Pages

Kamis, 24 Oktober 2024

Alquran / 68. surah Al qalam / hlm. 75





( Assaminatu wassittun min shuwaril qur'an suratul qolam ) yang ke 68 dari surah surah Alquran, yaitu surat Al qolam, ini surat( Makkiyyatun) di turunkan Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sebelum hijrah daripada Mekkah ke Madinah, ( Wa ayatuha ) dan ayat ayatnya
Berjumlah ( Sintani wa krhomsun ) 52 ayat 

Ma makna Al qolam, Al qolam artinya adalah pena, atau pensil, atau pulpen, artinya alat untuk menulis itu di sebut sebagai qalam, sebagaimana yang sudah di sampaikan oleh Allah di dalam Alquran adalah

surat al qalam di mulai dengan huruf Hijaiyah, ( nun) 
berbagai macam pendapat para ulama menjelaskan, menerangkan tentang nun itu, ada yang mengatakan nun itu adalah akhir daripada nama Allah ar Rahman, karena ada Alif lam ra, ha, mim, ada nun, ada lagi pendapat ulama tafsir yang mengatakan bahwa artinya adalah 
( Allahu'aklam bimurodihi bi Zalik ) Allah sahaja yang tahu apa maksudnya yang demikian itu, kita hanya percaya bahwa itu adalah kalam Allah subhanahu wata'ala, sedangkan apa yang di maksudkan Allah dengan nun itu kita serahkan sepenuhnya kepada Allah subhanahu wata'ala, nah ini pendapat yang paling kuat 

Allah bersumpah ( wal qolami ) demi pena alat menulis
( Wama yasturun ) Dan sesuatu yang mereka tulis dengannya, Allah bersumpah dengan Al qalam ini menunjukkan betapa pentingnya itu Al qalam, dan itu merupakan salah satu nikmat Allah yang sangat besar kepada kita, Al qalam merupakan umpama atau contoh daripada lisan, karena kadang-kadang kita bisa mengutarakan maksud hati dengan Lisan demikian pula kita bisa mengutarakan maksud hati dengan tulisan 

Nah tulisan itu bisa ada apabila ada Al qalam alatnya untuk menulis, ada 3 Al qalam, 

1. ( Al qalam Fi 'alamil Mulki wassyahadah ) Ada alat tulis atau pena, yang berada di alam kasat mata seperti alam kita sekarang, nah itu kita bisa melihat langsung, kita bisa menggunakan langsung dengan pena itu, nah alat alat tulis yang ada pada kita ini adalah yang berada di alam Mulki wassyahadah namanya 
2. ( Al qalam, fi'alamil jabarut ) ada alat tulis di alam jabarut, itu tidak bisa di lihat dengan mata, tapi di yakini keberadaannya, dan ada lagi alat tulis qalam ini yang berada di alam malakut, nah itupun tidak bisa di lihat dengan mata, namun kita wajib percaya tentang keberadaannya qalam itu

Nah untuk memahami tentang qalam, alat tulis ini,  contoh semisal di mana seseorang meninggalkan di atas mejanya kertas putih, dia tinggalkan kertas putih bersih, setelah beberapa saat dia datang kembali ke tempat itu dia temui kertas yang putih tadi penuh dengan tulisan tulisan dan coretan-coretan, ada tulisan yang baik adapula tulisan yang tidak baik, adapula coretan-coretan yang tidak di fahami maksudnya, 

Lalu seseorang tadi bertanya kepada kertas itu, ini perjalanan rohani seseorang, maka orang tadi pun bertanya wahai kertas putih, tadi kamu itu putih bersih, tapi kenapa sekarang engkau ini penuh dengan tulisan dan coretan, kenapa engkau merusak diri engkau, sekeras tadi pun bersuara, ujar kertas, benar aku asalnya memang putih bersih tapi sudah terjadi macam ini, dan engkau jangan menyalahkan aku, karena aku tidak punya daya apa apa, aku diam di sini aja, cuman si tinta ini datang, dia yang menjadikan tulisan dan coretan,

Nah jadi kalau engkau hendak menyalahkan maka salahkan tinta, jangan aku, ujar kertas tadi, lalu si laki-laki tadi bertanya, mana tinta, itu disana kata kertas, datang laki-laki tadi, wahai tinta kepada engkau merusak orang yang bersih, engkau tulis dan coret-coret, nah ujar si tinta kalau engkau menuduh aku berarti engkau dzolim namanya, memfitnah aku, aku bagus bagus berada di tempat, mana bisa aku bergerak sendiri, si itu yang mengambil aku dari wadah itu, di coret-coret kan nya di kertas tadi, aku mana salah, aku diam aja, kalau engkau hendak mencela, engkau hendak menyalahkan, maka proses kepadanya, tu proses sama qalam tu alat tulis, aku ni tinda diam di dalam wadah, dia yang mengambil aku, jadi kalau engkau hendak menyalahkan maka salahkan itu alat tulis jangan aku, nah itulah alat tulis yang bisa kita lihat, kita gapai kita gunakan 

Lalu laki-laki berkata kepada alat tulis, kenapa engkau mengambil tinta, dia tu diam aja di sana, ujar alat tulis aku tidak salah, salah kan tangan, tangan yang menggerakkan aku, ujar laki laki tadi kepada tangan, kenapa engkau demikian, engkau coret coret kerta, nah ujar tentang engkau salah kalau menyalahkan aku, aku ni hanya tukang, daging, kulit, tidak bisa berbuat apa apa aku, kalau engkau hendak menyalahkan maka salahkan kodrat, itu yang membuatkan aku bisa bergerak, nah ini sudah sudah berpindah, daripada ( alam Mulki wassyahadah kepada alam jabarut namanya ) 

Maka ujar kodrat jangan hendak menyalahkan aku, iradat yang datang, iradat ini yang membuatkan aku bergerak, namun kalau engkau hendak menyalahkan maka salahkan iradat, jangan aku, si laki-laki ini pun datang kepada iradat, iradat kenapa engkau mendatangi si kodrat, sehingga dia bergerak, ujar iradat nah engkau salah kalau begitu, kalau engkau menyalahkan aku, aku pun asalnya diam juga, cuman si hati itu yang menyuruh aku, hati ini raja semua itu hanya pasukannya saja, menyuruh aku lalu aku bisa berkehendak, kalau tidak mana aku bergerak, nah kalau engkau hendak menyalahkan aku maka salahkan hati,

Maka datang si laki-laki tadi wahai hati kenapa engkau mendatangi si iradat, yang ujungnya itu mengcoret kertas, ujar hati aku tidak tahu apa apa aku ini bersih asalnya, datang ilmu, ilmu ini yang mendorong aku, melakukan itu, jangan salahkan aku, salahkan ilmu, datang lagi itu laki-laki kepada ilmu, wahai ilmu kenapa engkau masuk ke hati sehingga menyuruh iradat, ujar si ilmu nah, engkau salah kalau menyalahkan aku, aku ini bersih asalnya, karena datang Kalam, Kalam itu yang menuliskan dalam hati, tentang ini, tentang itu, lalu berkehendak lah itu hati, jadi kalau engkau hendak menyalahkan maka salahkan Kalam itu, nah Kalam inilah Kalam yang berada di amal jabarut tadi, nah ini tidak bisa kita lihat seperti apakah bentuknya

Lalu datang lagi si laki-laki tadi kepada Al Kalam, wahai Kalam kenapa engkau mencoret coret ilmu di dalam hati seseorang, maka ujar kalam kenapa engkau menyalahkan aku, aku ini dasarnya diam, tidak bergerak, Karna datangnya muakal kudrah kepadaku, ini lah yang menggerakkan aku, sehingga aku mengambil ilmu ku tuliskan di dalam hati, jadi kalau engkau hendak menyalahkan maka salahkan dia, maka di datangi lah muakal kudrah tadi, kenapa engkau ini menggerakkan Kalam, ujarnya, jangan menyalahkan aku, aku ini bergerak, diam, berbuat sesuai dengan tulisan yang ada di lauhil Mahfuz, jadi aku tidak melebihkan maupun menguranginya, berhubung di situ ada tertulis aku bergerak maka akupun demikian, jadi kalau engkau hendak menyalahkan maka salahkan lauhil Mahfuz 

Maka datang laki-laki tadi ke lauhil Mahfuz, kenapa engkau bertulisan ini ada, tulisan menggerakkan tangan, dan lainnya, ujar nya aku ini asalnya bersih, tapi datang Al Kalam, nah Al Kalam ini lah yang berada di alam malakut, Al Kalam ini yang menulis nulis di lauhil Mahfuz macam macam tulisan, jadi kalau engkau hendak menyalahkan maka salahkan Al Kalam itu, maka datang lagi kepada Al Kalam, Al Kalam kenapa engkau menulis macam macam tulisan di lauhil Mahfuz, ujar Al Kalam engkau jangan menyalahkan aku, aku di suruh oleh Allah subhanahu wata'ala untuk menulis yang demikian tertulis
Ujar tuhan kepadaku ( 'uktub ) tulis 
( Makana wamahuwaka'in Illa Yaumil kiyamah ) tulis apa yang sebelum, sekarang yang akan terjadi dan yang di kemudian hari sampai hari kiamat, tulis, baik urusan rezeki, baik itu urusan jodoh, dan lainnya, jadi kalau engkau hendak menyalahkan maka salahkan Allah subhanahu wata'ala coba, coba datangkan 

Begitu hendak datang laki-laki ini kepada Allah, maka tiba tiba terdengar suara ( la yus'alu Amma yaf'al, wahum yas'alun) Tidak boleh di pertanyakan apa yang di perbuat oleh Allah subhanahu wata'ala, maka selesailah ceritanya, Alhamdulillah 

Allah bersumpah dengan Kalam untuk memperkuat pertanyataan Allah kepada nabi kita bahwa engkau wahai Rasulullah bukanlah orang gila, kenapa? Karena Baginda Rasulullah di katakatain bahwa Baginda Rasulullah itu majnun, gila, karena bicara tentang malaikat, bicara tentang naik ke langit, dan lainnya, yang tidak masuk akal, sehingga orang orang Quraisy mengatakan Rasulullah itu gila, sehingga Allah subhanahu wata'ala membantah yang demikian itu, dan Allah pun bersumpah atas yang demikian itu 

Engkau tidak gila wahai Rasulullah dengan apa apa nikmat daripada Allah, 

dan Bahwa bagi engkau wahai Rasulullah sungguh pahala yang tidak ada putus putusnya, sampai hari kiamat, orang yang paling banyak pahalanya adalah Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, sebagaimana sabda daripada Baginda Rasulullah 
( Man Shanna sunnatan Hasanah 'umila biha bakdah,
Kanalahu azruhu wamislu 'uzurihim, min ghoirihi ayyangkusa min 'uzurihim sya'i, Waman Shanna sunnatan sayyi'ah, fa'umilabiha bakdahuh
Kana alaihi wizruha wamislu 'auzarihim, min ghoiri ayyangkusa min 'auzarihin sya'i riwayat Ibnu Majah )
Barangsiapa yang membuat satu pekerjaan baik, di amalkan oleh orang sesudahnya perbuatan baik itu, maka bagi orang tersebut dapat pahala seperti orang orang yang mengamalkan itu banyaknya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit juapun 

Artinya kita bisa sembahyang karena Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam mengajarkan, setiap kita sembahyang Baginda Rasulullah dapat pahala, setiap kira bersedea Baginda Rasulullah mendapat pahala, setiap kali kita menuntut ilmu dan segala macam perbuatan baik yang lainnya maka Baginda Rasulullah mendapatkan pahala, tidak akan pernah putus putusnya
Nah demikian pula hal nya bagi orang orang yang membuat suatu perbuatan jahat, maka di ikuti oleh orang banyak, maka bagi dia perbuatan itu mendapatkan dosa dan juga dosa dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit juapun 
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda
( Laysa min nafsin tuktalu Zulman Illa kana 'ala ibni Adam Al awwal kifrun min damiha, Kana awwala man Shanna qotla muttafaq alaih) tidak ada satu diri yang terbunuh secara dzolim melainkan bagi anak Adam itu yang pertama mendapat bahagian dosanya, karena dia adalah awal bagi orang yang melakukan pembunuhan 
Kabil, nah berapa banyak orang membunuh maka kabul mendapatkan bagian dosanya 

Maka oleh karena itu Allah subhanahu wata'ala berfirman menyampaikan kepada nabi kita 

sesungguhnya bagi engkau itu wahai Muhammad, mendapatkan pahalacyanf tidak ada putus putusnya 

Sesungguhnya engkau wahai Baginda Rasulullah adalah benar benar berbudi pekerti yang agung, nah Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam mendapatkan pujian daripada Allah subhanahu wata'ala, 

(Addabani Robbi takdiban Hasanah, izqola khrudil 'afwa
Wakmur bil urfi, wa'akrid 'anil jahilin, Falamma qobiltuzalik minhu Qola, wainnakala'ala khruluqin 'azim ) 
Ujar nabi kita Allah subhanahu wata'ala mendidik aku dengan pendidikan yang baik, ketika Allah berfirman ambillah wahai Muhammad kemaafan, ada orang tak suka, ada orang jahat, maafkan, ada orang dzolim tidak adil sama kita maafkan, (Wakmur bil urfi) dan suruh mereka itu berbuat kebaikan, (wa'akrid 'anil jahilin) dan berpalinglah kepada orang orang yang jahil, sehingga manakala aku mampu melaksanakan itu kata Rasulullah maka Allah subhanahu wata'ala pun menyampaikan 
(wainnakala'ala khruluqin 'azim) Sesungguhnya nya engkau wahai Rasulullah atas Budi pekerti yang agung 

Jadi Baginda Rasulullah tidak pernah membalas dendam, tidak pernah sakit hati, atas tuduhan tuduhan yang di lemparkan oleh orang orang kafir kepada beliau, di katakan gila, beliau tidak membalas, di katakan orang tukang sikir, maka beliau tidak membalas dengan perkataan yang demikian bahkan beliau memaafkan dan menyuruh orang tersebut berbuat kebaikan dan beliau berpaling daripada orang orang yang jahil itu, artinya bukan meninggalkan, berpaling kepada mereka, hanyasaja Baginda Rasulullah tidak membalas apa yang mereka lakukan, Rasulullah membalasnya dengan memaafkan, mendoakan dan mengajak mereka untuk melakukan perbuatan yang baik, nah seperti itu 

Anis min Malik berkata ( khradamtu Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam 'asro sinin, famakolali uffin khod,) ini tentang Budi pekerti daripada Rasulullah
Anas berkata aku 10 tahun menjadi pembantu Baginda Rasulullah tidak pernah beliau itu berkata bagiku 
perkataan yang tidak baik, ( walakola Li syai'in fa'altuhu lima fa'altahu ) dan Baginda Rasulullah tidak pernah mengatakan kepadaku pada sesuatu yang telah aku perbuatan, bahasa kita menyalahkan, nah Baginda Rasulullah tidak pernah melakukan demikian, nah itu lah Budi pekerti yang menunjukkan kedalaman makrifat kepada Allah subhanahu wata'ala 

Aisyah pernah berkata pula, ( ma doraba Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam biyadihi krhodiman khodtu
Waladorobamra'atan, waladorababiyadihi syai'an khod ayyujahida fi Sabilillah rowahu Ahmad ) ujar Siti Aisyah Radhiyallahu Anha, tidak pernah Rasulullah itu memukul pembantunya dengan tangan beliau, tidak pernah beliau memukul perempuann, dan tidak pernah beliau sesuatu kecuali waktu berjuang fi Sabilillah melawan orang orang kafir nah itu bahagian daripada akhlak dan Budi pekerti Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam yang mendapat pujian daripada Allah subhanahu wata'ala 

Di dalam ayat lain firman Allah subhanahu wata'ala 

Demikian itu bagian daripada akhlak Rasulullah, Allah menyampaikan bahwa telah datang bagi kamu wahai manusia seorang rasul dari bangsa kamu
( 'azizun alaihi ma 'anittum ) Rasulullah itu paling sedih sedih kalau ummatnya sedih, ( harisun 'alaikum ) dan Baginda Rasulullah sangat ingin atas kalian itu masuk syurga semuanya, terhindar daripada segala macam perbuatan dosa dan maksiat, ingin sekali Baginda Rasulullah itu kita ini sebagai umatnya benar benar menjadi hamba yang takwa kepada Allah sehingga terhindar daripada api neraka ( bil mukminina ro'ufurrohim ) Beliau dengan orang orang yang beriman itu bersikap pengasih dan penyayang 

Nah demikianlah pujian daripada Allah kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam artinya nabi kita ini selalu saja memikirkan keselamatan kita, kebahagiaan kita, keberuntungan kita dunia dan akhirat selaku ummmatnya Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam dan lebih besar perhatian beliau kepada kita daripada orang tua kita sendiri, lebih besar sayang beliau kepada kita daripada sayangnya orangtua kepada kita, jadi setiap orang yang mengenali tentang perilaku Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, setiap orang yang mengenali perilaku Baginda Rasulullah, setiap orang yang mengetahui bagaimana lembutnya akhlak beliau, kebaikan, kemurahan hati beliau, pasti orang tersebut akan jatuh cinta kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam 

Allah memuji Baginda Rasulullah, Allah mengagungkan Baginda Rasulullah tujuannya apa, agar ummatnya ini bisa benar-benar cinta kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, nah apa untungnya kalau orang itu cinta kepada Baginda Rasulullah, dan apa hasilnya, apa faedahnya kalau orang itu cinta kepada Baginda Rasulullah, maka para ahli hikmah mengatakan bahwa ( mahabbatullah tusmilurrido, Wat taqwa ) cinta kepada Allah subhanahu wata'ala itu membuahkan kepada kita keridhaan dan ketaqwaan, kalau kita benar benar cinta kepada Allah maka automatic kita akan Rida apa yang sudah di tetapkan Allah, dan kita pasti menjunjung apa yang di perintahkan Allah, dan menjauhi diri daripada apa apa yang sudah di larang oleh Allah, nah demikian lah cinta yang sebenarnya 

Kita cinta kepada seseorang, apa yang dia mahu pasti kita akan turuti, kenapa Karna kita cinta, apa yang di perintahkan nya kita turuti, apa yang di cegahnya kita patuh, dan apa yang di putuskannya pun kita dengan senang hati menerimanya, nah itulah buah daripada kecintaan kita kepada Allah subhanahu wata'ala 
( Wamahabbaturrasul shallallahu 'alaihi wassalam) 
Tusmirul 'iktibak ) sedangkan cinta kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam itu akan membuahkan hasil hendak mengikuti jejak langkah, akhlak, perbuatan, Budi pekerti, jadi kalau kita cinta kepada nabi otomatis mengikuti segala macam perbuatan nabi, kenapa karena kita cinta kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam 

( Wamahabbatu ahli baitihi tusmirul 'iktina ) dan kalau kita mencintai keluarganya Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam itu membuahkan akan memperhatikan akan mereka, nah jadi lain lain

1. Cinta kepada Allah membuatkan kita Fida dan takwa
2. Cinta kepada Baginda Rasulullah membuatkan kita mengikuti jejak langkah daripada Rasulullah 
3. Cinta kepada keluarga Baginda Rasulullah membuatkan kita memperhatikan mereka itu, menolong dan membantu nah itu lah kecintaan kita kepada mereka

( Wamahabbatul ahli wal aulad, turisul yukoyah
'annarinnazo, ) sedangkan kecintaan seseorang kepada anak istrinya itu membuahkan, menghasilkan memelihara mereka, menjaga mereka, mendidik mereka agar selamat daripada api neraka, maka perbanyaklah kita meminta doa kepada Allah agar kita semuaan ini selalu di berikan Allah kecintaan, kecintaan yang selalu bertambah, baik itu kepada Allah, kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, kepada keluarga Rasulullah, dan juga kepada keluarga kita, aamiin ya Allah aamiin ya Rahman, aamiin ya rabbal 'alamin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta doahkan, insyaallah