Pages

Sabtu, 15 Februari 2025

9. Masalah dan syarat sah Berjamaah


( Qolal mushonnif Rohima hullah wanafa'ana bi ulumihi fid daroi ni Amin, syarhul ab'yat ) Penjelasan bait bait si'ir, ( ayyu'zarul makmum fittakhrollufi Anil imami, bi salasati arkanin towilatin fi tis'i halatin wahiya) 
Di uzurkan, di maafkan, di bolehkan Makmum pada tertinggal daripada imam dengan 3 rukun yang panjang pada 9 keadaan, nah ini musti kita perhatikan dalam masalah sehari hari dalam shalat berjamaah, maksudnya 3 rukun yang panjang disini adalah, rukuk, sujud pertama dan sujud kedua, i'tidak itu rukun pendek namanya, duduk antara dua sujud, rukun pendek, 

Jadi seorang makmum ini boleh dia tertinggal ketika hendak menyelesaikan Al Fatihah nya, seandainya lama sampai imam berada pada sujud kedua, asalkan si makmum ini tidak terlepas daripada 9 keadaan : 

1. ( Man fi qiro'atin Li azezzihi bati 'ay Iza kanal makmumu bati Al qiro'ah li'azezin krholqiyyin ) Apabila seorang makmum itu lambat bacaannya, Karna lemahnya dirinya, atau Karna uzur, atau Karna dari lahir, dan sebagainya, nah ini orang yang lambat bacaannya itu boleh tertinggal dari imam sampai imam sujud yang ke dua, apabila imam sudah bangkit dari sujud yang ke dua, baik bangkitnya itu ke tasyahhud, atau bangkitnya itu kepada rakaat yang ketiga misal, orang yang lambat bacaannya ini belum selesai juga membaca Al Fatihah, maka dia wajib mengikuti imam 

Maka tidak usah lagi di urus Al Fatihah, langsung kembali ikut bersama imam, tapi nanti ketika selesai shalat dia musti menambah rakaat pada kekurangan nya
Nah ini model orang yang memang dari lahir sudah begitu sangat lambat bacaannya, lain hal dengan was was, nah ini tidak di maafkan, orang yang was was ini, macam dia mengulang ulang bacaannya, asal tidak pas aja bacaan di rasanya di ulang ulangnya, nah orang seperti ini apabila was was kemudian mengikuti imam pada rukuk maka dia mendapatkan rakaat, kalau tertinggal rukuk, imam sudah iktidal, dia masih saja mebaca Fatihah, begitu imam hendak sujud, maka wajib baginya ikut iman sujud

Karna orang yang was was ini tidak di maafkan kalau bertinggal 3 rukun yang panjang, berbeda dengan orang yang sudah bawaan daripada lahir itu lain hukumnya

2. ( Aw syaqqahal qoroh) Bilamana dia ragu-ragu membaca Al Fatihah atau tidak, misal imam hendak rukuk, Allahu Akbar, nah di belakang timbul geritik hati si makmum, aku tadi membaca alfatihah atau sudah, maka wajib baginya membaca Al Fatihah, di berikan waktu sampai imam berada pada sujud ke dua, nah ini bisa saja terjadi, maka kita baca Al Fatihah, asalkan imam belum bangkit daripada sujud kedua, atau masih pada sujud pertama, maka kita ketika selesai membaca alfatihah, lanjutkan rukuk, iktidal, dan sujud, dan iringi imam kembali

Tapi kalau imam sudah bangkit dari sujud kedua, belum juga selesai membaca alfatihah, maka langsung ikut imam, sujud, jangan kita rukuk, ikut keadaan imam, sehingga nanti kalau sudah salam, shalat selesai kita menambahkan rakaat yang tertinggal itu 

3. ( Waman laha Iza nasi'ati qiro'atal Fatihah ) nah ini orang yang tidak ingat membaca Al fatihah, misalnya kita shalat terus melamun, sudah imam hendak rukuk, eh baru ingat aku ni belum membaca surah al Fatihah, maka selesaikan lah membaca surah Al-fatihah itu, Karna kita di berikan waktu sampai imam pada sujud yang kedua tadi 

4. ( iza Kana muwafiqon Lil imam, wastagrhola bissunnatin Kadu'a 'il istiftah, boroka'al imam ) Jadi kalau shalat berjamaah ini si makmum ini menemui dua keadaan, antara masbuk atau muwafiq namanya, bilamana orang datang ke masjid atau surau, imam sudah selesai membaca Al Fatihah, kemudian hendak seleaai juga membaca surah, nah ini masbuk namanya, tapi kalau kita datang imam baru selesai membaca surah Al-fatihah, hendak melanjutkan membaca surah yang lainnya, nah pada saat itu kan kita sembah membaca surah Al Fatihah, nah itu muwafiq namanya, demikian lah perbedaan antara muwafiq dengan masbuk

Bimana si makmum itu ( muwafiq Lil imam ) dan bekerja si makmum melakukan perkara yang sunnat, seperti membaca doa iftitah, nah si makmum ni sedang membaca alfatihah kemudian imam sudah hendak rukuk, belum lagi kita ni sempat membaca Al Fatihah, nah ini otomatis makmum terlambat, maka ini di maafkan tertinggal dengan imam boleh sampai 3 rukun 
yang panjang tadi, lain hal nya dengan orang yang masbuk, nah ini tidak ada maaf, Contoh imam sudah hendak selesai bacaan, dan imam hendak rukuk, kita ni makmum tiba tiba datang, nah pada saat itu tidak sempat lagi, tinggal rukuk aja imam, kemudian si makmum ini datang membaca doa iftitah terus hendak membaca Al Fatihah, begitu imam rukuk maka makmum otomatis berhenti membaca ifititah, lanjutkan membaca Fatihah, nah sebanyak apa membacanya, Seumpama bilangan doa iftitah yang di bacanya itu 

Bilamana sempat bersama dengan imam ikut rukuk maka makmum mendapatkan rakaat, bilamana tertinggal maka iringi langsung imam, tapi tidak dapat rakaat itu, nah ini namanya masbuk, nah apa arti masbuk itu? Artinya adalah makmum yang tidak sempat ikut membaca Al Fatihah, 

5. ( waman Li syaktatin tizorihi hasol 'aizan tazora 
Syaktatal imam Liyakro'ahu wasurotal Fatihah ) orang yang menunggu syaktah imam untuk membaca dia akan surah Al Fatihah ( misal faroka'al imam, rukuk si imam)
( Walam yatamakkanil makmum ) Dan tidak mungkin lagi di makmum itu ( min qiro'atil Fatihah ) daripada membaca surah Al fatihah( Kulliha ) Seleruhbya, ( aw bakdiha ) atau sebahagiannya, nah ini di sunnatkan imam itu kalau sudah selesai membaca surah al Fatihah, kemudian aamiin, nah ini memberikan waktu sebentar untuk makmum membaca surah al Fatihah, imam ini mengira ngira kalau makmum ini sudah selesai membaca maka baru lah dia melanjutkan bacaannya 
Nah itu sunnat bagi imam , Adapun imam selesai Al Fatihah itu langsung membaca surah yang dimana surah pendek misalnya, Inna aktoyna kal Kausar, langsung rukuk, nah makmum kita tak sempat hendak membaca Al Fatihah, maka hukumnya di maafkan,

nah pada keadaan yang 5 tadi di uzurkan pada keadaan makmum hingga 3 rukun yang panjang dan demikian itu juga merupakan kesepakatan para ulama 

6. ( Wa baqiyya arba'u halatin ) Tinggal 4 lagi dari 9 tadi
( Iza namal makmum fit tasyahhudil awal) Bila tertidur makmum pada tasyahhud awal, nah imam sudah berdiri di makmum tak sadar, Karna tertidur, nah begitu imam hendak rukuk, maka makmum pun berdiri, maka di berikan waktu pada makmum membaca Al Fatihah sampai pada sujud yang kedua, ini di maafkan

7. ( Bila bercampur atas dirinya takbiratul imam, takbirnya imam ( ka 'akma seperti orang yang buta
( Aw kana fi julmatin ) Atau orang yang berada dalam keadaan gelap, ni ada orang masbuk, atau orangnya buta, atau juga tiba tiba malam tu mati semua lampu, gelap, lilin, senter semuanya tak ada, gelap gulita, nah di makmum itu masbuk, Allahu Akbar, begitu Allahu Akbar, ada terdengar suara Allahu Akbar, nah di kira di buta ni imam yang hendak rukuk, nah si buta ni pun rukuk, padahal suara demikian itu suara makmum yang mengangkat takbir, bukan imam, di kira si buta imam, nah diapun rukuk, di tunggu nya, padahal imam masih berdiri, nah begitu si buta ini sadar, maka wajib dia langsung berdiri, dan membaca Al Fatihah, di berikan waktu panjang sampai sujud imam yang kedua 

8. ( Kazalladzi yukammirut taa syahhudda bakda imamin qoma Anhu qosidah, ay iza zalasah fid tasyahhud, yukammiluhu bakdal an qomal imam Anhu ) bilamana duduk pada tasyahhud dia menyempurnakan tasyahhud sesudah berdirinya imam dengan sempurna daripada tasyahhud, tasyahhud awal, imam ni cepat bacaannya, sedangkan kita biasa aja bacanya, pas kita membac assalamualaika ayyuhannabiyyu, nah ujar imam Allahu Akbar, berdiri, nah kita sebagai makmum selesaikan lah dulu membaca tasyahhud, baru kita berdiri dan membaca alfatihah, nah begitu kita membaca alfatihah, imam sudah rukuk, maka kita di beri keringanan pada waktu 3 rukun yang panjang untuk menyelesaikan bacaan alfatihah kita itu 

9. ( Mannasial qudwata ) orang yang lupa mengikuti imam( Walamyatazakkar ) dan dia tidak ingat lagi
( Illa Wal imam Sajid ) Melainkan imam sudah sujud 
Nah kita ni Lupa dengan gerakan imam, di pikirannya dia ini sembahyang sendiri, cuman dia lupa, begitu imam sujud, nah dia baru sadar kalau aku ni sedang jadi makmum, nah dia belum lagi berniat ikut imam, dan belum membaca Al Fatihah, maka ini pun di berikan keringanan, di uzurkan bertinggal pada 3 rukun yang panjang, nah ini masalah 9, dan mungkin aja ada beberapa di antaranya itu akan kita alami, dan terjadi kepada diri kita sendiri

Nah 4 yang terakhir tadi itu ( yukzaru fiha ) di uzurkan padanya pada perkara yang 4 terakhir tadi, indarramli menurut pendapat imam Ramli, ( ila salasati arkanin towilatin) sampai kepada 3 rukun yang panjang 
( Wa Amma inda ibni hajar ) Adapun pendapat imam Ibni hajar, ( fahukmul Halah) hukum keadaan pada nomor 6, 7,9 ( kahukmil masbuk) ( fatastuku anhul Fatihah ? Nah ini menurut Ibnu hajar

Nah nomor 6 itu orang yang tertidur, menurut Ibnu hajar orang yang tertidur di tasyahhud, imam sudah hendak melaksanakan rukuk, nah baru kita ni tersadar hendak berdiri, nah maka langsung kita berdiri, begitu imam rukuk kita pun langsung ikut rukuk, seperti orang masbuk,  ah ini menurut ibni hajar ( fatastuku anhul Fatihah) dan nomor 7 pun seperti itu juga, dan no 9 pun seperti itu ( Wa Ammal halah ) Dan keadaan pada no 8
 ( falayukzaru) itu tidak di uzurkan, ini menurut pendapat Ibnu hajar, 

( Idrokul jamaati wa ghoiriha ) Memperdapati jamaah dan selainnya, ( tudroku aslu fadilatil jamaah, 
Di perdapati asal keutamaan jamaah, ( bi idroki juz 'in) dengan memperdatapi zuzuk ( minassolah) daripada shalat( ma'al imam ) berserta imam, (malam yusollim) selama imam belum salam, walaupun kita ni tidak sempat duduk tasyahhud, imam ni sudah tasyahhud akhir, tiba tiba datang kita hendak ikut sembahyang berjamaah, Allahu Akbar, ujar imam assalamualaikum warahmatullah, nah kita dapat pahala jamaah, walaupun sedikit waktunya kita ikut berjamaah

( Malam yasroh ) Selama tidak masuk si imam ( fi kalimatissalam ) pada kalimat salam ( indarramli ) menurut pendapat imam Ramli ( aw yantik ) atau selama tidak menutur si imam dengan mim ( min Kalimati 'Alaikum) daripada kalimat 'alaikum nah ini pendapat Ibni hajar, 

Kemudian yang ke dua ( idroku rok'ati ) memperdapati rakaat ( iza adrokal makmumu ) bila memperdapati makmum akan imam ( ghoirol muhdis)yang tidak berhadas( Raki'an ) Rukuk ( wat ma'anna ma'ahu) dan tumakninah si makmum beserta imam ( qoblartifa'ihi ) sebelum terangkatnya imam dari rukuk ( Adrokal rok'ata ) memperdapati makmum akan rakaat, nah ini yang kadang kadang membahayakan, contohnya macam imam Rukuk, datang kita masbuk Allahu Akbar, rukuk terus, nah kalau sempat kita rukuk beserta dengan imam maka dapatlah kita rakaat, tapi kalau tidak sempat maka tidak terhitung rakaat, misalnya Allahu Akbar, ujar imam sami'allahuliman Hamidah, nah ini tidak dapat
Jadi kalau kita sempat rukuk dan tumakninah beserta imam, dapat kita rakaat, 

Kemudian yang ke 3 ( iza adrokal imama) bilamana dia memperdapati akan imam ( fi rukuin Zaid) pada rukuk yang lebihan( Aw firrukuissani) Atau pada rukuk yang ke dua ( min Salatil qusufain) Daripada sembahyang gerhana, ( Lamyudrikirrok'ata) Tidak memperdapati dirinya akan rakaat, nah ini imam Rukuk lebih, dua kali macam shalat gerhana, lalu si makmum yang masbuk itu ikut pada ruku' yang kedua, nah ini tidak mendapatkan rakaat, 

Kemudian yang ke 4 ( idroku takbiratil ihram, memperdapati takbiratul ihram, kan di dalam hadist ada itu siapa yang sembahyang 40 hari berjamaah bersama dengan imam, dan memperdapati takbiratul ihram bersama dengan imam maka dia akan di jamin tidak masuk neraka dan di jamin di jauhkan daripada sifat kemunafikan, terlepas daripada yang demikian itu, asalkan dia ini shalat berjamaah, dan memperdapati takbiratul ihram nah maksudnya adalah 
( Yanalul makmumu ) Mencapai dan mendapati oleh makmum, ( Fadla takbiratil ihram ) kelebihan takbiratil ihram, ( iza hadaroha) bilamana dia hadir akan takbiratul ihram ( Ma'al imam) beserta imam ( wastagrhola biha) dan dia bekerja dengan takbiratul ihram itu ( bakdahu ) sesudah imam ( mubasyaratan ) secara langsung 

Nah ini namanya pahala tambahan daripada shalat berjamaah itu, kan kalau salat berjamaah itu mendapatkan 27 ganda pahala, ada riwayat lain mengatakan 25, tapi kalau dia mampu Memperdapati takbiratul ihram berserta imam, maka dia pun mendapat pahala bonus, maksudnya apa? Waktu imam hendak takbiratul ihram, dia sudah siap siap ada di belakang, misalnya dia ni sudah sampai ke masjid sebelum azan, selesai azan dia shalat Sunnah, kemudian qomat, nah dia sudah berada di masjid, sebelum imam hendak takbiratul ihram, dia sudah di belakang bersiap siap 
Nah itu lah makmum memperdapati takbiratul ihram berserta dengan imam 

( Falau ta 'akrhro ro ) Jikalau dia terlambat daripada takbiratul ihram imam ( walauyasiran) sekalipun waktunya itu sedikit, ( fatadhul Fadilah )maka luputlah padanya Fadilah, Umpamanya imam Allahu Akbar, nah kita baru datang, ataupun ujar imam Allahu Akbar, kita ni masih mengurusi Sarung kita, masih memperbaiki baju atau kopiah kita, nah ini luput Fadilah takbiratul ihram beserta imam,( walau yadurru ta'arkhkrhurul yasiron) tidak mengapa terlambat sedikit ( linahwi taswiyatissukuq) Seumpamanya merapatkan Shaf berjamaah, nah ini tidak apa apa, kenapa? Karna kita masih mengerjakan suatu perkara yang ada hubungannya dengan sembahyang ( awissiwaq ) atau bersiwaq, tidak apa apa juga, ujar imam Allahu Akbar, kita makmum bersiwaq, nah selesai itu kitapun Allahu Akbar, nah dapat kita pahala Memperdapati takbiratul ihram berserta dengan imam 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta doahkan, insyaallah