Pages

Jumat, 08 November 2024

Alquran / 81. surah At takwir / hlm 88

Bismillah 

Yang ke 81 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran yaitu suratut takwir, ini surah Makkiyyatun 
Di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah ( wa ayatuha ) dan ayat ayatnya berjumlah, ( this'un wa isrun ) 29 ayat 

Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda
( Man sorruhu ayyanzura ila Yaumil kiyamah, falyakro izassamsyu quwwirat, wa'iza sama'un fatorot, wa'iza sama'un syakkot, ) barangsiapa yang ingin memanda kepada hari kiamat, maka hendaknya dia membaca surah at takwir ini, dan sudah Al infitor, dan surah Al insiqoq, karena di dalam surah itu banyak sekali menceritakan hal ihwal, yang berkaitan dengan hari kiamat, sehingga Baginda Rasulullah menjelaskan kalau ada orang orang yang ingin mengetahui bagaimana itu hari kiamat, bagaimana kejadian huru hara hari kiamat itu maka bacalah surah surah tersebut 

Yang di maksudkan kiamat disini adalah kiyamatul kubro, yaitu kiamat yang besar, kiamat dimana berakhirnya sejarah dunia ini, sebagian ulama ada yang membagi kiamat itu terbagi menjadi 4,

1. Ada kiamat krhassah, ( kiamat krhassah ini terbagi kepada dzohiroh wa bathinah, 
2. Ada kiamat 'ammah ( dan kiamat 'ammah ini terbagi kepada bathinah wa dzohiroh) 

Kiamat krhassah, kiamat yang khrusus, yang dzohir itu adalah Al maut, kematian begitu kita mati, berarti kiamatlah pada diri kita, menghadapi malaikat maut dan berbagai segala macam huru hara sebelum kematian itu maka itu merupakan permulaan kiamat bagi seseorang
( Man mata fakod komat kiyamatuhu) Barangsiapa yang mati maka kiamatlah dia

Ada kiamat krhassah yang bathinah, ini adalah merupakan satu bentuk kematian hati seseorang, seseorang yang tidak bisa membedakan lagi mana yang halal dan mana yang haram atau dia bisa membedakan ini halal ini haram namun tidak melakukannya, maka berarti ini orang secara bathin sudah kiamat, contohnya 
Ada orang hendak makan minum tak kisah halal haram di makannya, hendak berpakaian, bebas main pakai saja tidak mengetahui mana lagi auratnya, orang yang hendak berusaha yang penting ujarnya dapat untung, apakah itu halal atau haram tetap di kerjakannya, nah orang yang berprilaku seperti ini berarti sudah kiamat bagi dirinya

Nah oleh karena sedemikian rupa tindak tanduknya yang di akibatkan daripada kebutaan mata hatinya, kematian mata hatinya sehingga orang tersebut di namakan dengan orang yang sudah keluar dari jalan yang benar ( Al fasik) nah itu lah orang orang yang sudah kiamat hatinya, 

Kemudian lagi kiamat 'ammah yang bathinah, kiamat secara umum, Artinya dimana di suatu kampung, di suatu negeri, di suatu organisasi, yang anggota-anggotanya itu sudah tidak punya mata hati lagi, artinya moral suatu bangsa, akhlak suatu bangsa sudah keluar dari akhlak dan moral yang benar, nah inilah yang di sebut sebagai kiamat umum yang bathin, di satu organisasi misalnya dimana mereka melupakan ajaran ajaran Allah tidak mengikuti petunjuk petunjuk Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, maka inilah yang di sebut sebagai kiamat bathin pada organisasi tersebut 
Maka orang orang yang ada di dalam kelompok atau organisasi tersebut di namakan sebagai ( Al fasikin ) orang orang yang sudah keluar daripada jalan Allah 

Di jalan salafiyah dahulu di suatu kampung, di suatu tempat, di suatu penduduk, kalau ada orang fasik, kalau ada orang dzolim, pasti cepat terkenal, kenapa sebabnya karena semuanya orang disitu baik, sehingga kalau ada orang yang berkelakuan fasik, berkelakuan dzolim maka dia akan tersendiri, sehingga dengan mudah kita menamakannya oh itu ada orang fasik, itu orang jahat, karena orang orang sekeliling kebanyakan adalah orang orang yang Sholeh, orang orang yang takwa kepada Allah 

Nah di akhir zaman ini yang menunjukkan kiamat ammah yang bathinah adalah sebaliknya, orang orang yang bersih, orang orang yang takwa itulah yang terkenal, karena di sekeliling nya manusia manusia sudah tidak lagi berakhlak dengan akhlak yang mulia, contohnya di kampung kita ada orang yang rajin ke masjid, ada orang yang baik, mereka akan merasa aneh, merasa ganjil, karena kebanyakan masyarakat itu sudah jauh daripada nilai nilai kesalehan, di suatu organisasi, di suatu pemerintahan, orang orang yang Soleh itu ketahuan, karena di sekeliling nya banyak orang orang yang rusak, orang orang yang tidak menjalani perintah Allah subhanahu wata'ala, nah itulah tanda tanda akhir zaman nanti, di mana kiamat ammah bathinah ini akan menjadi suatu kenyataan sebelum datangnya kiamat kubro, kiamat yang besar itu 

Bismillahirrahmanirrahim 

Apabila matahari itu sudah di hapus cahayanya, Mataharinya ada cuman cahaya nya sudah tidak ada lagi seperti gerhana yang terjadi

Dan apabila bintang bintang itu berjatuhan, bintang bintang itu berguguran, bertebaran, 


Dan apabila gunung gunung itu berterbangan hancur menjadi debu, 


Dan apabila harta harta yang berharga sudah di biarkan oleh pemilik pemiliknya, karena mereka sibuk dengan menghadapi huru haranya keadaan keadaan seperti tadi 

Ubay bin kaaf salah seorang sahabat Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyampaikan 
( Sittu 'ayah min qobli Yaumil kiyamah ) 6 tanda sebelum hari kiamat itu 

1. ( Bayna manna's fi aswakihim, zahaba zawkussamas
wabadatinnujum, fatahayyaru wadahasu, fabaynamahum kazalik, izwaka'atil Zibal 'ala waz'il Ardhi, fataharrokat wattarobat, wahtarokat, Fasorahaba 'Amman suro) di waktu manusia sedang sibuk sibuknya di pasar, tiba tiba cahaya matahari hilang, kemudian timbul cahaya bintang, maka orang orang pun bingung, nah di waktu demikian itu gunung gunung berjatuhan, roboh, maka bumipun jadi bergerak dan berguncang, dan jadilah gunung tadi seperti debu yang berterbangan, nah itulah permulaan daripada hari kiamat 


Dan apabila binatang binatang itu di halau, ini sesudah kiamat terjadi, di waktu sangkakala yang ke dunia, maka di halaulah binatang binatang ini menuju Padang Mahsyar, dan disitu bercampurlah manusia dan binatang, dan juga bangsa bangsa lainnya, nah untuk apa binatang itu di hidupkan kembali kemudian di halau dan di kumpulkan, tujuannya adalah binatang-binatang itu di halau untuk di ambil balas atau di qishas,

Binatang ini pernah menanduk binatang ini, binatang ini pernah memangsa binatang ini, nah di hari kiamat itu binatang-binatang itu di kumpulkan oleh Allah subhanahu wata'ala dan di balas atas perbuatannya masing masing itu, nah sesudah semuanya selesai maka Allah subhanahu wata'ala berkata ( muti) matilah kamu 
( Fatamud) Maka matilah semuaan binatang itu dan menjadi tanah, jadi binatang-binatang itu mereka di hidupkan kembali pada hari kiamat itu dan di ambil pembalasannya atas perbuatan mereka itu 

Nah lain halnya dengan manusia, kalau kita ada berbuat dzolim kepada orang umpamanya, di akhirat kita akan di panggil di hadapan Allah, ini orang yang pernah berbuat dzolim, maka di panggil orang yang mendzolimi itu dan yang di dzolimi itu, tapi bukan seperti binatang tadi di balas dengan di dzolim pula, tidak, nah manusia apabila di sidangkan oleh Allah subhanahu wata'ala pada hari kiamat itu yang gantinya yang bayarannya adalah amal kebaikannya, berhubung engkau pernah berbuat dzolim kepada ini orang maka engkau akan bayar dengan amal perbuatan baik mu, maka akan kita serahkan amal kebaikan kita kepada orang yang pernah kita dzolimi itu 

Adalagi orang lain yang datang kepada kita hendak minta pertanggungjawaban, karena dahulu di dalam dunia kita ini pernah melakukan perbuatan yang tidak baik kepadanya, maka di ambil lagi amal kebaikan kita itu, di serahkan kepada orang yang pernah kita dzolimi itu, sampai lah seterusnya seperti itu, orang orang yang pernah kita aniaya, yang pernah kita dzolim, yang pernah kita pukul maka semuanya akan datang meminta tuntutan kepada diri kita dan di bayar dengan amal ibadah yang pernah kita lakukan selama hidup di dunia, makalah amal kita itu sudah habis? Maka di ganti dengan dosa dosa orang yang pernah kita dzolim itu di tanggungkan dosanya kepada diri kita, nah ini berbahaya 

Oleh karena itu Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyampaikan ( man kanat indahum madzhlimatun Li akrhi min irdin Li syai', falyatahallalhul yaum min qobli Alla yakuna dinarhum wala dirham,) Baginda Rasulullah menyampaikan barangsiapa di sisinya ada kedzoliman, pernah menganiaya orang, baik yang di dzolimi itu peribadi orang atau yang selainnya, maka hendaklah dirinya itu minta maaf, minta maaf di dalam dunia ini, sebelum datangnya hari yang tidak ada lagi saling minta maaf itu, yang hanya ada amal Sholeh dan amal buruk, maka akan di ambil amal sholehnya dengan kadar kedzoliman yang dia perbuatan, dan di serahkan kepada orang yang di dzolimi nya itu, nah kalau habis amal sholehnya, maka dosa dosa orang yang di dzolimi nya itu akan di pikulkan kepada dirinya 

Oleh karena itu Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyampaikan bahwa (falyatahallalhul yaum) 
Hendaklah dia minta halal sekarang ini sebelum dia menemui hari akhirat 

Dan apabila laut laut itu di nyalakan, laut itu berubah menjadi lautan api,

Dan apabila diri diri di pasangkan, di kelompokkan, orang orang Sholeh, kelompoknya disini, merekapun berkumpul, manakala orang orang fasik, di panggil, kemudian di kumpulkan, dengan kelompok mereka itu 
Orang orang dzolim, di panggil, kemudian di kumpulkan, 
Orang orang kafir, di panggil dan juga di kumpulkan Jadi di Padang Masyar itu nanti akan di bagi bergrub-grub manusia ini, akan tetapi ada orang yang tidak Sholeh, tapi dia di kelompokkan kepada kelompok orang Sholeh, dan ada orang yang Sholeh tapi di kelompokkan kepada orang yang tidak Sholeh, dengan sebab apa? Dengan sebab cinta 

Contoh ini ada orangnya tidak Sholeh, tapi dia sangat mencintai orang-orang Sholeh ( walam yakmalu bi amalihim) dan dia ini tidak beramal seperti kebanyakan orang orang Sholeh, tapi dia ini cinta, dia ini sayang, mengidolakan kepada orang Sholeh, maka masuklah dia kepada kelompok orang Sholeh, begitupun demikian, ada ini orang rajin ibadah, tapi mencintai, mengidolakan orang orang kafir, artis artis yang terang terangan melakukan perbuatan dosa dan maksiat kepada Allah nah dia akan di kumpulkan dengan orang yang demikian itu, jadi kita musti hati hati mencintai, mengidolakan seseorang itu 

Dan apabila anak anak perempuan yang di kubur hidup hidup itu nantinya akan di tanya dengan sebab dosa apa dia di bunuh orangtuanya pada waktu itu, karena di dalam jahiliah itu, menurut Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu, setiap perempuan yang ingin melahirkan di bawa keluar rumah oleh orang orang jahiliah dan di bikin lubang di sampingnya perempuan yang hendak melahirkan tadi begitu anak ini lahir perempuan langsung di masukkan ke dalam lubang dan di kubur hidup hidup,

Nah nanti itu anak akan di bangunkan di akhirat dan di tanya oleh Allah subhanahu wata'ala, kenapa kamu sampai di bunuh sedemikian rupa, nah bagi orang orang jahiliah mempunyai anak perempuan itu merupakan sesuatu keaiban yang besar, sesuatu cela yang sangat besar, dan perilaku-perilaku jahiliah itu masih terus berjalan sampai mereka masuk Islam, karena itu sudah menjadi tradisi mereka, karena tidak suka yang lahir ini perempuan, sampai mereka masuk Islam pun kebiasaan itu masih ada, dan masih berlaku 

Di hadapan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam ada sahabat sedang berbincang-bincang dengan Baginda Rasulullah, kemudian tiba-tiba datang kabar bahwa istri engkau melahirkan seorang anak perempuan, maka langsung berubah wajahnya itu orang, nah Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam melihat kepada itu orang dan keadaan itu orang masih ada bau bau jahiliah, maka Baginda Rasulullah bersabda
( Man kanat indahu wahidatun ja'ala Allah
Sitromminannar, waman kana lahu isnatani 
Adkrholahullah bihimal Jannah, wa inkunna shalasan 'udiya anhul Jihad wasshodaqoh ) engkau ujar nabi jangan bersedih kalau istrimu itu melahirkan anak perempuan, jangan duka cita, barangsiapa yang dia punya 1 anak perempuan, dalam penjelasannya itu hadir dis didik itu anak perempuan yang pendidikan agama sehingga menjadi perempuan yang baik, 

maka itu merupakan suatu dinding terhadap orangtuanya daripada api neraka, dan barangsiapa mempunyai 2 anak perempuan dan di didiknya dengan ilmu agama dengan pendidikan yang baik, Allah masukkan ke dua orangtua ke dalam syurga berkat punya dua anak perempuan tadi 
Dan barangsiapa yang mempunyai 3 anak perempuan dan di didiknya dengan pendidikan agama sehingga menjadi anak perempuan yang baik, maka itu orangtua tidak di tuntut lagi untuk bersedekah dan berjihad fi Sabilillah, nah dengan adanya arahan arahan daripada Baginda Rasulullah dan kabar gembira itu, akhirnya para sahabat sedikit demi sedikit bisa meninggalkan pengaruh pengaruh jahiliah itu 

Dan apabila buku catatan amal di buka, di buka, di periksa catatan amal kita 

Dan apabila langit di buka sehingga terlihatlah Arashnya Allah subhanahu wata'ala 

Dan neraka jahim telah di nyalakan 

Dan syurgapun di dekatkan 

Barulah tahu seorang diri itu apa yang telah dia kerjakan selama hidup di dalam dunia, nah ini neraka jahim, ini syurga, catatan amal ada di tangan kita, nak kemana kita akan masuk, disitulah kita baru tahu dengan pasti dimana kedudukan kita, selama kita belum sampai ke tempat itu yang di perlihatkan tadi syurga dan neraka, maka kita belum tahu di mana tempat kita syurga akan neraka, siapapun tidak akan tahu, kecuali orang orang yang di beri tahu oleh Allah subhanahu wata'ala 

Bagaimanapun banyaknya kita beramal Sholeh, bagaimanapun kita banyaknya melakukan ibadah tidak bisa di jadikan kepastian bahwa itulah yang membawa kita ke dalam syurga, karena kita belum sampai ke tempat dimana kita akan di putuskan semestinya, Bagaimanapun orang itu ahli maksiat kepada Allah, jangan sampai kita mencap bahwa itu orang ahli neraka, karena belum saatnya kita memutuskan hal itu, 

Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyampaikan dalam sebuah hadist qudsi 
( La azma'u ala abdi krhou Fa'in, wala azma'u lahu amna'in, Fa'in aminani fitdun ya, ila akhir hadist) Aku tidak menghimpunkan atas hambaku itu dua ketakutan, dan tidak aku himpunkan baginya dua keamanan, barangsiapa yang berada aman di dalam dunia, maka dia akan ketakutan di akhirat dan masuk neraka, dan orang orang yang khawatir hidupnya di dalam dunia, 
( Ammantuhu ) Maka akan aku amankan dia nanti di akhirat dan aku masukkan dia ke dalam syurga 

Nah jadi dengan ini jangan sekali kali kita beranggapan bahwa kita ini adalah orang orang yang ahli syurga karena rajinnya kita beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala, dan apabila kita melihat ada orang orang yang fasik, orang orang yang keluar di jalan Allah, jangan sesekali kita memastikan bahwa dia itu penghuni neraka, karena demikian itu bukanlah urusan kita, itu ketentuan daripada Allah, bisa saja Allah memasukkan dia yang ahli maksiat itu ke syurga dan bisa memasukkan kita ini yang ahli ibadah ke dalam neraka, maka hati hatilah 

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog