Puji syukur kepada Allah subhanahu wata'ala yang senantiasa memberikan kita Taufiq hidayah dan Inayah, sehingga kita dapat kembali berkumpul bersama-sama di tempat yang mulia ini, shalawat serta salam kita haturkan kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan juga kepada seluruh keluarga, sahabat, zurriyyat dan juga ummat
Yang ke 102 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran adalah surat yang bernama at takasur, ini surah makkiyyatun, di turunkan Allah kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah, ( wa Ayatuha ? Dan ayat ayatnya berjumlah ( shaman) 8 ayat
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang ini surat at takasur, ( ala yaatati'u ahadukum ayyakro'a Alfa ayah fi kulli yaum, ) sabda Rasulullah kepada para sahabat waktu itu adalah tidak mampu salah seorang kalian membaca 1000 ayat dalam satu hari, ujar nabi, apakah ada orang yang mampu membaca 1000 ayat Alquran dalam satu hari ( qolu wa mayyastati'u ayyakro'a Alfa ayah ) sahabat menjawab, siapa yang bisa membaca 1000 ayat itu dalam sehari
( Qola) Bersabda lagi Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ( Ama yaatati'u ahadukum ayyakro'a alha kumut takasur, rowahul hakim wal Baihaqi) adalah tidak mampu salah seorang kamu membaca surat Al hakumut takasur ini ) nah jadi artinya membaca surah at takasur ini saama dengan nilainya 1000 ayat di dalam Alquran, nah itulah salah satu keutamaan daripada surah ini
Artinya berbanyak banyak harta dan bermegah megah dengannya telah melalaikan kamu dari dzikrullah, dari mengingat Allah, dari kewajiban yang di berikan Allah dan dari yang di sunnatkan
Sampai akhirnya kalian akan masuk ke liang kubur, ayat ini merupakan teguran, nasihat, terhadap orang orang yang suka menumpuk atau sibuk mencari harta benda, yang dengan sebab demikian itu akhirnya mereka lalai daripada mengingat Allah, lalai daripada kewajiban,
Dan hal hal sunnat dalam ibadah kepada Allah
Di zaman Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ada seorang laki-laki yang giat gagah perkara, laki laki itu dia bekerja dengan tenaganya yang kuat itu, lalu para sahabat Rasulullah mengatakan kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
( Wahai rasul alangkah beruntungnya laki laki yang punya tenaga yang kuat itu andai kata dia gunakan tenaganya itu fi Sabilillah, bukan untuk mencari harta benda
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, ( inkana yas'a ala nafsihi liyakuffaha
'anil mas'alati wayughniyaha Minannaas fahuwa fi Sabilillah ) andaikata ujar Rasulullah dia itu bekerja untuk dirinya sendiri agar dia tidak minta minta dan tidak berhajat menyusahkan orang lain, maka pekerjaannya itu adalah fi Sabilillah, di jalan Allah, orang bekerja, siang malam, dengan niat agar tidak menyusahkan saudaranya, tidak mahu minta minta, tidak ngemis, nah pekerjaannya itu adalah fi Sabilillah di jalan Allah
( Wa ingkana yas'a ala abawaihi do'ifaini 'awi zurriyyatin di'ab, liyughniyahum, wayughfiyahum, fawuha fi Sabilillah) Jika dia bekerja untuk kedua orangtuanya yang lemah, atau untuk anak anaknya, agar anak anaknya itu tidak mengemis, dan dia cukupi mereka, maka dia itupun fi Sabilillah, di jalan Allah subhanahu wata'ala,
( Wa ingkana yas'a tafakhru'raw wa takasuro fahuwa fi Sabilis syaiton ) dan jika dia bekerja mencari harta itu untuk bermegah-megah dan berbanyak-banyak sampai lalai tanggungjawab sebagai hamba kepada Allah, maka itu lah dia pada jalan syaitan, hadist riwayat tabaroni ) jadi orang orang yang mencari Harta dengan tujuan bermegah-megah, mengumpul harta dia berusaha itu bukan di jalan Allah, tapi di jalan setan,
Para ulama menyimpulkan orang yang berusaha itu ada 4 hukum, tergantung niat atau motivasinya
1. ( Bekerja , berusaha itu hukumnya wajib, jikalau niatnya untuk menafkahi dirinya dan keluarganya, ada orang bekerja, berusaha, kerja sehari habis untuk keperluannya sehari itu juga, dapat sehari habis sehari, sehingga dia bekerja itu niatnya hanya untuk memberikan nafkah untuk anak istri dan keluarganya, nah ini orang dia berusaha itu wajib dan pekerjaannya itu fi Sabilillah, di jalan Allah subhanahu wata'ala
2. Adapun lagi hukum berusaha itu sunat, ( Litassadduq,
Wal haj, wal jihad, ) dia berusaha itu niatnya untuk bersedekah, agar bisa naik haji, dia berusaha itu agar bisa berjuang melawan orang orang kafir, nah dia berusaha untuk itu hukumnya sunnat, berapapun penghasilanku hari ini aku bekerja, keuntungannya itu akan ku gunakan untuk bersedekah, nah perginya dia itu bekerja adalah fi Sabilillah, dia sudah lepas nafkahnya kepada diri dan keluarganya, untuk makan sudah cukup, ada lebihnya tinggal melakukan ibadah seperti bersedekah dan lain sebagainya , nah ini orang berusaha hukumnnya sunat
3. ( Hukum berusaha itu ada mubah, boleh, contohnya
Littanak'um ) Untuk bernikmat-nikmat, aku berusaha hendak makan yang enak, aku berusaha hendak memakai pakaian yang bagus, hendak punya rumah yang bagus, hendak punya kendaraan, lalu dia pergi bekerja dan berusaha nah ini orang hukum berusayanya mudah, tapi tergantung akibatnya, kalau akibatnya dia bisa mensyukuri dengan nikmat rezeki yang di berikan Allah maka dia pun mendapatkan pahala, namun akibatnya dia berbangga, sombong, dapat dosa
4. ( Yang ke 4 adalah hukumnya haram ) ( Littakasur, wattafahur, dia berusaha semata-mata hanya untuk menabung memperbanyak harta, wat tafahur, dan berbangga, sombong dengan nikmat yang di berikan Allah padanya, nah inilah ayat yang memberikan celaan bagi orang orang yang hidupnya itu di gunakan untuk memperbanyak harta
Nah kalau orang yang memperbanyak harta ini, sebelum dia wafat, dia bertaubat maka selamatlah, yang berbahaya itu dia selalu memperbanyak harta, lalai kepada Allah, tidak sempat bertaubat akhirnya wafat, nah ini ayat mencela itu, artinya kalau kita ini masih muda, kita berkhidmat, berusaha, begitu dia sudah tua kemudian di izinkan Allah dia bertaubat, nah maka selamat dirinya, nah ini tidak termasuk dalam celaan pada ayat ini, ini ayat hanya memberikan nasihat kepada orang yang sampai mati tidak mahu bertaubat kepada Allah dan mati dalam keadaan demikian itu
( kallaaa ) janganlah engkau berbuat demikian itu, jangan seperti itu ujar allah ( sawfataklamun ) kalian selagi akan mengetahui akibatnya, kalau kita berusaha selalu hendak bermegah-megah, sombong, memperbanyak harta, nanti kita akan tahu akibatnya,
( Summa kallaaa ) Jangan lah berbuat yang demikian ujar Allah subhanahu wata'ala, ( sawfataklamun) kalian nanti akan mengetahui akibatnya apa, apa akibatnya orang orang yang selalu memperbanyak harta, sampai lalai kepada Allah, lalai mengingat Allah, lalai akan perintah Allah, akhirnya mati dalam keadaan demikian, tidak sempat bertaubat kepada Allah, akibatnya suul khotimah, mati dalam keadaan berdosa,
Jangan sampai berbuat demikian ujar Allah, nanti kalian akan tahu akibatnya, ( kallaaa ) 3 kali Allah menyampaikan demikian, jangan, jangan , jangaaan kata Allah, nanti kau tahu sendiri akibat penderitaannya
Sekurang kurangnya akibat yang akan di terima adalah mati di jalan dosa, ( fi sabilissyaitan ? Nah jadi kita harus punya niat yang baik, punya niat yang benar, sebelum kita bekerja dan usaha, sebelum kita melangkah dari rumah, sebelum kita menjemput rezeki yang di berikan Allah, maka perhatian lah niatnya kita
( Kalla ) Janganlah berbuat demikian
Jikalau kalian itu mengetahui akan pengetahuan yang yakin,
Niscaya mata hati kalian melihat neraka jahim itu, nah orang orang yang sibuk berlomba lumba memperbanyak harta, sampai lupa kepada perintah Allah, lalai akan mengingat Allah, jikalau kalian itu tahu akan sebenar benarnya pengetahuan, hati kalian melihat neraka jahim tersedia untuk kalian, nah ini di dalam dunia, dan ini orang orang yang mencari harta dengan cara yang halal tapi lalai kepada Allah, apalagi orang orang yang mencari harta dengan cara yang haram, lebih parah lagi, ini yang halal, berjualannya ada akad, menukar barang dengan bagus, semuanya baik, tapi cuman niatnya hanya untuk bermegah dan memperbanyak harta, maka jikalau dia benar benar berfikir maka neraka jahim itu sudah tersedia untuknya sebelum dirinya mati, waktu ruh berada di tenggorokan, maka dia akan melihat neraka jahim untuknya
Kemudian dia melihat itu neraka jahim dengan penglihatan yang langsung, nah begitu sudah mati maka dia akan melihat langsung ini neraka jahim yang akan di tempatinya
Kemudian kalian akan di mintai pertanggungjawaban tentang nikmat nikmat yang diberikan Allah subhanahu wata'ala, di tanya Allah bagaimana engkau menggunakan nikmat Allah, untuk apa, kemana, semua akan di tanya Allah, Sebahagian para ulama tafsir mengatakan kita akan di tanya nantinya oleh Allah dari berbagai macam nikmat, nah yang pertama akan di tanya allah adalah
1. (Nikmatul 'amni) , nikmat aman, ujar Allah engkau ini tinggal di satu tempat, di satu kampung, yang aman, tentram, nah apa alasannya engkau untuk tidak beribadah kepadaku kata Allah, nah coba kita membayangkan andaikata kita hidup di Palestina, di Gaza, sebagaimana yang sedang di alami saudara saudara kita, yang senantiasa bisa di tembak, di bom di rumah rumah mereka, nah kita tidak akan mampu membayangkan kita, karena kita tinggal di tempat, di kampung, di rumah yang aman, nah Allah akan menanyakan itu, bagaimana engkau gunakan nikmat aman itu ujar Allah subhanahu wata'ala, untuk apa,
2. ( Sihhah ) Nikmat sihat, di berikan Allah kita kesihatan, di kuatkan Allah tenaga kita, badan kita, untuk apa di gunakan tenaga yang kuat dan badan yang sehat itu? Nah Allah akan mempertanyakan yang demikian itu kepada kita
3. ( Wal faraq ) Nikmat kelapangan, banyak sekali Allah memberikan waktu waktu yang lapang pada kita, banyak punya waktu yang santai, nah kemana kita gunakan waktu yang lapang, waktu yang santai itu? Untuk apa itu akan di tanya oleh Allah subhanahu wata'ala
4. ( Wa idrakil hawas ? Dan nikmat panca indra akan di tanyakan oleh Allah subhanahu wata'ala, dan nikmat nikmat yang lainnya itu
Surat at takasur ini isinya adalah surat yang sangat menakutkan, isinya sangat mengancam, orang orang yang hidupnya lalai kepada Allah subhanahu wata'ala, Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
Di hadapan para sahabat beliau, ujar Baginda Rasulullah
( inni qori'un Alaikum surata Al hakumut takasur, famambaka dakhrolal Jannah ) Ujar nabi ini aku bacakan surah Al hakumut takasur, siapa yang menangis ujar nabi masuk syurga, ada orang membaca surah at takasur kemudian kita menangis mendengarkannya, masuk syurga, kenapa? Karna ayat ayat yang terkandung di dalam surat ini semuanya adalah merupakan ancaman, celaan, nasihat, kepada orang orang yang lalai kepada Allah subhanahu wata'ala
( Faqoro'aha ) Maka di bacankan Rasulullah surat ini di hadapan para sahabat, ( faminna man baka, wa Minna manlam yabki ) ujar sahabat yang mengisahkan, begitu mendengarkan bacaan daripada Baginda Rasulullah, ada sebahagian yang menangis, ada Sebahagian tidak,
( Faqolalladzina lam yabku, kod zahatna Ya rasulullah, an nabkiyya falam nakdir alaih ) wahai Rasulullah kami ini sudah berusaha hendak menangis tapi tidak bisa
( Faqola ) Ujar nabi kita ( inni qori'uha Alaikum assaniyyata ) okey aku bacakan kali kedua ujar Rasulullah, ku ulang lagi sekali ( faman baka falahul Jannah ) siapa yang menangis Masuk syurga
( Wa manlam yakbir ) Siapa yang tidak bisa menangis falyatabak ) usahakan supaya bisa menangis
Akrhozahul hakim
Nah seperti apa caranya supaya kita bisa manangis membaca surat Al hakumut takasur ini, seperti apa caranya, maka para ulama mengajarkan kepada kita sekurang-kurangnya supaya kita bisa menangis ada 4 hal yang musti kita jalani
1. ( Al Fahmu ) Faham, kalau orang yang tidak faham macam mana hendak menangis, artinya tidak tahu, tidak mahu belajar, macam mana hendak menangis, jadi musti kita faham, tahu , mengerti
2. ( Tadabbur) Merenungi, macam orang arab mereka faham aja, cuman kalau tidak di tadabbur nya, maka tidak akan menjadi apa apa, di renungkan ayat Allah
3. ( 'ainul khritab ) Bahwa yang di khritab Allah itu, yang di maksud Allah itu adalah kita yang membaca ini, ujar Allah, kau ini lalai karna sudah lupa akibat daripada memperbanyak harta, maka anggaplah Allah itu sedang memberikan peringatan kepada diri kita, contoh macam ada orang membaca ( Al hakumut takasur) engkau di lalaikan daripada mengingat Allah Karna sibuk memperbanyak harta, merasa diri tidak nah itu orang lain bukan aku, seharusnya merasa diri kita sendiri yang lalai, yang banyak lupa kepada Allah, karna sibuk memperbanyak harta, lalai akan perintah Allah
4. ( Khrouf minallah ) Takut kepada Allah subhanahu wata'ala,
Jadi 4 itu lah yang musti ada, jika tidak maka kita tidak akan bisa menangis, fahami dulu artinya, renungkan, rasakan kita yang mendapatkan celaan , nasihat dari Allah, dan merasakan takut kepada Allah maka kita akan menangis ketika membaca atau mendengarkan surat ini, maka ujar Baginda Rasulullah ( faman baka falahul Jannah ) siapa yang menangis akan masuk syurga, demikianlah Fadilah daripada surah at takasur ini,
Mudah mudahan kita semuan ini mendapatkan Rida dan pertolongan daripada Allah subhanahu wata'ala, di wafatkan Allah dalam keadaan beriman, di ampunkan Allah dosa dosa kita dan di izinkan Allah kita semuaan ini bisa mengucapkan di akhir hayat kita dengan ucapan yang paling mulia yakni laa Ilaha illallah, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar