( Assaniyatu wassab'un min shuwaril qur'an suratul jin)
Yang ke 72 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran yaitu surah yang bernama Al jin, ini surah
(Makkiyyatun) Di turunkan Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sebelum hijrah daripada Mekkah ke Madinah
(Wa ayatuha) Dan ayat ayatnya berjumlah
(Shamanu wa 'isrun) 28 ayat
Di antara ciptaan Allah subhanahu wata'ala ada makhluk yang bernama jin, dan kita wajib mempercayai tentang adanya jin itu, kerena di jelaskan di dalam Alquran tentang keberadaan jin itu, berbagai macam pendapat para ulama mengenai jin itu siapa, maka kita ambil dari salah satu pendapat di antara banyaknya pendapat para ulama itu yang mengatakan bahwa
( Al jinnu hum jurriyyatu iblis, krhoira 'anna mutamarrida yusamma massyaitona, Kama 'annal insa aulat adam)
Bermula jin itu merupakan turunan iblis, jurriyyatnya iblis, tetapi jin jin yang nakal itu di sebut dengan syaiton, jin yang selalu mengganggu manusia, baik yang suka mengganggu rohani atau mengganggu jasmaninya, itu di sebut dengan syaiton, sebagaimana manusia itu adalah anaknya nabi Adam alayhissalam
Jadi jin itu merupakan jurriyyat iblis, sedangkan para ulama ahli tafsir belum mendapatkan dalil siapa bininya iblis itu, kalau adam ada hawa, kalau iblis belum ada keterangannya, ( faman'amana minal jinni faqoding kota'ad nisbatuhu min abih, waltuhikabi'adam wamangkafara minal insi faqoding kota'ad Nisbatuhu min abih, waltuhikahbi iblis ) jin yang beriman kepada Allah dan rasul maka terputuslah hubungan daripada bapaknya iblis, dan dia di mulhakkan dengan manusia, di hubungkan dengan nabi Adam alayhissalam
Jin jin yang sudah beriman kepada Allah subhanahu wata'ala maka mereka itu boleh di katakan lagi bukan jurriyyat nya iblis, ( wamangkafara minal insi faqoding kota'ad Nisbatuhu min abih, waltuhikahbi iblis) dan manusia manusia yang kafir kepada Allah subhanahu wata'ala dan kepada Baginda Rasulullah maka terputuslah hubungannya kepada nabi Adam alayhissalam, dan mereka bisa di masukkan dalam kelompoknya iblis,
Jadi makhluk yang bernama syaitan itu bisa daripada bangsa jin, dan bisa juga daripada bangsa manusia, manusia manusia yang selalu mengajak orang kepada maksiat, manusia manusia yang selalu mengajak orang daripada jalan kemungkaran ini syaitan, sebagaimana jin yang berbuat demikian maka di sebut dengan syaiton juga, sebagaimana yang sudah di sampaikan Allah di dalam Alquran pada surah Al an'am ayat 112
Tiaptiap Nabi itu kami jadikan ada musuhnya, syaitan syaitan daripada bangsa jin, dan syaitan syarain daripada bangsa manusia, dan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam pun menjelaskan, menganjurkan kepada kita ( ta'awwazubillah min sayatini jinni wal insi, )
Berlindung lah kalian kepada Allah daripada syaitan-syaitan dari bangsa jin manusia,
Kemudian di lanjutkan lagi di dalam beberapa kitab tafsir
( Wa'inna mukminihim yushollun, wayasumun, Wayahhudzun, Wayatufun, Wayakro'unal Qur'an, wayata'allamunal ulum, wayak krhuzunaha 'anil insi
, Wa'illamyas'urubihim ) jin jin yang beriman, jin yang beriman itu mereka sembahyang, puasa, naik haji, tawaf, membaca Alquran, belajar ilmu ilmu agama, menghadiri majlis majlis taklim, dan mereka mengambil ilmu ilmu itu daripada manusia, sekalipun manusia itu tidak mengetahui bahwa yang hadir itu di antaranya ada jin jin yang beriman kepada Allah dan Rasulullah
( Wa'inna fil jinni kodriyyatun, wamurji'atun, wal khawarij, wassi'atun, wassunniyyah, ) dan bahwa pada bangsa jin itu ada yang beraliran kodariyyah, ada yang beraliran murji'ah, ada yang beraliran siah, khawarij, ada juga yang bermazhab ahlulsunnah, sama macam manusia juga
Jadi jin jin yang beriman itu ada Muhammadiyah, ada NU, nah seperti itu, ada yang shalat tarawih 8 rakaat, ada yang 20 rakaat, ada yang mau maulid ada yang anti maulid, sama dengan kita, cuman jin tidak ada partainya
Nah jadi jin jin yang kafir kepada Allah yang di sebut dengan syaitan, itu kerjaannya adalah mengganggu kita, tidak ada urusannya selain daripada itu, baik yang di ganggunya itu jasad kita maupun rohani kita, yang penting manusia itu intinya tidak mendapatkan kenyamanan, keselamatan baik di dunia maupun di akhirat, baik orangnya itu sakit sakitan, atau jiwanya suka kepada perkara perkara dosa dan kemaksiatan, nah itulah pekerjaan syaitan atau jin yang kafir kepada Allah dan rasul tadi, nah dalam hal menghadapi urusan syaitan ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan dalam beberapa ayat Alquran, di antaranya Allah mengatakan
Pada surah Al a'raf ayat 200 Allah menyampaikan
Jika mengganggu akan engkau daripada syaitan, oleh yang mengganggu, baik yang di ganggunya itu jasad kita, atau yang di ganggunya itu jiwa kita sehingga kita suka berbuat kemaksiatan ( fasta'iz Billah)Maka Berlindunglah kalian kepada Allah subhanahu wata'ala, karena hanya Allah yang bisa menjaga kita daripada godaan atau gangguan jin kafir atau syaitan tersebut, selain daripada Allah tidak akan bisa menolong kita, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sering kali mengata, atau mengucapkan kalimat ( a'uzubillahiminassyaitonirrozim)
Bukan hanya hendak membaca Qur'an saja tidak, tetapi beliau pada saat duduk biasa terdengar oleh sahabat Baginda Rasulullah mengucapkan kalimat
( a'uzubillahiminassyaitonirrozim) Aku berlindung kepada Allah daripada syaitan yang terkutuk itu
Nah dengan kita berlindung kepada Allah, maka kita akan terpelihara daripada gangguan jin dan syaitan, kemudian firman Allah subhanahu wata'ala di dalam Alquran Pada surah Al Araf ayat 201 Allah mengatakan bahwa
Sesungguhnya orang orang yang taqwa kepada Allah bila menyentuhnya oleh sekelompok daripada syaitan ( artinya bisikan hati pikiran-pikiran yang tidak baik ) maka merekapun cepat-cepat mengingat Allah, berdzikir kepada Allah, takut kepada Allah, maka akhirnya merekapun sadar kembali, nah jadi artinya ada 2 hal yang bisa membentengi diri kita daripada syaitan dan jin kafir itu, maka perlu kita belajar bersama-sama adalah
1. Berlindung kepada Allah subhanahu wata'ala
2. Berdzikir kepada Allah subhanahu wata'ala
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda
( innassyaitona la yastahhillu ta'am alladzi lamyuztaris mullah Alaih, rowahu abu daud ) sesungguhnya syaitan itu atau jin kafir itu menghalalkan makanan yang tidak di sebutkan nama Allah atasnya, kalau kita makan tapi tidak mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, nah itu syaitan-syaitan, jin jin kafir boleh ikut makan bersama kita, tapi kalau kita makan kemudian mengucapkan bismillahirrahmanirrahim dan berdoa kepada Allah, maka jin jin kafir dan syaitan tidak di bolehkan untuk mendeti makanan yang kita makan itu, sehingga makanan itu menjadi penuh dengan berkah dan kebaikan dari Allah
Akan tetapi makanan yang halal namun kita tidak membaca bismillah, kurang berkahnya dan makanan itu tidak bisa mendorong kita untuk berbuat ketaatan atau ibadah kepada Allah subhanahu wata'ala, makanan yang banyak berkah akan menguatkan tubuh badan kita untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala, dan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalambersabda
( Lau 'anna 'ahadakum Miza 'ata ahla, Qola bismillah, allahumma jannibnassyaiton wa jannibnissyaiton marozaktana, faqutiya bainahuma waladun, lamyadurruhus Syaitonun 'abada rowahul Bukhori )
Ujar nabi kita jikalau salah seorang kamu mengumpuli istrinya kemudian sebelumnya dia mengata dengan bismillah, dengan nama Allah, ( allahumma jannibnassyaiton) jauhkan kami daripada syaitan, dan jauhkan syaitan daripada kami, barulah berhubungan
Kemudian andainya di takdirkan daripada hubungan itu lahir seorang anak, maka anak itu tidak akan bisa di ganggu gugat oleh syaitan, baik jasmaninya maupun rohaninya, sehingga anak ini menjadi anak yang terpelihara oleh Allah subhanahu wata'ala, jadi di sunnatkan oleh yang hendak berhubungan dengan istrinya itu membaca doa yang demikian itu, baik perempuan maupun laki-laki bacalah doanya yang tadi
( lamyadurruhus Syaitonun 'abada) Anak yang tidak akan bisa di ganggu okeh syaitan selama lamanya
Kemudian berkata imam mujahid
( iza za ma'arrozul ahlahu Walamyusammi, intawaljan ala ihlilihi Fazama'ama'ah ) kalau seseorang itu mengumpuli istrinya tapi tidak pakai bismillah, maka syaitan dan jin kafir itu meliputi di seluruh kemaluan itu laki laki dan ikut juga bersetubuh dengan istrinya, bila jadi anak nah ini yang akan membahayakan anaknya, kenapa? Karna waktu mengolah ada saham syaitan disitu, jadi wajar aja
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda
( Wa'iza dakrhola falam yazkurillah ta'ala, 'inda dukrhulihi, Qolassyaitan adraktumul mabid) kalau kita masuk rumah, tapi kita tidak mengucapkan dzikir, mengingat Allah, tidak baca bismillah, atau berkata assalamualaikum, dan lain sebagainya, nah kalau kita tidak mengucapkan bismillah, maka syaitan akan mengajak kawan kawannya, mari kita masuk dan tidur di rumah ini,
Nah jadi satu satunya jalan untuk memelihara diri daripada syaitan atau jin kafir, maka tidak ada cara lainnya adalah dengan kita senantiasa mengingat Allah subhanahu wata'ala, berlindung kepada Allah, terutama di setiap apapun perkara yang hendak kita lakukan itu
Surat Al jin ini di mulai dengan bismillahirrahmanirrahim
Katakan wahai Baginda Rasulullah, telah di wahyukan kepadaku bahwa telah mendengar satu kelompok daripada jin, waktu nabi kita membaca Alquran, ada sekelompok jin yang mendengari bacaan nabi kita, begitu dia mendengar,
Kami sungguh mendengarkan itu bacaan yang sangat menakjubkan, ini Alquran adalah ( 'azaba) Alquran ini menakjubkan dalam segala macam seginya, dari susunan kata katanya, daripada maknanya yang terkandung di dalamnya, daripada kabar kabar terjadi yang akan datang, dari kisah kisah terjadi yang telah lalu, semuanya ada tercakup di dalam Alquran, andaikata berkumpul seluruh profesor yang ada di dunia ini yang ahli bahasa, tetap mereka tidak akan mampu mengolah seperti Alquran itu,
( Yahdi ilarrusdi ) Alquran itu mengarahkan kita kepada petunjuk, ( fa'amammabih ) maka kami beriman dengan Alquran, ujar jin tadi, dan kami tidak akan Menyekutukan dengan Tuhan kami kepada seorang juapun, jin saja kalau mahu mendengarkan Alquran dengan menghayati maka jin akan masuk Islam, apalagi manusia, asalkan hendak mendengar Alquran pasti akan masuk Islam
Nah dari ayat tadi Al imam Al fakrhrurrazzi menyimpulkan ada 5 hal yang bisa di ambil
1. ( Taksurrasul Ilal jin ) Nabi kita itu bukan hanya bertugas mengajak manusia ke jalan Allah, tapi juga beliau juga bertugas mengajak jin untuk beriman kepada Allah subhanahu wata'ala, jadi jin itu nabinya ya Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam juga sama seperti kita ini,
2. ( Lamma sami'ul Qur'an, 'arafu 'ikzazahu ) Manakala jin tadi mendengarkan Alquran, maka mereka mengakui akan lemahnya manusia itu daripada membuat, atau mengolah seperti Alquran itu,
3. ( Al jinnu mukallafun) Jin itu sama dengan manusia, di bebani dengan hukum hukum, kalau berbuat ini ada hukumnya, kalau mati tidak baik masuk neraka,
4. ( Al jin yasma'u kalamanahu wayafha ) Jin itu mendengar percakapan kita dan dia mengerti
5. ( Al jinnul mukmin yad'u ghoirohu ilal iman ) jin jin yang sudah beriman itu akan mengajak jin jin yang lainnya untuk beriman kepada Allah subhanahu wata'ala
Nah sebagaimana dengan surat-surat yang lainnya surah ini juga banyak memberikan petunjuk dan arahan kepada kita untuk menjalankan kehidupan kita sehari-hari agar menjadi orang orang yang bertaqwa kepada Allah
antara lainnya adlah Allah mengatakan di dalam Alquran
Pada ayat 26 di dalam surah ini adalah
Allah yang tahu dengan yang ghoib, hanya Allah yang tahu sesuatu yang tidak terlihat oleh mata kita, esok seperti apa kejadian yang akan terjadi, hanya Allah yang tahu, andaikata sesuatu barang kita hilang tercicir dimana maka hanya Allah yang tahu, andaikata sepeda kita hilang di ambil siapa, di simpan dimana hanya Allah yang tahu, ( falayuzhiru ala kroibihi AhadA) dan Allah tidak menampakkan atas ghoib nya itu kepada siapapun, Allah tidak memberikan pelajaran mengetahui tentang hal yang ghoib ini kepada seseorang juapun, tidak ada mahluk Allah untuk di berikan pengetahuan tentang ilmu yang ghoib ghoib itu ( illa manirtadho mirrasul )
Kecuali rasul rasul yang di ridai oleh Allah subhanahu wata'ala
Adapun para aulia Aulia Allah itu di terangkan di dalam hadist Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam
Mereka itu pun ada yang di beri tahu tentang hal hal yang ghoib itu, nah jadi hanya ada 3,
1. Allah sebagai pemilik mutlak pengetahuan hal ghoib
Allah bisa memberikan itu kepada rasul rasul yang Allah Ridai, dan juga kepada para Aulia Aulia Allah subhanahu wata'ala, lain daripada itu tidak ada yang tahu tentang perkara yang ghoib, nah adapun ada orang yang tahu maka tidak boleh kita mempercayainya, contohnya tukang ramal, ahli Nujum, tabib, dan lainnya mereka itu sedikitpun tidak boleh kita percayai, bukan hanya haram tapi bisa membawa kepada kekafiran seseorang
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda
( Man'ata arrofan fasya'alahu an sya'i, lamtukballahu sholatu 'arbaina Lailah, rowahu rumaidi) barangsiapa yang datang kepada tukang ramal, ahli Nujum, tabib, kemudian kita bertanya sesuatu kepadanya, contohnya semalam barangku ada hilang, siapa mengambil, dimana orangnya, bertanya kepada tukang ramal, ahli Nujum, tabib tadi, ( lamtukballahu sholatu 'arbaina Lailah )
Tidak di terima baginya sembahyang 40 malam, maka kita akan mendapatkan kerugian dunia dan akhirat
Di dalam hadist yang lain Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyampaikan bahwa
( Man 'ata kahinan, fasa'alahu an sya'i, 'uzibat anhu taubah arba'ina Lailah fa'in soddaqohu bimaqol Kafaro
rowahu tabaroni) ujar nabi kita barangsiapa yang datang kepada kahin, nah yang tadi arrofan, pendapat ahli bahasa mengatakan bahwa kalau ( arrofan ) itu adalah orang orang yang modelnya mengetahui dalam hal hal yang sudah terjadi, nah kalau (kahin) ini perkara yang belum terjadi, ramalan ramalan masa yang akan datang
Nah barangsiapa datang kepada kahin, orang yang suka meramal ini, kemudian dia bertanya sesuatu kepadanya
Maka di dinding, di tutup, di hijab pintu taubat selama 40 malam, nah ini bertanya saja, apalah kalo sampai kita percaya kepada apa yang di sampaikannya maka Kafaro
(fa'in soddaqohu bimaqol Kafaro ) Jikalau kita percaya dengan perkataan di dukun, tukang ramal tadi maka Kafaro kafir,
Dengan demikian bahwa hanya kembali kepada Allah subhanahu wata'ala dan kembali kepada apa apa yang sudah di ajarkan oleh Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam kita bisa membentengi diri kita daripada segala macam gangguan gangguan jin kafir dan syaitan yang terkutuk itu, insyaallah di lain kesempatan kita berjumpa kembali aamiin ya Allah ya rabbal 'alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar