Pages

Jumat, 29 November 2024

Alquran / 93 Sura Ad Dhuha / hlm. 100

Yang ke 93 dari surah surah yang ada di dalam Alquran, yaitu surah yang bernama ad Dhuha, ini surah 
( makkiyyatun) di turunkan Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah, ( wa Ayatuha ) dan ayat ayatnya berjumlah, ( ihda 'asyaro ) 11 ayat 


Demi waktu pagi, 

Demi waktu malam apabila dia telah gelap gulita, di dalam surah ini Allah subhanahu wata'ala bersumpah, yang pertama 

Demi waktu pagi dan kemudian yang kedua 

Dan demi malam apabila dia telah gelap gulita, dari 2 ayat ini banyak yang di isyaratkan okeh Allah subhanahu wata'ala kepada kita, Allah memilih kalimat di dalam surah ini dengan (duha dan lail) pagi dan malam, di jadikan sebagai sumpah oleh Allah subhanahu wata'ala, di situ mengisyaratkan bahwa agar manusia dapat mengingat dengan malam yang gelap gulita itu dengan keadaan alam kubur nanti, dimana alam kubur itu tentu akan lebih gelap lagi daripada gelapnya malam gulita 

Dan waktu pagi itu mengisyaratkan untuk mengingatkan bahwa manusia itu keluar daripada rumahnya untuk menuju tempat pekerjaannya masing-masing, itu mengisyaratkan bagi kita agar kita selalu mengingat tentang hari dimana kita akan di bangkitkan dari alam kubur, dimana manusia bangun bangkit daripada tidurnya menuju kepada tempat yang bernama Padang Mahsyar untuk menghadap Allah subhanahu wata'ala 

Semestinya apabila kita membaca

Maka akan terbayang di dalam pikiran kita tentang gelapnya kubur dan bagaimana keadaan manusia sesudah nanti di bangkitkan daripada kuburnya 

Keadaan keadaan yang ada di alam barzah atau di alam akhirat nanti, itu sebenarnya dapat kita lihat daripada keadaan keadaan kita di dalam dunia ini, alam dunia ini adalah banyak memberikan contoh banyak memberikan pelajaran kepada kita bagaimana tentang hari di alam barzah dan di alam akhirat itu, malam di bandingkan dengan gelapnya kubur, hanya orang orang yang punya kemampuan, orang orang yang mempunyai uang yang hanya bisa membeli alat alat untuk penerang di waktu malam, hanya orang orang yang berduit yang bisa membeli mesin jenset, namun kalau orang yang tidak punya duit, paling paling bisa membeli lilin atau lampu biasa, nah itu lah perbandingan di dalam kubur 

Hanya orang orang yang banyak mempunyai amal Sholeh di dalam dunia, dia nanti di alam kuburnya nanti yang akan terang benderang, namun bagi orang orang yang punya sedikit amal maka di alam kuburnya pun akan sedikit dapat penerangan, apalagi orang orang yang sedikit amal nya, banyak amal kejahatannya maka dia di alam kubur tidak akan mendapatkan penerangan sedikit juapun, dan gelapnya itu alam kubur lebih gelap lagi daripada malam yang gelap gulita 

Dan di waktu pagi kita meninggalkan rumah ini bermacam-macam keadaan manusia, ada yang berangkat naik kendaraan mobil, ada yang berangkat naik sepeda, ada yang berangkat naik kendaraan umum, naik motor, ada yang naik becak, ada yang berjalan kali, macam macam, nah keadaan kita apabila sudah di bangkitkan di alam kubur itu seperti itu, orang orang yang banyak mempunyai amal Sholeh begitu dia bangkit dari kuburnya, maka akan di sediakan kendaraan untuk menjemputnya menuju Padang Mahsyar,

Sedangkan orang orang yang lebih banyak amal kejahatannya daripada amal kebaikannya, maka dia tentu akan mengalami kesusahan payahan untuk menuju Padang Mahsyar, nah itu lah salah satu isyarat daripada sumpah Allah subhanahu wata'ala 


Waktu pagi dan waktu malam itu adalah merupakan bagian daripada waktu , di dalam Alquran sangat banyak Allah subhanahu wata'ala membicarakan mengenai waktu, dengan tujuan agar manusia, agar kita kita ini selalu bisa menjaga waktu yang di berikan Allah subhanahu wata'ala, Karna setiap kali kita menjelang kematian, hanya satu yang paling kita sesalkan adalah habisnya waktu kita untuk berbuat kebaikan, bisa di katakan setiap manusia itu di datangi oleh malaikat maut, apa yang kita minta ? Minta sedikit waktu 
Sebagaimana yang sudah di sampaikan Allah di dalam Alquran 

Berikan aku sedikit waktu lagi ya Allah, agar aku bisa berbuat kebajikan dan beramal soleh, padahal Allah subhanahu wata'ala telah banyak memberikan waktu kelapangan kepada kita di dalam dunia ini 

Sebagian daripada ahli hikmah mengatakan 
( Li kulli Syai'in mi kod, 'iklamu fil mi kod, waf'alu syai'an fil mi kod, ) Bagi tiap tiap sesuatu itu ada waktunya, Allah subhanahu wata'ala memberikan, menciptakan segala sesuatu itu sekaligus memberikan waktunya, dan sehebat apapun, semulia apapun, sebesar apapun sesuatu kalau sudah habis waktunya maka tidak ada gunanya lagi, ( iklamu fil mi kod,) maka beramal lah kami di dalam waktunya, ( waf'alu syai'an fil mi kod, ) dan perbuatlah sesuatu itu di dalam waktunya, contoh kita hendak bersedekah, maka buatlah di dalam waktunya, waktunya kapan? Sebelum kita melihat malaikat maut, sebelum nyawakita di tarik Allah, maka itu masih ada waktu yang banyak untuk kita bisa berbuat kebaikan 

Setiap kali membicarakan masalah waktu, merenungkan masalah waktu, mestinya kita dapat menghitung, waktu kita selama ini banyak kemana yang kita habiskan, apakah waktu yang di berikan Allah kepada kita selama ini, lebih banyak kita habiskan kepada urusan yang sia sia, atau kita habiskan untuk mengabdi kepada Allah subhanahu wata'ala, nah hitungan kita di alam dunia ini tidak akan jauh beda dengan hitungan Allah subhanahu wata'ala, 

Nah kalau kita menghitung, kita merenungkan kembali, seperti nya waktu ku ini habis ku gunakan untuk perihal dunia yang sia sia, nah di akhirat hitungan nya pun macam itu juga, bahkan lebih detail lagi, dan kalau kita menghitung sepertinya waktu ku di dunia ini banyak ku gunakan untuk belajar, menuntut ilmu agama, nah nanti di akhirat seprti itu juga, bahkan lebih banyak lagi ganjaran yang dii berikan Allah, 

Jadi Allah subhanahu wata'ala di dalam surah ini secara tidak langsung mengisyaratkan kepada kita akan kita selalu merenungi tentang waktu waktu yang di berikan Allah subhanahu wata'ala kepada kita untuk dapat kita hitung, mana banyaknya selama ini kita gunakan, apakah untuk Allah, atau hal hal yang sia sia, 

Demi waktu pagi, dan demi malam apabila dia gelap gulita, tidak lah membiarkan akan engkau wahai rasul oleh tuhan engkau, dan tidaklah tuhan marah kepadamu, 
Nah ini di turunkan sewaktu nabi kita lama tidak mendapatkan Wahyu daripada Allah subhanahu wata'ala 
Ada yang mengatakan di antara para ulama ahli tafsir sudah 40 hari Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak menerima wahyu, nah orang orang kafir Quraisy mengatakan itu Muhammad di marahi Tuhannya, buktinya wahyu tidak turun lagi, itu Muhammad sudah di tinggalkan oleh Tuhannya, 

Maka akhirnya Allah subhanahu wata'ala menurunkan ini surah, dengan di awali sumpah 

Tidak lah meninggalkan akan engkau wahai Rasulullah oleh Allah, dan Allah tidak marah kepada engkau 

Dan sungguh bahwa akhirat itu lebih baik bagi engkau daripada dunia, kenikmatan - kenikmatan akhirat itu lebih baik bagi engkau daripada kenikmatan dunia ini, pangkat yang ada di dalam dunia akan kalah daripada pangkat di akhirat, kekayaan, kemewahan akan mengalahkan segala yang ada di dunia ini di banding dengan akhirat 

Nah ini artinya apa? Ayat ini mengisyaratkan kepada kita, agar kita jangan sedih kalau kita di dalam dunia ini tidak mendapatkan kekayaan, kepangkatan, kedudukan, kemewahan, kenikmatan di dalam dunia ini, nah asalkan semua itu bisa kita dapatkan nanti di akhirat kalau kita menjadi orang yang taqwa kepada Allah subhanahu wata'ala Karna demikian itu jauh lebih baik daripada apa yang ada di dalam dunia ini 

Dan selagi memberi akan engkau wahai Rasulullah tuhan engkau, sampai engkau Rida, Allah selalu memberikan apa yang nabi minta, sampai nabi kita senang hati, ujar nabi kita, aku tidak akan senang ya Allah selama ummatku itu masih ada di dalam neraka, aku tidak akan bisa senang ya Allah, kalau ada di antara ummatku itu masuk ke dalam neraka, akhirnya Allah subhanahu wata'ala memberikan syafaat untuk mengangkat ummat-ummatnya nanti yang masih tersisa di dalam neraka, nah begitulah gambaran betapa sayangnya nabi kepada kita 
Akhirnya nabi kita pun senang dan gembira mendapatkan kabar daripada Allah yang demikian itu 

Adakah tidak dia mendapati bahwa engkau itu seorang yatim, maka dia berikan tempat, Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seorang yatim, tapi Allah menempatkan beliau kepada kakek beliau Abdul Muttallib, Abdul Muttallib sayang kepada cucunya sebagaimana seorang ayah sayang kepada anaknya, Abdul Muttallib wafat, adalagi yang menjaga Baginda Rasulullah yaitu abu Thalib, 

Dan Allah mendapati engkau tidak tahu, maka Allah berikan petunjuk, apa yang nabi kita tidak tahu , kemudian minta petunjuk kepada Allah, langsung Allah memberikan pengetahuan 

Dan Allah mendapati engkau dalam keadaan fakir miskin, maka Allah kayakan, Allah berikan kecukupan, waktu berdakwa Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi di Mekkah, beliau punya pendamping seorang yang sangat kaya raya, untuk menjalankan misi dakwahnya, yaitu sayyidatina khradijah tu kubro, seorang perempuan yang kaya ini lah yang selalu membantu Baginda Rasulullah dengan hartanya, Khadijah wafat, langsung di gantikan Allah dengan abu bakar Ash-Shiddiq, abu bakar Ash-Shiddiq habis habisan membantu Baginda Rasulullah dengan hartanya, 

Begitu hijrah Baginda Rasulullah ke Madinah, orang orang kaya Anshor, mendukung perjuangan Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi 

Maka anak yatim itu jangan lah engkau sewenang wenang dengannya, anak yatim jangan di dzolimi, anak yatim jangan di buat menderita, anak yatim jangan engkau berani membiarkan,
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
( innal yatima iza baka'ih Tazza li'uka'ihi arsurrohman, fayaqulullahu ta'ala, Li malaikatihi, ya malaikati manzalladzi abqa hazal yatimi 
WayYaktu abahu fitturob, fataqulul malaikah, Robbuna anta aklam, Fayaqulullah Li malaikatihi, ishadu annaman ashkatahu wa Ardho, an urdiyahu yaumal kiyamah )
Baginda Rasulullah bersabda bahwasanya seorang anak yatim, apabila dia menangis, maka bergoyang lah Arash Allah, Allah pun berkata kepada malaikat, wahai malaikat siapa yang menyebabkan dia menangis itu, yang abahnya itu telah aku wafatnya, siapa orangnya yang membuatkan dia bersedih dan menangis ujar Allah, 

Lalu malaikat berkata engkau lebih tahu wahai Tuhan kami, Allah subhanahu wata'ala berfirman bagi para malaikatnya, bersaksi lah engkau wahai para malaikat orang yang membuat anak yatim menangis itu menjadi bahagia, maka akan aku ridoi nanti dirinya di akhirat, manakala sebaliknya orang membuatkan anak yatim menderita jelas Allah tidak akan Rida padanya 

Adapun orang yang minta minta jangan kamu gertak dia, ada orang minta minta assalamualaikum, nah jangan kita marahi, jangan kita berani usir, kalau kita hendak memberi silahkan, kalau tidak ya tidak apa-apa, jangan kita marahi, jangan kita gertak, jangan di ejek, jangan 
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
( Ruddussa ila fi badlin Yasir, aw roddin Jamil, Fa'innahu yaktikum man laisa minal insi wala minal jin, yanzuru kaifa sani'ukum Fima hawwalakumullah ) ujar nabi kita tolaklah itu yang meminta dengan pemberian sedikit, ada orang minta minta berikan sedikit, kalau kita tidak mampu memberikan banyak, berikan sedikit, atau tolak dengan baik dan sopan, jadi kalau kita pun tidak ada duit sama sekali maka tolaklah dengan baik dan sopan, minta maaf tuan, nah dengan perkataan yang baik, 

Maka akan datang kepada kalian orang yang bukan manusia dan bukan jin, kadang kadang yang minta minta itu bukan manusia, melainkan jin, tu kiriman daripada Allah melainkan hanyalah menguji engkau apakah engkau gunakan nikmat rezeki itu dengan kebaikan sedekah atau tidak 

Maka adapun dengan nikmat Allah, ceritakan, kisahkan, kalau kita ada mendapatkan nikmat daripada baik itu itu sifatnya din, agama, atau nikmat yang sifatnya dunia kisahkan, agar orang orang tahu bahwa kita mendapatkan nikmat daripada Allah, umpamanya kita mendapatkan mimpi yang bagus, kita mendapatkan Ilham, kita mendapatkan ilmu pengetahuan daripada Allah, atau kita punya kemampuan dalam beribadah kepada Allah, nah ceritakan kepada orang bahwa ini semua adalah pertolongan dan bantuan daripada Allah 
Nah kita ceritakan kepada orang, dengan syarat tidak ada unsur Riya, sombong dan takabbur, semata-mata hanya untuk menyampaikan nikmat nikmat Allah 

Adapun kalau kita takut bahwa kalau aku ceritakan nanti akan menimbulkan sombong, Riya di dalam hatimu maka tidak usah ku ceritakan itu lebih baik, lebih baik menjaga yang demikian itu, atau nikmat duniawi, agar kita semua mendapatkan keridhaan daripada Allah di dalam surahini
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
( man uktiya khroiran falam yuro 'alaih, summiya baghidallah Mu'adiyyan lini'amillah ) barangsiapa di berikan harta maka tidak di lihat atasnya, Allah memberikan rezeki banyak kepada orang, tapi tidak kelihatan, duitnya hanya di simpannya, tidak di gunakannya, nah ujar nabi itu adalah musuh bagi Allah, dan tidak mau memperlihatkan rezeki yang sudah Allah berikan kepadanya, nah ini lah nasihat nabi kita 




Tidak ada komentar:

More Article about this Blog