Jumat, 26 Juli 2024
Al-Qur'an/ 45. surah Al jaatsiyah / hlm 53
(Al khromissu Wal arba'un min shuwaril qur'an suratul jasiyah,) yang ke 45 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquranul Karim yaitu surah yang bernama Al jaatsiyah, ini surah (Makkiyyatun) di turunkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah (Wa ayatuha) dan ayat-ayatnya berjumlah
( Sab'un wa shalasun ) 37 ayat
( Ma makna Al jaatsiyah ) Aljasiyah itu artinya adalah bertekuk lutut, duduk dengan mengandalkan lutut dan jari-jari kaki itu namanya duduk Al jaatsiyah, duduknya orang-orang yang gelisah, yang sedang menanti sesuatu yang akan di putuskan kepada mereka, dan di dalam surah ini pada ayat 28 dan seterusnya ada di sebutkan tentang yang demikian ini, Allah subhanahu wa ta'ala menyampaikan di dalam Alquranul Karim
Dan engkau lihat pada hari kiamat itu tiap-tiap ummat akan duduk bertekuk lutut,
tiap-tiap ummat di panggil satu persatu kepada kitabnya, kepada cacatan amal baik dan buruknya,
pada hari itu di balaslah kalian sesuatu yang pernah kalian lakukan di dalam dunia,
Jadi bertekuk lutut itu di temui oleh orang-orang yang akan di hisab oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan akan di perlihatkan kepada dia cacatan amal perbuatan yang pernah dia lakukan di dalam dunia, menunggu giliran , menunggu antrian untuk di hisab itu semua orang duduk dalam keadaan bertekuk lutut,
Allah subhanahu wa ta'ala menyampaikan di dalam Alquran pada ayat 29 di dalam surah ini, ketika sampai pada giliran kita yang di hisab itu, Allah menjelaskan
Ini cacatan yang ada pada engkau, yang ada pada kami, ini cacatan akan bersaksi, bertutur kata dengan benar,
Bahwasanya kali telah menyuruh malaikat untuk menulis sesuatu yang kalian perbuat dahulu di dalam dunia nah di perlihatkan lah semua tingkah laku dan perbuatan kita selama hidup di dunia, semuanya terlihat jelas dan detail mulai sejak kita baligh sampai akhir hayat kita, Allah akan menanyakan semuanya secara jelas, dan kita dalam keadaan duduk bertekuk lutut
( Kola Salman alfarisi, innafil yaumal kiyamah la sya'atan hiya'arsu shinin, yakrh krhirrunnasu biha jusatan 'ala rukabihim, Hatta Inna Ibrahim alayhimussalam layunadih
La as'alukan yauma Illa nafsih, wafiriwayatin wakazalika Isa alaihissalam yaqul, la as'alukal yauma Illan nafsih, la as'aluka Maryamal lati waladatni ) berkata Salman Alfarisi sesungguhnya pada hari kiamat itu ada saat, atau masa yang lamanya 10 tahun, tersungkur manusia pada itu masa 10 tahun dalam keadaan bertekuk lutut, jadi kita menunggu waktu menunggu antrian di panggil itu bisa sampai berpuluh-puluh tahun lamanya, ini sudah mulai proses hisab, sebelumnya itu menurut para ulama tafsir selama 300 tahun kita berada di dalam huru hara yaumal kiyamah, jadi pada masa 300 tahun itu kita belum ada kepastian, dalam keadaan huru hara, kita datang kepada nabi-nabi untuk meminta pertolongan namun mereka menolak,
Dan akhirat kita meminta kepada nabi kita Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, beliau sujud kepada Allah subhanahu wa salam, nah beliau ketika sujud itu di bawah arashnya Allah, kemudian Allah memerintahkan kepada nabi kita ( ya Muhammad
'irfaraqsak ) Angkat kepada engkau ( 'is'al tuktah ) mintalah sesuatu, sungguh engkau akan di beri, Baginda Rasulullah meminta wahai Allah subhanahu wa ta'ala, ini ummat-ummatku sedang menunggu disini, mereka meminta agar cepat di proses amal mereka
Manusia-manusia pada waktu itu yang sudah di tentukan masuk syurga tanpa hisap, maka merekapun masuk ke dalam syurga melalui pintu sebelah kanan, dan manusia yang di hisab ini akan menunggu giliran mereka masing-masing sambil dalam keadaan bertekuk lutut selama 10 tahun, sehingga nabi Ibrahim pun berkata pada waktu itu aku tidak minta pada engkau pada ini hari melainkan hanya untuk diriku, pada satu riwayat nabi Isa pun berkata ya Allah aku tidak minta kepada engkau pada hari ini melainkan untuk diriku, dan aku tidak memintakan kepada engkau akan Mariam yang melahirkanku, daripada dahsyatnya huru hara di hari itu
Para nabi-nabipun yang sekelas Ulul 'azmi, mereka pun hanya berdoa untuk keselamatan diri mereka sendiri,
( AnMu'az bin jabalin radiallahu'anh wa'annannabiyya shalallahu 'alaihi wa salam qol, qalallahu ta'ala, ya Malaikati 'akimu 'ibadi shuqufan 'ala 'adrofi 'anaminihim fil hisab ) daripada Muaz bin Jabal bahwa nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, berfirman Allah subhanahu wa ta'ala pada hari kiamat itu, ujar Allah wahai malaikatku, dirikan hamba-hambaku itu, suruh mereka berbaris atas ujung jari-jari mereka, artinya duduk bertekuk lutut, bersaf-saf mereka itu menungg
( fil hisab ) untuk dihisap,
Dan Samurah bin 'atiyah mengatakan ( wabi sohifatihi minal hasanad 'amsalul jibal ) di antara orang yang di hisab Allah ini ada orang yang dalam cacatan amalnya itu mempunyai kebaikan seperti gunung-gunung besar,
( Fayaqulullah tabaroba wata'ala ) Allah berkata kepada orang yang sedang di hisab nya ini, ujar Allah ( shollaita yauma kaza wa kaza ) hai Fulan dalam cacatan ini ada tertulis bahwa engkau pernah sembahyang pada jam sekian detik sekian, hari ini tahun ini di tempat ini,
( Liyuqola fulanun sholla ) Agar di kata orang engkau ini bahwa orang yang shalat,
padahal niat engkau ini bukan hendak shalat tapi agar di lihat orang engkau ini orang yang penyembahyang saja
( annallah La ilaha illa ana liddinul krholis) Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain aku, dan bagiku hanyalah agama yang murni, artinya Allah tidak menerima ibadah kecuali ibadah itu murni karena Allah semata
( Ya Fulan shumta yauma kaza wa kaza liyuqola showma Fulan) Dalam cacatan ini ada tertulis engkau pernah puasa pada har ini agar di katakan orang engkau ini orang yang ahli puasa, benar seperti itu wahai pulan, benar ya Allah, nah dia akan menjawab dengan jujur pada saat itu karena tidak bisa berdusta di hadapan Allah ( annallah La ilaha illa ana liddinul krholis) Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain aku, dan bagiku hanyalah agama yang murni, artinya Allah tidak menerima ibadah kecuali ibadah itu murni karena Allah semata
( Ya Fulan tasaddaqta kaza wa kaza liyuqol tasoddaqta Fulan) Wahai Fulan, engkau disini tertulis bersedekah, hari hari ini, jam segini, di tahun ini, di tempat ini, engkau bersedekah sekian, benar yang demikian itu wahai Fulan kata Allah, benar ya Allah, tapi niat engkau bersedekah itu ( liyuqol) agar di kata orang ( tasoddaqta Fulan ) engkau ahli sedekah, ( annallah La ilaha illa ana liddinul krholis) Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain aku, dan bagiku hanyalah agama yang murni, artinya Allah tidak menerima ibadah kecuali ibadah itu murni karena Allah semata, mahu tidak mahu kita akan mengakui semuanya itu, karena pada saat itu Allah mengetahui apa-apa niat yang kita kerjakan selama hidup di dunia ini
Satu persatu anak kebaikan kita akan di sebutkan Allah dan satu persatu Allah akan mengatakan kesalahan yang kita lakukan, ( famazala yumha syai'un bakda sya'i Hatta tabqo sohifatuhuma biha sya'i) akhirnya senantiasa di hapus satu persatu amalnya, karena kesalahan yang di lakukannua sendiri dan buku catatan kebaikannya pun habis tanpa ada sedikitpun amal baik yang tertinggal, inilah huru-hara nya, sangat dahsyatnya, sangat teliti Allah menghitung yang membuatkan semua orang khawatir pada saat itu,
Malaikat yang ada di kiri kanan hanya menulis catatan, macam si Fulan ini sembahyang hari ni, jam ini, dia bersedekah dan berbuat amal kebaikan lainnya, di tulis aja oleh malaikat, mereka tidak tahu, akan tetapi kalau urusan hati, niat kita, hanya Allah subhanahu wa ta'ala yang tahu, mana ibadah yang benar, mana ibadah yang dusta, maka akan di periksa Allah nanti di akhirat dan bertanya banyaknya amal ibadah itu semuanya palsu
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda
( Manza'a yakbudullaha la yusriku bihi syai'a
Wayukimussholah, wayuktizzakah, wayasumu ramadhan, wayattakil khaba'ir, fa'innalahul Jannah rowahul hakim)
Ujar nabi kita barangsiapa datang menghadap Allah, dia beribadah tanpa menyekutukan Allah, kemudian dia mendirikan shalat, membayar zakat, puasa ramadhan, menjauhi dosa-dosa yang besar, maka baginya syurga,
orang yang banyak dosa di dalam dunia jangan sekalipun berputus ada daripada Rahmat Allah, Karna masih ada harapan bagi kita untuk bisa menghapuskan dosa-dosa itu selama kita masih di berikan Allah hidup, kita kemudian bertaubat kepada Allah, maka akan Allah hapuskan dosa dan maksiat yang kita lakukan di dalam dunia, dan orang yang banyak ibadah, merasa banyak amal kebaikannya, jangan bangga dengan amal kebaikannya itu, karena kalau salah sedikit bisa menggugurkan dan bisa di hapus oleh Allah subhanahu wa ta'ala amal kebaikan itu
Jadi amal ibadah kita ini bisa berharga kalau kita mampu mempertanggungjawabkan di hadapan Allah nanti di akhirat, itu yang bisa menjadi kebaikan, oleh karena itu Al imamul Ghazali mengatakan bahwa dan para masya'yikrh berkata, bahwa mestinya seseorang itu musti waspada dan berhati-hati dengan beberapa hal yang bisa menyebabkan rusaknya atau gugurnya amal ibadah yang telah di kerjakan
Nah perlu juga kita belajar bersama ada beberapa hal yang musti kita hindari karena demikian ini bisa merusak dan menggugurkan, runtuh amal ibadah yang kita kerjakan
1. ( Riddah ) Artinya adalah murtad, walaupun selama hidup kita ini banyak mengerjakan amal ibadah, tapi suatu saat kita murtad, maka runtuh seluruh semua amal ibadah yang dahulu pernah kita kerjakan, nah inilah perkara yang paling di khawatirkan , karena murtad ini bisa lewat perkataan yang kita tidak sadari, bisa lewat perbuatan, atau lewat hati yang kita lakukan, macam kira memper enteng sesuatu yang di agungkan Allah bisa murtad, kita menghinakan yang di muliakan Allah, bisa murtad,
A. macam kita melihat ayat-ayat Allah, potongan ayat Alquran, tulisan bismillahirrahmanirrahim di tempat sampah, di tempat kotor, atau di bawah jalan, kemudian kita biarkan saja nah ini khawatir kita bisa murtad, harusnya kita ambil kita letak di tempat yang tinggi, ataupun di bakar, atau di kubur di dalam tanah
B. Contoh lagi perkara perbuatan atau perkataan yang bisa membuat diri kita murtad, seperti kita meremehkan neraka, Allah cakap berlindung lah engkau daripada siksa neraka, kita cakap biar ja masuk neraka, aku tidak takut ujarnya nah ini memper enteng, mengolok-olok janji Allah seperti syurga dan lainnya
2. ( Niffaq ) Artinya memperbuat amal ibadah tujuannya karena manusia, artinya kalau tak ada orang dia malas ibadah, rajinnya pas ada orang, supaya di puji orang, supaya dikatakan orang dia ini ahli ibadah, sedikitpun tidak ada pahalanya ini orang
3. ( Riya' ) Dalam beribadah tujuannya agar di hormati orang, dalam beramal supaya di muliakan orang, nah ini amal ibadah tidak akan sampai
4. Kemudian lagi ( attakrh lid ) mencampur adukkan kebaikan dengan keburukan, karena kata Allah bagiku hanya ( addinul krholis) ibadah yang murni,
5. ( Almannu ) Nah ini khususnya dalam hal bersedekah, dalam hal memberikan sesuatu kepada orang, selalu menyebut-nyebut pemberian kepada orang lain di sertai dengan hati yang merasa berjasa kepada orang itu, lihat lah itu si Fulan dulu ku tolong dia, hatinya pun merasa berjasa sudah menolong orang, nah ini berapapun pertolongan yang kita lakukan kepada orang lain kalau di sertai dengan Almannu tadi maka tidak ada nilainya sama sekali,
Dan lagi ( Wal 'aza) menyakiti orang, artinya kita memberi sambil menyakiti orang lain, contohnya ada pengemis datang minta minta kepada kita kemudian kita beri sedikit rezeki yang kita punya, tapi mulut kita menyakiti orang, ish kepada engkauni mengemis, kenapa tidak kerja aja, kalau hendak bersedekah kasi aja, sambil kita doahkan mudahan Allah mudahkan dia dalam kerja dah cukup, jangan mulut kita ni hendak menyakiti hati orang
6. ( 'Annadamah ) Beribadah tapi menyesal, nah ini ibadahnya tidak ada nilainya, contohnya macam kita ini hendak pergi solat berjamaah ke masjid naik sepeda, nah selesai shalat kita lihat sepeda kita hilang di curi orang, kitapun merasa menyesal, aduh kalau aja aku tidak pergi ke masji pasti sepedaku tidak hilang, nah ini menyesal dalam ibadah,
7. ( Al'ujub ) Merasa setiap perbuatan yang bisa di lakukannya itu karena jasa dan kemampuan tenaga dan kehebatan dirinya sendiri bukan anugrah daripada Allah,
Dan dia lupa semua itu adalah bantuan, Taufik, dan Rahmat daripada Allah subhanahu wa ta'ala
Nah jadi mari kita perbaiki diri kita sendiri, amal ibadah yang selama ini kita kerjakan apakah ada kita melakukan perkara-perkara yang menggugurkan amal ibadah kita, mudahan dengan demikian kita bisa menjauh daripada itu, dan para ulama mengatakan bahwa amal ibadah yang menyelamatkan kita di akhirat itu adalah segala macam amal ibadah yang sudah kita lupakan di dalam dunia, inilah yang bisa menyelamatkan kita di akhirat
Dan demikian juga perkara dosa dan maksiat yang akan mencelakakan manusia di akhirat nanti adalah dosa dan maksiat yang mereka lupakan selama hidup di dunia, artinya dia pernah melakukan perbuatan dosa kemudian dia tidak mahu bertaubat kepada Allah, akhirnya dosa itu nanti di tanya Allah dan di mintai pertanggungjawaban oleh Allah subhanahu wa ta'ala, Insyaallah di lain kesempatan kita lanjutkan kembali, kita memohon dan meminta selalu kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar kita semuaan ini di golongkan oleh Allah masuk syurga tanpa hisab, dan andaikata imal ibadah kita harus di hisab oleh Allah, mudahan hisab dengan mudah, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar