Pages

Kamis, 01 Agustus 2024

Al-Qur'an/ 48. surah Al Fath / hlm. 56


Bismillahirrahmanirrahim, segala puji bagi Allah. subhanahu wa ta'ala yang hingga sampai saat ini begitu banyak memberikan nikmat kepada kita semuaan ini, terkhusus nikmat iman dan Islam maka tak lupalah kita untuk senantiasa mengucapkan Alhamdulillah, shalawat serta salam tak lupa juga kita haturkan kepada junjungan kita yakni Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam mudahan dengan shalawat yang senantiasa kita bacakan itu memberikan pertolongan kepada kita di akhirat nanti, Allah menurunkan rahmatnya kepada kita dan menolong kita semuaan ini baik di dunia maupun di akhirat dan Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkenan memberikan syafaatnya kelak kepada kita semuaan ini, aamiin ya Allah, aamiin ya Rabb, aamiin ya rabbal 'alamin 

( Assamin Wal 'arba'un min shuwaril qur'an suratul Fathi )
Yang ke 48 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran adalah surah yang bernama Al Fatah, ini surah
( Madaniyyatun) Diturunkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah sesudah hijrah daripada Mekkah ke Madinah ( Wa ayatuha) dan ayat-ayatnya berjumlah ( Tis'u wa isrun ) 29 ayat 

sesungguhnya kami berikan kepada engkau wahai Muhammad satu kemenangan yang nyata,  

agar mengampuni Allah bagi engkau daripada dosa engkau yang telah lalu dan dosa engkau yang akan datang, dan Allah menyempurnakan nikmatnya atas engkau, dan memberikan petunjuk bagi engkau ke jalan yang lurus,

Dan Allah akan menolong engkau, akan pertolongan yang sangat kuat


Menurut para mufassirin, para ahli tafsir, surat Al Fath ini di turunkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam dimana di sebutkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pada tahun yang ke 6 daripada hijrah, beliau berangkat daripada Madinah menuju kota Mekkah untuk ber umrah, setelah 6 tahun Rasulullah meninggalkan kita Mekkah, kemudian beliau rindu untuk melihat kampung halamannya kota Mekkah Al Mukarramah

Beliau berangkat dari kota Madinah itu membawa seribu 4ratus orang sahabat dan 770 unta yang akan di sembeli di kota Mekkah, begitu Rasulullah dan para sahabat sampai di suatu tempat yang bernama Hudaibiyah, sudah dekat dengan Mekkah, kurang lebih 40 kilometer, 1 marhalah, nah ketika Rasulullah sampai di Hudaibiyah itu beliau mengutus sayyidina Utsman untuk ke Mekkah, memberikan kabar kepada orang Mekkah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan para sahabat akan masuk ke kota Mekkah untuk ziarah, untuk tawaf di baitullah, untuk melaksanakan umrah, dan bukan bertujuan untuk perang dan lain lain sebagainya 

Akhirnya sayyidina Utsman pun berangkat ke Mekkah, Baginda Rasulullah pun menunggu, begitu sayyidina Utsman sampai ke Mekah, dan beliau kabarkan kepada orang-orang Mekkah Qurais, malah sayyidina Utsman di Tawan, di tahan oleh mereka, maka beredar lah kabar kepada Baginda Rasulullah dan para sahabat yang ada di Hudaibiyah bahwa sayyidah Utsman telah di bunuh oleh orang-orang Quraisy, setelah mendengarkan kabar demikian maka Rasulullah pun dan sahabat merencanakan untuk masuk kita Mekah dan sekaligus untuk berperang dengan penduduk Qurais karena telah di anggap telah membunuh' sayyidina Utsman 

Para Qurais ketika mendengarkan bahwa Rasulullah akan masuk ke Mekkah dan akan berperang, maka orang Mekkah khawatir, orang Mekkah takut, akhirat mereka pun membebaskan sayyidina Utsman dan mereka hendak berdamai kepada Baginda Rasulullah dengan satu perjanjian bahwa Rasulullah dan para sahabat tahun depan boleh masuk Mekkah berumrah, sedangkan tahun ini tidak boleh, akhirnya Baginda Rasulullah dan para sahabat bertahhallul di Hudaibiyah, beserta rombongannya pulang ke Madinah dalam keadaan sedih dan sakit hati maka disinilah Allah menurunkan ayat tadi

Begitu ayat ini di turunkan kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam maka beliau pun bersabda, 
( Lakod 'unzilat 'A layyal laylata ayatun 'ahabbu ilaiyya Mimma 'ala Ardhi akrh rozahul Bukhari ) kata Rasulullah sungguh telah diturunkan atasku tadi malam satu ayat yang mana ayat itu lebih ku cintai daripada sesuatu yang ada di atas permukaan bumi ini, jadi ayat 1 sampai 3 tadi adalah ayat yang sangat menyenangkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, ayat yang sangat menghibur hati Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, karena di dalam ayat itu ada terkandung anugrah Allah yang di berikan kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam 

1. 
sesungguhnya kami memberikan kepada engkau wahai Muhammad kemenangan yang nyata, menurut para ahli tafsir maksudnya adalah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sudah mendapat kepastian daripada Allah bahwa satu saat nanti beliau akan dapat merebut dan menguasai kota Mekkah itu,

2. Beliau di jelaskan oleh Allah di jauhkan dari segala macam dosa baik yang telah lalu maupun yang akan datang,

3. Beliau mendapat kesempurnaan nikmat daripada Allah subhanahu wa ta'ala 
allah menyempurnakan nikmatnya kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, nah kesempurnaan nikmat itu adalah apabila kita bisa menggunakan nikmat itu untuk keridhaan Allah nah itu di sebut namanya kesempurnaan nikmat, contohnya kita di berikan Allah kesihatan, di berikan Allah kehidupan, di berikan Allah tubuh kemudian kita gunakan semua nikmat Allah itu di jalan jalan yang Allah Ridai, untuk taat kepada Alla berarti kita mendapatkan kesempurnaan nikmat namanya 

Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam yang di riwayatkan dari sayyidah 'aisyah radiallahu'anhaa, nabi kita itu sembahyang sampai bengkak kakinya, ujar Siti Aisyah wahai Rasulullah engkau ini sudah tidak berdosa lagi, kenapa sembahyang sampai bengkak-bengkak kaki ni, daripada sangkin lamanya berdiri, maka Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun menyampaikan ( 'afala akunu 'abdan syakuro) apakah tidak bisa aku menjadi seorang hamba yang pandai bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala,

Jadi intinya adalah nikmat itu akan sempurna bilamana kita mampu mensyukurinya, nah caranya mensyukuri nikmat macam apa? Menggunakan semua nikmat yang sudah di berikan Allah untuk taat dan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala, menggunakannya di jalan yang di Ridai Allah, nah ini baru namanya syukur, contohnya kita ini seorang suami kemudian jika dapat rezeki di hari itu 15ribu, nah ini nikmat daripada Allah, kemudian duit yang 15ribu tadi kita belikan makanan kemudian kita bawa kerumah untuk makan anak istri kita nah ini lah yang di namakan nikmat yang sempurnah 

4. Dan lagi yang menggembirakan Baginda Rasulullah adalah bahwa beliau selalu pendapatkan petunjuk dari Allah kepada jalan yang lurus 

5. ( Annasru minallah ) Bahwa Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam selalu mendapatkan pertolongan daripada Allah subhanahu wa ta'ala Nah inilah menurut sebahagian para ulama tafsir tentang asal muasal, asbabun Nuzul, kenapa Allah menurunkan ayat ini, 


Sebagaimana dengan surat-surat yang lainnya, di dalam surah ini juga banyak memberikan petunjuk dan hidayah, arahan kepada kita semuaan ini agar senantiasa mendapatkan Rahmat dan keridhaan Allah dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari, di antaranya Allah mengatakan di dalam Alquran pada ayat yang ke 14

Artinya bagi Allah lah kerajaan langit dan bumi, semuanya itu punya Allah, ( lakrhfiru limayyasya' ) Allah mengampuni orang-orang yang dia kehendaki, Allah memberikan ampunan kepada siapa aja yang Allah kehendaki ( wayu'azzibu mayyasya' ) dan Allah mengazab orang-orang yang Allah kehendaki 

Dan adalah Allah maha pengampun dan maha penyayang, nah disini ada dua yang dapat kita ambil

1. Allah dapat memberikan ampunan kepada orang-orang yang Allah kehendaki 
2. Allah menyiksa orang-orang yang Allah kehendaki 

Nah apakah kita ini termasuk kepada orang-orang yang mendapat ampunani Allah atau kita ini termasuk kepada orang-orang yang mendapat siksaan Allah? Nah oleh karena itu para ulama membuat satu atau beberapa alamat, tanda-tanda siapa yang mendapatkan ampunan Allah dan siapa-siapa yang mendapat siksaan Allah, 

sehingga demikian bertujuan agar manusia bisa mengetahui dirinya, bisa menilai dirinya sendiri, nah bilamana tergolong kepada orang-orang yang di ampuni oleh Allah maka itu adalah merupakan nikmat yang wajib di syukuri, dan bilamana kita sekarangi ini menjadi calon orang-orang yang akan di siksa Allah maka berusahalah kita untuk memperbaiki diri, memperbanyak bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

Nah mereka mengatakan bahwa alamat atau tanda orang yang di ampuni Allah subhanahu wa ta'ala dosanya adalah ada lima tanda, yang mendapatkan magfirah, ampunan daripada Allah 

1. ( Ayyuda wimattaubah ) Orang itu selalu mengekali taubat, artinya orang ini selalu hendak bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, berapa kali taubatnya tergantung sebanyak apapun bisa, intinya taubat kepada Allah itu merupakan sesuatu yang wajib kita jalani, pekerjaan yang musti kita kerjakan setiap hari agar kita tergolong kepada orang-orang yang mendapatkan ampunan daripada Allah subhanahu wa ta'ala
Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun memberikan contoh kepada kita semua, ujar nabi 
( Inna la 'atubu 'ilallah fil yaum sab'una marroh rowahunnasa'i, sesungguhnya aku taubat  kepada Allah dalam sehari 70 kali kata Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam 

Nah taubat ini intinya adalah menyesali, nah kepada menyesal? Karena melakukan selalu yang menyakitkan diri, Karna telah melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri, kan perbuatan dosa yang kita lakukan itu akan membahayakan diri kita, jadi sebelum kita menyesali semua itu maka musti kita ketahui terlebih dahulu bahwa perkara dosa dan maksiat yang kita lakukan itu nantinya akan membahayakan diri kita sendiri, menyengsarakan diri kita, makanya kita bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala meminta ampun dan maaf kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda 
( Innal 'abda la yuznibu Fa'iza zakorahu ahzanahu fa'iza nazorollahu ila'ih annahu ahzanah Waqolalahu akrh rozahu abu nu'aim fil hilyah ) kata Rasulullah seseorang hamba dia berbuat dosa, baik itu dosa besar atau dosa kecil, intinya seorang hamba ini dia berbuat dosa, apabila dia ingat dengan dosa-dosa yang di lakukannya itu kemudian dia sedih, menyesali perbuatannya dan hendak bertaubat kepada Allah, maka Allah ampuni baginya dosanya yang telah lalu itu 

Di dalam hadist yang lain Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan bahwa, sebagaimana yang sudah di kutip oleh Al imam Al Ghazali di dalam beliau ihya Ulumiddin bahwa kata Baginda Rasulullah ada dosa yang membawa seorang hamba kedalam syurga, sahabat bertanya ( kyla wa kayfa Zalik ya rasulullah) bagiamana mungkin bisa terjadi yang demikian wahai Baginda Rasulullah, maka Baginda Rasulullah menyampaikan, ( dia berbuat dosa kemudian dia sakit hati, kemudian dia menyesal, kemudian dia sedih, ingat dia akan perbuatan dosa itu dan diapun bersedih, bertaubat kepada Allah ) maka setiap kali dia bersedih dan bertaubat maka akan mendapatkan ampunan daripada Allah subhanahu wa ta'ala 

Nah jadi tanda orang yang selalu mendapatkan ampunan Allah itu adalah 
A. Dia senantiasa bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, dia mengingati semua kesalahan-kesalahan yang telah lalu, dia sedih dan menyesal kemudian dia bertaubat meminta ampun kepada Allah


2. Tandanya orang yang mendapat ampunan Allah 
( Ayyukrholitho biasholihin) Bahwa orang itu suka berkawan, suka berkumpul dengan orang-orang Solihin, nah ini tandanya orang yang mendapat ampunan Allah subhanahu wa ta'ala, senang hatinya kalau berkumpul dengan orang-orang yang taat kepada Allah 

3. ( Ayyuqbila alattho'ah) Bahwa dia selalu berhadapan atas taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, artinya orang ini selalu taat kepada Allah, tidak mendapatkan halangan dan rintangan untuk melakukan taat, nah ini tanda orang sukses dunia akhirat, tanda orang yang mendapatkan ampunan daripada Allah, ibadah apapun yang hendak di kerjakannya selalu mulus, lancar lancar aja, Karna ada aja orang tu kalau hendak melakukan suatu ibadah ada aja halangannya, hendak ibadah ini ada aja rintangannya sehingga tidak terlaksana ibadahnya 

Nah kalau kita merasa demikian maka wajib bagi kita untuk selalu waspada dengan diri kita dan segeralah meminta ampunan dan bertaubat kepada Allah, jangan-jangan kita ini tidak tergolong kepada orang-orang yang mendapatkan ampunan daripada Allah 

4. ( Ayyazhaba farahuddun ya bi qolbih) Bahwa telah hilanglah kegembiraan dunia di hatinya, contohnya kalau usaha kita ini mendapatkan keuntungan hari ini 1juta, gembira hati kita, senang kita, karena biasa di hari hari lain tidak ada sampai keuntungan sebanyak ini, nah hari ini banyak untung hati kita pun gembira, nah bila kita macam ini akan membahayakan diri kita, dapat anugrah dunia kita gembira, nah kalau hanya sebatas gembira aja maka akan membahayakan diri kita, 

nah yang selamat macam apa? Kalau seandainya kita dapat keuntungan kemudian kita gembira dan kita katakan bahwa ini adalah nikmat daripada Allah, dan ini akan ku gunakan untuk perkara kebaikan, perkara yang di Ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala nah ini baru selamat kita dunia akhirat, Karna duit ini hati ku senang, kenapa? Karena aku bisa memberikan nafkah untuk anak istriku, aku bisa bersedekah kepada orang, nah ini namanya gembira dengan perkara akhirat 

( Ayyassiqo fi daamanillah bir riziq ) Bahwa dia percaya dengan jaminan Allah perihal rezeki, dia sangat percaya, dia sangat kuat keyakinannya bahwa selama dia masih hidup, maka selama itulah dia akan mendapatkan rezeki daripada Allah subhanahu wa ta'ala, dimanapun dia berapa pasti Allah akan memberikan rezeki kepadanya 

Nah bila 5 hal itu kepada diri kita Alhamdulillah, perbanyaklah kita bersyukur kepada Allah, artinya kita ini termasuk di dalam golongan orang-orang ( yagrhfiru limayyasya') yang mendapatkan ampunan daripada Allah subhanahu wa ta'ala bagi orang-orang yang Allah kehendaki 
 
Kemudian lagi ( wayu'azzibu mayyasya') Allah mengazab akan orang-orang yang Allah kehendaki, nah apa tanda dan alamat orang yang akan mendapatkan azab daripada Allah 

1. ( Ayyu sawwifat Taubah ) Pertama dia menunda-nunda taubatnya kepada Allah, daluhu pernah melakukan riba, mencuri, zina dan perkara dosa yang lainnya, pas hendak taubat, nanti aja, nanti aja ujarnya, termasuk juga disini adalah bilamana seseorang itu ingat akan perbuatan dosa yang ia lakukan kemudian dia senang hati, dia gembira, termasuk juga kepada golonga orang yang akan mendapat siksa daripada Allah subhanahu wa ta'ala 

Di zaman Bani Israil ada seorang pemuda, seorang laki-laki yang telah bertahun-tahun taubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala, tapi dia merasa taubatnya itu tidak di terima oleh Allah, lalu seorang laki-laki ini datang kepada nabi waktu itu, wahai nabi ujarnya, tolong tanyakan kepada Allah kenapa Allah belum menerima taubatku, padahal aku ini sudah bertahun-tahun taubat, maka Allah mewahyukan kepada nabi itu, kata Allah andaikata seluruh dunia memintakan ampun kepada dia tetap aku tidak akan mengampuni dosanya, kenapa wahai Allah kata nabi itu, Allah menjawab karena dia setiap kali ingat akan dosanya dia gembira, tidak ada rasa penyesalan sedikitpun akan perkara buruk yang dia lakukan, maka Allah tidak akan mengampuni dosanya 

( Qolan nabi shalallahu alaihi wasallam) Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyampaikan 
(Inna aksara siyahi ahlinnnar Minat taswir) bahwasanya kebanyakan jeritan ahli neraka itu akibat mereka menunda-nunda taubatnya, menunda-nunda tiba" mati, tak sempat lagi hendak meminta ampun, taubat kepada Allah, nah ini lah sebab banyaknya teriakan penghuni neraka, 

2. ( Ayyukrh khrolita bil Asror) Dia suka berkawan, berkumpul, bergabung dengan orang-orang yang melakukan dosa dan maksiat, nah ini tanda juga akan mendapatkan siksa daripada Allah subhanahu wa ta'ala, sebahagian orang-orang Sholeh mengatakan
 
( Man sohibal akrh yar, za'ahalullah minal akrh yar, 
Wa in kana minal Asror, )siapa yang berkawan dengan orang-orang yang baik, maka nantinya Allah jadikan dia orang baik, walaupun dia orang yang jahat,

(  waman sohibal Asror, za'a halullah minal Asror, wa in kana minal akrh yar ) siapa yang suka berkawan dengan orang yang jahat, maka akan Allah jadikan dia orang yang jahat walaupun dia orang yang baik, 

3. ( Ayyaqsalah fitta'ah ) Malas dalam taat, badan tak sakit, kesibukan tidak ada, waktunya kosong, tapi tidak ada di gunakannya waktunya itu untuk berbuat taat kepada Allah, macam sembahyang, baca Alquran, berdzikir, shalawat, malas,

4. ( Ayyakuna farahuhu Fitdun ya ) Bahwa adalah gembiranya orang ini akan dunia, dia diberikan Allah ilmu, tidak gembira, di berikan Allah mengerjakan ibadah, tidak gembira, hendak pergi ke masjid, hendak pergi ke majlis ilmu tidak gembira, hendak kaya banyak duit wah senang hatinya, gembira dirinya, nah ini kesukaannya 

5 ( ayyastaqila bir riziq, Wayan sarraziq ) dia selalu sibuk dengan rezeki tetapi dia lupa kepada orang yang memberikan rezeki yakni kepada Allah subhanahu wa ta'ala,

nah coba kita koreksi diri kita, lihat kembali kedalam diri kita, apakah ada hal hal ini di dalam diri kita, maka cepat-cepat muhasabah diri dan memperbanyak bertaubat kepada Allah, menyesali akan dosa-dosa kita itu dan segera benar-benar meminta ampun kepada Allah subhanahu wa ta'ala, mudah mudahan kita semuaan ini di masukkan Allah kepada golongan orang-orang yang mendapatkan ampunan daripada Allah, aamiin ya allah aamiin ya rabbal alamin 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta doahkan, insyaallah