(Attasyi' Wal krhomsun min shuwaril qur'an, Suratul hasyar, ) yang ke 59 daripada surah-surah Alquran, yaitu surah yang bernama Al hasyar, ini surahh (Madaniyyatun)
Di turunkan Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam sesudah hijrah daripada Mekkah ke Madinah, ( Wa ayatuha) dan ayat-ayat nya berjumlah ( Arba'un wa isrun) 24 ayat
Surat Al hasyar merupakan surat yang sangat mulia, surat yang sangat banyak manfaat dan faedahnya, di antara surah surah Al Qur'an yang lainnya, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam
( MAn qoro'a suratal hasyar, ghofarallahu lahuma taqoddamma min zambihi wama ta'arh krhor zakarahul qurtubi bima tafsirih) barangsiapa membaca surah Al hasyar, yang 24 ayat ini, Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang kemudian
Dan lagi sabda Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam ( man qoro'a suratal hasyar, lam yabbeko syai'un minal jannati wannari wal arhsyi wal kursi, wassamawati Al arhdi, wal hawami waddawam, warrihWassazari wal zibal, Wassyamsi wal qomar wal malaikah, Illa sholla wa'alaihi wastarghfarulah, fa'inmata fi yaumihi aw lailatihi Ma tasya'ida ) sabda Rasulullah yang maknanya, barangsiapa yang membaca surat hasyar, tidak tinggal daripada syurga, neraka, Arash dan kursi, langit dan bumi, binatang, angin, pohon, gunung, matahari dan bulan, serta malaikat, malainkan seluruhnya memintakan ampun atas orang yang membaca surah Al hasyar itu, dan jika dia meninggal, atau mati pada hari atau malamnya dia membaca itu, ma tasya'ida) maka di catat baginya wafat dalam keadaan syahid ) nah ini faedah orang yang membaca surahul hasyar
Jadi ini merupakan surah yang patut kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari karena bilamana kita membaca surah ini, maka kita berada di dalam naungan dan ampunan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda
( Man qola hina yusbih shalasa marrotin, adzubillahi syami'il alim minassyatonirrozim,
Nah kita baca itu, dengan adzubillahi syami'il minassyatonirrozim 3x, kemudian sambung dengan ayat tadi, ( wakalallahu bihi fi sab'ina Alfa malakin Yusholluna
alaih Hatta yumsi, wa'in mata min yaumihi mataSyahida,
Wamanqoro'aha hina yumsi fakazalik ) orang yang membaca yang demikian di waktu pagi, habis sembahyang subuh misalnya, maka Allah mewakilkan dengan dia 70ribu malaikat, Allah menyuruh 70 ribu malaikat yang bertugas memintakan Rahmat kepada Allah, memintakan ampunan kepada Allah untuk orang-orang yang membacanya, dan jika dia mati pada siang hari itu maka dia mati sebagai syahid,
Bagi mereka pula yang membaca di perang hari atau sesudah magrib, maka demikian pula halnya, jadi kalau kita hendak membaca surah ini hari awal ayat sampai akhir, bagus, adapun yang yang hendak membaca pendeknya macam beberapa ayat di akhir tadi, Nah jadi itu beberapa macam daripada hadist Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam yang menjelaskan tentang keutamaan surat Al hasyar ini, maka patutlah kita semuaan ini semoga bisa mengamalkan yang demikian itu dalam kehidupan kita sehari-hari, insyaallah
Sebagaimana sudah-sudah yang lain di dalam Al Qur'an, maka surah Al hasyar ini juga banyak memberikan petunjuk dan arahan daripada Allah subhanahu wa ta'ala kepada kita semuaan ini, banyak menciptakan tentang kejadian-kejadian di masa Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, di antaranya pada ayat 8 sampai 10
Orang-orang fakir yang mereka itu hijrah bersama Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, dari Mekkah ke Madinah, mereka itu semata-mata mencari karunia dan keridhaan daripada Allah mereka itu menolong agama Allah dan rasulnya Allah, maka mereka itulah orang-orang yang benar, nah ini ayat merupakan suatu pujian daripada Allah kepada orang-orang yang hijrah, yang meninggalkan Mekkah, meninggalkan segala macam yang dia punya demi hijrah bersama-sama Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, maka Allah pun memberikan mereka itu gelar
( Ula ikahumushsshodiqun ) Mereka itulah orang-orang yang benar
Orang-orang Muhajirin, seperti Umar bin Khattab, abu bakar Ash-Shiddiq, usthman Bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan para sahabat-sahabat Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam semuanya itu adalah contoh-contoh orang yang Muhajirin, kemudian ayat berikutnya
Dan kemudian orang-orang Anshar, orang orang penduduk Madinah ( yuhibbuna man Hazaro ilaihim )
mereka itu cinta kepada orang yang hijrah kepada mereka, orang-orang Madinah ini dengan senang hati menyambut kedatangan orang-orang yang hijrah ke negeri mereka,
Dan tidak ada sedikitpun di dalam hati mereka orang-orang Anshar itu keinginan dari sesuatu yang di berikan kepada kaum Muhajirin,
Dan orang-orang Anshar itu mereka mengalahkan diri mereka walaupun sengsara demi untuk kesenangan, kebahagiaan orang-orang Muhajirin,
ayat ini turun, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda untuk orang-orang Anshar, maka nabi kumpulkan mereka semua itu, ujar nabi,
( insiktum, kasyamtum, Lil muharijin mindurikum
Wa'amwalikum, wa kasyamtulakum minalghonimah,
Kama kasyamtumlahum, ) wahai orang Anshar kata Rasulullah jika kalian mahu, kalian bagi rumah kamu, harta kamu, separuh untuk kamu, separuh untuk muharijin, dan gantiannya apa, sebagaimana aku bagikan bagi mereka, dan aku bagikan bagi kamu daripada harta rampasan perang, nah intinya nanti kalau seandainya ada perang, kemudian kita menang, dapat harta rampasan, maka khusus di bagikan kepada orang-orang Anshar
Ataupun ujar nabi yang kamu hendak yang kedua ini boleh juga tidak usah rumah kalian di bagi dua, tidak usah harta kalian di bagi, cuman bila ada harta rampasan perang, maka khusus akan di bagikan kepada orang-orang muharijin,
Maka orang-orang Anshar pun menyampaikan
( Faqolu, laa balnaksimulahum min diyarina, wa'amwalina Walanusyarikuhum bil Grhonimah, )
Tidak wahai Baginda Rasulullah kata orang Anshar, rumah tetap kami bagi dua, harta tetap kami bagi dua, dan andaikata kita memang dalam perang, maka pampasan perang silahkan untuk orang-orang muharijin,
Nah inilah kepribadian daripada orang-orang Anshar
Maka Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyatakan ( hubbul Anshar ayatul iman, wa bugrhdul Anshar ayatunnifaq rowahunnasa'i ) cinta kepada orang-orang Anshar itu adalah tanda orang beriman dan benci kepada orang-orang Anshar tanda orang munafiq,
Nah perlu kita belajar orang-orang Anshar itu macam apa, seperti Annas bin Malik, abu Ayyub Al Anshari, Sa'ad bin muaz, ubadah bin shamit, Zaid bin Tsabit, nah itu orang-orang Anshar
Dan mereka itu orang-orang Anshar mengalahkan diri mereka untuk orang-orang Muhajirin walaupun mereka dalam keadaan susah,
dan barangsiapa yang dipeliharakan akan sifat syuh dalam dirinya, maka mereka itu lah orang-orang yang beruntung, nah sifat syuh tu macam apa, orang yang di periharakan Allah daripada sifat syuh, dia orang yang sukses, dia orang yang beruntung, sifat syuh itu adalah himpunan daripada Bakrhil dan tamak, lebih jahat daripada Bakrhil, nah kalau orang bakhirl dia pelit dengan harta dia, tapi kalau orang yang syuhih, dia pelit akan hartanya sendiri, dan dia tamak hendak juga harta orang lain di bagikan pada dirinya
Ibnu amar berkata
( Assyuh, assyatdu minal burghli, li'anna shohih, yasihhu 'alamafiyada'ih, fayahbisuhu wayasihihhu 'alamafi
'aydinnas Hatta yak krhuza)
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda
( Walayaztami'u syuhhuu wal iman bil qolbi 'abdi
'abada akrh rozahul hakim wa shohihah) tidak terhimpun sifat syuh dan iman di dalam hati seorang hamba selama-lamanya
Di dalam riwayat lain mengatakan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda
( Walayalizuljannah syuhih akrh di Baihaqi ) tidak akan masuk syurga orang yang punya sifat syuh di dalam dirinya, jadi sifat syuh ini artinya menahan harta sendiri, dan tamak hendak juga harta orang jadi miliknya, kenapa orang mahu berzina, Karna ada sifat syuh, kenapa orang mahu menipu, mencuri, mengambil harta orang lain, karna ada sifat syuh di dalam dirinya, jadi firman allah tadi mengatakan bahwa
orang-orang di pelihara dirinya daripada sifat syuh, maka dialah orang-orang yang beruntung
( Kana Abdurrahman ibnu aufin yatufu bil baits, yaqulu, allahumma kini syuhhan nafsih Laa yazidu ala Zalik )
Abdurrahman bin auf, sahabat yang paling kaya, beliau tawaf di baitullah dengan membaca bacaan allahumma kini syuhha nafsih, (wal la yazidu ala Zalik,) dan beliau tidak menambah yang lain daripada itu doa, ya Allah peliharaakan aku daripada sifat syuh di dalam diriku
( Fakila lahu fi Zalik ) Di kata orang kepadanya, hai Abdurrahman kenapa engkau membaca yang demikian itu, lain bacaannya daripada orang, maka beliau menyampaikan ( Iza wukitu syuhha nafsih Laa asriku wala'ajni, Walam'af'al, syai'an munkaro ) apabila aku di pelihara Allah daripada sifat syuh, maka aku tidak akan mencuri, aku tidak akan berzina, aku tidak akan berbuat sesuatu yang Munkar, jadi sesuatu yang patut kita minta daripada Allah adalah di hindarkan daripada sifat syuh ini, seperti doa sahabat Baginda Rasulullah yakni Abdurahman ini,
Kemudian ayat yang ke 10 adalah Allah berfirman
Orang-orang yang datang dari sesudah mereka, kita jadi orang Muhajirin, tidak, kita hendak jadi orang Anshar, tidak mungkin, tapi mungkin jadi orang yang ketiga ini, orang yang ketiga adalah, orang-orang yang datang dari sesudah mereka itu, mereka berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala
Ya Allah ya Tuhan kami, ampuni kami, dan saudara-saudara kami yang mendahului kami dengan iman, kalau kita bukan orang Muhajirin, kita bukan orang Anshar, maka doahkan mereka, niscaya kita akan tergolong kepada golongan mereka, itu sebabnya kalau kita membaca nama para sahabat radiallahu'anhu, itu apa? Untuk masuk dalam golongan mereka,
Dan jangan kamu jadikan wahai Allah, di dalam hati kami sifat grhilla, artinya itu sifat menipu, membenci dan dengki, jangan ada di dalam hati kita ini sedikitpun bermaksud jahat dengan orang-orang yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Ya Allah ya Tuhan kami sesungguhnya engkau maha pengasih dan maha penyayang
Nah berkaitan dengan ayat yang ke 10 ini, di sebutkan dalam sebuah hadist ( wa Arkha rozahul hakim, at turmudzi, an Abdil Aziz, qol, balaghrona Anna rozulan sholla ma'an nabi shalallahu 'alaihi wa salam, fhalamman soro faqolaan nabi shalallahu 'alaihi wa salam, hazarrazul min ahlil Jannah ) Rasulullah sembahyang dengan beberapa sahabat beliau, sesudah selesai sembahyang Baginda Rasulullah menunjuk seorang laki-laki dan beliau berkata itu laki-laki ahli syurga,
kemudian abdullah bin Ammar yang mendengarkan ucapan nabi bahwa laki-laki itu ahli syurga ingin tahu siapa laki-laki itu, dia datangi laki-laki tadi dan dia berkata, ( ya 'ammah addiyyafah) wahai paman saya hendak bermalam di rumah engkau, ( qola na'am ) silahkan, ( fa'izalahu krhimatun wasyatun, wanakrhlun, )
Ternyata laki-laki tadi hanya mempunyai kemah, mempunyai kambing dan ada pohon kurma,
Sampai di dalam kemah kami berdua, kemudian di sore hari laki-laki tadi keluar dari kemah, dia memeras susu kambing, di ambilnya kurman, di berikannya kepadaku, dan diapun tidur, dan aku kata Abdullah bin Ammar berjaga, beribadah pada malam itu, di waktu subuh, laki-laki tadi tidak puasa, dan aku puasa,
( Fa ta'ala Zalik, shalasa laya, ) 3 malam dia berada di rumah laki-laki tadi, ( Fakultu lahu Inna Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, qola Fika innaka min ahlil Jannah, fa'arkh dirni, ma 'amaluh) wahai tuan, Baginda Rasulullah mengabarkan bahwa engkau ini adalah ahli Jannah, ma 'amaluk) apa amalan engkau Tuhan
Maka laki-laki tadi berkata ( qola bakdilladzi arkbarak
Hatta yurhbiroh ) datangi kepada orang yang memberi kabar itu, tanya kepadanya, kenapa engkau tanya aku ujarnya, hehe, ( fa fa'ala Zalik ) Maka Abdullah bin amar pun datang berjumpa dengan Baginda Rasulullah, wahai Rasulullah, apa amalan laki-laki itu sampai dia ahli syurga, ( faqolaan nabi, iktih Birok )
Nah sekarang kalau sudah ada izin Baginda Rasulullah aku ceritakan,
( Lawkana tiddun ya Li, fa ukrhijat minni lam ahzan alaiha walau uktituha lam afrah biha )
1. Andaikata dunia ni milikku, kemudian di ambil Allah maka aku tidak akan sedih atasnya,
2. Dan andaikata dunia di berikan kepadaku akupun tidak gembira kepadanya
( Wa'abitu walaysa bi qolbi ghrhillun ala Ahad )
3. Dan setiap aku tidur di malam hari, di dalam hatiku tidak ada sedikitpun menyimpan maksud jahat kepada seseorang juapun
Ketiga-tiganya itu adalah ( min akmalin qulub) amalan hati,
Itulah yang di sebut di dalam Alquran
Ya Allah jangan kamu jadikan di dalam hati kami ini ini sedikitpun bermaksud jahat dengan orang-orang yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Jadi ada dua sifat untuk kita minta perlindungan kepada Allah subhanahu wata'ala
agar kita di hindarkan daripada sifat syuh, sifat ingin menguasai milik orang lain, dan sifat ghril, dimana kita ada dengki, jahat, merugikan, mencelakakan orang lain
1. Sifat syuh
2 sifat grhillun
Itulah di antara bagian lu daripada surat Al hasyar ini, kita berniat dan kita berdoah, mudah mudahan kita semuaan ini bisa mengamalkan apa yang sudah di sampaikan oleh Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, dapat kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari, dan meninggalkan segala macam perkara yang disuruh bagi kita untuk meninggalkannya, insyaallah di lain kesempatan kita bisa berjumpa kembali, aamiin ya Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar