sekiranya cahaya memancar bagai siang hari
Angin sepoi-sepoi bernyanyi untuk kita
Aku yang mendekam di dalam sel tahanan
menunggu, bersama jiwa-jiwa mulia yang tidak pernah berhenti berdoah
Buku-buku yang-ku baca begitu saja
bunga-bunga yang di petik tetap utuh
bagaimana mungkin pengetahuan menjelas padaku
hari-hari ku, bertentangan dan tidak karu-karuan
Oh tidak...
bahkan ku biarkan diriku begitu saja
maaf, tuan, jika sedikit berceloteh
Ku ulang kembali, kisah yang sudah di mulai sejak dahulu kala
Tolong berikan catatan ini pada mereka
setelah aku selesai menuliskan semuanya
begitu banyak menyimpan ingatan
ntah untuk hari ini, sebelumnya, ataupun yang akan datang
semua ada tersimpan pada kotak suci ingatan
Orang-orang itu tiba-tiba suka lupa
kuberikan nama jadi tempat penyimpan ingatan
para cendikiawan suka menyimpan maksud yang tersembunyi
hanya saja belum ketahuan,
nah, mereka lupa bahwa aku termasuk pada yang demikian
Bersorak-sorai bait-bait pada mereka
angin sepoi-sepoi berhembus dari hutan selatan
saat cahaya siang menjadi gelapnya malam
raut wajah yang murung akan kembali cerita
Biarlah gemarku, pada buku-buku selalu datang
pikiran-pikiran lemah, berselisih pada lembut dan sopan santunnya kata,
maka benarlah keadaan-ku
Mungkin saja besok aku pulang
atau juga sebentar lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar