Yang ke 71 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran yaitu surah yang bernama Nuh, ini surah
( Makkiyyatun) Di turunkan di Mekkah ) ( wa ayatuha ) dan ayat ayatnya berjumlah ( shamanun wa 'isrun) 28 ayat,
1. Nuh adalah nama yang sudah kita kenal yaitu salah seorang daripada rasul rasul Allah kepada manusia ini, di dalam berbagai riwayat di sebutkan bahwa nabi Nuh alayhissalam beliau itu merupakan ( awwalu rosulin 'ursila) awal awal rasul yang di utus, nah itu nabi Nuh, nabi Adam itu nabi, Idris, nabi, kalau Nuh nabi sekaligus rasul, jadi awal awal rasul itu adalah nabi Nuh alayhissalam
2. Nabi Nuh itu adalah ( 'abul basyarissani) nabi Nuh itu adalah bapaknya manusia yang kedua setelah nabi Adam, karena di sebutkan dalam riwayat, setelah banjir besar melanda bumi ini, maka manusia yang hidup hanya beberapa orang, ada yang mengatakan 80 orang, ada yang mengatakan sekian sekian, Wal hasil, bisa di hitung dengan segera, nah kemudian manusia manusia yang selamat daripada banjir itu akhirnya wafat senyamannya, yang hidup cuma lagi nabi Nuh dan sekeluarga, nabi Nuh, istri beliau, dan anak anaknya, ( ham, Syam, dan Yafis)
Nah jadi seluruh manusia yang ada sekarang ini adalah tidak terlepas daripada keturunan nabi Nuh alayhissalam, makanya disebut beliau sebagai bapaknya manusia
3. ( 'atwalul rasul 'umra) Rasul yang paling panjang umur, jadi mukjizat nabi Nuh ini yang tampak jelas adalah beliau itu panjang umurnya, mendekati 1000 tahun, dan tidak ada yang kurang, yang lemah, yang cedera daripada zasatnya beliau, mata kabur, tidak, kurangnya pendengar tidak, gigi ada yang ompong tidak, semuanya bagus, dan sempurna padahal umur sudah mendekati 1000 tahun, nah itulah mukjizat nabi Nuh alayhissalam
Antara nabi Nuh dan nabi Adam, menurut sebahagian ahli riwayat mengatakan adalah 1000 tahun,
4. Nabi Nuh ini adalah ( 'aqolluhum 'atba'a) orang yang paling sedikit di antara para rasul itu pengikutnya, beliau itu berdakwah siang malam kurang lebih 950tahun, dapat pengikut kurang lebih 80 orang, sedikit sangat, di hitung dengan dakwahnya nabi Nuh siang malam, cuman dapat pengikut 80 orang, bahkan ada orang mengatakan kurang daripada itu,
5. ( Aksaruhum 'aza) Paling banyak di antara para rasul yang mendapatkan gangguan gangguan daripada ummatnya pada waktu itu, nabi Nuh nabi yang paling sakit, nabi yang tidak di percayai oleh ummat nya, bahwa hendak di bunuh, menyakiti, memukul dan mengatakan bahwa nabi itu itu gila dan sebagainya, nah surah ini menjelaskan peristiwa peristiwa yang terjadi di masa nabi Nuh alayhissalam itu, itu sebab surah ini di sebut dengan surah Nuh
Allah subhanahu wata'ala menceritakan, sesungguhnya kami telah mengutus nabi Nuh kepada kaumnya, bahwa
peringati kaum engkau itu daripada menyembah berhala, sebelum datang kepada mereka azab yang sangat menyakitkan,
Ujar nabi Nuh wahai ummatku, sesungguhnya aku adalah orang yang memberikan peringatan kepada kalian semua
Apa yang di sampaikan oleh nabi Nuh kepada ummatnya itu adalah bahwa sembahlah Allah, dan taqwa lah kepada Allah dan taati aku, kalau kalian mau melakukan yang demikian itu maka akan Allah ampuni dosa dosa kalian, dan Allah tunda umur kalian sampai kepada masa yang di tentukan, artinya mereka terhindar semuanya daripada azab Allah yang pedih itu, sesungguhnya masa yang di tentukan Allah itu bila sudah datang maka tidak ada siapapun yang dapat mencegahnya
Nah ayat ini menjelaskan bahwa perbuatan ibadah kepada Allah, orang yang takwa kepada Allah itu dengan sendirinya akan menghapuskan dosa dosa kita, surah HUD ayat 114 Allah menyampaikan di dalam Alquran
ketika kita berbuat satu dosa dan maksiat, kemudian kita iringkan dengan perbuatan baik macam taubat dan amal ibadah, maka demikian itu dengan sendirinya akan menghapus dosa dosa yang telah lalu dan Allah
Nabi Nuh mengaku kepada Allah subhanahu wata'ala, ujar nabi Nuh wahai Allah, sesungguhnya aku telah berdakwah malam dan siang, hasilnya apa,
mereka semakin lari daripadaku, mereka semangkin jauh daripadaku
Ujar nabi Nuh lagi dalam pengaduannya kepada Allah subhanahu wata'ala, ketika aku berdakwah terhadap mereka agar mereka semua di ampuni dosa dosanya, justru malah mereka itu menutup telinga mereka dengan jari jarinya dan berselimut dengan pakaiannya, dan mereka terus melakukan ibadah kepada berhala, dan mereka sombong dengan se sombong - sombongnya
Kemudian, aku ajak mereka itu terang terangan, dulu nabi Nuh hanya berdakwah secara sembunyi, dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah, nah tidak mempan, lalu di cuba dengan terang terangan di tempat yang terbuka, maka tidak mempan juga yang demikian itu
Kemudian aku berdakwah secara terang-terangan dan juga dari rumah ke rumah, tetap juga tidak mempan, nah itulah kaumnya nabi Nuh alayhissalam,
Ujar nabi Nuh minta ampunlah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah itu maha pengampun, kalau kalian istighfar kepada Allah, kalau kalian minta ampun kepada Allah, maka Allah akan kirim kepada kalian hujan yang penuh dengan barokah, Allah perkuat kamu dengan harta yang banyak, dan anak yang banyak, dan Allah jadikan bagi kamu syurga syurga, taman beserta sungai sungai, nah itulah sekilas tentang nabi Nuh alayhissalam, yang mana beliau mengajak kepada ummatnya agar meminta, memohon ampunan daripada Allah subhanahu wata'ala
Karena dengan meminta ampun kepada Allah, istighfar kepada Allah dengan bersungguh-sungguh dan tidak hendak lagi melakukan perkara-perkara yang dosa maka seseorang itu akan makmur, seseorang itu akan menjadi kuat, seseorang akan menjadi mulia baik itu di dunia maupun di akhirat, maka yang kita ambil daripada beberapa ayat tadi menjelaskan adalah mengenai istighfar, dan sering kali kita mendengar, sering kali kita ucapkan tentanf istighfar, nah istighfar itu artinya ?
( Su'alul Maghfiroh) Permintaan ampun kepada Allah
Nah permintaan ampun kepada Allah itu macam apa?
( Wahiyat tazawwuuz 'anizzambih, wa'adamul mu'arkh krhozati alaih ) artinya permohonan ampun itu adalah di maafkannya dosa dan tidak di siksa atas dosa itu, nah itu artinya istigfar, nah ketika kita minta ampun kepada Allah, dengan istighfar, artinya bertujuan agar kita mohon kepada Allah supaya dosa kita di maafkan, di ampunkan, dan kita tidak di siksa dengan dosa tersebut
Allah subhanahu wata'ala berfirman di dalam Alquran pada ayat 110 pada surah an-nisa Allah mengatakan
Barangsiapa yang berbuat kejahatan atau dia dzolim terhadap dirinya sendiri kemudian dia istighfar kepada Allah, kemudian dia minta ampun kepada Allah, maka dia dapati Allah itu maha pengampun dan maha penyayang, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda
( Walladzi nafsih biyadihi Laulam Tuznibu lazahaballahu bikum Walaza'a bikaumin yuznibun, Fayastaghfirunallaha ta'ala, Fayaghfirulahu rowahu muslim ) ujar nabi kita demi diriku dalam kekuasaannya Allah, andaikata kalian hai manusia tidak berbuat dosa, semuanya orang ini tidak berbuat dosa, niscaya Allah matikan seluruhnya, Allah wafatkan seluruhnya dan Allah ganti dengan penduduk dunia yang mereka itu berbuat dosa dan kemudian meminta ampun maka Allah mengampuni mereka semuanya
Jadi kalau di dunia ini semuanya baik, maka akan hancur, semuanya jahat, hancur juga, nah model yang pas di dunia ini adalah, ada yang baik ada yang jahat, beruntung lah orang yang di ciptakan Allah sebagai orang yang baik, dan sangat rugilah orang yang di ciptakan Allah sebagai orang yang jahat dan celaka, Karna dengan adanya perpaduan baik dan jahat itu, maka seluruh asma asma Allah akan berfungsi seluruhnya, dan lebih beruntung lagi bagi orang orang yang bilamana dirinya berbuat dosa kemudian dia meminta ampun kepada allah, berbuat dosa lagi minta ampun lagi kepada Allah
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda di dalam sebuah hadist qudsi, Allah berfirman
( Yabna'adam law balagrhod zunubuka 'ananassamak,
Summastagfartani gofartulaka rowahu Tirmidzi)
Wahai manusia andaikata sampai dosa dosa engkau itu ke atas langit, misalnya kita ini orangnya pendosa, dan dosa kita itu banyak mulai dunia sampai ke langit sangkin banyaknya, ( summastagfartani) kemudian engkau meminta ampun kepadaku kata Allah
( Gofartuzalik) Maka akan aku ampuni yang demikian itu
Nah ini lah meminta ampun kepada Allah, sebanyak apapun dosa kita kepada Allah, kalau kita sudah istighfar meminta ampun kepada Allah maka insyaallah akan di ampunkan oleh Allah subhanahu wata'ala dan lagi
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda
( Ma 'asorra manistaghfara wa'in 'ada Fil yaum sab'ina marroh ) tidak ada di sebutkan seseorang itu mengekali dosanya, walaupun dia ulang ulang itu dosa dan kemudian dia istighfar lagi sampai 70 kali dalam sehari
Dan kemudian lagi perlu kita belajar bersama apa itu lafaz-lafaz dalam istighfar, seperti apa istighfar itu, antara lain kita kenal istighfar itu adalah ( astaghfirullah)
Atau ( astaghfirullah hal adzim) artinya aku meminta ampun kepada Allah yang maha agung, ada lagi contoh
( Allahummaghfirli ) Ya Allah ampuni saya, ada lagi
(Robbirghfirli ) Wahai Tuhanku, ampuni saya, ada lagi
( Allahummaz'alni minal mustaghfirin) Ya Allah jadikanlah aku tergolong orang orang yang meminta ampunan kepada engkau, atau lagi ( allahummaz'al zambi, zambam Maghfuroh) ya Allah jadikanlah dosaku sebagai dosa yang terampuni, dan banyak lagi contohnya
Nah namun bagi orang yang hatinya khusuk, bagi orang yang hatinya hadir, istighfar yang paling baik di pakai adalah ( astaghfirullah hal adzim) aku minta ampun kepada Allah yang maha agung, nah ini di baca pas hati kita ni hadir, hati kita ni khusuk kepada Allah, maka baca
Tapi kalau hati kita lalai kepada Allah, hati kita lupa kepada Allah, hati kita sedang memikirkan masalah masalah dunia, namun kita hendak juga istighfar maka yang paling baik di baca adalah ( allahummaghfirli)
Atau ( robbirghfirli)
Bahkan ada pendapat para ulama yang mengatakan kalau hati kita tidak sadar artinya mulut kita istighfar hati lain, maka hukumnya makhruh, kalau hati kita tidak hadir, hati kita lupa kepada Allah, bahwa yang sedang kita ucapkan ini adalah permohonan ampun kepada Allah, di mulut aja ucapnya di hati tidak, nah ini ada pendapat yang mengatakan makhruh,
Dan perlu juga kita belajar bersama apa manfaat dan keuntungan orang orang yang selalu beristighfar kepada Allah subhanahu wata'ala, minta ampun kepada Allah
1. (Gofarullah zunubahu) Allah ampuni dosa-dosanya
2. (Za'alallahu lahu mingkulli dho'ikin maakrh roza) Allah jadikan bagi dirinya jalan keluar daripada segala macam kesulitan dan kesempitan, akan di mudahkan Allah
( Wamin kulli hammin faroza) Orang orang yang sedih orang orang yang susah, maka akan di gantikan Allah dengan kegembiraan, ( warozaqohu min haisu
Layahtasib) Allah berikan dia rezeki yang tak terduga
( Warodia'anhu ) Allah Rido kepadanya ( wa'azrol barokah
Di amwalihi wa ahlihi ) Allah alirkan barokah pada hartanya, dan juga pada keluarganya ( Wa'amanahu mimmayya krhob) Dan Allah amankan dirinya daripada hal dia takuti
Seseorang datang kepada imam Hasanul Basri, wahai iman saya ini hidup susah, kayak apa supaya lapang, supaya lancar rezeki, maka jawab imam Hasanul Basri adalah ( istighfirillah ) maka perbanyaklah engkau memohon ampun kepada Allah, beristighfar kepada Allah, niscaya semua urusanmu akan di mudahkan oleh Allah subhanahu wata'ala
Ada seorang lagi, itu kebun saya, usaha saya, kayaknya macet, tidak berhasil, maka ujar imam Hasanul Basri mengatakan bahwa ( istighfirillah) maka perbanyaklah engkau memohon ampun kepada Allah, niscaya akan Allah mudahkan urusanmu, dan kemudian ada lagi seseorang datang dan mengadu kepada imam Hasanul Basri, wahai imam aku ini belum punya keturunan, belum punya anak, nah apa yang baik amalannya, maka ujar imam ( istighfirillah) perbanyaklah engkau beristighfar kepada Allah subhanahu wata'ala, jadi istighfar ini adalah merupakan kunci daripada segala macam yang kita pelukan di dalam dunia ini maupun di akhirat
Nah setelah kita mengetahui sedemikian istighfar tadi, lalu bagaimana caranya supaya istighfar itu mendapatkan hasil yang demikian tadi, nah bagaimana syaratnya, tata caranya, adabnya, supaya bermanfaat
Maka Al imamul qurtubi mengatakan bahwa
( Al istighfarul mathluk, huwalladzi yahullu 'ukdatal isror, wayusbitu maknahu fil qolbi, latallaqquz Bil lisan fakhod
Istighfar yang di tuntut itu, istighfar yang di suruh itu, istighfar yang bermanfaat itu yang bisa menghapuskan dosa, itu istighfar yang melepaskan ikatan yang mengekali dosa, dan menetapkan maknanya di dalam hati
Artinya kalau kita ini masih saja berbuat dosa tapi mulut kita kemudian istighfar nah itu tidak akan berguna, istighfar itu berguna, bermanfaat seperti tadi, dimana kita sudah menghentikan perbuatan maksiat itu, contohnya laki-laki tidak boleh memakai emas, kemudian di pakainya selama dia masih memakai atau di dalam hatinya masih ada keinginan hendak memakai emas maka istighfar yang di ucapkannya itu sia sia, kenapa? Karna dia meminta ampun kepada Allah tapi dirinya masih melakukan perbuatan dosa, mengekali dosa itu
Sehingga kita di anjurkan untuk melepaskan dahulu segala macam dosa dan kemaksiatan, sesali dulu semuanya itu barulah bertaubat dengan meminta ampun kepada Allah, nah istighfar macam inilah yang di suruh oleh Allah yang memberinya manfaat kepada kita yang bisa menghapuskan dosa dosa kita kepada Allah
( Fa'ammaman qola , astaghfirullah bi lisanihi wa qolbuhu musirrun 'ala maksiatih, fastighfaruhu Zalik, yahtazi ilastighrfar, Wasoghirotuhu la hikatun Bil kabair, )
Adapun orang yang mulutnya mengata astaghfirullah hal adzim, mulutnya mengata ya Allah ampunkan aku, sedangkan hatinya masih kekal atas suatu maksiat, sedangkan hatinya masih ada keinginan untuk melalukan suatu maksiat, maka istighfar seperti itu memerlukan kepada istighfar yang lain lagi( Wasoghirotuhu la hikatun Bil kabair, ) dan demikian itu akan membuatkan dosa kecil menjadi besar, artinya apa mempermainkan Allah subhanahu wata'ala, maka berhati-hatilah orang orang yang suka melakukan dosa dosa kecil, yang suka membuka aurat, melihat aurat orang lain, yang suka melakukan praktek riba, minta ampun kepada Allah tapi dosa di buat juga
Jadi kalau kita hendak berhenti, maka tinggalkanlah semua perkara dosa baru kita meminta ampun kepada Allah, kita istighfar nah itu yang bagus, kalau hati masih saja hendak melakukan perbuatan dosa dan maksiat walaupun 1000 kali kita istighfar kepada Allah dalam sehari, maka demikian itu sia sia tidak ada gunanya
Bahkan bisa menjadi lebih besar lagi dosanya, minta ampun kepada Allah tapi dosa dan maksiat masih di kerjakan, ini yang jadi masalah,
( Qola bakduhum ) Berkata sebahagian para ulama
( innal Insana muqibba alal Zulmi harisun alaihi,)
Manusia yang mengekali atas satu kedzoliman , ada orang ini suka memalukan suatu dosa, maksiat, dan kedzoliman, tidak ada lagi hatinya hendak berubah, belum ada niat untuk berhenti berbuat kejahatan, kemudian tasbih di tangannya dia mengucapkan astaghfirullah, dia menyangka bahwa dia sedang meminta ampun kepada Allah, maka yang demikian itu adalah dia sedang mengolok-olok dan meremehkan Allah subhanahu wata'ala
Jadi demikian itu lah istighfar yang di tuntut oleh Allah, istighfar yang mendatangkan berbagai macam manfaat kepada orang yang membacanya, apabila istighfar itu permohonan maaf itu du sertai dengan penyesalan dosa dan berhenti melakukan perbuatan dosa itu, jadi kalau kita ini sudah berhenti, kemudian menyesal, dan kitapun istighfar kepada Allah, meminta ampun kepada Allah walaupun hanya sekali, itu sudah lebih daripada cukup, maka Allah akan mengampuni dosa dosa kita, apalagi banyak kita meminta ampun kepada Allah subhanahu wata'ala
Akan tetapi sebaliknya walaupun kita ini istighfar sangat banyak tapi masih menyimpan di dalam hati kita keinginan hendak lagi melakukan maksiat dan dosa itu karena kita beranggapan bahwa Allah itu maha pengampun, pasti aku akan di ampuni Allah, maka demikian itu secara tidak langsung kita ini sedang mempermainkan Allah subhanahu wata'ala, dan istighfar yang kita banyak baca itu adalah sia sia tidak ada gunanya dan tidak memberikan manfaat apapun kepada diri kita bahkan bisa memberikan mudarat kepada kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar