.
( Arrabi' Wal arba'un min shuwaril qur'an suratuddhukhan
Yang ke 44 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran, yaitu surah yang bernama ad dhukhan, ini surah
( Makkiyyatun) Di turunkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah( Wa ayatuha )
dan ayat-ayatnya berjumlah (This'un wa khromsun )59
Banyak sabda daripada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam tentang keutamaan surah ad dhukhan ini, di antaranya Baginda Rasulullah mengatakan bahwa
( Man qoro'a Ha mim ad dhukhan, fi Lailatin asbah ayyastagrhfirulahu sab'una Alfa malak, akhr rozahul turmudzi ) barangsiapa yang membaca surah ad dhukhan, siapa-siapa yang membaca surah ad dhukhan pada malam hari, maka memintakan ampun bagi dia 70ribu malaikat, 1 kali kita membaca surah ad dhukhan di malam hari maka 70ribu malaikat akan memintakan ampunan kepada Allah terhadap dosa-dosa kita, Inilah satu di antara sekian Fadilat kelebihan surah ad dhukhan ini,
Dan lagi Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam mengatakan tentang surah ad dhukhan ini
( Man qoro'aad dhukhan fi Lailatin jumu'ah, asbaha makrhfuranlah, wazuwwiza minal hukhril'ain akhr rozahul darimi ) barangsiapa yang membaca surah ad dhukhan pada malam Jumaat, nah ini khusus, kalau yang tadi tiap-tiap malam, kalau ini khusus di malam Jumaat, kalau kita membaca maka jadilah dia di ampuni baginya dan dia di kawinkan dengan bidadari,
(Al hukrhil'ain) itu adalah satu makhluk Allah, yang sangat Allah banggakan dan sangat Allah agungkan di dalam Alquranul Karim pun di sebutkan tentang bidadari
Dan bidadari itu hanya ada di syurga, Karna bidadari ini adalah makhluk yang di agungkan Allah maka kitapun hendaknya wajib mengagungkannya, setiap makhluk yang di puji oleh Allah maka kita pun memujinya, setiap makhluk yang di banggakan oleh Allah maka kita pun demikian, jangan sampai kita memper enteng, sesuatu yang di agungkan Allah, itu akan membawa sesuatu dosa
Sahabat Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam pernah bertanya kepada Rasulullah ( min 'aiy syai'in krhuliqna ) wahai Rasulullah bidadari itu terbuat dari apa
Karna sangat banyak janji-janji Allah maupun dari Rasulullah tentang bidadari, sehingga sahabat menanya kepada Rasulullah berbuat dari apa mereka itu ya rasulallah, maka Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam menyampaikan , bidadari itu adalah sesuatu makhluk Allah yang terbuat dari kasturi, minyak harum, di tambah lagi dengan campuran kafur, dan di penuhi dengan nur cahaya, dan apa kehebatan bidadari itu?
Dalam beberapa hadist di sebutkan bahwa andaikata satu gelang daripada gelang bidadari itu di nampakkan ke dalam dunia, niscaya redup cahaya matahari dan bulan, hanya satu gelangnya saja, mangkanya dunia ini tidak sanggup, dan sungguh murah harganya di banding dengan akhirat, dan lagi di sebutkan bahwa andaikata bidadari itu berludah di laut, niscaya tawar air laut seluruh dunia, daripada kedahsyatan bidadari itu, nah itulah yang akan di siapkan Allah kepada orang-orang yang membaca surah ad dhukhan pada malam hari Jumaat, yang mengamalkan Istiqomah dengan demikian
Ma makna ad dhukhan itu, artinya adalah asap, kenapa surah yang ke 44 di dalam Alquran ini di namai dengan asap, karena di dalam ayat 10 ada menceritakan tentang demikian itu, sebagaimana yang sudah di sampaikan Allah di dalam Alquran, Allah mengatakan bahwa
tunggulah, nantikanlah, lihatlah, hari-hari, yang mana pada hari itu langit mendatangkan asap yang nyata, meliputi seluruh manusia itu asap tadi, ini
meliputi seluruh manusia itu asap tadi, sehingga mereka tidak dapat melihat apa pun di sekitar mereka dan melindungi diri mereka. Inilah azab yang pedih bagi orang-orang yang melakukan perbuatan
Sahabat nabi pernah perkumpulan, semuanya sedang duduk bermuzakarah, artinya saling menasihati, saling ingat mengingati, saling membicakan prilal ilmu dan lainnya, waktu sahabat nabi sedang mudzakarah itu, tbtb muncullah Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, lalu Baginda Rasulullah bertanya apa yang sedang kalian lakukan, ( nahnu natazakaru ya rasulallah
Kami sedang bermuzakarah ya rasulallah, Baginda Rasulullah bertanya lagi, apa yang sedang kalian muzakarahkan ? ( Mazkuru yaumal kiyamah ya rasulallah) kami muzakarahkan tentang hari kiamat,
Ketika mendengarkan itu Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda
( Lantaqumassa'ah Hatta taraw Qoblaha 'asrah ayat, fazakara Minha ad dhukhan rowahu muslim ) Rasulullah menyampaikan kiamat itu tidak akan terjadi sehingga kamu lihat sebelum kiamat itu terjadi seluruh tanda yang besar, nabi menyebutkan di antara tanda-tanda kiamat yang besar itu adalah ad dhukhan asap tadi, asap menyelimuti, munculnya Dajjal, turunnya nabi Isa Al masih sampai seterusnya ada 10
Salah seorang sahabat nabi yang bernama huzaifah radiallahu'anh, pernah bertanya kepada Baginda Rasulullah ( ya rasulallah wamad dhukhan ) apa itu yang di maksud dengan asap yang menjelang hari kiamat itu
( Fatala Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam Al ayat) Baginda Rasulullah membaca ayat tadi,
(Wa qola ) Dan beliau bersabda, ( ad dhukhanu yamla'u bainal masriq Wal Maghribi, yamqushu arba'ina yauman wa lailah ) itu asap turun daripada langit dan akan memenuhi Timur dan barat seluruh dunia artinya dan asap itu bertahan selama 40 hari, 40 malam
( 'ammal mukmin fayusibuhu kahay'atiz zaqmah, wa 'ammal kafir fahuwa kassyaqroni yakrhruzu mim man krho roihi Wa'uzunaihi, waduburih, rowahu Sohibul kassyap) orang-orang yang beriman ketika menemui asap tadi mereka hanya selsema, batuk dan sakit hidup, nah ini orang-orang yang beriman, sedangkan orang kafir ketika menemui asap tadi ( kassyaqroni) seperti orang yang mabuk, keluar asap dari mulutnya, dari dua lubang hidungnya, dari dua telinganya, dan duburnya, inilah yang di sampaikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala
azab yang begitu pedih bagi orang-orang yang kafir tadi, nah itulah beberapa daripada kisah yang ada di surah ini, jadi nanti kalau hendak terjadinya hari kiamat maka yang pertama itu adalah timbulnya asab di seluruh dunia, lain kalau asap kebakaran, beda, ini maksudnya seluruh dunia di selimuti asap,
Nah, surah ini juga banyak memberikan petunjuk bagi manusia untuk menuju jalan yang di Ridai Allah, dan di dalam surah ini juga banyak menceritakan tentang keadaan-keadaan di akhirat, di antaranya firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam surah ini pada ayat 43
bahwasanya pohon yang bernama zaqum,itu pohon-pohonan yang berada di dalam neraka, yang mana rasanya Bersangatan pahit, pohon azzaqum itu
makanan orang-orang berdosa, orang-orang yang mati tidak sempat bertaubat kepada Allah dan Allah tidak mengampuninya, maka dia mati membawa begitu banyak dosa, dan ini orang lebih banyak dosanya daripada kebaikannya, kalau kita ini punya dosa tapi kebaikan kita ketika di timbang lebih banyak insyaallah kita akan selamat, ketika di neraka orang ini akan di berikan makanan dengan buah zaqum
Itu buah zaqum yang di makan tadi seperti leburan tembaga, cairan tembaga yang sangat panas, yang mendidih di perutnya,
Itu buah zaqum yang di makan tadi seperti leburan tembaga, cairan tembaga yang sangat panas, yang mendidih di perutnya,
seperti mendidihnya air yang sangat panas, mau tidak mahu mereka akan di suapi makanan yang demikian
allah berkata kepada malaikat ( krhuzuhu ) tarik itu orang, ( fa'tiluhu ) seret lah dia, ( ila Sawai zahim ) kejalan jalan neraka, ini orang-orang yang di dalam dunia banyak berbuat maksiat dan dosa kepada Allah
( Shumma shubbu fawqo ro'sih ) Tumpangkan di atas kepada itu orang, ( min 'azabil Hamim) daripada azab air yang sangat panas
allah berkata ( zuq ) rasakan olehmu ( innaka Antal 'azizulkarim) sungguh engkau di dalam dunia itu merasa diri orang yang mulia, engkau yang merasa gagah perkasa di dalam dunia, sekarang rasakan olehmu azabku kata Allah
inilah yang dahulu kamu ragu-ragu di dalam dunia, engkau yang berbuat dosa, maksiat di dalam dunia, engkau hidup dengan sesuka hatimu, nah sekarang engkau rasakan olehmu, yang dulunya engkau anggap remeh sesuatu yang sudah di janjikan olehmu yakni azab Siksa api neraka itu, inilah resikonya orang-orang yang mati dalam keadaan banyak berbuat dosa dan maksiat kepada Allah
nah ayat-ayat yang seperti jelas akan membikin takut di hati orang-orang yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala, namun orang yang hatinya tidak beriman kepada Allah, di sampaikan ayat seperti tidak ada urusan baginya, dan dia tidak akan mahu mengedarkan sampailah nanti kepadanya azab Allah di akhirat yang demikian itu, tapi kalau kita beriman kepada Allah mendengarkan tentang ayat ini, demikian pedihnya siksaan itu, pasti akan takut kepada Allah, dan takut kepada Allah adalah merupakan suatu kewajiban bagi kita semua,
Firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquran pada surah ali Imran ayat 175 mengatakan bahwa
Takutlah kepadaku kata Allah, jika kalian itu beriman, setiap dosa yang kita perbuat mempunyai resiko di azab oleh Allah seperti tadi, setiap dosa yang kita lakukan bisa menghantarkan kita kepada siksa Allah seperti yang demikian, nah orang-orang yang beriman pasti akan takut dan berlindung kepada Allah, bilamana mendengarkan masalah neraka dan siksaannya
( Wakrhofuni) Takutlah kamu kepadaku kata Allah, takut kepada Allah itu artinya banyak, bisa takut kepada siksa Allah, ada orang yang takutnya mati dalam keadaan tidak membawa iman, atau su'ul khrotimah, nah ini termasuk takut kepada Allah, ada orang yang amal ibadah takut tidak di terima, nah bisa juga, kita orang awam ni cukup takut yang demikian, setiap kita manusia yang beriman pasti mengaku dan meyakini bahwa kita ini takut kepada Allah, tapi apakah kita benar-benar takut atau hanya sekedar ucapan yang tidak menimbulkan apa-apa
Contohnya kita takut dengan siksa Allah, kalau kita takut yang demikian maka akan menimbulkan
1. ( yub'iduhu 'an maksiatillah) Pasti menjauhkan diri kita daripada perkara dosa dan maksiat kepada Allah, tapi kalau kita masih berani melakukan maksiat berart takut kita ini Masi sekedar ucapan tidak menimbulkan kesan apapun pada diri kita, tapi kalau kita bisa mencegah diri kita daripada siksa Allah dan menjauhkan diri sebisa mungkin dalam hal dosa dan maksiat kepada Allah, nah ini baru namanya kita benar-benar takut akan siksa Allah
Macam lagi takut tidak di terima amal ibadah, takut kalau sembahyang tidak di terima Allah, takut kalau puasa kita tidak di terima Allah, ada rasa takut kalau kalau ibadah kita ini kurang adab kepada Allah, nah ini takut yang baik, tapi apakah benar kita takut ? Kalau benar takut ya bagus, apa tandanya, yang pertama wara', yang kedua ikhlas, artinya kita takut kalau ibadah kita tidak di terima Allah, tapi kita ni masih makan dengan makanan atau daripada harta yang haram, takut kepada allah tapi masih melakukan perkara yang haram dan lain sebagainya, nah ini takut yang dusta, karena bagaimanapun kita ini rajinnya beribadah kepada Allah kalau kita masih melakukan perkara-perkara yang di larang oleh allah subhanahu wa ta'ala, macam mana Allah nak terima amal ibadah kita, Maka perbaikilah diri kita, harta kita, pakaian kita, kalau kita ini hendak benar-benar ibadah kita di terima oleh Allah subhanahu wa ta'ala,
2. yang kedua ikhlas, orang yang takut ibadahnya di tolak Allah maka solusinya adalah kita mengerjakan ibadah itu dengan ikhlas karena Allah,
3. kemudian yang ketiga adalah kita takut mati dalam keadaan su'ul khrotimah, kalau kita ini benar takut salam keadaan mati yang demikian maka kita musti menjauhkan diri kita daripada perkara yang bid'ah, perilaku dan i'tikad yang bid'ah akan menyebabkan seseorang menghantarkan kepada su'ul khrotimah, contohnya i'tikad bid'ah itu kita meyakini sesuatu yang tidak di I'tikad oleh Baginda Rasulullah dan para sahabat, macam kita ini membenci, menghina orang-orang yang di cintai oleh Rasulullah, nah berarti kita beri'tikad bid'ah dan sebaliknya, nah bila mana kita ada kepercayaan seperti itu di dalam hati kita maka itu bisa menghantarkan diri kita mati dalam keadaan su'ul khrotimah, nah ini musti kita lebih berhati-hati
Adapun lagi sebabnya ( Takful iman) lemahnya iman, nah kalau kita katakan kita takut mati dalam keadaan su'ul khrotimah maka hendaknya kita memperkuat iman kita, dengan apa caranya? Dengan ilmu dan amal ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala, suka menuntut ilmu, suka belajar agama, suka membaca Alquran, dzikir dan shalawat dan masih banyak yang lainnya, nah ini adalah perkara-perkara yang memperkuat iman kita kepada Allah, karena nanti pada saat sakarat maut disitu iman kita akan benar di uji, kalau iman kita lemah, maka kita akan tersungkur mati dalam keadaan meninggalkan iman kita dan mati dapam ieadaan su'ul khrotimah
Dan lagi kalau kita ini takut mati dalam keadaan su'ul khrotimah maka musti kita hilangkan perasaan di dalam hati kita ( Hubbud dun ya ) cinta, mencintai kepada dunia, karena orang-orang yang mencintai dunia maka hidupnya tidak akan Husnul khatimah, kenapa sebabnya? Karena pikirannya selalu dunia, hatinya akan selalu memikirkan dunia dan lupa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, dah demikianlah keterangan di dalam kitab Al imamul Ghazali di dalam ihya Ulumuddin ( babul krhouf ), oleh karena itu mudahan kita semua ini benar-benar menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah
Demikianlah insyarat-isyarat dan gambaran yang sudah di sampai oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquranul Karim,
Orang-orang yang bertakwa kepada Allah, di akhirat nanti mereka semua akan di tempatkan di tempat yang aman
di tengah-tengah taman dan sumber-sumber air
Mereka memakai kain kain daripada sutra dan mereka duduk saling berhadap-hadapan,
( Hurin'in ) Bidadari-bidadari tadi yang elok indah matanya
Nah demikianlah gambaran yang akan di sediakan Allah kepada orang-orang yang bertakwa, nah kalau kita sudah mendengarkan yang demikian seharusnya kita bisa lebih senang, lebih semangat lagi dalam beribadah kepada Allah karena allah sudah begitu banyak memberikan isyarat, memberikan gambaran, janji-janji Allah di dalam Alquran bagi orang-orang yang bertakwa akan di berikan begitu banyak nikmat, tapi kalau kita ketika mendengarkan ini tidak ada semangat maka jelas kalau iman kita ini masih lemah, maka segeralah perkuat dengan memperbanyak menuntut ilmu ugama, perbanyak memperkuat iman kita dengar perkara-perkara yang mendatangkan Rahmat dan keridhaan daripada Allah subhanahu wa ta'ala
Insyaallah di lain kesempatan kita akan lanjutkan kembali, semoga di tolong oleh Allah subhanahu wa ta'ala, aamiin ya Allah ya rabbal 'alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
minta doahkan, insyaallah