( Al krhomsun min shuwaril qur'an suratu Qaaf) yang ke 50 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran yaitu surah yang bernama Qaaf, ini surah ( Makkiyyatun) diturunkan Allah kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah
( Wa ayatuha ) Dan ayat-ayat ( Krhomsun wa arba'un )
45 ayat, sebagaimana yang sudah di firmankan Allah di dalam Alquran
( Gola abu bakrin Al warroq, ma makna Qaaf ,
( Qif, 'inda 'amrina, wanahyina, talataqduhuma ) Menurut aku bakar Al warroq ( Qaaf itu artinya adalah berhentilah kamu kata Allah, di sisi perintah kami dan larangan kami, dan jangan kamu lampaui keduanya, artinya taatlah kepada perintah Allah, dan jauhilah segala macam apa yang sudah di larang oleh Allah, itulah makna daripada qaf ini,
( Waqola Muhammad bin Hasyim Al antakim ma makna Qaaf, Qurbullah min 'ibadihi ) berkala lagi salah seorang ulama yang bernama Muhammad bin Hasyim Al antakim bahwa makna Qaaf adalah Qurbullah min 'ibadih, dekatnya Allah kepada hambanya
( Waqola Ibnu Abbas Radhiyallahu Anh ) Berkata Ibnu Abbas ma makna Qaf, ( ismun min asma'illahi ta'ala ) Qaaf itu merupakan satu nama daripada nama-nama Allah subhanahu wa ta'ala, tentu di luar daripada nama Allah yang 99, Karna nama Allah sangat banyak, hanya Allah yang mengetahui berapa semua jumlah nama Allah, jadi salah satunya menurut Ibnu Abbas adalah Qaaf,
Ada lagi pendapat ulama yang mengatakan qaff itu adalah nama gunung, gunung itu mengelilingi bumi, namun yang paling kuat, yang paling muktamat daripada sekian pendapat tadi, bahwa qaff itu artinya adalah
( Allahu'aklam bi murodihi ) Allah yang paling tahu dengan maknanya Qaaf itu, nah ini yang paling kuat
( Walqur'anul Majid ) Demi Al-Qur'an, Al Majid, asshowwi berkata Al Majid itu artinya al Karim, maksud daripada Al Karim itu adalah ( fa kullu man dholaba Minhum maksudahu wajadahu fihi ( tiap-tiap orang yang menuntut, yang mencari dari Alquran itu akan yang ia Maksud maka dia dapatkan pada Alquran, apa saja yang kita kehendaki di dalam Alquran ada, nah itulah makna daripada Al Majid, tentunya kalau kita ini orang awam maka akan sulit menemukan sendiri sesuatu di dalam Alquran, maka kita menggunakan hadist, dan pendapat para ulama yang ahli dalam bidangnya tersebut
Kita ambil beberapa contoh petunjuk-petunjuk Alquran yang sangat berkalit dengan kehidupan kita,
1. yang pertama makan, makan ini satu keperluan manusia dan makhluk hidup lainnya, nah bagaimana makan itu supaya benar, bagaimana makan itu supaya menjadi bernilai ibadah, jangan hanya jasmani dan perut kita saja yang kenyang, tetapi rohanipun ikut kenyang, dan Alquran ada mengajarkan yang demikian, sebagaimana yang sudah di smapaikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, pada surah Al-Baqarah ayat 172
Hai orang-orang yang beriman makan lah olehmu, dari rezeki yang baik yang kami berikan kepadamu kata Allah, dan syukurlah kamu bagi Allah subhanahu wa ta'ala
Nah disini ada 3 hal bagaimana makan itu bisa menjadi ibadah kepada Allah
A. Yang kita Makan itu yang baik-baik, arti yang baik itu ada 2, yang pertama makanan yang tidak mencelakakan badan, kalau hendak makan makan yang bergizi, yang bagus, yang sihat, yang kedua makan lah oleh mu sesuatu yang baik itu yang halal toiyyibah, karena makanan itu walaupun itu baik makanan itu bergizi, tapi kalau mendapatkannya dari yang haram itu akan merusak rohani manusia, tapi kalau kita makan yang halal, mendapatkannya pun dengan cara yang halal, maka akan baik untuk jasmani dan rohani kita dan di tambah dengan ( waskurulillah) bersyukur kepada Allah
Maka makan itu akan bernilai ibadah kepada Allah
Nah ini lah cara makan yang di ajarkan oleh Allah kepada kita, makan makanan yang baik, dengan cara yang halal dan makan yang halal kemudian bersyukur kepada Allah, Alhamdulillah, maka ini bernilai ibadah yang sudah di jelaskan Allah di dalam Alquran,
Ada lagi kalau kita ini hendak berusaha, hendak berdagang supaya sukses, bertepi supaya berhasil, maka Alquran ada menjelaskan caranya, tidak perlu kita mencari lagi di tempat lain, Karna Alquran sendiri sudah menyampaikan kepada kita, bahkan beruntung dunia akhirat, firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquran, pada surah Al jumu'ah ayat 10
Apabila di selesaikan sembahyang, maka bertebaran lah kamu di muka bumi, cari anugerah Allah, dan ingatlah banyak-banyak kepada Allah niscaya kamu beruntung, niscaya kamu sukses, niscaya Allah akan menolongmu pasti kamu akan berhasil baik di dunia maupun akhirat
Nah ini ayat mulanya di turunkan prihal masalah shalat Jumaat, kalau sesudah sembahyang Jumaat maka bertebaran lah kamu di muka bumi, carilah anugrah Allah, ingatlah Allah sebanyak-banyak maka pasti kamu akan beruntung, maka ayat ini memberikan faham setiap kita hendak berusaha, maka lebih baiklah di mulai dengan shalat, shalat artinya apa berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, hendak pergi ke toko, hendak pergi ke kebun ke tempat kerja maka jangan lupa ingat kepada Allah dan berdoalah kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Disitu kita berdoa, berniat di dalam hati bahwa yang kita usahakan ini hanyalah sebab untuk mendatangkan rezeki daripada Allah, bukan usahaku ini, bukan pekerjaan ku ini yang mendatangkan rezeki, bukan, semua itu dari Allah,
Nah sewaktu kita sedang bekerja, berusaha ( wazkurullah ha kasiro) maka berdzikirlah kepada Allah sebanyak-banyak, pengertian dzikir ini ada dua, yang pertama kita berdzikir seperti mengucapkan kalimat tauhid, tasbih shalawat dan lain sebagainya, yang kedua maknanya adalah ingatlah kamu kepada undang-undang dan peraturan daripada Allah,
Kadang orang berdagang, berusaha, bekerja itu musti taat dan patuh akan hukum hukum Allah, oh kalau macam ni tak boleh ini melanggar hukum Allah, jangan di buat, nah kalau kita melakukan usaha seperti ini maka Allah akan menjamin ( la'allakum tuflihun) pasti kamu akan sukses bahagia dunia dan akhirat
Contohnya lagi seperti orang hendak menikah, maka Alquran sudah siap memberikan arahan dan petunjuk jelas mengajarkan kepada kita bagaimana hendak mencari pasangan hidup agar berkah dan bahagia firman Allah subhanahu wa ta'ala
( Fangkihu) Nikahi oleh mu
yang baik bagi kamu dari perempuan, nah pengertian yang baik itu macam apa menurut Alquran, maka Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam menjelaskan, di maksud dengan nikahilah perempuan yang baik itu ( tunkahul mar'ah Li 'arba'in) perempuan itu dipilih untuk di nikahi karena 4 perkara,
1. ( Limaliha ) Karena hartanya,
2. ( Walihasabiha) Pilih perempuan itu yang baik baik keluarganya, yang baik agamanya, bukan keturunan orang-orang yang dzolim bukan,
3. ( Walizamaliha)Karena keelokannya
4. ( Walidiniha) Karena agamanya, karena imannya, karena Islamnya,
Maka kau ke 4 perkara itu sulit kita temukan, maka Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam pemberian nasihat ( FaZfar biza tid din) ambil yang baik agamanya, ( taribat yadak) sungguh engkau akan beruntung, karena agama ini fungsinya dunia dan akhirat
Nah inilah Alquran dengan Al Majid, semuanya apa yang kita kehendaki maka ada di dalam Alquran( fa kullu man dholaba Minhum maksudahu wajadahu fihi ( tiap-tiap orang yang menuntut, yang mencari dari Alquran itu akan yang ia Maksud maka dia dapatkan pada Alquran
Kampung, negeri, supaya makmur, agar terhindar daripada perkara yang tidak baik, di jauhkan dari bala, di mudahkan untuk mencari bahan-bahan kehidupan sehari-hari maka Allah dengan tegas menjelaskan di dalam Alquran, pada surah Al a'raf ayat 96
ujar Allah apabila penduduk suatu kampung itu beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala, bertakwa kepada Allah niscaya kami bukakan berkah-berkah dari langit dan bumi, asal mereka itu beriman dan takwa maka akan mengalir keberkahan daripada Allah, Bagi orang-orang yang beriman kepada Allah, yang bertaqwa kepada Allah maka Alquran ini merupakan segala-galanya baginya sebagai pedoman hidup dunia dan akhirat
Surah Qaaf ini sebagaimana dengan surat-surat lainnya juga banyak memberikan petunjuk, jalan , hidayah kepada kita agar mendapatkan keridhaan daripada Allah subhanahu wa ta'ala, salah satunya Allah menyampaikan di dalam Al-Quran dalam ayat 16 pada surah ini
Sungguh kami telah menciptakan manusia, nah berarti manusia adalah ciptaan Allah jelas itu, bila ciptaan Allah berarti manusia itu baru artinya baru apa? Dahulu tidak ada setelah di ciptakan Allah baru ada, kami menciptakan manusia dan kami mengetahui kata Allah sesuatu yang bergeritik bisikan di hatinya
kami menciptakan manusia dan kami mengetahui kata Allah sesuatu yang bergeritik bisikan di hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada Urat lehernya sendiri
Nah disini Allah mengatakan
kami menciptakan manusia dan kami mengetahui kata Allah sesuatu yang bergeritik bisikan di hatinya, nah bisikan, geritik hati ini ada beberapa macam, geritik pertama, kedua, ketiga dan keempat, Al imamul Ghazali mengatakan bahwa, geritik hati pertama masih di maafkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, geritik kedua masih di maafkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, geritik ketiga masih di maafkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Nah geritik hati yang keempat baru di tindak oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Al imamul Ghazali memberikan contoh di dalam kitab ihya Ulumuddin, di dalam hati kita ada bisikan jahat, geritik hati yang tidak baik, macam geritik hati seorang laki-laki mengatakan di belakang ku ini ada perempuan, itu geritik timbul dengan sendirinya, geritik semacam ini di ketahui oleh Allah dan di maafkan oleh Allah, geritik yang kedua timbul keinginan hendak melihat, Karna di belakangnya ada perempuan maka laki-laki tergerak hatinya hendak melihat, Allah subhanahu wa ta'ala mengetahui itu dan di maafkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala l, geritiksn yang ke tiga timbul di dalam hati sebaiknya ku lihat saja, penasaran aku ini ujarnya, nah ini Allah subhanahu wa ta'ala mengetahui dan masih di maafkan oleh Allah, nah geritik yang ke 4, sudah menjadi niat bulat di hati, akhirnya laki-laki tadi pun berpaling dan melihat perempuan yang nampak auratnya, barulah di tindak oleh Allah subhanahu wa ta'ala apakah ini menjadi dosa stau tidak,
Dan hadist mengatakan barangsiapa yang bercita-cita hendak melakukan kebaikan maka mendapatkan 1 pahala, bila jadi di buatnya maka di tulis kebaikan baginya 10, manakala bercita-cita dalam kejahatan, belum di tulis Allah, tapi kalau sudah melakukannya baru di tidak Allah, jadi setiap perkara maksiat, geritik hati yang pertama kedua, ketiga, masih di maafkan oleh Allah, kalau sudah geritik hati yang ke 4, baru Allah menindaknya,
Kemudian lagi Allah berfirman di dalam ayat 18
Tidak bertutur seseorang daripada satu perkataan melainkan di sisinya ada rakib dan 'atid, apapun perkataan yang kita ucapkan, perbuatan yang kita lakukan akan di perhatikan di awasi oleh dua Malaikat rakib dan 'atit, bila kebaikan maka rakib yang bekerja, bila ada perbuatan yang buruk maka 'atid yang bekerja, namun kedudukan kedua malaikat ini adalah rakib lebih tinggi artinya apa, rakib kedudukannya mengetuai terhadap 'atid, sebagaimana hadist daripada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam menyatakan
( Katibul hasanad 'alayya minal rozul) Tukang tulis kebaikan hendaknya berapa di sebelah kanan, mangkanya jangan kita sekali-kali meludah kesebelah kanan ( Wakatibu sayyi'at ala yasarihi ) tukang tulis dosa di sebelah kiri, ( wakatibul hasanad 'Aminun ala katibis syaiyi'at ) tapi tukang tulis kebaikan ini menguasai, mengetuai dia atas yang tulang tulis keburukan yang di sebelah ( Fa'iza hamila hasanatan katabaha Sohibul Yamin 'asro) Bilamana seorang hamba beramal kebaikan malaikat sebelah kanan menulis baginya sekali kebaikan mendapat 10 pahala,
( wa'iza 'amila syaiyi'atan qola Sohibul Yamil Li sohibissyimal, dakh'hu sab'a sa'ah La'alla wayusobbihu aw yastagrhfir, ) bila seorang hamba ini berbuat dosa maka malaikat sebelah kanan berkata kepada kiri, hai malaikat kiri jangan di tulis dulu, ( sab'a sa'ah ) beri dia waktu 7 jam, barangkali dalam 7 jam itu dia menyesal, istighfar, minta ampun kepada Allah subhanahu wa ta'ala, nah jadi waktu antara kita berbuat dosa sampai di tulis oleh malaikat kiri 7 jam, ada yang mengatakan 6 jam, ada yang mengatakan 3 jam, nah sudah di berikan waktu untuk kita namun kita tidak mahu berbuat taubat kepada allah, tidak mahu istighfar menyesali perbuatan dosa yang kita lakukan itu, maka barulah di tulis oleh malaikat sebelah kiri, dan di tulispun hanya satu kesalahan saja, 1 perbuatan dosa, 1 dosanya, 1 perbuatan baik, 10 pahalanya,( ini hadist di sebutkan Al imam Al qurtubi di dalam kitab tafsirnya )
Tidak bertutur seseorang daripada satu perkataan melainkan di sisinya ada rakib dan 'atid, Ini firman Allah mustinya membuatkan seseorang itu berhati-hati dan bertutur kata, bertingkah laku, kenapa ?, Karna tidak akan terlepas daripada catatan malaikat malaikat itu, menurut satu riwayat cacatan itu sehari-semalam dua kali naik, sehari semalam, esok hari catatan baru, begitulah seterusnya, itu sebabnya Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda ( ma min hafizhoyni yarfa'ani ilallahi ma hafizo, fayarallah fi awwali Sohifah krhoiro,
Wafi akrhi riha khroiro, Illa qolallahu ta'ala Li mala'ikatihi
ishadu 'anni khodghafartu Li 'abdi Ma bayna torofay Sohifah ) tidak ada di antara dua malaikat kiri kanan ini naik kepada Allah, melaporkan cacatan seorang hamba, maka Allah akan lihat awalnya dan akhirnya, bila awalnya baik dan akhirnya baik,
Maka Allah berkata kepada malaikat, saksikanlah oleh mu bahwa aku ampuni dosa-dosa yang di antara awal dan akhir daripada cacatan buku ini, oleh karena itu banyak di dalam hadist yang di sampaikan oleh Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam mengingatkan kepada kita agar jangan lupa berdzikir, beribadah, membaca Alquran, sesudah subuh, dan sesudah asar, kenapa, karena itu adalah tempat awal catatan dan akhir catatan, kalau kita bisa demikian maka di tengah-tengah nya itu akan di ampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Demikianlah mudah - mudahan kita semuaan ini bisa mengambil pelajaran, hikmah, petunjuk, hidayah yang sudah di sampaikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan juga Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam serta para ulama, semoga kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari dan senantiasa mintalah kepada Allah agar kita bisa melawan hawa nafsu kita, menjadi orang-orang yang benar' taqwa kepada Allah, dan di wafatkan Allah dalam keadaan iman, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar