Pages

Kamis, 19 Desember 2024

Alquran/ 98, Surah Al Bayyinah/ hlm. 105


Yang ke 98 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran yaitu surah yang bernama Al Bayyinah, ini surah Madaniyyatun, di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sesudah hijrah dari Mekkah ke Madinah, ( wa yatuha) 
Dan ayat ayatnya berjumlah ( shaman) 8 ayat 




Tidak lah orang orang kafir itu daripada Yahudi dan Nasrani dan penyembah penyembah berhala, berhenti mereka itu dari keadaan mereka sehingga datang kepada mereka satu bukti yang jelas, 


Rasul daripada Allah yang membacakan lembaran lembaran yang suci, yang di dalamnya itu terdapat hukum hukum yang lurus, 

Allah subhanahu wata'ala menjelaskan dalam beberapa ayat ini bahwa orang orang yahudi, Nasrani dan musyrikin, mereka itu berkata bahwa mereka tidak akan berubah dari agama mereka sampai datang kepada mereka seorang rasul yang menjelaskan kepada mereka tentang hukum hukum Allah yang lurus, nah ini merupakan satu ikrar daripada orang orang kafir, bahwa mereka akan berhenti kafir, akan berhenti menyembah berhala, akan meninggalkan agama Yahudi dan Nasrani kalau sudah datangnya Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam 


Dan tidaklah bercerai berai, tidak lah berselisih orang orang yang di beri kitab Yahudi dan Nasrani tadi, melainkan dari sesudah datang kepada mereka bukti yang jelas yaitu Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, begitu lahir Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sudah di angkat menjadi utusan Allah, mereka orang kafir itu menjadi tepecah belah, ada yang masuk Islam, dan banyak yang tetap bertahan pada agamanya semula, nah ini berarti mereka sudah menyalahi apa yang mereka nyatakan dahulu kala 

Bahwa mereka akan masuk Islam, kalau Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam itu sudah datang, ternyata tidak, hanya Sebahagian saja yang masuk Islam

Kenapa orang orang kafir itu tidak mahu masuk Islam ? Terutama yang ada pada zaman Baginda Rasulullah itu, padahal mereka langsung bertemu dengan Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, melihat bagaimana wajahnya Baginda Rasulullah, mendengar bagaimana perkataannya Baginda Rasulullah, melihat bagaimana akhlaknya daripada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, nah tetapi kenapa mereka masih tidak beriman 

Maka para ulama mengatakan salah satu di antara beberapa sebabnya adalah karna Ina dan ingkar, tidak mahu beriman, sudah salah tetap saja di lakukan nah ini lah sifat orang orang kafir itu, 

Di dalam beberapa hadist di ceritakan bahwa Sebahagian daripada tokok tokok Mekah ini datang kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, wahai Muhammad, kami minta kepada engkau, agar bulan itu di belah menjadi dua, kalau engkau mampu demikian kami akan beriman kepada engkau, 

Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala agar bulan itu di belah menjadi dua ( fansyaqqol qamar) maka terbelahlah bulan itu, satu di atas jabal Abi qubais dan satu lagi berada di sebelah yang lain, dan terlihat jelas bagi mereka bahwa bulan itu terbelah dua, nah setelah mereka menyaksikan mukjizat Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, nah apa perkataan pada tokok tokoh Quraisy ini 
( Saharaqum Ibnu Abi qobasah ) Telah menyihir akan kalian oleh Muhammad, ujar mereka ini sihir yang luar biasa daripada Muhammad, mukjizat yang luar biasa yang tidak akan bisa di lakukan oleh siapapun di katakan mereka itu adalah sihir 

Sehingga apapun yang di lihat mereka oleh nabi kita pasti di katakannya sihir, karna ingkarnya terhadap apa yang di bawa oleh Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, mereka hendak berdebat dengan nabi, kalah, tetep tidak mahu beriman, di suruh membelah bulan, sudah terbelah, tetap mereka tidak mahu beriman, karna sudah ada di dalam hati mereka itu ingkar sehingga mereka tidak mau beriman kepada Allah dan rasul 

Sebahagian lagi ada mereka itu tidak beriman kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah karena hasad dan dengki, seperti yang sudah di ceritakan di sahih Bukhari, di Madinah itu ada seorang yang bernama Abdullah Ibnu Ubay, ini tokohnya orang orang munafik, Abdullah ini sudah sepakat orang Madinah pada waktu itu untuk mengangkatnya menjadi ra'isul Madinah ) pemimpin Madinah, tinggal menghitung hari akan di adakan pelantikan, untuk melantik Abdullah bin Ubay ini menjadi ra'isul Madinah) pemimpin Madinah

Nah begitu orang sudah sibuk menyiapkan pelantikan ini, tiba tiba datang ke Madinah Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bagitu nabi sampai ke Madinah, orang orang sibuk meninggalkan pelantikannya tadi datang kepada Baginda Rasulullah, nah gagal di Lantik itu Abdullah bin Ubay, akhirnya dia punya hati dengki dsn hasad kepada Baginda Rasulullah, dan dia tidak mahu beriman kepada Allah dan Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam karena dengki

Ada lagi mereka mereka orang kafir itu tidak mahu beriman kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ( kubro) karena sombong, dia menganggap dirinya orang kaya, orang besar, orang terhormat, tiba tiba ada seseorang anak yatim piatu di berikan Allah Wahyu, di angkat menjadi rasul, lalu dia tidak mahu beriman karena menganggap rendah kalau beriman kepada orang yang seperti Muhammad, Alquran menceritakan di dalam surah azzurkhruf ayat 31

Ujar mereka kenapa Alquran itu tidak di turunkan kepada orang orang yang besar di negeri Mekkah atau ta'if, kenapa Alquran itu turun kepada Muhammad, kenapa tidak kepada petinggi petinggi Mekkah, nah mereka sombong, mereka merasa rendah kalau beriman kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, akhirnya mereka tetap dalam kekafirannya 

Dan ada lagi di antara orang kafir tu yang tidak mahu beriman kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam karna ( takliq) mengikuti ajaran nenek moyangnya, bagaimanapun Baginda Rasulullah sudah mempersilahkan kebesaran Allah tetap meraka tidak mahu beriman kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, mereka tidak mahu perpindah dari ajaran nenek moyangnya, Alquran menceritakan di dalam surah Al-Baqarah ayat 170


Ikuti lah apa yang sudah di turunkan oleh Allah itu, ikutilah Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, nah mereka menjawab, kami hanya ikut apa yang sudah kami temui daripada nenek moyang kami 

Kemudian lagi ada orang orang yang kafir mereka itu enggan beriman kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam karena apa? Karna ( hubbul mal) karena cinta kepada hartanya, Alquran menjelaskan pada surah Al-Baqarah Ayat 174


Orang orang yahudi orang orang Nasrani, penceramah penceramah mereka itu punya masa, punya murid, punya jemaah, sehingga murid, jemaah mereka itu lah yang kehidupan penceramahnya itu, nah ini penceramah menyembunyikan kebenaran, dan dia berpikir kalau jemaahku nanti semuanya beriman kepada Muhamad,  mati aku siapa lagi yang hendak menghidupiku, siapa lagi yang memberiku duit, memberiku harta, nah akhirnya mereka berdusta akibat cinta kepada harta dan tidak mahu beriman kepada Allah subhanahu wata'ala dan Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam karna takut tidak dapat harta, nah ini pendeta pada masa itu 

Ada lagi di antara orang kafir itu yang tidak mahu beriman kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi karna ( hubburriasah) di dalam Sohibul Bukhari di kisahkan dimana di situ kaisar Romawi, yang bernama herkules, ini dia sebenarnya percaya kepada Baginda Rasulullah, nabi yang benar, begitu dia sampaikan niat baiknya itu untuk beriman kepada Allah dan rasul, hendak dia sampaikan kepada rakyatnya, maka rakyatnya pun memberontak, mereka semua tidak mahu, artinya kalau sampai raja masuk Islam akan kita turunkan dari kerajaan, kita Lantik, kita ganti saja raja yang lain, nah kaisar Romawi ini karna takut kehilangan kedudukan sebagai raja, Hercules ini pun tetap mengikuti ajaran Nasrani karna takut kekuasaannya, jabatannya, kedudukannya di ambil 

Nah jadi ada berbagai macam seseorang itu tidak mahu beriman kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, padahal dahulunya mereka itu sudah sepakat bilamana sudah datang Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kami akan beriman kepadanya dan kami akan meninggalkan agama agama kami ini, namun ternyata tidak 

Kemudian pembahasan selanjutnya pada ayat 

Tidak di perintahkan mereka itu melainkan untuk menyembah Allah subhanahu wata'ala, orang orang kafir ini disuruh untuk menyembah kepada Allah, 
( Mukrhlisina lahuddin) Mengiklaskan bagi Allah itu agama, artinya masuk Islam itu dengan ikhlas, menyembah Allah perintah, dan di perintahkan juga kita untuk ikhlas dalam hal yang demikian itu, ( hunafa) dan juga beriman kepada seluruh rasul Allah, jangan seperti orang Yahudi, sebahagian saja yang di imani mereka, Sebahagian lagi rasul di musuhi orang mereka

Orang Nasrani sebagian di musuhinya rasul rasul Allah, dan Sebahagian lagi di imaninya, Allah menyuruh kepada kita agar mengimani seluruh rasul rasul Allah, 
( Wayuqimussholah ? Dan mendirikan shalat, menunaikan zakat, nah itulah ajaran agama yang lurus
Di dalam beberapa perkara yang di sebutkan tadi, yang menjadi central daripada perintah Allah adalah 
( Mukrhlisina lahuddin) Orang masuk Islam kalau tidak ikhlas maka tidak akan di terima oleh allah, orang yang sembahyang kalau tidak ikhlas maka tidak akan di terima oleh Allah, orang yang menunaikan zakat kalau tidak ikhlas maka tidak akan di terima oleh Allah 

Jadi ikhlas ini adalah merupakan central daripada perintah Allah subhanahu wata'ala, apapun ibadah yang kita lakukan kalau ketiadaan ikhlas maka di tolak oleh Allah subhanahu wata'ala, ikhlas artinya adalah ibadah yang di lakukan itu semata-mata, terdorong, hendak menjunjung atau mencari Rida daripada Allah dan mengharapkan balasan hanya daripada Allah sahaja

Syaikh Muhammad 'Ali Ash-Shobuni di dalam kitab beliau kitab Shafwatut Tafasir menyampaikan 
( Al'akmal shalasatun) Amal perbuatan kita sehari-hari itu ada tiga, itu ada 3 antara lainnya adalah 
1. ( Al makmurad) Perintah-perintah daripada Allah subhanahu wata'ala 
2. ( Al manhiyyad) Larangan-larangan daripada Allah subhanahu wata'ala 
3. ( Al mubahad) Yang di bolehkan oleh Allah subhanahu wata'ala 

Nah bagaimana supaya 3 hal ini bisa mendapatkan pahala daripada Allah, terhadap larangan Allah kita mendapatkan pahala, terhadap yang di bolehkan Allah kita mendapatkan pahala, terhadap yang di perintahkan Allah kita mendapatkan pahala, maka hanya ada satu jalannya yaitu dengan ikhlas karna Allah 

1. Menghadapi perintah Allah, seperti shalat, berzikir, membaca Alquran, dan sebagainya, ikhlas, maka akan di terima oleh Allah, artinya terdorong hatinya atas perintah Allah itu atau tergeraknya hati untuk mencari keridhaan Allah, dan mengharapkan balasan hanya dari Allah, itu ikhlas, maka insyaallah amal ibadah yang kita lakukan itu meniadi pahala untuk diri kita 

2. Al manhiyyad, larangan, seperti praktek riba, zina, mencuri, dan lain sebagainya, bagaimana larangan itu agar kita mendapatkan pahala dari Allah, kita jauhi karna Allah, jauhi riba karna Allah, jauhi zina karna Allah, jauhi mencuri karna Allah, maka larangan itu pun menjadi pahala untuk kita, kalau larangan Allah itu kita jauhi tapi tidak Karna Allah maka kita tidak akan mendapatkan pahala, perbuatan maksiat kita tinggalkan karna sopan soalnya di lihat orang, nah ini tidak akan mendapatkan pahala, cuman hanya terhindar daripada dosa itu 

3. Al mubahad, makan, minum, menikah, dan sebagainya, ini di bolehkan, nah ini bisa berpahala kalau ikhlas karna Allah, artinya kalau kita melakukan makan, tidur, itu semata mata untuk mendorong dan menambah kekuatan untuk kita bisa beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala 

Sebahagian ulama mengatakan bahwa 
( La kholila ma'al ikhlas, watakassiro ma'arriya) Tidak akan sedikit itu amal perbuatan maksudnya pahala kita kalau di sertaikan dengan ikhlas kepada Allah subhanahu wata'ala, dan amal kebaikan apapun itu tidak akan bisa di katakan banyak kalau di sertai dengan Riya, jadi kalaupun amal ibadah yang kita kerjakan itu kecil tapi ikhlas karna Allah, nah ini akan menjadi besar, begitupun juga banyak mana amal kita tapi Riya, Riya ini lah yang akan menghancurkan ibadah kita, maka sia sia 

( Akrhlisil amal, yuzezikA Min hul Kholil ) ikhlas lah engkau beramal, cukup akan engkau sedikit beramal, banyak beramal dan ikhlas nah ini lebih baik lagi, sedikit cukup kalau di sertakan dengan ikhlas 

Sesungguhnya orang orang kafir dari Yahudi dan Nasrani, dan orang musyrikin lainnya, mereka akan berada di dalam neraka jahanam yang kekal di dalamnya, mereka itu lah sejahat jahatnya makhluk Allah subhanahu wata'ala 

Sesungguhnya orang orang yang beriman dan beramal Sholeh mereka itu adalah sebaik baik makhluk Allah, orang yang beriman kepada Allah dan kemudian dia mengerjakan seluruh ibadah yang di perintahkan Allah dan menjadi hamba yang bertakwa nah ini adalah sebaik baiknya makhluk Allah, nah mana baiknya dengan malaikat ? Lebih baik beriman dan bernama Soleh, Karna iman dan amal malaikat itu adalah ( mauhubah) pemberian daripada Allah, sedangkan amal dan iman manusia itu adalah ( muktasabah) di usahakan dengan sungguh dan perjuangan, nah jadi kalau seorang manusia itu beriman dan beribadah kepada Allah 

Sebaik baik makhluk Allah subhanahu wata'ala 

Balasan orang orang yang beriman dan beramal soleh tadi akan mendapatkan ganjaran daripada Allah, dengan mereka mendapatkan syurga Adan, mengalir dari bawahnya sungai sungai dan neraka masuk ke dalam itu syurga dan kekal selama lamanya, allah Rida daripada mereka dan mereka pun Rida kepada Allah, yang demikian itu ( zalika Liman krhosiya robba ) bagi orang orang yang taku kepada Allah subhanahu wata'ala  

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog