Surah yang ke 103 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran adalah surah yang bernama Al ashri, ini sudah ( makkiyyatun) di turunkan Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah,
( Wa Ayatuha ) Dan ayat ayatnya berjumlah ( shalas) 3 ayat
Para ulama tafsir berbagai macam pendapat menerangkan apa yang di maksud dengan itu ap ashri, ada sebagian pendapat ulama tafsir yang mengatakan Al ashri itu adalah masa, kenapa Allah subhanahu wata'ala bersumpah demi masa ? Itu untuk mengingatkan kepada kita betapa pentingnya itu masa
Karna Allah subhanahu wata'ala menciptakan apa yang ada di alam ini khususnya alam dunia, Allah ciptakan dengan bermasa masa, ada yang masanya 40 hari, ada yang masanya setahun, ada yang masanya 100 tahun, ada yang masanya 1000 tahun, nah apabila habis itu masa maka sesuatu apapun itu tidak akan dapat berguna lagi, sesuatu itu akan hancur, akan fana
Al imammus Syafi'i rahimahullah mengatakan manusia itu sering kali lupa dengan masa, makanan, minuman, obat obatan kalau sudah habis masanya kadaluarsa, akan di buang, tidak bisa di pakai lagi, duit kalau sudah kadaluarsa tidak akan bisa di pakai lagi, untuk menukar jual beli, nah umur manusia pun kalau sudah kadaluarsa, maka umur itu tidak akan berguna lagi,
Di waktu kita sudah tua, sakit, itu sudah tanda tanda bahwa umur kita mendekati kadaluarsa, buktinya orang yang sakit itu dia hanya di bolehkan memberikan hartanya sepertiga, ada orang sakit, kemudian dia hendak mewakafkan hartanya seluruhnya, tidak boleh, karna dua pertiga, sudah merupakan hak waris, cuman sepertiga,
Adalagi hartaku seluruhnya ku waqafkan untuk masjid, ku sedekahkan untuk Fulan, sah kah, tidak sah, yang sah cuman sepertiga saja, nah ini menunjukkan bahwa umur itu sudah mendekati habis masanya, kadaluarsa, nah kapan umur itu habis, kalau sudah roh kita sampai di khrulkum, tidak ada gunanya lagi, demikian lah Allah subhanahu wata'ala bersumpah dengan masa ini untuk mengingatkan kepada kita agar menggunakan masa itu sebaik-baiknya, karna masa yang lalu tidak akan bisa di ulang, sampai kapanpun tidak akan bisa di ulang, masa yang telah lalu itu berlalu,
Ada lagi pendapat ulama tafsir yang mengatakan yang di maksud dengan wal Ashri itu adalah demi shalat asar, kenapa Allah subhanahu wata'ala bersumpah demi shalat asar, itu untuk mengingatkan kepada kita betapa pentingnya shalat asar itu, berapa mulianya shalat asar itu, sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala di dalam Alquran pada surah Al Baqarah, ayat 238
Pelihara lah sembahyang yang 5 waktu itu jangan sampai di keluarkan daripada waktunya, terutama sembahyang wustha, sembahyang asar, dan resiko orang yang melambatkan , yang mengeluarkan waktu asar dari waktunya itu sangat besar, Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda di dalam hadist riwayat imam Al Bukhari, ( man Taraka shalatal asar fakod habitho akmaluh ) orang yang meninggalkan secara sengaja shalat asar maka gugurlah amal ibadahnya pada hari itu, mulai pagi misal shalat subuh, kemudian dia sedekah, dia memberikan makan orang, macam macam ibadah di kerjakannya, tapi begitu waktu shalat asar dia sengaja melambatkan waktu asar itu, 10 menit lagi hendak magrib baru dia shalat misalnya,
( Habitho akmaluhum ) Gugur amalnya
Di dalam tafsir Ruhul bayan di sebutkan, dan juga di dalam tafsir Ruhul ma'ani di sebutkan ( huqiya an'nam ro'atan tasihu bi Siqatil Madinah, wataqulu dulluni alannabi shallallahu 'alaihi wasallam faro'aha Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, fasa'alaha Mada hadasa, qolat, ya rasulallah, Inna zawzi khroba, Fazanaitu faza'ani Waladimminazzina, Fa'alkaitu fildannin minal hal, Hatta mata, Summa fiqna zalika khralla Fahallim
mintaubah
( Faqola alayhissalam, ammazzina fa'alaikirrozmu
Bi sababihi, Wa'ammal khotlu fazaza'uhu Jahannam,
Wa'amma bai'u krhal, fakhodirtakobti Bihi Kabiro, la inni 'azunnu Anna kitaratti Sholatal Asar )
Ada seorang perempuan berteriak di jalanan kota Madinah, perempuan tadi berteriak hendak minta tunjukkan jalan, minta bawakan kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu di jalan di lihat oleh Baginda Rasulullah, nabi pun bertanya kepada perempuan itu ( Maza hadast ) apa yang terjadi ujar nabi, ada apa? Perempuan tadi pun berkata wahai Rasulullah
Sesungguhnya suami saya tidak ada, ia merantau
( Fazanaitu ) Maka saya telah berzina, akhirnya saya hamil dan kemudian beranak
Anak itu saya buat di wadah besar yang berisikan cuka, akhirnya mati itu anak, begitu anaknya mati di dalam air cuka tadi, kemudian saya jual itu cuka, yang di wadah itu ada mayat, ( fahallimmintaubah ? Adakah saya ini bisa bertaubat wahai Rasulullah alaihi wasallam
Nabi kita menjawab ( ammazzina, fa'alaikirrozmu bi sababihi ) adapun perbuatan zina itu engkau musti di rajam, di telakkan di tengah lapang, di panggil kaum muslimin, di suruh lempar dengan batu sampai mati, nah demikian itu hukuman perempuan ini karna telah berzina, supaya nanti di akhirat dia bebas, nah engkau berzina itu hukumnya adalah rajam, adapun engkau membunuh anak itu ( fazaza'uhu Jahannam) balasannya adalah Jahannam, adapun engkau menjual cuka yang di dalamnya itu ada mayat, dalamnya ada bangkai, maka engkau telah melakukan dosa yang besar
Tetapi aku menyangka bahwa engkau wahai perempuan ujar Baginda Rasulullah, meninggalkan sembahyang asar, artinya apa bahwa orang yang meninggalkan shalat asar dengan sengaja itu berpotensi, berpeluang untuk melakukan berbagai macam maksiat, makanya di dalam Alquran di sebutkan secara khusus pada surah Al Baqarah ayat 238
Pelihara sembahyang 5 waktu terutama shalat asar
Karna orang yang sengaja meninggalkan shalat asar ini akan berat resikonya, demikian lah Allah subhanahu wata'ala telah bersumpah di dalam surah ini
Demi shalat asar, demi kian menurut Sebahagian pendapat ulama tafsir, sehingga wal asri itu ada yang mengartikan demi masa, ada juga yang mengatakan demi shalat asar, Ada juga yang mengartikan demi masa senja, macam macam pendapat ahli tafsir tentang demikian, Apa yang ingin Allah sampaikan dengan sumpah itu, ?
Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian
innal Insana lafi khrusri ( Al insan itu punya Alif lam) Ujar para ulama mengatakan ( Alif lam lil istighroq ) Alif lam yang menghabiskan, artinya seluruh manusia itu,
Ada yang mengatakan ( Alif lam lil jinis) artinya seluruh jenis manusia itu berada dalam kerugian, kalau rugi menurut kita, misal ada orang hendak membeli barang kita harganya 5 ribu, kemudian dia bayar 3ribu nah ini rugi, ini menurut kita, kalau Alquran mengartikan rugi bukan seperti itu
Apa yang di kehendaki Alquran manusia itu dalam kerugian, di dalam tafsir Al imam fakhruddin Ar Razi mengatakan ( Al hirmanu 'anil Jannah Wal wukuk finnar
Itu namanya rugi, orang yang dalam kerugian itu adalah tercegah dirinya masuk syurga dan berhak masuk neraka nah ini rugi yang sebenar-benarnya,
Allah subhanahu wata'ala mengatakan sesungguhnya manusia itu benar benar dalam kerugian
Kecuali orang orang yang beriman
Yang beramal shaleh
Dan saling mengingatkan tentang amar makruf nahi Munkar, dan saling menasihati, mewasiati dengan sabar,
Imam Fakhrurrazi mengatakan ( hazihil ayah fiha wa'idun syadid ) ini ayat merupakan ancaman yang keras daripada Allah subhanahu wata'ala, peringatan yang keras daripada Allah subhanahu wata'ala
( Li 'annahu ta'ala hakama bil khrassar ala jani'innas
illa mankana 'atiyyan, bihaziya 'asyatiil arba'ah )
Allah mengatakan dengan kerugian atas seluruh manusia kecuali orang yang memperbuat 4 hal ini
1. Beriman kepada Allah dan rasul
2. Beramal shaleh
3. Amar makruf nahi Munkar
4. Sabar
Dan sabar ini akan mencakup ketiga tiganya, orang beriman musti sabar dengan keimanan terhadap godaan godaan yang bisa merusak iman, sangat memerlukan sabar dalam iman, di dalam beramal Sholeh macam sembahyang itu sangat perlu sabar, bila tidak sabar maka shalatnya tidak bertumakninah, di dalam amar makruf nahi Munkar lebih perlu lagi kita sabar, orang yang tidak punya sifat sabar di dalam hatinya tidak boleh amar makruf nahi Munkar, kenapa ? Akan menimbulkan banyak rusaknya daripada manfaatnya,
Contoh hendak menyuruh orang berbuat baik, orang tidak mahu, akhirnya berkelahi, Karna apa orang yang menyuruh ini tidak penyabar orangnya, menyuruh amar makruf, kebaikan, melarang kemungkaran, orang tidak mahu, akhirnya di omongin orang dia, di ejek orang, marah, mengamuk, nah ini tidak bisa
Kemudian yang ke 4, sabar itu pun perlu sabar, sabar dari apa? Sabar dari Riya, bisa minta penilaian kepada manusia , hendak di anggap orang bahwa aku ni adalah orang yang penyabar, nah ini bukan penyabar namanya
Orang yang sabar perlu sabar daripada ujub, memuji muji diriny lupa kepada Allah, jadi sabar ini merupakan ruh daripada segala macam amal kebaikan, itu sebabnya surah ini di tutup Allah dengan ayat
dengan kesabaran
Allah menyampaikan di dalam Al-Qur'an pada surah Al Kahfi ayat 28
Insyaallah mudah mudahan kita semuaan ini di tolong oleh Allah subhanahu wata'ala dan bisa menjadi orang orang yang benar benar sabar aamiin ya Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar