikan Allah di dalam Alquranul Karim, Allah mengatakan bahwa .




Nah sebahagian para ulama tafsir berpendapat Hamim itu artinya adalah ( hummal 'amru ) telah di tetapkan segala macam perkara, telah di putuskan segala macam perkara baik yang akan terjadi sekarang, sebelumnya maupun yang akan terjadi di masa yang akan datang, Maka semuanya tidak akan lepas daripada ketetapan Allah subhanahu wa ta'ala 

Kitab yang suci yakni Alquranul Karim, di turunkan daripada Allah subhanahu wa ta'ala tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang, disini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa Alquran itu di turunkan daripada rahmanirrahimnya Allah, Allah mengambil dua asma'nya diantara sekian banyaknya asma Allah, maka Allah mengatakan bahwa Alquran itu di turunkan daripada rahmanirrahimnya Allah 

Padahal ada nama Allah Al Jabbar, Al kohhar, almuntaqim, tapi Allah mengatakan bahwa 

alquran itu di turunkan daripada tuhan yang pengasih lagi maha penyayang, oleh para ulama tafsir di jelaskan bahwa Alquran itu adalah Rahmat bagi seluruh alam, Karna di turunkan daripada Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, jadi Alquran daripada awal sampai akhirnya, semuanya itu berisi Rahmat Allah kepada kita semua, seluruh aturan-aturan, hukum-hukum, undang-undang yang ada dalam Alquran itu semuanya Rahmat bagi kita

Tidak ada hukum di dalam Alquran yang keras bagi kita, yang tidak berprikemanusiaan, tidak ada, semua hukum di dalam Alquran mengundang Rahmat dan kasih sayang daripada Allah khususnya kepada manusia dan juga alam semesta, nah beberapa contoh tentang Rahmat Allah di dalam surah antara lain adalah, Allah mengatakan dalam surah almaidah ayat 6

Ujar Allah subhanahu wa ta'ala, andaikata kamu sakit atau kamu dalam perjalanan dan kamu berhadas, tidak dapat air, maka bertayamunlah kamu, 


nah ini satu Rahmat daripada Allah di dalam Alquran agar kita bisa shalat walaupun dalam keadaan tidak ada air, tidak di paksakan Allah kita untuk mencari air 

Nah adapun lagi contoh di dalam Alquran tentang berpuasa, Allah menyampaikan di dalam Alquran pada surah Al Baqarah ayat 184 

barangsiapa sakit, barangsiapa Musafir, maka boleh baginya tidak berpuasa, dan hendaknya dia mengganti puasanya itu di hari lain, nah ini hukum Alquran mengandung Rahmat, kasih sayang Allah kepada manusia 

Dan adapun lagi contohnya kisas, sebahagian kisas adalah orang yang membunuh dengan sengaja, merencanakan pembunuhan dan lainnya maka bunuh dia sebagai balasan, nah ini bukan Alquran itu tidak berprikemanusiaan, tapi justru hukum bunuh itu adalah sebagai Rahmat untuk menyelamatkan dirinya bagi orang yang membunuh itu sendiri, 


yang sudah di sampaikan Allah di dalam Alquran
Surah Al Baqarah ayat 178

Hai orang-orang yang beriman di wajibkan bagi kalian melaksanakan qishas berkenaan dengan orang yang demikian itu, 


Akan tetapi barangsiapa yang memberikan maaf kepada perkara yang demikian itu sungguh itu adalah perkara yang mulia dan di puji oleh Allah subhanahu wa ta'ala 


Dan hukum qisahs ini juga tidak sembarangan, ada beberapa syaratnya, contoh macam kita tidak sengaja membunuh, atau kita sedang mempertahankan diri kita, nah ini tidak di hukum bunuh, 

1. Sangaja membunuh 
2. Membunuh dengan alat atau senjata tajam yang mematikan, kalau seandainya kita menempeleng orang kemudian mati orangnya, nah kita tidak di kenai hukum qishas, 
3. Keluarga yang terbunuh misal anaknya, mereka tidak mahu memaafkan pelaku maka dia terkena qishas
4. Keluarga yang terbunuh di mahu di bayar qiyyat, di bayar ganti rugi, maka pembunuh pun terkena qishas, dan membunuhnya pun harus dengan pedang yang tajam, supaya yang di hukum itu tidak merasakan sakit 

Jadi hukum qishas itu sebenernya Rahmat Allah subhanahu wa ta'ala, bukan di katakan tidak perikemanusiaan 

Bahwa Alquran itu di turunkan daripada tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang, 

Kitab Alquran itu di jelaskan ayat-ayatnya, di rincikan ayat-ayatnya sebagai Qur'an yang berbahasa arab, 
(Liqoumiyyaklamun ) Bagi kaum yang berilmu, jadi artinya adalah Alquranul Karim adalah ayat Allah yang jelas bagi orang-orang yang mahu berpikir, yang berilmu

Pengambilan hukum daripada alquran

Bagi orang-orang yang cukup ilmunya maka Alquran adalah sumber pengambilan hukum, orang-orang yang cukup pengetahuannya Alquran adalah sumber kembali dalam segala macam masalah, bagi orang-orang seperti kita, yang tidak cukup ilmu, yang kurang faham, kurang ilmu pengetahuan, orang awam macam kita ini, jelas kita tidak akan bisa langsung mengambil hukum daripada alquran ini, 

Nah siapa yang bisa mengambil hukum-hukum daripada Alquran, tentunya orang-orang yang di anggap sebagai ahl ijtihad, orang-orang yang mampu untuk berijtihad, orang-orang yang sudah menguasai Alquran dari awal sampai akhir, yang menguasai hadits-hadits daripada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam nah mereka inilah yang mampu mengambil hukum di dasari daripada Alquran 

Orang yang paling mengerti tentang isi Alquran 

Ada perkara para ulama yang mengatakan bahwa 
('abhamunnaaas bikaalamillah Al Ambiya ) orang yang paling mengerti dengan Kalam Allah adalah para nabi, yang paling faham Alquran itu adalah terkhusus yakni nabi kita Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam 
Apa maknanya Alquran, tujuannya Alquran, adalah nabi kita, ( wa 'abhamuhum bikalamil ambiyah al'ulama ) orang yang paling mengerti dengan perkataan para Ambiya adalah ulama, orang yang paling mengerti dengan perkataan nabi kita adalah para sahabat karena sahabat hidup bersama-sama dengan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam 

Dan orang yang paling mengerti dengan perkataan para sahabat adalah para tabi'in, dan seterusnya sampailah kepada kita, jadi kita tidak akan bisa langsung memahami hadits-hadits Baginda Rasulullah, apalagi memahami Alquran, karena sangat jauh masa kita dengan masanya Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, 

Nah yang kita dengan saat ini hanya merupakan daripada perkataan-perkataan para ulama, orang yang mengatakan kalau dia ini tidak memakai perkataan ulama, langsung aja ke Qur'an dan hadist berarti ini orang tidak punya agama, yang menjelaskan Alquran kepada kita siapa, yang menyusun para hadits-hadits itu sehingga bisa kita fahami sekarang ini siapa? Tentu para ulama, jadi kalau orang yang tidak mengikuti ulama langsung aja hendak ke Qur'an dan hadist berarti ada masalah dengan ini orang, apalagi sampai berani memakai pendapat ku, menurut ku, apa ini ? Contohnya ( innama Akmalul binniyat ) ujar siapa hadist itu, Al imam Bukhari, 

Di dalam kitab faidhul Qadir Syarah jami' as shoghir 
Halaman 24 di sebutkan bahwa imam Bukhari hafal kurang lebih 600ratus ribu lebih hadist bersama sanad sanadnya, tapi dalam hal ilmu fiqih, beliau bermazhab kepada Mazhab Al imamul Syafi'i, ( wa tafaqqohal Bukhari bi Ashabis Syafi'i) beliau imam Bukhari belajar ilmu fiqih dengan murid-murid nya Al imamus Syafi'i 
Orang yang sekelas imam Bukhari sahaja bermazhab Syafi'i, terus kita macam orang awam ini tidak mahu dan lancang hendak mengatakan langsung saja ke Qur'an dan hadist? 

Dan Allah melanjutkan lagi di dalam Alquran 
alquran itu memberikan Khabar kembira sekaligus Alquran juga memberikan Khabar yang menakutkan, memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman kepada Allah, seperti firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquranul Karim pada surah azzkhruf
Ayat 69

Nah ini kabar gembira yang di sampaikan Allah kepada kita semua Orang-orang yang beriman dengan ayat kami 
Dan mereka itu muslimin 

Masuklah kalian ke dalam syurga bersama dengan pasangan-pasangan kalian 

Dalam keadaan hati yang gembira

Dan sekali Alquran ( naziro ) memberikan kabar menakutkan seperti yang di sampaikan Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquran Karim pada ayat 24 surah azzumar

Di akhirat nanti di sampaikan kepada orang-orang yang dzolim rasakan azab akibat perbuatan kamu sendiri di dalam dunia dahulu, nah ini ancaman Allah subhanahu wa ta'ala, jadi Alquran itu ( basiro wanaziro )

Maka berpaling kebanyakan orang-orang Quraisy itu daripada Alquran 

Mereka tidak mahu mendengarkan Alquran, ayat ini di bacakan oleh Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam kepada pemuka Quraisy yang bernama 'udbah bin robi'ah, ini orang kawannya abu Jahal dan yang lain", udbah datang kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam kemudian ini bertanya kepada Baginda Rasulullah, ujar udbah wahai Muhammad mana baiknya engkau di banding dengan Hasyim, mana baiknya engkau di banding dengan Abdul Muttalib, mana baiknya engkau di banding dengan bapak engkau Abdullah 

Mendengarkan pertanyaan itu nabi kitapun diam, kalau lebih baik mereka daripada engkau, kenapa engkau cela Tuhan mereka, kenapa engkau katakan sesat mereka itu, kalau engkau katakan lebih baik engkau daripada mereka, apa alasan engkau, ujar udbah bin rabi'ah kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, kemudian udbah berkata lagi kepada Baginda Rasulullah, wahai Muhammad, andaikata engkau hendak menjadi orang yang terkaya di Mekkah, kami siap menjadikan engkau orang yang terkaya, kalau engkau hendak menjadi pemimpin kami angkat engkau jadi kepada suku kami, kalau engkau hendak istri kami beri engkau 10 perempuan Quraisy 

Nabi kita pun diam mengdengarkan udbah tadi, setelah udbah diam, nabi pun berkata sudah habiskah engkau berbicara ? Sudah, maka Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam pun membacakan ayat-ayat Allah 

sampai seterusnya, ayat ini di bacakan Baginda Rasulullah kepada orang Quraisy, 

mereka lari dan tidak mahu mendengarkan ayat-ayat Allah subhanahu wa ta'ala, 

_____________________

Surat fussilat ini sebagaimana surat-surat yang ada di dalam Alquran, banyak menceritakan berbagai macam tentang keadaan-keadaan dunia dan akhirat, dan memberikan petunjuk kepada kita orang-orang yang beriman kepada Allah, di antaranya firman Allah subhanahu wa ta'ala mengatakan di dalam Alquran 

Allah berfirman 

Orang-orang yang mengatakan tuhan kami Allah, orang-orang yang taqwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, orang-orang yang selalu menjunjung perintah Allah dan menjauhi segala yang Allah larang, 

kemudian mereka itu Istiqomah, artinya mereka takwa, mereka beriman kepada Allah dalam keadaan apapun, dalam keadaan susah takwanya kepada Allah tidak berubah, dalam keadaan senang, taqwanya kepada Allah tidak berubah, dalam keadaan sakit taqwanya kepada Allah tidak berubah, dalam keadaan sihat takwanya kepada Allah tidak berubah, dalam keadaan ramai takut berbuat dosa kepada Allah, dalam keadaan sendiri di tempat yang sunyi taqwanya kepada Allah tidak berubah dalam keadaan apapun ketaqwaan kepada Allah tidak berubah, nah ini istiqo namanya 

Kadang-kadang manusia ini beribadah kepada Allah, rajin ibadah kepada Allah waktu miskin, setelah di berikan Allah kekayaan lupa, lalai kepada Allah, nah ini bukan Istiqomah, adapun lagi orang ketika kaya rajin ibadah kepada Allah, begitu di uji Allah kemiskinan, rusak imannya, adalagi orang takwa kepada Allah hanya di kampung halamannya, keluar dia merantau hilang taqwanya, nah ini tidak Istiqomah namanya,

Nah orang yang Istiqomah itu adalah orang yang takwanya tidak berubah dimanapun dia berada, kapanpun dan dalam keadaan apapun tetap bertaqwa kepada Allah, nah orang-orang yang istiqamah seperti ini 

Waktu dia hendak mati, turun atasnya malaikat, malaikat itu berkata, wahai Fulan janganlah kamu takut, 


janganlah kamu sedih, gembiralah kamu dengan syurga yang telah di janjikan allah kepada kalian, 


ujar malaikat kami ini kawan-kawan kamu di kehidupan dunia dan akhirat

dan bagi kamu pada akhirat itu sesuatu yang kamu menghendaki yakni syurga dan apa yang kamu angan-angan, artinya apa yang kamu minta apa yang kamu sukai akan di berikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala 

Sebagai bentuk penghormatan daripada Allah tuhan yang maha pengampun dan maha penyayang, 

Nah ini Istiqomah adalah sifat yang paling mulia di dalam diri seorang hamba, ini yang selalu kita minta kepada Allah subhanahu wa ta'ala ( allahumma inni as'alukal Istiqomah ) ya Allah aku minta kepada engkau Istiqomah) agar takwa ini kepada Allah tahan di uji, ketakwaan kepada Allah tidak berubah, berkawan siapapun, di tempat apapun, tidak berubah, 

Ada orang berkawan dengan orang baik jadi baik, berkawan dengan orang yang nakal, jadi nakal, nah ini tidak Istiqomah, orang yang istiqamah dengan siapapun dia berteman takwanya kepada Allah tidak berubah, nah orang yang macam ini kedudukannya sudah di anggap sebagai waliyullah, walinya Allah subhanahu wa ta'ala 

Dan karamat, karomah yang paling besar adalah Istiqomah, kalau ada orang berjalan di air tidak basah, kalau ada orang bisa terbang, ada orang bisa mengolah batu menjadi emas, semuanya itu belum hebat lagi, tapi kalau sudah bisa seseorang itu Istiqomah taqwa kepada Allah sampai dia mati nah ini orang hebat ( istiqamah khroirun min Alfi karamah ) Istiqomah itu lebih baik daripada 1000 karamat 

Macam tengah malam bangun hendak shalat, waktu sakit kah, sihatkah, cuaca dingin kah, panaskah, di rumah ataupun sedang musafir, tetap hatinya hendak mengerjakan shalat malam semata-mata karena Allah subhanahu wa ta'ala nah ini orang istiqamah dalam kiyamullail, nah yang paling penting kita meminta kepada Allah subhanahu wa ta'ala adalah berikan Allah menjadi orang yang taqwa dan istiqamah mengerjakan ibadah sampai kita mati 

Ketika kita sudah di berikan Allah istiqamah, berarti kita sudah di berikan Allah sesuatu yang paling mulia di dunia dan akhirat ini, Alhamdulillah insyaallah, mudahan Allah kabulkan, minta doa, halal dunia akhirat, 

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog