Pages

Rabu, 19 Maret 2025

Kotak suci ingatan

Biarlah, gemar 
sekiranya cahaya memancar bagai siang hari
Angin sepoi-sepoi bernyanyi untuk kita 
Aku yang mendekam di dalam sel tahanan 
menunggu, bersama jiwa-jiwa mulia yang tidak pernah berhenti berdoah 

Buku-buku yang-ku baca begitu saja 
bunga-bunga yang di petik tetap utuh
bagaimana mungkin pengetahuan menjelas padaku
hari-hari ku, bertentangan dan tidak karu-karuan 

Oh tidak...
bahkan ku biarkan diriku begitu saja
maaf, tuan, jika sedikit berceloteh
Ku ulang kembali, kisah yang sudah di mulai sejak dahulu kala

Tolong berikan catatan ini pada mereka
setelah aku selesai menuliskan semuanya 
begitu banyak menyimpan ingatan 
ntah untuk hari ini, sebelumnya, ataupun yang akan datang
semua ada tersimpan pada kotak suci ingatan 

Orang-orang itu tiba-tiba suka lupa 
kuberikan nama jadi tempat penyimpan ingatan
para cendikiawan suka menyimpan maksud yang tersembunyi 
hanya saja belum ketahuan,
nah, mereka lupa bahwa aku termasuk pada yang demikian 

Bersorak-sorai bait-bait pada mereka
angin sepoi-sepoi berhembus dari hutan selatan
saat cahaya siang menjadi gelapnya malam 
raut wajah yang murung akan kembali cerita 

Biarlah gemarku, pada buku-buku selalu datang
pikiran-pikiran lemah, berselisih pada lembut dan sopan santunnya kata,
maka benarlah keadaan-ku

Mungkin saja besok aku pulang 
atau juga sebentar lagi

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog