( Assabi'atu wassittun min shuwaril qur'an suratul Mulki
Yang ke 67 daripada surah surah di dalam Alquran yaitu surat Al muluk, atau sering kali kita sebut sebagai surah tabarok, ini surah ( Makkiyyatun) di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah ( wa ayatuha ) dan ayat-ayat nya berjumlah ( shalasun) 30 ayat,
Imam at Tarmidzi meriwayatkan daripada Ibnu Abbas, beliau berkata, ada seorang laki-laki daripada sahabat nabi shalallahu 'alaihi wassalam dia membangun kemah di atas kubur, sedangkan dia tidak tahu bahwa di bawahnya itu adalah kubur, ternyata di bawahnya itu ada kubur seseorang, dan dia mendengar orang yang di dalam kubur itu membaca surah Al muluk dari awal sampai akhir, maka laki-laki tadi datang kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam,
Maka laki-laki tadi pun datang kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, kemudian dia berkata, wahai Baginda Rasulullah tadi saya membangun kemah, di atas perkuburan seseorang, dan saya tidak menyangka bahwa di atas kemah saya itu ada kubur seseorang, ternyata di dalam kubur itu ada orang yang membaca surah tabarok, setelah mendengarkan demikian maka Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyampaikan dan beliau pun bersabda
( Hiyal mani'ah, hiyal munziyyah , tunzihi min 'azabil kobar) Ujar nabi kita surat tabarak, atau Al muluk itu adalah surah yang mencegah, surah yang menyelamatkan seseorang daripada siksaan kubur, salah satu di antara hadist yang di riwayatkan oleh Al imam at Tarmidzi tentang Fadhilah keutamaan surat tabarok ini
Dan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda ( la wadidtu anla tabarokalladzi biyadihil mulku, fi qolbi Kulli insanin min ummati akrhu rozahul hakim ) ujar nabi sungguh aku kepingin, sungguh aku mahu bahwa surat tabarok itu berada di dalam hati tiap tiap manusia daripada ummatku, salah satu di antara pengertian hadist itu adalah, bahwa Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sangat kepengin, andaikata ummat rasul itu semuanya hafal surat tabarok tadi, nabi sangat suka nabi sangat cinta kalau kita ini semuanya ummat nabi hafal dengan surah tabarok, surah Al muluk ini ada 30 ayat, kalau kita ini hendak benar benar bersungguh-sungguh mahu hafal sehari se ayat 1 bulan hafal, nah kalau berat juga 2 hari 1 Ayat, 2 bulan hafal,
Tidak tahan juga, 3 hari 1 Ayat kita hafal, 3 bulan selesai hafal, asal ada niat dan kemajuan kita, nah apabila kita ada niat sungguh untuk menghafal surah tabarok ini, dengan niat tujuan untuk melaksanakan apa yang di sukai oleh Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, setiap hari kita bersungguh untuk menghafalnya, seayat-demi seayat, sampai kita mati andai kata kita belum bisa juga menghafalnya maka sudah di catat oleh Allah bagi kita sudah menghafal surah tabarok tadi, kenapa? Karena kita sudah punya niat yang ada di dalam hatinya, dan niat itu pun sudah di laksanakannya namun belum sampai pada tujuannya, tapi akan di berikan ganjangan oleh Allah subhanahu wata'ala sudah termasuk kepada golongan orang-orang yang menghafal surah tabarok tersebut, aamin ya Allah
Jadi tidak ada salahnya, tidak ada ruginya bagi kita untuk terus menghafal ayat ayat Allah subhanahu wata'ala terkhusus apalagi pada surah tabarok ini, dengan niat hati yang lurus untuk menyenangkan hati Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, dan lagi Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyampaikan
( Innaman qoro'aha, kulla Lailatin lamyazurruhul
Fattan ark rozahul hakim ) bahwa orang yang membaca surah Al muluk, atau tabarok ini tiap tiap malam, maka tidak bisa memudaratkan akan dia oleh fitnah fitnah kubur, dia akan lulus ujian ujian yang ada di dalam kubur
dia akan berhasil melewati berbagai macam ujian yang ada di dalam kubur asal membaca ( kulla Lailatin) pada tiap tiap malam, artinya kalau pada suatu malam kita tertinggal membaca maka boleh kita qoda pada pagi atau siangnya sampailah kita mati pada tiap tiap malam kita selalu berniat hendak membaca surah tabarok
Nah bilama surah demikian kita mampu mengamalkan surat tabarok ini pada tiap tiap malam, maka di dalam kubur nanti insyaa Allah akan selamat daripada ujian di dalam kubur, belum lagi malaikat Munkar dan nakir ini hendak menanyakan kepada kita, dia datang saja sudah menjadi ujian bagi kita, baru saja muncul sudah bergetar, menggigil kita, nah itu ujian, belum lagi berbagai macam pertanyaan-pertanyaannya, bisa selamat demikian kalau kita bersungguh-sungguh hendak mengamalkan surah ini
Maka ujar daripada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam ( innal kobra awwalu manazalil akhiroh
Fa'innazaminhu Sohibuhu wama bakdahu 'aysaro minhu
Wa inlam yanzu minhu famabakdahu 'asyaddhu ) kubur itu ujar Rasulullah merupakan awal dari tempat tempat akhirat, barangsiapa di dalam kubur itu bisa selamat daripada ujian ujian, cobaan cobaan, maka setelah itu akan mudah, tapi kalau di dalam kubur belum lulus tes, maka yang selanjutnya pasti akan lebih berat yang di hadapi,
Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda
( Inna surotam ming kitabillah ma hiya 'illa shalasuna ayah, syafa'at lirozulin hatta Akrh rozadhu minannar yaumal kiyamah Wa'adkrholadhul Jannah wa hiya suratut tabarok, ) bahwa di dalam Alquran itu ada satu surat, tidak adalah surah itu melainkan 30 ayat yang bisa memberikan syafaat bagi seseorang, sehingga dia bisa mengeluarkan daripada api neraka pada hari kiamat dan memasukkan akan orang yang membacanya ke dalam syurga yaitu surah tabarok tadi
Jadi sekian banyak hadist yang menjelaskan yang menerangkan tentang keutamaan surat ini, oleh sebab itu pada jamannya Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam baik itu orang Anshar, baik orang Muhajirin, baik orang yang merdeka, baik hamba sahaya atau yang sudah merdeka, yang tua dan muda sampai anak anak mereka hafal dan membaca tabarok itu tiap malam, jadi mudah mudahan dengan adanya hadist Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam ini menjadi motivasi bagi kita semuanya
yang sudah membiasakan membaca surah tabarok lebih mantap lagi, bertambah keimanannya kepada Allah, keteguhan di dalam hatinya, nah bagi yang belum mengamalkan mudah mudahan bisa segera membacanya tiap tiap malam, dan bersusah untuk menghafalnya dalam kehidupan kita sehari-hari dan mendapat Istiqomah, semoga kita semuaan ini di berikan Allah hidayah dan Taufiq sehingga bisa selamat daripada ujian, fitnah, dan siksa di dalam kubur
Surah tabarok ini di mulia dengan
Mahasuci Allah subhanahu wata'ala yang menguasai segala kerajaan ( muluk) mahasuci Allah yang memiliki kerajaan nah apa yang di maksudkan dengan kerajaan itu, apa artinya itu kerajaan, maka sebahagian ulama tafsir menjelaskan ( yu'izzu mayyasyak, wayu'zillu mayyasyak, wayuhyi wayumit, wa yughni wayufqir
Wayukti wa yamnaq, ) artinya orang yang punya kerajaan itu adalah orang yang mampu menjadikan seseorang mulia mampu juga menjadikan orang yang mulia menjadi hina, mampu menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup, mampu membuat kaya faqir miskin, mampu memfaqirkan orang Yang kaya, dan dia bisa memberi dan tidak pula memberi, nah itulah orang yang bersifat mempunya, menguasai kerajaan tadi baik kerajaan langit maupun bumi seluruhnya nah itulah Allah
Dia lah Allah subhanahu wata'ala yang menciptakan kematian dan kehidupan, oleh ulama ulama para ahli tafsir di jelaskan kenapa Allah subhanahu wata'ala mendahulukan maut atas hayat, Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan nah kepada tidak terdahulu hidup dari mati, nah itu ternyata banyak sekali mengandung hikmah di dalamnya antara lain adalah
1. ( Asdlul insan min turoq ) asalnya manusia itu tercipta daripada tanah, tanah itukan benda mati, nah kita ini asalnya dari tanah, asalnya memang kita ni mati, dengan proses yang panjang ( shumma min nutfatin ) kemudian menjadi setetes air nutfah, ( fa'ala qotin ) kemudian menjadi segumpal darah ( fa mudkrhotin) Kemudian menjadi segumpal daging ( shumma nufiro fihirruh )
Kemudian di tiupkan padanya ruh maka hiduplah dia
2. ( Ayyuksirol insan dzikral maut ) Bahwa memperbanyak lah manusia itu mengingat mati, artinya hendaknya manusia itu lebih banyak berbuat sesuatu untuk kematiannya, daripada sesuatu untuk kehidupannya, ( li'anna akwannas ) Karna paling kuat manusia yang membawa dia kepada beramal adalah orang yang menjadikan kematian itu di hadapan matanya, nah kalau ada orang malas ibadah, tapi pas dia tahu kalau esok dia hendak mati misalnya, maka automatic dia akan bersungguh-sungguh untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala, andaikata kalau esok subuh kita bakal mati, maka malamnya kita tidak akan bisa tidur, semalaman akan terus menerus beribadah kepada Allah, berdzikir kepada Allah, bersungguh-sungguh dalam taubat kepada Allah, membaca Alquran dan melakukan ibadah yang lainnya
Kenapa Karna mati itu kita letakkan di hadapan mata kita, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam
( Aksiru min dzikril maut, Fa'innahu yumahyisu zunub,
Wayuzahhiru fitdun ya, ) ujar nabi kita sering seringlah engkau mengingat kematian itu, hendak sembahyang disuruh kita ingat mati, artinya sembahyang ini anggap sembahyang terakhir dalam hidupku,
( Sholli sholata muwaddi'in ) Sembahyang lah engkau sebagaimana orang yang sedang mengucapkan selamat tinggal atas dunia, nah seperti apa bagusnya, seperti apa telitinya, seperti apa hati-hatinya kita kalau kita anggap sembahyang ini adalah sembahyang yang terakhir dalam hidupku, nah pasti insyaallah sembahyang kita akan punya adab, sopan tata Krama sebagaimana yang sudah di atur oleh agama kita
Maka perbanyaklah kita mengingat kematian, karena demikian itu akan menghapus dosa dosa kita, walaupun kita ini tidak banyak amalan, ibadah sunnat yang kita kerjakan, akan tetapi kita selalu ingat dengan kematian, berhati-hati dalam setiap tingkah laku dan perbuatan kita, ingat kita akan mati, nah macam mana contohnya ingat mati itu? Contohnya kita duduk muhasabah diri, termenung, jangan jangan besok aku mati, hati kita berbicara mengatakan apa yang sudah ku lakukan selama hidup di dunia ini, apa yang akan ku persiapkan nanti menghadap kepada Allah, apa amalan yang ku bawa nanti di alam kubur, sambil kita duduk kita Ingat demikian itu, maka itu akan menghapus dosa kita, dan membuatkan renggang akan dunia
Seorang laki-laki daripada golongan Ansar bertanya kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam
( Man 'akya sunnasu akramunnas ya rasulullah)'
Wahai Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam siapa orang yang paling pintar dan paling mulia
Maka Baginda Rasulullah menyampaikan bahwa
( Aksaruhum zikron Lil maut, wa'asyadduhum 'istikdadanlahu Ula'ikahumul akyas, zahabu bisarafiddun ya Waqaramatil akhirroh rowahu Ibnu majah ) ujar nabi orang yang paling pintar orang yang paling mulia itu adalah orang yang paling banyak ingat kematian, orang yang paling banyak persiapannya untuk kematian, nah itulah orang orang yang pintar, Mereka pergi dengan kemuliaan dunia dan akhirat
Nah itu antara lainnya kepada Allah menyampaikan di dalam Alquran yang mengatakan bahwa
Apabila kita merasa bahwa kita akan mati lama lagi
maka kita akan di sebut sebagai ( Sohibutulil 'amal) orang yang punya angan angan panjang, lawan daripada ingat kematian, merasa panjang umur,
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda
( Yahramubnu Adam watashubbu Ma'ahusnatani
'alhirsu'alal mal, walhirsu'alal umur ) ujar nabi kita manusia ini tua, makin hari makin tua, namun ada dua yang tidak pernah tua, pertama adalah cinta kepada harta dan kepingin panjang umur, nah itu tidak akan pernah berubah tetap ada, cinta kepada harta itu tidak akan pernah ada kesusahannya, usaha udah ada, rumah ada, kendaraan lengkap, sudah naik haji, semuanya lengkap, masih aja memikirkan harta untuk anak pula, udah cukup untuk anak, kemudian berpikir lagi untuk yang lain, tidak ada habisnya memikirkan harta
Nah itulah orang yang cinta atas harta, jadi seolah olah sepanjang hidupnya memikirkan harta, di antara para ulama ahli suluk memberikan jalan keluar kepada mereka mereka yang mencintai harta ini seperti apa caranya untuk sedikit mengurangi kecintaan kita kepada harta, kecintaan kita kepada mengumpulkan harta itu
Nah kalau kita sudah mapan umpamanya sudah lengkap semua, rumah ada, kendaraan ada, usaha jalan, sudah naik haji dan lain sebagainya nah itu sudah mapan hidup
Maka target kan untuk anak kita dengan angka atau jumlah, umpamanya aku punya anak 3 orang, kemudian aku mencari harta, masing masing aku tinggalkan nanti anakku harta sekitar 50 juta satu orang, nah jadi kalau anaknya ada 3, bersungguh-sungguh mencari 150 juta
Masing masing di berikan modal
Niat untuk ketika aku mati nanti mereka ada duit harta misalnya, nah kalau sudah terkumpul uang demikian itu
Masing masing sudah mendapat jatahnya, maka cukup sudah, kalaupun nanti ada rezeki tambahan lagi dari Allah, cukup cukup sedikit untuk kita bertahan hidup, sisanya kita sedekahkan, atau waqafkan, dan lainnya
Nah demikian itu mungkin akan sedikit mengurangi akan kecintaan kita kepada dunia, karena kalau kita ini tidak mahu memasang target, tidak mahu memasang angka jumlah, maka tidak ada habis habisnya, apalagi hartanya miliyaran, punya ada 4, nah bagi masing-masing sisanya tinggalkan sedikit untuk kita hidup, jadi kerja kita tidak lagi memikirkan yang demikian cukup saja pergi shalat ke masjid berjamaah, membaca Alquran, berdzikir dan melakukan ibadah ibadah yang lainnya
Nah sebagaimana dengan surah surah yang lainnya, surah tabarok ini juga banyak memberikan arahan kepada kita, memberikan petunjuk ke pada kita, banyak arahan arahan Allah kepada manusia, antara lain pada ayat ke 12 di dalam surah ini mengatakan bahwa
Sesungguhnya orang orang yang takut kepada Allah subhanahu wata'ala, maka bagi mereka itu lah ampunan dan pahala yang besar, orang yang takut kepada Allah, padahal tidak ada satupun manusia disitu, tapi dia takut berbuat dosa dan maksiat kepada Allah dalam kesendiriannya, karena kadang-kadang orang mahu menghindari maksiat, menghindari dosa karena banyak orang lihat, di tengah tengah orang banyak dia tidak berani, tapi kalau orang tidak ada mahu berbuat, nah ini tidak ada ( bil ghoiri) dia takut kepada Allah dalam keadaan tidak di ketahui oleh seorang juapun, mau itu ramai mau itu sunyi tetap hatinya takut kepada Allah, nah orang semacam ini mendapatkan ampunan dan pahala yang besar daripada Allah subhanahu wata'ala
Para ulama mengatakan bahwa seorang mukmin yang ahli ibadah, seorang mukmin yang taat kepada Allah, itu di perlukan takut kepada 4 perkara, sudah punya iman, rajin ibadah, penuntut ilmu, tetap di tuntut untuk takut kepada Allah dalam 4 perkara, apalagi orangnya sedikit punya iman, tidak rajin ibadah dan menuntut ilmu, makin banyak tuntutannya untuk takut kepada Allah, nah ini orang yang sudah ahli ibadah tetap masih di tuntut takut kepada Allah, terutama dalam 4 perkara ini
1. Orang yang beriman, yang ahli ibadah, yang ahli penuntut ilmu maka dia musti takut bahwa
( Layakbalullah ta'atahu ) Bahwa Allah tidak menerima taatnya, musti takut, walaupun kita ini sudah ahli ibadah, sudah ahli takwa, maka hendaknya kita musti takut kalau kalau amal ibadahnya ini ada kurangnya, ada salahnya, atau di tolak oleh Allah subhanahu wata'ala, karena Allah menyampaikan di dalam Alquran surah Al Maidah 27
hanyasanya ( innama ) dalam istilah ilmu nahwu, artinya pembatasan, ( innama) hanyasanya Allah itu menerima ibadah, sembahyang, puasa, zakat dan ibadah lainnya, Allah menerima demikian itu dari orang orang yang takwa, nah orang yang tidak taqwa bagaimanapun ibadahnya, Allah tidak akan berkenan menerimanya, nah inilah yang membuatkan kita takut, jangan jangan waktu aku mengerjakan ibadah itu aku belum benar-benar menjadi orang yang takwa kepada Allah, artinya jangan kita ini hendak melakukan suatu ibadah sebelum di dahulukan dengan takwa kepada Allah subhanahu wata'ala
2. Yang di takutkan adalah
( Layuwaffiqullah bisani Waktih ) Bahwa Allah tidak memberikan Taufiq kepada dirinya di waktu berikutnya, contohnya hari ini aku bisa shalat, hari ini aku bisa menuntut ilmu, hari ini aku di jaga oleh Allah untuk tidak melakukan segala macam dosa dan maksiat kepada Allah, tapi aku takut jangan jangan besok aku tidak bisa menjadi orang yang takwa, jangan jangan besok aku melakukan dosa, nah takut kalau Taufiq dan Rahmat Allah hilangkan pada diriku ini karena Allah mengatakan
Di dalam Alquran pada surah Hud ayat 88
( Wamataufiqi illa billah ) Petunjuk, Taufiq itu mutlak hanya milik Allah subhanahu wata'ala
Membaca Alquran sudah, membaca sudah, tetap kita tidak bisa mengamalkan, kenapa tidak ada Taufiq daripada Allah, itu yang kita takutkan, nah hari ini aku mampu berbuat taat tapi aku takut kepada Allah kalau kalau Allah cabut nikmat itu, jangan jangan besok aku tidak bisa, nah tandanya orang yang takut demikian ini antara lain adalah dia selalu memohon kepada Allah,
( Allahummawafiqni ) Ya Allah berikan Taufiq kepadaku
3. Yang ketiga yang di takutkan oleh orang orang yang ahli ibadah adalah ( laayakrhtimullahulahu bilhusnah ) Allah tidak meng akhiri umurnya dengan Husnul khatimah, itu yang di takutkan, karena Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyampaikan
( wa'innamal Akmal bil krhawatib rawahul Bukhari)
Hanya saja amal manusia itu di pandang pada akhir umurnya, Bagaimana seseorang itu hebatnya ahli ibadah, tapi di akhir hayatnya dia berbuat perkara yang di larang Allah, perkara yang di benci dan di murkai oleh Allah berarti dia menutup hidupnya dengan perkara yang mendapatkan kemarahan Allah subhanahu wata'ala
Nah itu yang membuatkan kita takut dan khawatir, nah apa tanda ketakutan kita itu kita selalu meminta kepada Allah di berikan krhusnul krhotimah itu di wafatkan Allah dalam keadaan beriman kepada Allah subhanahu wata'ala
4. Yang di takutkan oleh orang orang yang taat adalah
( Nakasyallah alaihi fil hisab ) Allah teliti kepada dirinya dalam menghitung hisab dalam akhirat, walaupun dia ini rajin ibadah kepada Allah, tapi kalau nanti di akhirat teliti menghisap kita pasti kalah, pasti banyak dosanya, setiap saat, setiap detik pasti ada kesalahan kita kalau Allah benar-benar meneliti akan demikian itu, Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyampaikan
( man nukisal hisaba tukziba, muttafaq alaih)
Barangsiapa yang di teliti Allah nanti pada hari kiamat tentang hisabnya, pasti dia akan di siksa ( man ) itu siapa saja, walaupun dia punya ahli ibadah, takwa yang tinggi tapi kalau di akhirat Allah menghitung dengan hitungan detik demi detik pasti akan di siksa Allah
Nah demikianlah yang kita khawatirkan, takut kalau Allah nanti teliti menghisap kita, nah tanda ketakutannya adalah dia selalu memohon kepada Allah
( Allahumma hasibni hisabayyasiro ) Ya Allah hisab lah diriku dengan hisab yang mudah, yang enteng
Jangankan kita, kita ini hanya orang biasa, sekelas para nabi, kalau Allah meneliti hisabnya dengan teliti pasti akan gugur, kenapa? Karna tidak sebanding dengan nikmat nikmat yang sudah di berikan oleh Allah kepada kita dengan taat yang kita berikan kepada Allah tidak sebanding dengan nikmat yang begitu banyak yang sudah di berikan Allah kepada kita, kalau di hitung setiap nikmat demi nikmat pasti kita akan kalah, maka daripada itu kita senantiasa bersungguh-sungguh berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala dengan doa
(Allahumma hasibni hisabayyasiro) Mudahan Allah menghisap kita dengan hisab yang mudah aamiin ya rab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
minta doahkan, insyaallah