Uang ke 82 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran yaitu surah yang bernama Al infhitar, ini surah
( Makkiyyatun) Di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah
( Wa ayatuha) Dan ayat ayatnya berjumlah
( This'a 'asaro) 19 ayat
Bismillahirrahmanirrahim
Apabila langit telah terbelah, disini Allah subhanahu wata'ala masih menjelaskan kepada kita tentang kejadian kejadian hari kiamat, mulai daripada sangkakala yang pertama, kemudian tiup sangkakala yang kedua dan seterusnya, apabila langit telah terbelah
Dan apabila bintang bintang jatuh berserakan,
Dan apabila laut laut di himpunkan, nah ini terjadi sesudah tiupan sangkakala yang pertama, langit terbelah, bintang berjatuhan, kemudian laut laut yang dulunya terpisah-pisah sekarang menjadi satu, dan hancurlah dunia ini pada tiupan sangkakala yang pertama
Dan apabila kubur kubur itu di bangkitkan, nah ini terjadi ketika tiupan malaikat Israfil yang kedua, begitu malaikat Israfil meniupkan sangkakala yang kedua maka orang orang yang berada di dalam kubur itu di bangkitkan oleh Allah subhanahu wata'ala, begitu di bangkitkan manusia di dalam kubur, dan dia sudah berada di alam akhirat
Tahulah akan seseorang itu apa apa yang dia perbuat, sesudah kita di bangkitkan dari amal kubur disitu kita mengetahui apa hasil yang kita kerjakan selama di dalam dunia dahulu kala, di situlah kita mengetahui apa apa yang di dalam dunia itu yang kita utamakan, dan apa apa yang di dalam dunia itu kita nomor duakan dan sebagainya, orang orang yang selama hidupnya selalu mengutamakan dunia, mengutamakan harta benda, mengutamakan jabatan dan kedudukannya dan menomor duakan akhirat, maka pada hari itu dia akan menemui penyesalan yang tidak ada gunanya lagi untuk menyesal karena sudau terlambat waktunya
Namun bagi mereka yang semasa hidup di dunia selalu mengedepankan akhir, menomor satukan akhirat daripada yang lainnya, maka pada hari itu dia akan berbahagia, yang sangat gembira hatinya yang tidak pernah di rasakan dan di bayangkannya sebelumnya, Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kita itu waktu dalam sehari kurang lebih 24jam, nah dalam 24 jam itu mana perkara perkara yang lebih banyak kita kerjakan, apabila di dalam 24jam itu kita lebih banyak mengerjakan hal hal yang bersifat duniawi, berarti kita sedang mengutamakan dunia daripada akhirat, tetapi dalam waktu 24 jam itu kita lebih banyak menggunakan waktu dalam urusan urusan ukrhowi, berarti kita sedang mengutamakan akhirat semasa hidup di dalam dunia itu
Nah jadi kita hitung kembali waktu waktu yang di berikan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada kita, berapa waktu dalam sehari kita gunakan untuk tidur, berapa waktu dalam sehari kita gunakan untuk bekerja mencari dunia, berapa waktu dalam sehari kita gunakan untuk mengabdi beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala, nah yang mana kita utamakan itu lah yang paling banyak kita gunakan dalam sehari semalam,
Contohnya kita bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 4 petang, nah berapa jam itu, 8 jam, kemudian tidur kita 8 jam dalam sehari, sudah 16 jam, tinggal sisanya 8 jam lagi, nah paling kita banyakkan waktu kita beribadah kepada Allah itu 4 jam, nah itu sudah banyak, kita gunakan untuk shalat, duduk berdzikir, membaca Alquran dan sebagainya, tapi terkadang sewaktu kita beribadah itu pun masih ada terpikir untuk dunia, untuk pekerjaan, untuk urusan lainnya, nah jadi apa yang kita utamakan di dalam kehidupan dunia ini, maka di akhirat nanti akan jelas apakah kita ini termasuk kepada ( min ashabi ahliddun ya, ) golongan ahli dunia ( atau Ashab akhiroh) atau golongan ahli akhirat, tergantung di dalam dunia apa yang kita utamakan di dalam dunia ini
Hai manusia, sesuatu apakah yang membuat engkau terperdaya dengan Allah subhanahu wata'ala, yang maha mulia dan pemurah,
yang telah menciptakan engkau, menyempurnakan atas kejadian engkau, yang menjadikan anggota anggota susunan tubuhmu seimbang,
pada apa jua rupa yang Allah kehendaki, dan Allah menyusunnya dengan sebaik baik susunan itu anggota tubuh engkau, nah disini Allah subhanahu wata'ala menanyakan
Sesuatu apakah yang membuatkan engkau itu tertipu, terperdaya, dengan tuhan engkau yakni Allah subhanahu wata'ala, kita hidup di dalam dunia dalam keadaan sihat, makmur, suka berbuat dosa, sedikitnya perbuatan amal kebaikan nah keadaan seperti itu kadang kadang memperdaya kita, kita kira Allah itu sayang kepada kita, kita menyangka Allah senang kepada kita, karena kita ni sihat sihat aja, harta banyak, lancar rezeki, kawan banyak, di sukai orang, hal hal yang demikian itu mudah membuatkan seseorang itu terperdaya, di kiranya Allah itu sudah sayang kepadanya, karena dia melihat keadaan dirinya yang terjadi di alam dunia ini
Allah memberikan nikmat banyak, harta banyak, Allah melancarkan rezekinya, dia berbuat dosa tidak di siksa oleh Allah, tubuhnya sihat, di kiranya Allah sudah cinta kepadanya, padahal itu adalah merupakan tipu daya dunia, Karna ada kelompok manusia yang tertipu dengan Allah subhanahu wata'ala dalam masalah ilmu, dia menuntut ilmu seluas-luasnya, dia beranggapan bahwa dengan mudal ilmu yang banyak dia sudah cukup untuk menghadapi Allah, nah ini contoh orang terperdaya, padahal ilmu semata tentu tidak akan cukup untuk mendapatkan keridhaan dan syurga daripada Allah subhanahu wata'ala, ilmu musti di sertakan dengan amaliyyahnya, karena Allah berfirman di dalam Alquran
Orang orang yang beriman dan beramal soleh, maka bagi mereka itu lah syurga firdaus tempatnya, jadi kalau hanya ilmu semata belum cukup modal, nah ini sudah terperdaya, mentang mentang punya ilmu luas, punya hafalan kitab banyak, akhirnya dia lengah dan tidak mengamalkan ilmunya,
ada orang lagi terperdaya dengan ibadahnya, ahli ibadah, siang malam Sebahagian besar waktunya di gunakannya untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala, dia merasa bahwa dengan ibadah yang di kerjakannya itu sudah menjadi cukup modal untuk menghadap Allah , padahal dia tidak sadar, dia tidak tahu bahwa banyak hal yang dia melakukan yang menyebabkan ibadahnya di tolak oleh Allah subhanahu wata'ala, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam di dalam sebuah hadist menjelaskan bahwa wahai manusia apakah yang memperdaya engkau, yang memperdaya engkau itu adalah kebodohan dan kejahilang engkau, akibat kita bodoh, akibat kita jahil, akibat kita memahami hanya sepotong sepotong ayat dan hadist hadist Baginda Rasulullah mengakibatkan kita salah jalan dan terperdaya
Alquran itu adalah satu kesatuan tidak boleh di ambil sepotong-sepotong, nah oleh karena ketidakmampuannya dan ketidak tahuannya akan perihal Alquran itu, dirinya kemudian mengambil sepotong sepotong, akhirnya diapun tertipu, semisal di dalam Alquran Allah subhanahu wata'ala berfirman az zumar
Katakan wahai rasul kepada manusia, hai hamba hambaku yang melampaui batas atas dirinya yang banyak melakukan dosa, jangan lah kalian putus asa daripada Rahmat Allah, sesungguhnya Allah itu mengampuni dosa seluruhnya, dan allah itu sungguh maha pengampun dan maha penyayang, nah ini kita tidak boleh putus asa dengan Rahmat Allah, karena Allah itu mengampuni seluruh dosa kita, nah kalau hanya mengambil satu ayat ini sahaja di dalam Alquran, ini bisa mempercayai dirinya, memperdaya dirinya, diapun berani melakukan maksiat ini, melakukan dosa itu, macam macam, karena pikirannya mengatakan bahwa Allah itu maha pengampun dosa seluruhnya
Padahal di ayat yang lain Allah subhanahu wata'ala menyampaikan bahwa pada surah taha ayat 82
Sesungguhnya aku ini maha pengampun, ujar Allah aku maha pengampun ( Liman Taba ) bagi orang yang benar-benar bertaubat, taubat saja tidak cukup ( wa Amana) beriman, ikhlas taubatnya, ( wa amila sholiha) dan beramal soleh, misalnya kita tidak sembahyangnya sekian tahun, di qodo, kita tidak puasa di ganti, nah itu baru orang orang yang benar dalam taubatnya kepada Allah, ( summah tada) kemudian dia bisa mempertahankan taubatnya sampai dia mati, nah itu yang akan di ampuni oleh Allah subhanahu wata'ala
Katakan wahai Rasulullah aku mengampuni dosa hambaku dan Allah mengampuni seluruh dosa dosa hambaku, karena Allah maha pengampun dan maha penyayang, dan di ayat yang lainnya Allah menjelaskan dengan terperinci, dan di dalam ayat lain Allah mengatakan di dalam Alquran Annisa ayat 48
Allah mengampuni dosa selain daripada dosa syirik
Tapi bagi orang yang Allah kehendaki, nah oleh karena kebodohan kita, kejahilan kita, maka kita akan tertipu kalau kita tidak benar benar bisa memahami Alquranul
Sekali kali janganlah kalian itu tertipu,
( Bal tukazzibuna biddin ) Kalian bukan hanya tertipu tetapi bahkan kalian berani mendustakan agama Allah, artinya mendustakan hari kiamat, mendustakan tentang di hisabnya setiap amal perbuatan kita, orang yang mendustakan tentang hari kiamat itu macam macam bentuknya,
1. ada yang mengatakan aku tidak percaya kalau kiamat itu akan terjadi, nah ini orang namanya mendustakan hari kiamat, sampai yakin dia di dalam hatinya,
2. Kemudian ada orang yang percaya di dalam hatinya tentang adanya hari kiamat, tapi karena akhlaknya yang buruk dan keliru, lalu Allah mengatakan kepada itu orang engkau berdusta akan hari kiamat, dirinya itu percaya, namun karena kelakuan kelakuan nya itu tidak mencerminkan tentang apa apa yang di percayainya itu
Di dalam Alquran di sebutkan surah Al Ma'mun ayat 2
Apakah kau melihat orang orang yang mendustakan agama
Mereka itulah orang orang yang mengherdik, mengusir anak yatim, Allah mengatakan itu orang mendustakan dengan adanya hari kiamat, mendustakan agama Allah
Dan dia tidak tidak menyuruh dirinya, tidak menyuruh orang lain untuk memberikan makan kepada orang orang miskin, walaupun kita percaya hari kiamat itu terjadi, tapi kelakuan kita ini tidak sayang kepada anak yatim, tidak memberikan makan kepada orang orang miskin, Allah menyatakan bahwa kita itu orang yang termasuk mendustakan hari kiamat, mendustakan agama Allah
Sesungguhnya atas kamu itu ada mailat malaikat hafazoh, di setiap manusia itu Allah menyertai beberapa malaikat malaikat,
Malaikat yang mulia, yang mereka itu yang mencatat, mereka itu menulis amal perbuatan manusia
Mereka mengetahui apa apa yang kamu kerjakan wahai manusia, sebagaimana yang sudah kita maklumi bahwa sebelah kanan dan kiri kita ini ada malaikat yang siap di berikan tugas oleh Allah untuk mencatat amal baik dan buruk secara dzohir, tentang amal yang bathin tentang diri kita, misalnya ikhlas kah, tidak kah, nah itu urusan Allah subhanahu wata'ala, malaikat tidak sampai kesitu
Contohnya kita berbuat taat malaikat menulis, kita berbuat dosa di tulis juga, nah nanti di akhirat di sidang oleh Allah, ujar malaikat ya Allah ini orang dalam catatanku banyak mengerjakan ibadah, ujar Allah oh banyaknya ibadah itu tidak di kerjakan karena Allah, tidak ikhlas, melainkan hanya untuk di puji manusia, maka gugurlah amal ibadah itu
Sesungguhnya orang orang yang baik itu sungguh berada dalam kenikmatan di dalam syurga
Dan orang orang yang jahat orang orang yang durhaka itu, yang banyak melakukan perbaikan maksiat maka sungguh mereka akan berada di dalam neraka jahim
Mereka masuk ke sana pada hari kiamat itu
Dan mereka tidak di keluarkan daripadanya itu
Tahukah engkau wahai Baginda Rasulullah apakah itu hari kiamat
Kemudian tahukan engkau hari rasul apa itu hari pembalasan
Hari kiamat itu hari yang tidak bisa menguasai, memiliki seseorang dari seseorang, sedikit juapun, artinya apa di hari akhirat itu di hari kiamat itu tidak ada satu orang pun yang akan bisa menolong orang lain, walaupun orang itu pernah kita miliki di dalam dunia, suami istri, ayah, ibu, anak, tidak bisa saling tolong menolong, bahkan nabi nabipun tidak mampu hendak menolong orang lain, nah itu kata Allah tentang hari kiamat dan hari pembalasan itu
Yang hanya mampu memberikan syafaat, yang hanya di berikan izin oleh Allah subhanahu wata'ala hanyalah junjungan kita yakni nabi besar Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam dan orang orang lain lagi yang tertentu yang mendapatkan izin oleh Allah, nah namun syafaat kapan tibanya? Apakah sesudah kita mengalami kesusahan daripada huru haranya alam akhirat, kita masuk ke dalam kubur, kemudian di bangkitkan daripada kubur, menuju Padang Mahsyar, berapa lama disana belum ada syafaat, nah syafaat ini akan kita dapatkan menjelang detik detik terakhir kita bahkan ada yang sudah masuk neraka kemudian mendapatkan syafaat, nah in yang kita takutkan mudah mudahan kita berikan pertolongan oleh Allah dan Baginda Rasulullah di hari akhirat nanti
( Wal Amru yauma izin lillah ) Dan perkara tentang hari kiamat itu semata-mata mutlak atas ketentuan ketentuan daripada Allah subhanahu wata'ala
Tidak ada komentar:
Posting Komentar