( As shalis Wal arba'un min shuwaril Qur'an suratu zukhruf ) yang ke 43 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran, yaitu surah yang bernama az zukhruf
Ini surah ( Makkiyyatun) di turunkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah
( Wa ayatuha) Dan ayat-ayatnya berjumlah
( This'un wa shamanun ) 89 ayat
Ma makna az zukhruf itu, menurut sahabat nabi Ibnu Abbas adalah az zahab, artinya emas, sedangkan menurut para ahli tafsir yang lainnya maknanya adalah segala macam perhiasan baik itu emas, permata dan sebagainya maka semuanya itu termasuk di dalam zukhruf itu, dinamakan surah ini dengan zukhruf karena di dalam surah ini ada menyebutkan yang demikian itu sebagaimana yang sudah di sampaikan Allah subhanahu wa ta'ala kepada kita pada ayat 35
Firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam surah ini pada ayat 33 sampai 35 mengatakan bahwa
Di antara para ulama tafsir menerangkan ayat ini bahwa jikalau manusia tidak terpengaruh, tidak tergiur dengan harta yang kami berikan kepada orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, orang-orang kafir, yang bisa membawa manusia itu kepada kekafiran pula niscaya kami jadikan bagi orang-orang yang kafir itu rumah yang atapnya terbuat dari perak,
tangganya terbuat dari perak, dan pintu serta permadani, dipan tempat-tempat mereka tidur, bersandar terbuat dari perak dan emas
Artinya Allah subhanahu wa ta'ala mahu memberikan kepada orang yang kafir itu harta yang melimpah ruah sehingga tidak ada seorangpun orang kafir itu di dalam dunia ini hidupnya miskin, seluruh orang kafir punya kekayaan yang demikian, nah Allah mahu memberikan itu kepada orang kafir, namun kepada Allah tidak memberikan itu kepada mereka, Karna manusia ini bisa tergoda dengan kekayaan yang di miliki oleh orang kafir sehingga mereka menganggap bawah orang kafir yang kaya raya itu di cintai dan di ridai oleh allah subhanahu wa ta'ala
Oleh karena itu lah Allah bisa mengayakan orang kafir sebagai mana orang Islam pun bisa di kayakan oleh Allah dan Allah pun bisa membuat sengsara kepada orang-orang kafir itu, di dalam hadist Al qudsi Allah berfirman ( laula ayyazzeza a'abdil mukmin la'asobtul kafira 'ishobatam min Hadid, fala yastaqi syai'a, wa'ashobtu 'alihiddun ya yasobbah ) artinya andaikata hambaku yang beriman kepadaku itu tidak sedih, niscaya aku ikatkan kepada orang kafir itu ikatan dari besi, maksudnya Allah memberikan kekuatan kepada orang kafir itu tubuh mereka seperti besi, dan mereka tidak akan menderita sakit sedikit juapun, dan aku limpahkan atas orang kafir itu dunia yang melimpah ruah
Allah tidak mahu membuat orang mukmin ini kecewa, Allah tidak mahu membuat kita ini sengsara, Allah tidak mahu membuat orang mukmin ini merasa kalah daripada orang kafir sehingga tidak semua orang kafir di berikan Allah kekuatan tubuhnya, tidak semua orang kafir di kayakan Allah, padahal Allah mampu yang demikian itu
Firman Allah subhanahu wa ta'ala pada ayat tadi memberikan petunjuk kepada kita, yang di jelaskan oleh para ulama tafsir
1. ( Hawanut dun ya 'indallah ) Murahnya dunia ini di sisi Allah subhanahu wa ta'ala, sungguh hinanya dunia ini, emas, Parak, permata, intan dan berlian yang ada di dunia ini sungguh murah, tidak ada harganya di banding dengan taqwa serta keimanan kita kepada Allah,
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda
( Laukana titdun ya, takdilu 'indallah janahaba 'udhotin
Masako kafiron Minha Sarbatama akrhozah turmudzi
Andaikata dunia dan isinya ini berharga di sisi Allah seberat sayap nyamuk, andaikan dunia ini ada nilainya maka tak lebih daripada seberat sayap nyamuk, dan pasti Allah tidak akan memberikan air kepada orang kafir seteguk juapun
Contohnya macam syurga, adalah sesuatu yang di besarkan Allah, syurga adalah tempat yang di agungkan oleh Allah, satu orangpun orang kafir tidak boleh masuk ke dalamnya, satu nikmatpun nanti orang kafir tidak boleh merasakannya, kenapa sebabnya, Karna syurga adalah sesuatu yang agung dan mulia di sisi Allah subhanahu wa ta'ala, lain halnya kemewahan dunia yang kita berada di atasnya ini, kesenangan, kemewahan, itu semua tidak ada artinya di sisi Allah, oleh karena tidak ada arti itulah Allah masih memberikan kenikmatan kepada orang kafir, kepada orang yang menentang Allah
Dan Allah berikan kenyamanan hidup kepada orang-orang yang suka berbuat dosa dan maksiat kepada Allah
Ayat tadi mengisyaratkan kepada kita bahwa dunia ini sungguh rendah dan tidak ada harganya di bandingksn dengan nikmat dan ganjaran yang akan di siapkan Allah kepada kita orang-orang yang beriman kepada Allah
Nah, coba kita bertanya kepada diri kita, kalau dunia ini begitu murah, begitu hina, tidak berharga, dan kepada kita sering meminta tapi terkadang tidak di berikan Allah? Kan dunia dan ininya ini tidak ada harganya disisi Allah, tapi kenapa kita sering kali minta kepada Allah, tapi tidak diberi? Minta di luaskan rezeki, tidak luas, minta di mudahkan, malah makin sulit, minta di mudahkan untuk bayar hutang, makin bertambah aja hutang kita, kenapa Allah tidak memberikan kepada kita?
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam langsung menjawab pertanyaan yang demikian itu
( Innallah ha layahmiya 'abdahul mukmin minad dun ya, wahuwa yubibbuhu Kamayahmi 'Ahadukum maridhu)
Sesungguhnya Allah mencegah, Allah menjauhkan hambanya yang beriman itu daripada dunia padahal Allah sangat cinta kepada hambanya itu, padahal Allah sangat cinta kepada kita, begitu kita minta dunia Allah jauhkan, sebagaimana menghalangi kamu akan orang yang sakit di antara kamu memakan makanan yang dia kehendaki demikian jugalah Allah, sama halnya juga Allah jauhkan dunia kepada kita karena demikian itu dapat membahayakan kita, dan khawatir akan membuatkan diri kita lupa dan lalai kepada Allah
Oleh karena itu jangan sekali-kali kita ini berkecil hati, jangan kita sekalipun kecewa untuk segala macam urusan doa kita prihal dunia ini tidak di kabulkan Allah, justru seharusnya kita gembira bahwa Allah masih sayang dan cinta kepada kita, nah pertama itu
2. ( Khasrotul mal laa ta Dullu mahabbatallah ) banyaknya harta yang ada pada seseorang, itu sama sekali bukan menunjukkan bahwa Allah cinta kepada orang yang banyaknya harta itu, kita ni macam ada lihat orang kaya, tu liat tu ada orang kaya, pasti dari ini di sayang Allah mangkanya kaya, nah ini logika yang salah
Yang menyesatkan, Karna banyaknya harta itu sedikitpun tidak ada sangkut-pautnya dengan kecintaan Allah dan keridhaan Allah kepada seseorang itu
Contohnya macam nabi kita Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam ( Ahabbu khrolqi 'ilallahi ta'ala
Orang yang sangat di sayangi dan di cintai oleh Allah, makhluk yang paling di cintai Allah, tapi justru kehidupan beliau dalam keadaan biasa aja, andaikata banyak harta itu merupakan dalil, bukti bahwa Allah cinta, maka paling kayanya manusia adalah Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, paling makmur hidupnya Rasulullah, jadi harta yang di berikan Allah kepada seseorang jangan pernah sama sekali kita jadikan patokan kalau Allah cinta kepada kita,
Dan Para ulama yang punya banyak harta, jangan sekali-kali berani menganggap bahwa dia lebih mulia daripada ulama yang fakir miskin di sisi Allah subhanahu wa ta'ala, para petani, pedagang, buruh, yang lebih banyak hartanya jangan sekalipun berani merasa lebih di sayang Allah daripada yang lainnya yang miskin, jangan, karena kecintaan dan keridhaan Allah subhanahu wa ta'ala tidak terletak kepada kekayaan materi dunia karena demikian itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Allah, adalagi orang yang merasa banyak amal,
orang yang merasa rajin ibadah, kemudian di kayakan Allah, dia merasa bahwa aku ini orang yang di cintai Allah makanya kaya, kalau macam itu paling beramal ibadahnya manusia adalah Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, tiada tandingannya, tapi kenapa rasul tidak demikian? Hidup dengan biasa dan sederhana aja orang, nah berarti demikian itu tidak ada hubungannya dengan kecintaan dan keridhaan Allah subhanahu wa ta'ala
( Wakazalika sihhahtu la tadullu mahabbatallah) Demikian pula kesihatan, kekuatan, bukan sama sekali menunjukkan kecintaan Allah subhanahu wa ta'ala, tu liat orangnya sihat aja, tak pernah sakit, itu orang di cintai Allah, tidak urusan sihat dengan kecintaan Allah,
Seorang laki-laki pernah datang kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, ujarnya ya rasulallah ( Saya ini orangnya sering sakit, hartapun tak ada, bagaimana caranya ini ya rasulallah) Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam menjawab
( La krhoira bi 'abdin, la yazhabu maluhu Walayaskomu
Jismuh) kata Rasulullah tidak ada kebaikan kepada seorang hamba yang hartanya tidak pernah berkurang dan badannya tidak pernah sakit, jadi kehilangan itu adalah suatu kebaikan bagi kita, macam kita ini pergi ke masjid hilang sandal kita Alhamdulillah, berarti ada kebaikan yang akan di ganti Allah kepada kita, tidak mungkin ada orang tu sepanjang umurnya tidak pernah kehilangan
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda
( innallaha iza 'ahabba 'Abdan 'ibtalah wa'ijabtalahu
Sobbaroh, rowahu Ibnu 'abiddun ya ) sesungguhnya kata Baginda Rasulullah, Allah subhanahu wa ta'ala itu bilamana mencintai seorang hamba maka dia akan diberikan Allah ujian, dan bilamana Allah memberikan ujian kepada hamba yang di cintai Allah ini pasti akan Allah berikan kesabaran di dalam hatinya
1.Sehingga apa yang ingin di sampaikan Allah subhanahu wa ta'ala kepada kita semuaan ini adalah bahwa dunia sangat murah harganya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala
2. Banyaknya harta itu tidaklah menjadi tanda bahwa dia ini di cintai oleh Allah subhanahu wa ta'ala
3. Kesihatan yang ada pada manusia itu tidak menunjukkan kecintaan Allah subhanahu wa ta'ala kepada dirinya
Kesihatan dan kekayaan adalah merupakan sesuatu yang di inginkan oleh manusia bahkan kita sering sekali berdoa kepada Allah agar diberikan Allah yang demikian itu, nah kesihatan dan kekayaan itu akan menjadi sesuatu yang sangat baik, yang bernilai di sisi Allah dengan cacatan apabila keduanya itu di gunakan dalam melaksanakan ibadah dan taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, sihat bagus kalau di gunakan untuk beribadah kepada Allah, kaya bagus kalau di gunakan untuk perkara yang Allah Rida
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda
( Nikmal 'aunu 'ala taqwallah al mal rowahu Dailami )
Paling baik menolong seseorang untuk taqwa kepada Allah adalah taqwa, dengan harta bisa sedekah, berangkat haji, bisa membangun masjid, membeli tanah untuk pembangunan pesantren dan menolong kaum muslimin yang membutuhkan, jadi harta ini adalah yang paling baik jalan untuk taqwa kepada Allah
( Nikmal malussholin fir rozulissholih rowahu Ahmad )
Harta itu menjadi baik bila berada di tangan orang yang baik maknanya orang yang taqwa kepada Allah
Kemudian kekayaan, kesihatan yang banyak di gunakan untuk bermaksiat kepada Allah, di gunakan untuk hal-hal yang sia-sia, maka demikian itu akan memperberat siksa dan hijab kita di akhirat nanti, dan ini termasuk yang akan di pertanyakan Allah nantinya
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Alquran
Jikalau engkau berani menggunakan nimmatku di jalan jalan maksiat maka azabku sangat dahsyat kata Allah subhanahu wa ta'ala, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda dalam sebuah hadist
( 'iza ro'aitumur rozula yuktihillah mayuhib, wahuwa mukimun 'ala maksiatifaqlamu Anna zalik istijroz rowahu Ahmad ) bila kamu liat seseorang itu melimpah ruah hartanya, sehat tubuhnya, tapi dia suka kepada maksiat maka ketahuilah bahwa yang demikian itu adalah orang yang di biarkan Allah, tinggal menunggu mati dan dia di akhirat nanti akan menanggung siksa yang akan di hadapinya
Demikian pula halnya lawan daripada kekayaan adalah kafakiran, faqir, serba tidak mampu, rumah menyewa, kendaraan menyewa, semuanya serba tak mampu, hidup dalam sera kesusahan, nah ini kalau dia Rida dan sabar kepada Allah maka akan mendapatkan pahala yang sangat daripada Allah subhanahu wa ta'ala, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda
( Yakulullahu ta'ala yaumal kiyamah, 'aina safwati minkrholqi, fataqul malaikah wamanhum Ya Rabbana, fayaqul, fokoro uL muslimin, al khani'un, bi'atho'i
Arraduna biqodori Adkrhilu humul Jannah,
Wayadkrhulunaha, wayakqulu, wayasrobun, wannasu fil hisab Yataraddadhun rowahu Dailami )
Di hari kiamat Allah berfirman kepada malaikat, apa kata Allah wahai malaikat mana kekasih-kekasihku, orang-orang pilihanku daripada makhluk ini, Malaikat bertanya kepada Allah, ya Rabb, siapa kekasihmu itu, siapa orang-orang pilihanmu itu wahai Tuhan, maka Allah menjawab, mereka adalah orang-orang faqir muslimin, yang mereka itu puas dengan apa yang aku beri, mereka Rida dengan apa yang ku tetapkan, masukkan mereka ke dalam syurga Allah, maka mereka semuaanpun masuk syurga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
minta doahkan, insyaallah