Surah yang ke 100 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran adalah surahy bernama Al Adiyyat, ini surah ( makkiyyatun) di turunkan Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah
( Wa Ayatuha ) Dan ayat ayatnya berjumlah
( ihda 'asroh) 11 ayat
Berkaitan dengan surah Al Adiyyat ini Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan satu hadist yang berbunyi ( man qoro'aha 'uktiya minal Azri
Bi'adadi mambata bil Muzdalifah Wa Syahida jama'ah )
Sabda beliau barang siapa yang membaca surat Al Adiyyat ini, artinya walaupun di baca satu kali, tidak tertentu waktunya, intinya dia ini pernah membaca surah Al Adiyyat ini, maka di berikan dia daripada pahala sebilangsn orang yang bermalam dan menyaksikan di Muzdalifah, ( masyahida jumuah ) dan yang menyaksikan atau mengikuti shalat Jumaat,
Nah sebanyak bilangan orang orang yang pergi hendak menunaikan shalat Jumaat, maka orang yang membaca surat Al Adiyyat ini akan mendapatkan pahala sebanyak itu,
Demi yang berlari kencang, dengan terengah-engah, Allah subhanahu wata'ala bersumpah dengan yang berlari kencang, tidak di sebutkan dengan jelas apa dan siapa yang berlari kencang itu, namun beberapa ulama ahli tafsir ada yang mengatakan yang di maksud itu adalah unta, yang mengangkut berbagai macam barang bahkan manusia, daripada perjalanan haji, Mekkah ke Minah, Mina ke Mekkah, Mekkah ke Arafah, dan seterusnya
Adalagi ulama tafsir yang menjelaskan bahwa yang di maksudkan Allah subhanahu wata'ala dengan yang berlari kencang itu adalah kuda, kuda yang di pakai untuk perang fi Sabilillah,
Dan yang memercikkan mata api, intinya binatang tadi dengan sangat cepatnya dia berlari di atas bebatuan sehingga memercikkan mata api,
Yang menyerang tiba tiba di waktu subuh, di waktu pagi
Sehingga menerbangkan debu debu
Lalu dia menyerbu ke tengah tengah kumpulan, atau kelompok-kelompok, nah demikian itu lah terjemahan ayat 1 sampai 5 dari surah ini, di mana Allah subhanahu wata'ala bersumpah dengan yang berlari kencang tadi
Nah apa tujuan dan rahasia yang bisa kita ambil daripada ayat ayat tadi, dan apa maksudnya Allah subhanahu wata'ala itu bersumpah dengan yang demikian tadi, para ulama tafsir banyak mengungkapkan apa yang terkandung di dalam ayat 1 sampai 5 tadi, kita ambil salah satunya adalah bahwa kuda atau unta, termasuk binatang yang patuh dan taat kepada tuannya, walaupun dia susah payah, tapi kalau di suruh berlari maka dia akan berlari, walaupun dia sudah datang dari perjalanan yang jauh tapi kalau sudah di suruh tuannya untuk mengangkat barang ke tempat yang lain, maka ia siap membawanya ke tempat yang lain
Padahal binatang binatang itu sudah datang dari perjalanan yang sangat jauh, nah artinya bahwa seekor binatang itu sangat patuh kepada pemiliknya, kenapa? Karna bintang itu mengetahui bahwa pemiliknya itu lah yang selama ini menjaganya, pemilik itu lah yang selama ini memberikan makan padanya, pemilik itu lah yang selama ini merawatnya, sehingga dia sangat tunduk dan patuh kepada pemiliknya tadi
Di bandingkan dengan manusia yang di ciptakan Allah sedemikian Allah, yang di ciptakan Allah manunia dengan bersangatan sempurnanya, yang di berikan Allah dengan berbagai macam nikmat dan fasilitas yang luar biasa, tapi kadang kadang manusia ini malas melakukan perintah Allah, kadang manusia ini suka melanggar apa yang di larang oleh Allah subhanahu wata'ala, padahal pemberian Allah, pemeliharaan Allah, penjagaan Allah sangat banyak, tak terhingga kepada manusia
Sapi, unta, kuda, itu mereka, cukup tidur, makan rumput, tidak bisa lagi melakukan hal yang lain, artinya apa dengan di berikan yang demikian itu aja mereka sudah sangat tunduk dan patuh kepada tuannya, nah sedangkan kita manusia kadang kadang di antaranya ada yang bersifat tidak seperti itu kepada Allah, padahal apa yang kita punya dan berbagai macam nikmat sudah di berikan oleh Allah subhanahu wata'ala, nah itu lah salah satu dan tujuan maksud daripada ayat ayat tersebut, itu lah yang di sebutkan allah subhanahu wata'ala di dalam surah Al a'raf di dalam Alquran 179
Allah berfirman sungguh kami isi, kami penuhi neraka jahanam itu daripada jin dan manusia, mereka itu jin manusia mempunyai hati, tetapi mereka tidak faham dengan hati itu, mereka tidak bisa menjalankan fungsi bagaimana Allah memberikan hati kepada mereka, mereka di berikan mata tapi mereka tidak bisa melihat dengan mata itu tanda tanda yang menunjukkan keesaan Allah subhanahu wata'ala, mereka punya telinga tapi mereka tidak mendengar dengan telinga itu suara suara dan bunyi bunyian yang menunjukkan kekuasaan Allah
Mereka itu seperti binatang bahkan lebih sesat daripada binatang
Sapi, unta, kuda, patuh kepada pemiliknya, tapi kadang kadang manusia ingkar dan tidak taat kepada Allah yang sudah menciptakan, maka manusia itu lebih sesat daripada binatang,
Mereka itu lah orang orang yang lalai daripada Allah subhanahu wata'ala,
Allah subhanahu wata'ala bersumpah untuk apa? Untuk menjelaskan
Umumnya Manusia itu ingkar kepada Allah, artinya manusia itu jikalau tidak di berikan hidayah, jikalau tidak di berikan petunjuk oleh Allah, seadanya saja maka niscaya dia akan ingkar kepada Allah subhanahu wata'ala, nah apa yang di maksud dengan ingkar itu
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan ( annal kanud huwal kafur) orang yang kafir dengan nikmat Allah subhanahu wata'ala, nah contohnya adalah ( alladzi yamna'u rifdah, wayakqulu wahdah, wayadribu afdah ) orang yang mencegah daripada kawannya, artinya dianya Saja yang hendak mendapatkan nikmat, orang lain jangan, dia saja yang hendak untung orang lain jangan, hendak kenyang sendiri, biarkan orang lain lapar, dan dia kejam kepada orang orang yang ada di bawahnya
Nah demikian itu lah sifat manusia, jadi andaikata seorang manusia itu tidak pernah belajar, tidak pernah mengaji, tidak pernah belajar menuntut ilmu, tidak di berikan Allah hidayah dan petunjuk maka seperti itu lah keadaannya manusia, kejam, hendak menang sendiri, dan tamak hendak kenyang sendiri yang tidak di pedulikannya,
Dan sesungguhnya dia atas yang demikian itu perbuatannya menyaksikan, artinya manusia itu sendiri menyangsikan atas apa yang di lakukannya, dia tahu bahwa dia itu kejam, dia tahu bahwa dia itu dzolim, dia sendiri menyangsikan atas keingkarannya
Dan bahwasanya manusia itu sungguh bersangatan mencintai harta benda , mencintai harta benda itu merupakan sesuatu yang di cela di dalam agama kita
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
( Hubbul mal wassyaraf yumbita in nifaq bil qolbi )
Cinta kepada harta, cinta kepada kemuliaan harta maka itu menumbuhkan sifat nifaq, sifat kemunafikan di dalam hati seseorang,
Dan sesungguhnya manusia itu bersangatan mencintai harta, termasuk harta itu duit, rumah, kendaraan, barang dagangan, pakaian yang mewah, dan lainnya, nah mencintai yang demikian itu pada dasarnya adalah sesuatu yang di cela, nah seseorang itu di bolehkan mencintai harta selama harta itu mempunyai
( fawaiddiniyyah) faedah faedah keagamaan, artinya kita mencintai harta benda, mencintai duit, itu tidak di marahi allah, kita tidak di cela dalam agama, asalkan harta harta itu mempunyai faedah yang sifatnya agama,
Para ulama menjelaskan kepada kita ada 4 hal, apabila 4 hal ini ada pada harta kita maka kita tidak mengapa mencintai harta itu, tapi bila 4 hal ini tidak ada pada harta kita, maka kita akan sangat di cela bila mencintai
1. ( Ayyunfiqohu Li nafsih ) Bahwa harta itu untuk nafkah dirinya, untuk nafkah keluarganya, nafkah untuk diri itu adalah ( 'immafin ibadatin ) untuk ibadah seperti
( kal hajji wal zihad) seperti haji dan jihad, orang berhaji perlu harta, perlu duit, orang berjihad pun perlu duit
Lalu dirinya menabung, hari demi hari, sayang dia dengan duit tabungannya itu, karna ini lah nanti berangkat ku haji, nah sayang seperti ini sangat di sukai Allah, sayang dengan harta agar aku bisa berjihad, bisa sedekah, nah mencintai duit yang seperti itu tidak di larang oleh agama, karna duit ini dia nafkahkan untuk dirinya untuk membantu dalam melaksanakan ibadah kepada Allah
Atau ( fi wasilatil ibadah ) duit itu dia nafkahkan untuk dirinya Dalam perantara ibadah ( Kal mat'am) seperti makan, ( wal libas) pakaian , ( wal maskan) tempat tinggal, ( wannikah ) dan berpasangan, nah semuaan itu perlu harta, nah Bilamana duit itu untuk hal hal tersebut, kita sayangi, kita cintai, maka tidak akan bertentangan dengan agama untuk menjadi perantara kita untuk bisa menjalankan ibadah kepada Allah subhanahu wata'ala
2. ( Ayyasrifahu ilannas ) Itu harta untuk dia gunakan kepada manusia, aku sayang sangat dengan hartaku, aku sayang dengan duit ini karna apa, Karna untuk memberikan kepada orang lain, untuk memberikan kepada manusia, untuk menolong orang, dan lain sesbgainya, nah ada 4 hal yang di maksudkan untuk menggunakan harta kepada manusia itu
A. Sedekah, nah ini sudah jelas
B. Mulu'ah, kehormatan, artinya seperti memberikan harta kepada orang orang kaya, macam kita ini orang susah, selalu di berikan bantuan kepada orang kaya, nah begitu kita ada buah contohnya kita berikan kepada itu orang kaya nah itu namanya menjaga kehormatan, malah menjadi suatu perbuatan yang mulia di dalam agama kita, walaupun yang kita beri ini orangnya kaya dari kita tapi pemberian itu lah menjaga kehormatan kita
C. Menjaga kehormatan pribadi, contohnya, di kampung ni kalau kita tidak bisa memberi kepada orang nanti orang bilang kita sombong, orang bilang kita pelit, nah untung menghilangkan ucapan ucapan orang yang demikian itu maka kita pun hendaknya menjaga kehormatan diri dengan memberikan, nah jika harta yang seperti itu kita sayangi maka tidak di larang oleh Allah
D. ( Uzratul khrodim) Upah pembantu, nah kita mengupah orang yang sudah membantu kita, nah kalau kita ada mempunyai harta kita sayangi harta kita untuk bisa membayar upah pembantu nah ini di bolehkan agama
3. ( Ayyasrifahu ila mahuWa umum ) Harta itu dia gunakan untuk pekerjaan umum ( ka bina'il masjid) membangun masjid, wa madrasah, dan seumpamanya, aku sayang sangat dengan hartaku ini, nah kenapa, Karna hendak ku gunakan untuk membangun masjid dan lain sesbgainya tadi,
4. ( Mayuzakkirullahu ta'ala ) Yang mengingatkan kita kepada Allah subhanahu wata'ala, kita ni ada punya harta, walaupun sedikit bila kita ingat harta kita ingat dengan Allah, nah lalu kita sayang dengan harta itu, nah itu tidak apa apa, macam kita punya kendaraan, kita sayang kendaraan kita, bila kita ingat kendaraan ini kita ingat kepada Allah karna Allah sudah memberikan ku rezeki sehingga aku bisa membeli kendaraan ini, nah ini di bolehkan oleh Allah subhanahu wata'ala
Nah kalau 4 hal ini tidak ada lalu kita cinta kepada harta maka itu akan membahayakan diri kita, membahayakan kehidupan kita, dan juga akhirat kita,
Manusia yang ingkar tadi, manusia yang cinta kepada harta tadi, apakah mereka tidak tahu bilamana mereka di bangkitkan daripada kuburnya,
Dan di tampakkan segala isi hati mereka, di hari kiamat nanti tidak ada satu isi hatipun yang terlindungi di hadapan Allah subhanahu wata'ala, semuanya akan tampak jelas
Sesungguh nya Allah subhanahu wata'ala pada hari itu benar benar meneliti terhadap keadaan mereka dan mengabarkan apa saja yang sudah mereka kerjakan selama ini baik itu tampak jelas ataupun yang tersirat di dalam hati kita, nah itu lah 11 ayat daripada surah ini, mudah mudahan bermanfaat untuk kita semuaan ini dan bisa meningkatkan keimanan kita kepada Allah aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar