Pages

Rabu, 31 Juli 2024

Alquran/ 47. surah Muhammad/ hlm. 55


Bismillah wal hamdulillah puji syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala Karna sampai saat ini begitu banyak nikmat dan anugerah yang sudah di berikan Allah kepada kita, terkhusus nikmat iman serta Islam maka tak lupalah kita untuk senantiasa mengucapkan Alhamdulillah, shalawat serta salam tak lupa pula kita hadiahkan kepada junjungan kita yakni Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, mudahan dengan shalawat yang senantiasa kita bacakan itu mendapatkan pertolongan daripada Allah dan Rahmat Allah kelak di akhirat dan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam berkenan memberikan syafaat beliau kepada kita semuaan ini aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin 

( 'assabi' Wal arba'un min shuwaril qur'an suratu Muhammad) Yang ke 47 dari surah-surah yang ada di dalam Alquran, yaitu surah yang bernama dengan Muhammad, ini sudah ( madaniyyatun) diturunkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam sesudah hijrah dari Mekkah ke Madinah ( wa ayatuha ) dan ayat-ayat nya berjumlah 
( Shamanun wa shalasun) 38 ayat 

Surah yang ke 47 ini di namakan dengan Muhammad yang nama junjungan kita Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, Karna di dalamnya ini ada menyebutkan tentang nama Baginda Rasulullah, sebagaimana yang sudah di sampaikan Allah subhanahu wa ta'ala, Allah berfirman di dalam Alquran bahwa, pada ayat 2

Artinya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan mereka beriman dengan sesuatu yang di turunkan atas Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, itulah yang benar daripada Allah, 

niscaya akan kami tebus daripada mereka kesalahan-kesalahan mereka, dan Allah membaguskan keadaan mereka itu 

Nah ini ayat sebagaimana dengan ayat-ayat yang lainnya selalu menyertakan ( walladzi na'amanu ) dengan wa'amilussholihat ) 

Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, artinya kalau hanya iman tapi tidak ada amal shaleh itu belum cukup, atau hanya ada amal shaleh tetapi tidak beriman itupun tidak bisa di laksanakan, perpaduan antara iman dan amal shaleh itulah yang membuat keberuntungan seseorang di dunia dan di akhirat, dengan mudal iman kita akan selamat daripada kelak di dalam neraka, dan dengan mudal amal Sholeh yang banyak maka kita akan banyak mendapatkan fasilitas di dalam syurga nantinya 

Contohnya orang-orang yang beriman bahwasanya Allah subhanahu wa ta'ala itu maha esa, kita semuaan ini beriman dan percaya betul bahwa Allah itu Wahid, esa, nah ini iman kita, apa amal sholehnya kalau kita percaya bahwa Allah itu maha esa, amal Solehnya adalah, kita beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan ikhlas, kita beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala semata-mata hanya mengharapkan Rida daripada Allah, dan tandanya ibadah yang kita lakukan dengan ikhlas itu adalah ibadah ibadah yang terus-menerus, ibadah yang istiqamah di lakukan sampai kita mati

Karna kalau orang yang beribadah itu tidak ikhlas bilamana di puji orang dia rajin, bilamana di cela orang dia malas, berhenti nah ini tandanya orang beribadah tidak ikhlas, nah iman kepada Allah bahwa Allah itu maha esa, maka musti kita latih diri kita untuk ikhlas beribadah semata-mata hanya karena Allah, contohnya lagi, Allah berfirman di dalam Alquran, pada surah 
Ali Imran ayat 37

Kita percaya, kita beriman bahwasanya Allah akan memberikan rezeki yang luas kepada orang-orang yang Allah kehendaki, percaya lah kita itu, musti percaya, kalau tidak kafir kita, Karna mendustakan ayat-ayat Allah, nah kalau kita sudah beriman dengan demikian apa amal shalehnya kalau kita percaya bahwa Allah memberikan rezeki kepada orang-orang yang Allah kehendaki apa amal shalehnya atas kepercayaan kita itu ? 

Maka apabila kita ada melihat saudara kita yang mendapatkan rezeki yang luas maka kita pun bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan kitapun mendukung mencintai orang yang diberi Allah rezeki yang luas itu, nah itulah tandanya kita beriman dan beramal shaleh bahwa Allah memberikan rezeki kepada orang-orang yang Allah kehendaki,

jangan di balik kita mengaku kalau kita beriman kepada Allah, tetapi bilamana ada orang di berikan Allah rezeki kemudian kita iri dengki, bah ini berarti iman kita aja yang ada tapi tidak ada amal shalehnya, kalau hanya mudal iman ini belum cukup untuk mendapatkan keridhaan Allah subhanahu wa ta'ala,

Jadi dalam setiap ayat-ayat Alquran ada di sebutkan 

Orang yang beriman dan beramal shaleh 

Sebagaimana dengan surat-surat yang lainnya, maka di dalam surah ini juga banyak memberikan petunjuk dan arahan kepada kita semua, di antaranya Allah mengatakan di dalam surah ini pada ayat 7, Allah berfirman 

Hai orang-orang yang beriman, jika kalian itu menolong Allah, jika kalian itu membela Allah, maka Allah akan membela kalian, dan Allah akan menetapkan pijakan kamu atas iman sampai akhir hayat kamu 

Nah disini ada pertanyaan hai orang-orang yang beriman jika kamu membela Allah ? Nah apa maksudnya dengan membela Allah, menolong Allah, sedangkan Allah itu maha kuat, tetapi kenapa disini Allah mengatakan hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong Allah, membela Allah, para ulama tafsir menjelaskan maksud daripada jika kamu menolong Allah, membela Allah artinya adalah  ( Intansuru di nallah ) Jika kamu menolong membela agama Allah, nah seperti apa membela agama Allah? ( Wazalikal bil Amri, bil makruf, wan nahya 'anil munkar ) salah satunya adalah dengan cara amal makruf nahi Munkar, 

Contohnya macam kita menyuruh anak kita sembahyang, nak sembahyang dulu jangan lupa, nah ini membela agama Allah, kira melarang anak kita daripada perkara yang mendatangkan dosa, berarti kita sedang membela agama Allah, Allah mengatakan di dalam Alquran 

setiap perbuatan amar makruf nahi mungkar itu .merupakan bahagian daripada kita membela agama Allah subhanahu wa ta'ala, baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda 
( Ya ayyuhannas, innallaha yaqul, la takmurunna bil Makruf, wala tan haunna anil Munkar, Qobla an tad'u falayustaZabulakum rowahu Ahmad )Baginda Rasulullah bersabda wahai manusia sesungguhnya Allah berfirman, hendaknya kalian itu melaksanakan amar makruf dan nahi munkar, sebelum kamu berdoa, maka tidak di ijabah oleh Allah doa kamu, artinya kalau kita tidak melaksanakan tugas kita sebagai mukmin, sebagai muslim, ada aja orang ni beriman kepada Allah, tapi membiarkan anaknya dalam dosa, istrinya dalam dosa, nah ini ada masalah di dalam dirinya 

Allah memerintahkan kita untuk mengajak orang daripada berbuat kebaikan dan mencegah daripada perkara dosa maka doa kita tidak akan di ijabah oleh Allah, Karna yang pertama dan utama wajib kita melakukan, melaksanakan tugas amar makruf nahi mungkar ini adalah sesuatu yang ada di dalam keluarga kita, dalam rumah tangga kita, contohnya kita amar makruf nahi mungkar kepada orang-orang di bawah tanggungan kita, seperti anak istri kita, keluarga, bila ada mereka itu melakukan suatu kemungkaran maka wajib bagi kita untuk mencegahnya, dan ketika mereka lalai dalam melakukan kebaikan maka kita wajib menasihati dan menyuruhnya, kalau tidak demikian doaa kita tidak akan di terima oleh Allah subhanahu wa ta'ala 

Nah macam mana doa kita hendak Qabul, anak kita berbuat maksiat kita biarkan, macam mana doa kita hendak Qabul, istri kita berbuat dosa membuka aurat kita biarkan walaupun tengah malam kita bangun shalat kemudian berdoa kepada Allah ( falayustaZabulakum) maka Allah tidak akan menghiraukan doa kita itu
Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
( Kayfa antum, iza lam takmuru bi makruf, Walam tanhau anil Munkar ) Baginda Rasulullah bersama-sama para sahabatnya, beliau berkata bagaimana kalian jikalau kalian itu tidak menyuruh dengan kebaikan dan tidak mencegah daripada kemungkaran? Sahabat bertanya kepada Rasulullah, apakah demikian itu bisa terjadi wahai Rasulullah, apakah mungkin kami ini nanti tidak amar makruf nahi munkar

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab
( Na'am, walladzi 'asyaddu minhu Sayakun ) ujar nabi nantinya amar makruf nahi Munkar itu tidak akan di laksanakan lagi, artinya orang-orang sibuk dengan urusannya masing-masing, walaupun itu anaknya sendiri, istrinya, keluarganya, mereka semua itu melanggar hukum-hukum Allah, maka dia tidak ada urusan lagi, di biarkannya begitu saja, nah ini ujar nabi kita akan terjadi yang demikian itu, dan yang lebih dahsyat lagi yang akan terjadi daripada itu adalah ( kayfa antum, iza ro'aitumul makrufa munkaro, wal munkaro makrufa ) bagaimana kalian ujar Rasulullah bilamana kalian sudah melihat yang baik itu sebagai Munkar dan yang Munkar itu sebagai kebaikan, nanti ada masanya, sesuatu yang baik di anggap kemungkaran dan sesuatu yang Munkar malah di anggap menjadi suatu kebaikan, 

Contohnya macam di kampung kita ada orang hendak menikah di buatkan panggungnya, biduan bernyanyi, berjoget, nah ini di anggap sudah menjadi suatu kebaikan padahal tidak demikian, Maka sahabat bertanya kepada Baginda Rasulullah, wahai Rasulullah apakah terjadinya nantinya yang demikian itu, sesuatu yang Munkar di anggap baik dan sesuatu yang baik di anggap munkar, maka Baginda Rasulullah menyampaikan ( Walladzi nafsi biyadih, Wa 'asyaddu minhu Sayakun, ) yang lebih daripada itupun akan terjadi, ( iza 'amartum bil Munkar wanahaitum anil makruf )
Bilamana kalian itu sudah berani saling menyuruh kepada yang Munkar dan saling melarang daripada yang makruf, nah ini sudah terbalik namanya 

Maka di saat itu kata Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam ( yakulullahu ta'ala, fi halaqtu, la'utihanna lahu, fitnata yasiru Halim fiha hairon ) kalau sudah masa seperti itu, orang-orang sudah saling tolong menolong kepada perkara yang Munkar, dan tidak saling tolong menolong kepada perkara kebaikan dalam hal takwa kepada Allah maka disitu Allah akan menurunkan kepada mereka fitnah, bala atau azab, yang orang-orang di antara mereka yang sangat sabar pun kebingungan menghadapi azab itu , nah apalagi orang yang tidak penyabar, orang-orang yang beriman, yang hidupnya sabar, tidak mengeluh, mereka inipun terkena bala yang sangat dahsyat sampai sampai orang yang Halim yang sangat sabar pun keluh kesah dengan adanya bala yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di sebabkan perbuatan manusia saling tolong menolong dalam perkara yang buruk, dan saling mencegah daripada perkara kebaikan 

Sebahagian para ulama Ahlu tafsir menjelaskan lagi tentang pengertian jika kamu membela Allah itu artinya adalah ( Intansuru hizbillah ) jika kamu membela Allah, Allah akan membela kalian artinya, jika kamu membela partai Allah, jika kamu membela golongan atau kelompok Allah, maka Allah pasti akan menolong kita, nah macam apa yang di maksudkan dengan parti, golongan atau kelompok Allah itu, adalah yang diisi oleh orang-orang yang di Ridai ( Radhiyallahu Anhum warodu'anh Ula'ika hizbullah, ala Inna hizballahumul muflihun ) ini lah orang-orang yang di Ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala, baik itu akhlaknya, tingkah lakunya, Budi pekertinya, semuanya itu di Ridai Allah, nah ini patut kita bela 

Di dalam surat muzadalah Allah menyebutkan lawannya partai Allah ini adalah partai syaitan 

Partai syaitan ini adalah orang-orangnya itu di kuasai oleh syaitan, dia hanya memikirkan dirinya, memikirkan kelompoknya dan lupa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, itulah partai syaitan, dan mereka semuaan itu akan rugi, tidak akan untung dunia dan akhirat nah kalau ini jangan kita bila, 

Dan ada lagi ulama tafsir yang mengatakan bahwa 

Hai orang-orang yang beriman jika kamu membela Allah artinya ( Intansuru man amarallah bi Nasrih ) jika kamu membela dan menolong orang-orang yang Allah perintahkan untuk menolongnya, ketika Allah menyuruh kita untuk menolong si Fulan berarti kita menolong Allah, nah siapa orangnya yang Allah suruh kita tolong itu? 
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam menyatakan bahwa ( unsur akrha ka, dzoliman au mazluma, Kila kayfa ansuruhu dzolima, Kola tahzuzuhu 'ani zulmi fa'inna Zalik nasruhu rowahu turmudzi ) kata Rasulullah bela dan bantu orang yang dzolim atau orang yang di dzolim, nah kata nabi orang yang dzolim itu di bantu dan yang di dzolimi pun di bantu, 

ujar sahabat ya rasulallah Bagaimana kita hendak membantu orang yang dzolim itu, lalu Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam mengatakan bahwa kamu mencegah dirinya daripada berbuat dzolim, yang demikian itu namanya adalah menolong dia, umpamanya ada orang ini sudah di kenal dengan kedzoliman nya, kemudian dia hendak melakukan perkara yang dzolim 
(tahzuzuhu 'ani zulmi fa'inna Zalik nasruhu) maka cegah dirinya daripada perkara itu nah itu caranya kita menolongnya, nah kalau kita sudah bisa menolong orang yang dzolim dan menolong orang yang di dzolimi berarti kita sudah menolong Allah subhanahu wa ta'ala, karena demikian itu menurut sebahagian pendapat para ulama tafsir 

Dan apa lagi yang di maksudkan Allah di dalam Alquran 


( Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, man zukira 'indahu akrhu hul muslim Wahuwa yastati'u Nasroh Falamyansurhu walau bi kalimah azal lahullahu azza wa zallah Fitdun ya Wal akhirah) barangsiapa yang di sebut di sisinya saudaranya yang Islam, barangsiapa yang di Gibah saudaranya yang Islam di disisinya, kemudian dia biarkan saudaranya di Gibah itu, dia tidak melarangnya dan tidak membela orang yang di Gibah itu, maka orang ini akan di hinakan Allah di dunia dan akhirat 

Artinya kalau ada kawan kita, ada saudara kita  yang Islam di Gibah di depan kita, kita cegah mereka itu daripada menggibah maka kita sedang membela Allah 
Kalau kita tidak mencegahnya berarti di khawatirkan kita akan di hinakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dunia dan akhirat, nah macam mana caranya kita membelanya, kalau itu bersifat Gibah maka kita cegah daripada menggibah orang, tapi kalau kita tidak berani mencegahnya, atau kita tidak sanggup, maka segera tinggalkan tempat itu , supaya kita tidak mendengarkan perkara Gibah itu, 

Atau lagi ( manzukira indahu fitnah ) kita tahu persis, kita tahu betul bahwa kawan kita yang muslim ini tidak melakukan perkara itu, tapi orang menyebutkan bahwa dia ini orang yang melakukannya, karena dia di fitnah, kita mendengar orang memfitnah saudara kita, kita diam, maka kita akan di hinakan oleh Allah, tapi kalau kita membela orang yang di fitnah itu dengan mengatakan itu tidak benar, ini fitnah, berarti kita adalah orang yang membela Allah subhanahu wa ta'ala 

Sama halnya juga ketika kita menghadiri atau kita melihat ada orang muslim di dzolim oleh orang lain, kemudian kita diam, maka kita akan mendapatkan laknat Allah subhanahu wa ta'ala, orang yang di dzolim itu wajib kita membelanya karena itu artinya sama dengan kita membela Allah subhanahu wa ta'ala, demikianlah beberapa pendapat para ahli ulama tafsir berkenan dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquran

Wai orang-orang yang beriman jika kamu membela Allah maka Allah akan membela dirimu, dan menetapkan atas kamu iman sampai akhir hayatmu, mudahan di lain kesempatan kita bisa berjumpa kembali dan bisa mengamalkan apa-apa yang sudah di smapaikan oleh Allah dan juga Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin 
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta doahkan, insyaallah