Yang ke 95 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran suratut tin, ini surah ( makkiyyatun) di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah ( wa Ayatuha ) dan ayatnya berjumlah ( shamanin) 8 ayat
Yang artinya demi tin dan zaitun, berbagai macam pendapat para ulama tentang apa yang di maksudkan dengan Attin dan azzaitun itu, maka akan kita ambil salah satunya di antara berbagai macam pendapat
At tin artinya adalah buah tin sedangkan azzaitun adalah buah zaitun, Allah subhanahu wata'ala bersumpah dengan Attin, demi tin dan zaitun setiap yang di jadikan Allah subhanahu wata'ala sumpah itu pasti ada mengandung sesuatu yang istimewa, ada mengandung kelebihan kelebihan daripada yang lainnya
Nah disini Allah bersumpah dengan buah tin, para ulama berkata ( At tin krhoirul fawaqih wa ahmaduha) buah tin itu adalah paling baik buah buahan dan paling terpuji, berbagai macam kelebihan dan keistimewaan yang di jadikan Allah pada buah tin itu, baik untuk yang dzohir maupun yang batin, para penelitian-penelitian atau
( 'a tibba) Mengatakan bahwa buah tin itu adalah di samping buah untuk di makan biasa, juga mengandung ( dawa) obat, obat dari apa tin itu? Obat untuk kesihatan ginjal, sehingga orang yang suka memakan buah tin itu selamat ginjalnya daripada kerusakan, selamat daripada cuci darah
Dan lagi kegunaan buah tin itu adalah untuk menguatkan fungsi hati atau liver, dan orang yang membiasakan memakan buah tin itu akan aman insyaallah daripada terkena struk, atau lumpuh, dan banyak lagi kegunaannya yang Allah jadikan di dalam buah tin itu, adapun untuk yang batin, tin itu berguna artinya orang yang terbiasa memakan buah tin itu tabiatnya akan menjadi lembut, jadi kalau ada orang yang suka marah, yang kasar, itu baik di berikan makan buah tin, sehingga akan meredakan tabiatnya, nah itu lah Sebahagian kecil daripada khasiat Attin ini
Nah kemudian lagi buah tin itu adalah
( Toiyyibun bizzdhohirun wal bathin ) Baik indah di luar dan di dalam, buah itu ada yang di luarnya bagus, di dalamnya bagus, seperti buah tin, ada juga buah yang di luarnya jelek di dalam bagus, seperti kelapa, kasar luarnya, tapi dalamnya indah, dalamnya bagus, ada buah yang luarnya baik, dalamnya jelek di lihat, seperti buah kurma, nah sedangkan buah tin ini adalah
( Toiyyibun bizzdhohirun wal bathin) Indah luar dan dalamnya, di ibaratkan buah tin itu adalah manusia yakni Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
Ibnu Abbas berkata
( Lamma nazalat, suratu wat tin, ala Rasulillah shallallahu 'alaihi wasallam fariha biha Farhan syadida, Hatta tabayyana Lana Siddatu farahih ) manakala turun surah at tin ini kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka Baginda Rasulullah gembira luar biasa sehingga tampak kegembiraan itu di wajah beliau, karena di dalam surah at tin ini ada mengandung kabar gembira yang sangat menyenangkan hati Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, karena kabar itu merupakan kebaikan untuk ummat beliau
Dan buah tin ini jangan kan benar benar di makan, orang yang bermimpi memakan buah tin itu sudah ada manfaatnya, contohnya kita ini tadi malam ada mimpi memakan buah tin, maka kita akan mendapatkan rezeki yang luas daripada Allah subhanahu wata'ala, demikian takwilnya, dan kemudian lagi wazzaitun, Allah subhanahu wata'ala bersumpah dengan kalimat wazzaitun, demi zaitun, nah zaitun ini pun di samping buah buahan, juga mengandung berbagai macam manfaat, pengobatan, seperti orang yang sakit jantung, orang yang kena rematik, nah itu buah zaitun berguna di makan, dan zaitun ini di dalam Alquran di sebutkan adalah, pohon yang di berkati, sebagaimana yang sudah di sampaikan Allah subhanahu wata'ala di dalam Alquran surah an nur ayat 35
Nah demi tin dan zaitun,
Dan demi bukit Sinai, tempat nabi Musa menerima wahyu daripada Allah, ini letaknya di Mesir,
Dan demi ini negeri yang aman yaitu Mekkah Al Mukarromah, nah Allah bersumpah, menjelaskan, meyakinkan kepada kita
Nah itu sumpah Allah, sungguh kami menciptakan manusia itu pada sebaik baik bentuk, kami ciptakan manusia itu dengan sebaik baik kejadian, sebaik baik rupa, sebaik baik ciptakan, secara dzohir maupun yang batin, paling baik makhluk Allah manusia, bentuknya, daripada makhluk yang lainnya, nah apa yang lebih baik daripada bulan purnama? Yakni manusia, dan manusia jauh lebih baik daripada bidadari bidadari di dalam syurga,
Nah di syurga itu ada bidadari, nah di bandingkan dengan seorang perempuan nanti masuk ke dalam syurga maka 70ribu kali lipat lebih baik perempuan itu daripada bidadari
Kemudian manusia tadi kami kembalikan ke dalam api neraka, menurut salah satu tafsir, ( aspala sapilin itu artinya adalah neraka, jadi manusia yang di ciptakan Allah sebaik baik menciptaan tadi ujung ujungnya ada yang masuk neraka,
Kecuali mereka mereka yang beriman dan beramal Sholeh maka bagi mereka akan mendapatkan pahala yang tidak putus putus, sehingga yang selamat daripada neraka adalah hanya orang orang yang beriman dan beramal Sholeh, beriman saja tidak cukup, semisal dia percaya bahwa Tuhannya Allah subhanahu wata'ala, tapi tidak solat, tidak puasa, tidak beramal Sholeh, nah ini tidak cukup, jadi beriman dan beramal Sholeh, nah itu lah salah satu pendapat ulama tafsir berkenaan tentang ayat ini
Dan ada lagi sebagian pendapat para ulama yang menjelaskan ayat Allah
Kemudian kami kembalikan manusia yang di ciptakan sebaik baik bentuk tadi kepada paling hina umur, kepada bersangatan tua, jadi manusia yang begitu indah, begitu cantik, pasti ujungnya akan menjadi tua, seperti apa cantik nya seseorang kalau sudah umur nya sangat tua pasti tidak terlihat lagi cantiknya seperti muda dahulu
Bila sudah tua itu maka tidak bisa lagi beramal Sholeh, jangankan hendak beramal, bergerak saja susah, apalgi pikirannya, linglung, namanya sudah tua
Nah kecuali orang orang yang beriman dan beramal Sholeh, kecuali orang yang dimasa mudanya, di masa sihatnya beriman dan rajin beramal Sholeh, di waktu tua dia tidak bisa lagi berbuat banyak amal, tidak mampu lagi puasa, tidak mampu lagi membaca Alquran, tidak mampu lagi untuk shalat berjamaah,
maka mereka akan tetap mendapatkan pahala, dan tidak akan putus putus, nah ini yang menyenangkan Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, contohnya kita di waktu muda kita gunakan waktu itu dengan beribadah kepada Allah, banyak melakukan perkara kebaikan, rajin ibadah, membaca Alquran dan lain sebagainya, begitu sampai tua, demikian itu tidak bisa lagi, maka akan tetap di catat oleh Allah pahalanya, tidak akan berkurang sama seperti dia waktu muda dahulu, nah ini lah yang membuatkan Baginda Rasulullah gembira dan senang hati, begitu mendapatkan Kabar daripada Allah untuk ummat beliau, untuk kita kita ini, Alhamdulillah
Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu berkata
( iza kanal abdu fi sababihi Kasirossolah, kasirossiyam, kasirossodaqoh, summa ta'uffa Ammakana yakmal bi sababihi, Azrallahu Azza wazalla, lahuma kana yakmalu fi sababihi ) apabila seorang hamba di waktu mudanya,
Banyak sembahyang, banyak puasa, banyak sedekah, kemudian sampai pada waktu tuanya, dia lemah, tidak mampu lagi seperti dahulu daripada apa yang dia buat pada waktu muda, Allah mengalirkan padanya pahala pahala yang dia kerjakan pada masa mudanya itu pada saat dia sudah tua, masyaallah
Jadi kalau hendak menabung amal di waktu muda, sehingga pas waktu tua kita bisa santai, pahala tiap malam datang mengalir kepada diri kita, Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
( iza kanal abdu ala torikotin minal khroir, famarido aw safaro, kataballahu lahu mislam Makana yakmal ) apabila seorang hamba itu atas jalan daripada kebaikan, artinya hidupnya baik aja, lurus aja, membaca Alquran, shalat, puasa, semua waktu disini dengan ibadah kepada Allah, dan menjauhkan diri bersungguh-sungguh menghindari dari dosa dan maksiat, maka dia kemudian sakit atau dia seorang musafir, maka akan Allah tulis baginya seperti pahala yang selalu dia kerjakan di hari hari biasa, nah walaupun kita sedang sakit ataupun kita sedang musafir, tapi kalau setiap hari kita biasa mengajukan ibadah kepada Allah, maka begitu kita sakit atau musafir tetap akan Allah tulis dan berikan padahal seperti pada waktu kita sedang beribadah kepada Allah
Demikian itu pendapat para imam ahli tafsir, sebagaimana juga Al imam Ibnu attoillah assakandari, menjelaskan di dalam beberapa kitab beliau tentang solusi atau jalan keluar bagi orang orang yang sudah tua, orang orang yang tidak mampu lagi beribadah dengan ibadah yang banyak, seperti di waktu muda dahulu, sedangkan waktu muda banyak dia habiskan kepada hal hal yang sia-sia, nah bagaimana ujar beliau agar waktu yang tersisa itu bermanfaat untuk membayar atau memperdapati kekurangan, kekurangan di masa yang lalu, sehingga dengan amalan ini waktu yang terbuang dahulu itu jadi berharga, maka beliau menyampaikan hendak lah orang tersebut membaca tasbih dan shalawat yang sudah di sebutkan oleh beliau di dalam kitabnya,
( Subhanallahil adzim wabihamdih, 'adada khrolqih, warido'a nafsih, wazinata arsih, wabidada kalimatih, ) Nah ini lah amalannya untuk orang yang berumur 60 tahun ke atas, nah ini kalau kita baca insyaallah akan menutupi waktu waktu kita muda dahulu yang sia sia akan menjadi berharga, kemudian di tambah dengan membaca shalat kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, cukup saja di amalkan selesai shalat fardhu di baca 10 kali
Nah mudah mudahan dengan mengamalkan demikian ini bisa membuatkan waktu waktu dahulu itu menjadi berharga, insyaallah, bernilai baik di sisi Allah subhanahu wata'ala,
Apakah sebab kami mendustakan dengan adanya hari kebangkitan, sesudah adanya bukti bukti yang sudah di sebutkan tadi, Allah subhanahu wata'ala menciptakan manusia dalam sebaik baik ciptakan, sebaik-baik bentuk, akhirnya manusia yang tampan, yang cantik tadi, tua sampai akhirnya mati, nah itu satu bukti bahwa Allah mampu berbuat demikian berarti Allah juga pasti mampu menghidupkan yang sudah mati, orang orang yang berada di alam kubur akan di bangkitkan kembali untuk menghadap kepada Allah subhanahu wata'ala
Bukan kah Allah itu hakim yang paling adil, bukan kah Allah itu adalah yang paling bijaksana di antara orang bijaksana, nah sesudah itu kita di sunnatkan membaca
( Sodakallahul adzim, wa sodako rasulul Karim, Wa ana zalika minassyahidin, wassyakirin, wal ham dulillahi rabbil alamin) Benar aku menyaksikan bahwa Allah subhanahu wata'ala adalah hakim yang paling adil dan yang paling bijaksana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
minta doahkan, insyaallah