Pages

Senin, 21 Oktober 2024

Alquran/ 64 Surah At thagaabuun / hlm. 71

Bismillahirrahmanirrahim 

( 'arribi'atu wassittun min shuwaril qur'an suratu at taghaabun ) yang ke 64 dari surah surah Al Qur'an, yaitu surah yang bernama at taghaabun, ini surah 
(Madaniyyatun) Di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sesudah hijrah daripada Mekkah ke madinah
( Wa ayatuha ) Dan ayat-ayatnya berjumlah 
( Shamania 'asroh ) 18 ayat 

At taghaabun itu adalah di antara daripada sekian banyak nama hari kiamat, di antara sekian banyak nama hari kiamat termasuklah dengan nama hari taghaabun, kenapa surah ini di namakan demikian, karena di dalam surah ini pada ayat yang ke 9 ada menceritakan tentang at taghaabun itu, sebagaimana yang sudah di sampaikan oleh Allah subhanahu wata'ala di dalam Alquran ayat 9


Sebutkan wahai Rasulullah kepada ummatmu, atau ingatkan wahai rasul kepada ummatmu tentang hari dimana Allah menghimpun kalian pada hari tersebut, 
Para ahli tafsir mengatakan pada hari itu 
( Yajma'ullah fihi baynal awwalin wal akhirin, minal insi wal jinni wazami'a ahlissama wal ardh) Allah akan menghimpunkan antara orang-orang yang dahulu dan orang-orang yang kemudian daripada manusia dan jin dan sekalian seluruh penghuni langit dan bumi, di himpunkan oleh Allah subhanahu wata'ala di suatu tempat, yang nama tempat itu bernama dengan mahsyar

Yaumayazma'ukumli Yaumil zam'i ) jadi hari kiamat itu ada namanya Yaumil zam'i, dan ada juga lagi namanya yaumuttaghabun, dan lain sebagainya, sangat banyak hadist - hadist daripada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam yang mengingatkan kita tentang suatu hari dimana Allah mengumpulkan makhluk-nya, yang di langit dan juga di bumi, di suatu tempat, nah untuk apa kita semua berkumpul di situ, untuk di mintai tanggungjawab kita dalam hidup di dunia ini satu persatu

Dan di Padang Mahsyar itu, di jelaskan dalam beberapa hadist tidak ada tempat naungan selain daripada naungan allah, tidak ada pertolongan selain daripada pertolongan Allah subhanahu wata'ala, dimana manusia pada saat itu berada dalam keadaan yang sangat menyedihkan, coba kita bayangkan orang berkumpul miliyaran, dari zaman dulu sampai zaman yang akan datang semuanya berkumpul manusia, di tambah makhluknya di suatu tempat yang rata berkumpul, yang tidak ada yang bisa menolong, tidak ada naungan apapun, cuacanya yang sungguh sangat panas karena matahari yang sangat dekat kepada Allah 

Nah di dalam hadist pula banyak di sebutkan bahwa pada hari mahsyar itu hanya ada orang-orang tertentu, orang yang istimewa yang mendapatkan kehormatan untuk bernaung dalam naungan Allah subhanahu wata'ala, nah jadi tidak semuanya sengsara, ada manusia-manusia istimewa yang di berikan Allah kehormatan dan mendapatkan pertolongan daripada Allah subhanahu wata'ala, nah siapa manusia-manusia itu? 

Antara lain Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyebutkan ( imamun 'adil ) pemimpin, imam yang adil, di dalam syarah-syarah hadist di sebutkan imam itu adalah sultan, ada juga yang menyebutkan bahwa imam itu adalah pemerintahan yang adil, nah apa yang di maksudkan dengan adil itu, 
( Alladzi yatfa'u amrallah, bi wat'i Kulli syai'in fimawdi'ihi
Min ghoiri ifrotin wala tafrid ) itu namanya adil, orang atau pemimpin yang mengikuti aturan Allah, yang taat dan ikut perintah Allah dengan menempatkan sesuatu pada tempatnya dengan ketiadaan kurang dan tidak pula melampaui batas, nah itu di sebut dengan adil 

Pemerintah yang patuh kepada hukum Allah subhanahu wa ta'ala, dengan menempatkan sesuatu itu pas pada tempatnya, orang orang yang berada di dalam pemerintahan yang adil itu di Padang Mahsyar nanti akan mendapat kehormatan yang sangat besar dari pada Allah subhanahu wata'ala, dengan di beri naungan oleh Allah, di dalam kitab terdahulu di sebutkan, seseorang itu tidak akan bisa mendapatkan gelar title adil, kecuali mencukupi tiga perkara : nah calon pemimpin, pejabat, hendaknya mengetahui hal yang demikian 

1. Orang yang bisa di sebut adil itu adalah mempunyai hikmah, mempunyai ilmu, baik dalam bidang keagamaan atau dalam bidang tugasnya, kalau orang itu tidak bisa mengelola pemerintahan karena tidak sesuai ilmunya, contoh ada orang pedagang, petani, berkebun, tiba-tiba di angkat hendak menjadi pemimpin, maka hancurlah pemerintahannya, karena tidak sesuai ilmunya, jadi kalau orang yang hendak menjadi pejabat itu maka musti menguasai apa yang bakal di jalaninya, Dan juga ilmu agamanya pun musti cukup, 
dan lagi orang yang adil itu adalah 
2. ( Assaja'ah) Punya keberanian , punya ketegasan, tidak penakut, tidak ragu-ragu 
3. ( Al iffah) Punya kehormatan menjaga diri daripada segala macam hal hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wata'ala, nah demikian itulah syarat untuk menjadi orang yang adil yang akan mendapatkan naungan daripada Allah subhanahu wata'ala 

2. Dan lagi yang mendapatkan keistimewaan di hari jam'i, atau hari mahsyar itu adalah
( Sabbuun nasa'afi 'ibadatillah ) Seorang syaf, yang hidupnya senantiasa beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala, nah Syaf itu artinya orang yang berumur antara 15 tahun sampai 30 tahun, bahasa kita para pemuda, karena terkadang waktu muda ini di habiskan dengan perkara yang sia-sia, apalagi sampai melakukan perkara yang negatif, nah bila mana pemuda itu melakukan ibadah kepada Allah, menjaga dirinya daripada melakukan dosa dan maksiat, menjaga aurat dan lain sebagainya, hidupnya di gunakan untuk taat kepada Allah subhanahu wata'ala, nah pemuda atau pemudi inilah yang akan mendapatkan naungan daripada Allah 

3. Dan lagi yang mendapatkan naungan daripada Allah 
( Rozulun qolbuhu mu'allaqun bil masajid ) Seseorang laki-laki nah ini tidak masuk perempuan, laki-laki yang hatinya di gantungkan di masjid, artinya apa orang ini selalu sembahyang berjamaah di masjid, contohnya dia shalat subuh di masjid, pulang dari shalat hatinya sudah berniat hendak shalat Dzuhur di masjid berjamaah begitulah seterusnya dan hari-hari berikutnya, nah ini orang hatinya di gabtungkan di masjid 

4. ( Rozulani tahabbafillah ) Dua orang manusia yang saling menyayangi, saling mencintai semata-mata karena Allah dan tidak keluar daripada jalan yang Allah Ridai, dua orang manusia saling sayang sayangan di jalan Allah dan karena Allah, contohnya kita ada melihat seseorang, seseorang ini ahli ibadah, taat, bagus, akhlaknya di Ridai oleh Allah subhanahu wata'ala, lalu kita suka kepada laki-laki itu, jadi sahabat kita, kita cintai, nah kenapa kita sayang, karena kita tahu bahwa orang itu adalah di sayangi Allah, dan diapun taat kepada Allah maka kitapun demikian menyayanginya, dan dalam pergaulannya pun tidak ada perkara yang melanggar hukum hukum Allah subhanahu wata'ala

5. Dan lagi ( rozulun zakarallah krhalian fafazhot'aina) 
Seseorang baik laki-laki maupun perempuan yang berdzikir kepada Allah subhanahu wata'ala, ( krhaliaaa) di tempat yang sunyi, sepi, seorangdiri, kemudian dia menangis karena takut kepada Allah atas dosa-dosanya, atau karena rindu kepada Allah atau karena malu kepada Allah, atau karena cinta kepada Allah, sambil berdzikir sambil menangis di tempat yang sunyi tak ada satupun orang kecuali dirinya dengan Allah subhanahu wata'ala 

6. Dan lagi ( rozulun da'athu 'imro'atun zatu man sibin wazamal, Faqolaa inni Akrhafullaha rabbal 'alamin ) seseorang laki-laki atau seorang perempuan yang punya kemuliaan, punya kehormatan, punya kecantikan atau punya ketampanan, punya kesempatan kemudian di ajak lawan jenisnya untuk melalukan perzinahan, ataupun nafsunya hendak mengajak kepada berbuat dosa dalam kesendiriannya maka iapun berkata ( inni Akrhafullah ) Aku takut kepada Allah, nah orang yang mengatakan demikian akan di hargai oleh Allah dengan mendapatkan naungan nanti di Padang Mahsyar 

7. ( Warozulun tashaddaqo bi sodakotin fa'arkh faha 
Hatta la taklaMa shimaluhu ma tunfiqu yaminuh ) seseorang baik laki-laki atau perempuan yang bersedekah dengan rahasia, sangkin menyembunyikan sedekahnya itu, nah menerima sedekah pun tidak tahu kalau dirinya itu yng bersedekah, nah ganjarannya yang demikian itu akan mendapatkan naungan daripada Allah

8. ( Warozulun krotta'ainahu 'an Maharimmillah ) 
Seseorang baik laki-laki maupun perempuan yang bisa menjaga matanya daripada hal hal yang diharamkan oleh Allah, nah akan mendapatkan kemuliaan nanti di akhirat mendapatkan naungan daripada Allah subhanahu wata'ala 

9. ( Wa'ainun harasad fi Sabilillah) Orang yang matanya itu pernah berjaga di malam hari, di Sabilillah untuk membela kampungnya/ atau tempat tinggalnya, semisal ada musuh, atau orang kafir hendak menyerang kampung kita, tempat Kita, kemudian kita berjaga sampai malam hati untuk mengamankan warga kita, nah mata yang berjaga itu pun di hargai oleh Allah subhanahu wata'ala 

10. ( Man Kapala Yatiman auarmalah ) Orang yang menanggung anak yatim, atau perempuan janda, di tanggungnya, di biayai nya hidup mereka, nah ini akan mendapatkan naungan daripada Allah subhanahu wata'ala di akhirat nanti 

11. ( Watazirun istaro, waba'a Falamyaqul Illa haqqo, )
pedagang, pengusaha yang menukar dan menjual dan dia tidak berkata-kata kecuali perkataannya itu benar
Pedagang yang jujur amanah dalam jual belinya akan mendapatkan kehormatan di padah Mahsyar, dan masih banyak lagi golongan" yang mendapatkan kehormatan di sisi Allah subhanahu wata'ala


Thagaabuun itu adalah menurut sebahagianya para ulama bahwa di hari kiamat itu semua manusia akan merasa rugi, kita yang beriman kepada Allah merasa rugi, orang kafir jelas amat sangat rugi, dimana ruginya? Orang orang kafir yang di masukkan ke dalam neraka, di perlihatkan syurga oleh Allah, nah andaikata engkau beriman akan Allah tempatkan engkau disana, tapi karena engkau ingkar itu sebab engkau ini di neraka, nah disitulah orang kafir ini merasa rugi ( thagaabuun) 

Nah kita ini pun merasa rugi, kita orang yang beriman kepada Allah di dalam syurga, Allah menampakkan syurga yang sangat tinggi derajatnya, yang sangat istimewa, kata Allah andaisaja engkau itu dulu di dunia beramal, berdzikir, rajin ibadah dan taat maka engkau di tempat di derajat yang tinggi, nah sekarang ini engkau ibadahnya hanya pas pasanya, hanya dapat syurga yang biasa saja, nah di saat itulah kita merasa diri kita rugi 

Sebagaimana dengan surah-surah yang lainnya surah ini juga banyak memberikan kita petunjuk, memberikan kita arahan untuk menjalankan kehidupan kita sehari-hari untuk bisabmenjadi hamba Allah yang bertaqwa, sebagaimana yang sudah di sampaikan oleh Allah di dalam Alquran pada ayat 14 di dalam surah ini 


Hai orang-orang yang beriman bahwasanya sebahagian daripada pasangan kamu anak anak kamu adalah musuh kamu, ( fahzaruhum) maka hati hatilah kamu terhadap mereka, bini itu kadang kadang musuh kita, suami itu kadang kadang musuh istri, anak anak itu musuh, demikian firman Allah, nah kapan istri, suami, anak menjadi musuh kita? Di waktu mereka mereka itu menghalangi kita untuk berbuat baik, untuk berbuat ibadah kepada Allah subhanahu wata'ala, atau karena kecintaan kita kepada pasangan kita, kecintaan kita kepada anak anak kita kemudian mendorong kita untuk berbuat perkara-perkara yang melanggar hukum Allah subhanahu wata'ala, Nah mungkin di dalam dunia tidak terlalu terasa permusuhan itu tapi begitu di akhirat 
( 'aduwwallakum ) nantinya akan jelas permusuhan itu 
( Fahzaruhum ) Maka berhati-hatilah akan demikian itu 

Jika kalian mahu menghutangi Allah, akan sebagai hutang yang baik, Allah akan lipat gandakan pembayarannya dan akan di tambah Allah ampunan atas dosa kamu, oleh para ulama tafsir menjelaskan 
( Qordan Hasanah ) maksudnya ini jika kamu bersedekah dengan sedekah yang baik maka akan Allah lipat gandakan yang demikian itu, di tambah lagi balasannya 
( Yagrhfirlakum ) Ampunan bagi kamu 

Nah seperti apa sedekah itu supaya menjadi sedekah yang baik, 
1. Sedekah itu musti ( Min halalil ) daripada yang halal
karena Allah tidak akan melihat sedekah daripada harta yang haram, Allah tidak menerima sedekah daripada uang khianat, seperti menipu orang dan lainnya 
2. Ikhlas, kita bersedekah ini semata-mata untuk menjalankan perintah Allah subhanahu wata'ala atau dia bersedekah ini untuk mendapatkan keridhaan Allah 
3. ( Fi mawdi'iha ) Bersedekah itu pada tempatnya, jangan hendak bersedekah kepada yang bukan tempatnya, nah tempat sedekah itu dimana? Pertama yang kita cari itu adalah orang yang baik orang yang Sholeh, nah kita bersedekah kepada mereka itu, duit yang kita sedekahkan itu akan di gunakannya untuk perkara kebaikan maka akan sampai kepada kita pahalanya
demikian lah syarat mutlak untuk menyerahkan duit, 

menyerahkan apapun dalam bentuk sedekah atau hadiah maka yang menerima itu musti orang yang baik, Jangan sampai apa yang kita berikan ini akan membantu dia untuk melakukan maksiat kepada Allah subhanahu wata'ala, nah bersedekah itu pada tempatnya, 
4. ( La manna wala 'aza) Tidak menyebut-nyebut , tidak mengungkit-ungkit pemberian yang kita sedekahkan, dan tidak pula menyakiti hati orang yang menerima sedekah 

Nah bila 4 perkara itu kita lakukan dalam bersedekah, berarti namanya kita sedang menghutangi Allah subhanahu wata'ala dengan hutang yang baik, sungguh jelas Allah akan melipatgandakan pahalanya, dan Allah akan memberikan ampunan kepada kita...




Tidak ada komentar:

More Article about this Blog