Pages

Kamis, 12 Desember 2024

Alquran / 94. Surah Al insyroh / hlm. 101



Yang ke 94 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran suratu Al insyroh, atau biasa kita sebut dengan alam nasroh, ini surah (makkiyyatun), di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah ( wa Ayatuha ) dan ayat ayatnya berjumlah 
( Shamanin) 8 ayat 

Bukankah kami telah melapangkan dadamu wahai baginda Rasulullah, Allah subhanahu wata'ala, menyampaikan kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbagai macam nikmat nikmat, sebagaimana di dalam surah ad Dhuha sebelumnya, dan di lanjutkan dengan surah ini, 

Bukankah kami telah melapangkan dadamu, hatimu, wahai Rasulullah, para ahli tafsir menjelaskan yang di maksud dengan itu ayat adalah, ( tausi'atu sodri binnuril ilahi ) di luaskannya di lapangkannya dada, hati Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (bin Nuril ilahi) dengan cahaya daripada Allah subhanahu wata'ala, hati yang di masuki cahaya dari Allah itu maka hati tersebut menjadi lapang dan terbuka, sebagaimana yang sudah di sampaikan oleh Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah hadist 
( Innan nuro iza dakrhola sodro infasahawan Sarah ) 
Sesungguhnya cahaya daripada Allah itu apabila masuk ke dalam hati seseorang maka luaslah hati seseorang itu dan lapanglah hati seseorang itu 

Sahabat Baginda Rasulullah bertanya ( faqila ya rasulullah, halli zalika min 'alamatin yukrob ) adakah yang demikian itu wahai Rasulullah tandanya Bagaimana tandanya orang yang berhati lapang itu, apa alamat orang orang yang memiliki hati yang lapang itu yang sudah di berikan cahaya oleh Allah subhanahu wata'ala 
Apakah itu ada tanda tandanya wahai Baginda Rasulullah tanya sahabat, ( kola, na'am) jawab nabi ada tandanya 

1. Tandanya ujar Baginda Rasulullah 
( Attazafi andaril hurur) 
2. ( Wal inabatu ila daril hulud ) 
3. ( Wal isti'dadulil mauti Kobla nujulil maut )

Yang pertama orang yang hatinya itu bercahaya adalah 
( Attazafi andaril hurur) Yaitu merenggang dari negeri dunia yang penuh tipu daya itu, kemudian yang ke dua 
( Wal inabatu ila daril hulud) Kembali kepada ke negeri akhirat yang kekal, dan yang ke tiga adalah 
(Wal isti'dadulil mauti Kobla nujulil maut) bersiap untuk kematian sebelum datangnya itu kematian, nah 3 ini lah tandanya orang yang punya hati mendapatkan cahaya daripada Allah subhanahu wata'ala 

Yang pertama Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan ( Attazafi andaril hurur) renggang daripada negeri dunia yang penuh tipu daya, maksudnya renggang adalah bahwa dunia itu bukan merupakan perhatiannya yang utama, dunia itu hanya di jadikannya sebagai bekal untuk hari kembali, nah itu yang di maksudkan oleh Baginda Rasulullah, jadi kita musti semangat bekerja, semangat menuntut ilmu, semangat beribadah, karena itu lah persiapan yang akan kita bawa nanti menuju alam akhirat 

Orang orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan yang utama, orang orang yang hanya menghabiskan waktunya untuk mengejar dunia kemudian lupa kepada Allah, itu orang orang yang merapat dengan dunia, pikirannya , waktunya bisa di katakan 90% hanya memikirkan dunia, untuk mengurusi dunia, nah ini bukan renggang namanya, tapi sudah merapat dengan dunia, 

Tapi kalau orang yang renggang dengan dunia itu, dunia itu adalah bukan yang utama baginya, 
( Attazafi andaril hurur ) Merenggangnya diri daripada negeri dunia yang penuh dengan tipu daya, nah kenapa dunia ini sering kali di sebut dengan negeri tipu daya ? 
Maka para ulama menjelaskan antara lain adalah 
( Bagaimanapun baik nya dunia ini kepada kita, bagaimanapun sayangnya dunia kepada kita, Bagaimana cintanya dunia kepada ini, pasti ujung ujungnya dia akan meninggalkan kita, nah ini contoh daripada tipu daya dunia ) Kita di dekatinya, kita di rangkulnya, kita di berinya, tapi ujungnya akhirnya kita menjadi sedih, kita menjadi menderita, nah itu lah contohnya bahwa dunia ini adalah tipu daya 

Dan pengertian merenggang daripada dunia itu bukan berarti kita sama sekali menghilangkan pemikiran atau tidak memikirkan waktu untuk dunia sama sekali, tidak, agama kita tidak melarangk kita berurusan dengan dunia, agama bahkan mengatur bagaimana hendaknya orang berusaha, agama mengatur bagaimana orang bisa memanfaatkan waktunya, bisa bekerja, betani, berternak , berdagang, dan lainnya, nah itu menunjukkan bahwa agama kita tidak melarang untuk memikirkan dunia,

Namun yang perlu kita perhatikan bahwa, jangan sampai ketika kita mengurusi dunia itu kita lupa kepada Allah, kita tidak menjalankan perintah Allah, tidak shalat, tidak puasa dan lain sebagainya, nah kalau kita sudah berani meninggalkan perintah Allah karena sibuk memikirkan dunia maka itu lah tanda bahwa hati kita tidak mendapatkan cahaya daripada Allah subhanahu wata'ala hati kita sempit, jadi silahkan kita berusaha, apapun pekerjaannya, asalkan tidak meninggalkan perintah Allah

Para ulama memberikan nasihat, ada 3 hal, nah kalau 3 perkara ini kita langgar, berarti itu menunjukkan bahwa kita ini sudah termasuk orang yang terjerumus ke dalam jurang dunia, tapi kalau 3 perkara ini masih bisa kita jaga, maka kita akan selamat daripada perkara yang di cela

Orang orang yang berurusan dengan dunia ada 3 nasihat 
1. ( anniyyatussholihah ) Berniat dengan yang baik, hendak berdagang silahkan, hendak bekerja silahkan, hendak beternak, berkebun, jadi buruh, pegawai dan sebagainya, cuman perlu di perhatikan yang pertama Adalah niatnya musti bagus, 

Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
( man tholabat dun ya, halalan isti'fafan anil mas'alah, 
Wasya'kyan ala ahlihi, wata'attufan ala zarihi, fa'asahullah Yaumal kiyamah, wawazuhu qol qomari Lailatal badar...
Waman tholabat dun ya, halalan mukasiron, mufakhriron, muro'iyyah, Lakiyallahu ta'ala Yaumal kiyamah, wahuwa alaihi kghrobban, ) nah ini Baginda Rasulullah menjelaskan bagaimana orang yang mencari dunia dengan niat yang baik, barangsiapa yang mencari dunia, berusaha, berdagang, berkebun, dan lain sebagainya 
Mencari dunia dengan halal, jangan yang haram 

Niatnya mencari dunia yang halal itu adalah seperti 
 ( isti'fafan anil mas'alah) Karena menghindari daripada mengemis atau meminta-minta, mengusahakan untuk keluarganya, dan membantu tetangga tetangga yang memerlukan, agar bisa menolong orang, nah kalau kita punya niat bekerja seperti ini ( fa'asahullah Yaumal kiyamah, wawazuhu qol qomari Lailatal badar.) maka akan Allah bangkitkan nanti dirinya pada hari kiamat wajahnya itu bercahaya seperti bulan purnama, nah ini niat yang bagus, begitu kita hendak keluar rumah maka pasanglah niat seperti ini 

Dan barangsiapa yang mencari dunia yang halal, tapi tujuannya, niatnya untuk memperbanyak harta, untuk bermegah-megah, untuk pamer dan lain sesbgainya, nanti di akhirat ketika dia bertemu dengan Allah, maka Allah akan marah padanya, nah inilah contoh orang yang mencari dunia tapi niatnya salah, jadi silahkan kita mengurusi dunia tapi jangan lupa bahwa kita musti menggunakan niat dengan baik karena Allah 

2. Yang ke dua bagi orang orang yang hendak berusaha
( Wifakus sari'ah ) Menyesuaikan syariat, berdagang itu sudah di atur oleh agama, bagaimana cara berdagang yang sah, bagaimana cara berdagang yang tidak sah, bagaimana cara berusaha yang mendapatkan keridhaan Allah dan berusaha yang tidak mendapatkan Rida Allah 

Silahkan bergadang, berusaha tapi ingat musti sesuai dengan hukum Allah, syari'at Allah, artinya walaupun niatnya itu bagus, tapi tidak sesuai dengan syariat maka niat yang bagus itu tidak akan memberikan manfaat, ada orang menipu, berjudi, berbuat yang haram tujuannya hendak bersedekah, nah ini namanya malah menambahkan dosa, bukan dapat pahala, 

3. Supaya orang orang yang mencari dunia tadi 
( La tulhi an dzikrullah ) 
Tidak melalaikan dia daripada dzikrullah, waktu shalat tidak terganggu, waktu membac Alquran tidak terganggu, waktu menuntut ilmu tidak terganggu, berdzikir , beribadah tidak terganggu karena pekerjaannya, semua sudah teratur, nah kalau hendak berdagang silahkan, tapi untuk urusan Allah musti di laksanakan, nah sehingga dagangannya itu mendapatkan keridhaan daripada Allah 

Nah bilamana kita bisa berusaha dengan 3 perkara tadi, niatnya bagus, usahanya sesuai dengan syariat, dan kita tidak terganggu untuk beribadah mengingat kepada Allah, maka kita termasuk kepada orang orang yang renggang daripada dunia negeri tipu daya ini 

Bukankah sudah kami lapangkan, membuka dadamu wahai Rasulullah 


Menurut sebahagian para ulama ahli tafsir menyampaikan ( 'asomnaka minal wizri ibtida,an wantiha'a ) kami telah memelihara engkau wahai Rasulullah daripada dosa, mulai permulaan sampai akhir, jadi artinya Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di pelihara oleh Allah daripada berbuat dosa sejak beliau lahir sampai beliau wafat, 

Di dalam sebuah riwayat pernah di jelaskan nabi kita sebelum di utus oleh Allah sebelum beliau di angkat menjadi nabi, di Mekkah itu ada orang berpegantinan, orang orang jahiliah, berjoget joget ada musik semacam itu lah, nah begitu sampai terdengar oleh nabi kita, maka langsung di tidurkan oleh Allah, subhanahu wata'ala, sampai besoknya, sehingga nabi kita tidak tahu, dan tidak mendengar bunyi apa, tidak tahu, sampai selesai itu acara, nah di pelihara oleh Allah daripada mendengarkan hal hal yang di haramkan oleh Allah subhanahu wata'ala 

yang mana dosa itu selama ini membebani engkau, nah Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam itu selalu merasa berat, beratnya apa? Merasa banyak menerima nikmat daripada Allah, segala nikmat itu di berikan kepada nabi kita, nah beliau khawatir kalau kalau berani berbuat maksiat kepada Allah, alangkah jahatnya orang yang sudah di berikan begitu banyak nikmat daripada Allah kemudian dia berbuat maksiat kepada Allah, sedang kan beliau itu adalah ( Al insanul Karim ) manusia yang paling mulia, artinya kalau dia merasa banyak mendapatkan nikmat daripada Allah kemudian dia tidak taat maka itu akan menjadi beban yang berat 

Ini yang Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam itu kadang kadang merasa berat sampai Allah subhanahu wata'ala menurunkan ayat bahwa engkau wahai Rasulullah kami pelihara daripada dosa, sehingga Baginda Rasulullah merasa tenang dan berkurangnya beban pada dirinya, 

Dan kami tinggikan bagi engkau wahai Rasulullah sebutan engkau, bilamana Allah disebutkan, maka Baginda Rasulullah pun ada, jadi menunjukkan betapa mulianya, tingginya sebutan daripada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, di dalam Alquran ada beberapa contoh, sebagaimana yang sudah di sampaikan Allah di dalam Alquran pada surah an-nisa ayat 69 

Barangsiapa taat kepada Allah dan rasulnya

Dan lagi Allah mencontohkan di dalam Alquran pada surah an-nisa ayat 59 

Hai orang orang yang beriman taati lah Allah dan taati lah Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam 

Di dalam Alquran lagi Allah menyampaikan pada surah Al fath ayat 10

Orang orang yang baiat, yang berjanji kepada engkau wahai Rasulullah sama seperti orang yang berbaiat dan berjanji kepada Allah subhanahu wata'ala, 

Nah jadi sebutan nama daripada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ini di tinggikan oleh Allah subhanahu wata'ala, bahkan di atas syurga, di atas arash dan di mana mana saja ada tertulis Allah dan pasti ada Muhammad Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam 

Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahannya, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahannya 

Sehingga para ulama ahli tafsir menjelaskan maksud 2 ayat ini adalah 

Bahwa setiap kali kita dapat 1 kesusahan kita akan dapat 2 kelapangan, kita dapat 1 masalah, maka pasti akan datang 2 kelapangan pada diri kita, bahwa beserta 1 kesulitan itu akan datang 2 kelapangan, kelapangan apa yang 2 itu ? 

1. ( Yusrun fid dun ya ) Dia mendapatkan kelapangan di dalam dunia, 
2. ( Wa yusrun fil akhiroh) Dia mendapatkan kelapangan di akhirat berkat kesabarannya menghadapi kesulitan tadi 

Dan ayat selanjutnya menjelaskan bahwa

Apabila engkau selesai daripada 1 pekerjaan wahai Baginda Rasulullah ( panshob? Maka bekerjalah engkau pada urusan yang lain, para ulama ahli tafsir menjelaskan ayat ini adalah 
( Iza faroghta minassolatil maktubah, fansob ila robbika fiddu'a, waroghob ilaih Fil mas'alah yuktiq) bilamana engkau sudah selesai sembahyang fardhu, fansob ila robbika fiddu'a, sambunglah dengan dzikir dan doa kepada Allah, gemarlah engkau kepada Allah dalam meminta minta, niscaya Allah akan memberikan apa yang engkau mintakan itu, nah jadi ketika selesai shalat itu jangan lupa berdzikir dan berdoa kepada Allah 

Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di tanya oleh sahabatnya ( ayyuddu'a asmak) wahai Baginda Rasulullah apa saja doa yang paling cepat di kabulkan Allah, doa yang paling di dengar dan di perhatikan Allah, 
( Qola, Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan ( zaufal lailil akhir) pertama kata nabi di tengah malam yang akhir, jam 12 ke atas artinya , nah itu bagus kita memperbanyak doa kepada Allah subhanahu wata'ala, karena waktu itu adalah paling di dengar oleh Allah subhanahu wata'ala, waktu waktu yang baik 

Kemudian yang kedua ( wadurossolawati maktubat) dan sesudah shalat fardhu, nah ini waktu yang sangat di perhatikan dan sangat di dengar oleh Allah subhanahu wata'ala dan insyaallah akan segera di kabulkan oleh Allah subhanahu wata'ala, 

Dan hanya kepada Allah lah engkau berharap, hanya kepada Allah lah kamu meminta, karena Allah subhanahu wa ta'ala tidak akan menyia-nyiakan orang yang berharap kepadanya, Allah tidak akan merugikan orang orang yang berharap kepada Allah subhanahu wata'ala, 

Di dalam kitab krhasiyyatussowwi Sarah tafsir Al zalalail, di sebutkan bahwa surah alam nasroh ini banyak memberikan faedah faedah lainnya, banyak memberikan manfaat manfaat bagi orang orang yang mengamalkannya, di situ di sebutkan antara lainya adalah untuk orang orang yang belajar ilmu tapi lambat faham, atau kurang hafalannya, adajuga orang yang fahamnya cepat cuman lupa atau ilangnya juga cepat, 

Ada yang lambat faham, lambat hafal, nah macam macam, jadi oleh para orang orang Sholeh terdahulu di sebutkan di dalam kitab ini adalah ada cara cara tertentu agar orang tersebut bisa cepat faham, cepat hafal, dan awet pemahamannya itu, di sebutkan bahwa di tulis surat alam nasroh ini, di piring, tulis, tidak usah pakai bismillahirrahmanirrahim, tidak usah bertitik, tidak usah berbaris, di tulis di piring, ntah itu pakai pulpen atau pakai pensil atau spidol, kemudian di tuangkan air, setelah itu di minuman kepada orang yang lambat faham tadi, insyaallah berkat alam nasroh anak anak akan cepat faham dan cepat hafalannya, aamiin ya Allah 

Nah itulah salah satu Fadilah yang sudah di uji yang sudah mujarab yang di lakukan orang orang Sholihin, 

Dan kemudian lagi di sebutkan di situ bahwa 
( Waman lam Wattaufiq lil ibadah ) 
Orang yang selalu mengamalkan sesudah shalat fardhu membacanya 10 kali selepas shalat, maka akan Allah berikan dia kemudahan di dalam rezeki dan juga kemudahan dalam beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala, nah ini di kerjakan Istiqomah 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta doahkan, insyaallah