Bismillah
(Arrabi wassalasun min asmailla Al Husna al adzim
34. Al azim
Itu artinya adalah yang melewati batasan batasan akal sehingga tidak bisa di mungkinkan untuk meliputi dengan hakikat Allah subhanahu wata'ala, jadi apa hakikatnya Allah itu tidak bisa di liputi, tidak bisa digunakan bayangkan, maka itu di sebut Al azim, yang bahasa kitanya sering kali di sebut sebagai yang maha agung, nah maha agung ini adalah sesuatu yang sangat besar yang tidak bisa di bayangkan kebesarannya, tidak bisa di bayangkan kebesarannya dengan mata kita, nah disebutlah Al azim itu, Apabila sesuatu itu masih bisa di batasi oleh penglihatan, atau sesuatu itu masih bisa di batasi oleh hati kita, maka sesuatu itu tidak bisa di sebut Al azim,
Allah ta'ala itu azim pada zatnya, zat Allah itu maha agung, nah apa itu arti maha agung? Tidak bisa di liputi dan tidak bisa pula di perdapati dengan secara menyeluruh, apa itu zat Allah subhanahu wata'ala, hati kita tidak sanggup, akal kita tidak sanggup untuk memoerdapati, menyelidiki bagaimana itu zat Allah subhanahu wata'ala, lalu di sebut lah Allah maha agung, dan agung pada sifatnya, Karna sifat Allah itu tidak sanggup kita menyelidikinya, tidak sanggup kita untuk memperdapatinya, bagaimana kebesaran daripada sifat Allah itu, mangkanya di sebut agung
Macam Kerajaannya, Kerajaannya Allah itu maha agung, Karna bagaimana hebatnya manusia tidak akan sanggup dan mampu untuk memoerdapati dan menyelidiki kebesaran daripada Kerajaan Allah subhanahu wata'ala, jadi itu lah di sebut sebagai Al azim, jadi artinya maha agung itu adalah sesuatu yang tidak bisa di liputi, dan tidak bisa pula di selidiki oleh mata, oleh telinga, dan oleh hati kita, sehingga di sebut sebagai azim
Jadi apabila ada makhluk Allah yang di sebut sebagai agung, misalnya ada Sultan agung, ada raja agung, jadi kalau ada yang baru muncul ini di sebut agung, itu artinya sesuatu itu lebih besar daripada sesuatu yang lain, bukan agung secara mutlak, sebab agung secara mutlak itu hanya milik Allah subhanahu wata'ala, macam mahkamah agung, kenapa di sebut sebagai mahkamah agung, karena di bawahnya itu ada yang kecil di bawahnya itu ada yang kecil, macam ada putusan hakim, itu kan kalah dengan mahkamah agung, mahkamah itu di sebut agung karena di bandingkan dengan sesuatu yang ada di bawahnya, tapi secara mutlak agung itu hanya nama Allah subhanahu wata'ala
Jadi apa makna agung dan makna azim, sesuatu yang tidak bisa di selidiki kebesarannya dengan mata, telinga dan juga hati kita maka di sebutlah dia yang maha agung
Orang yang beriman dengan nama Allah Al azim, kita percaya bahwa Allah mempunyai nama al azim
maha agung, kalau kita tidak percaya berarti kita tidak beriman kepada Allah subhanahu wata'ala, Karna di dalam Alquran sangat banyak di sebut nama Allah azim, jadi kalau kita tidak percaya bahwa Al azim itu nama Allah berarti kita tidak percaya dengan alquran, kalau kita tidak percaya dengan alquran berarti kita tidak percaya dengan Allah subhanahu wata'ala, jadi wajib kita percaya dengan demikian itu
Nah kalau sudah kita percaya bahwa Al azim itu adalah nama Allah, kalau kita percaya bahwa Allah itu punya nama maha agung, berarti kita musti mengangungkan Allah subhanahu wata'ala, kita percaya Allah maha agung, bagaimana kita hendak mengagungkan Allah? mengagungkan Allah itu caranya adalah merasakan ketiadaan diri, merasakan kehinaan diri beserta sangat berhajat kepada Allah, jadi kalau merasa Allah itu maha agung berarti diri kita ini hina, karena tidak bisa agung itu dua, musti satu tinggi satu rendah, satu agung yang satunya lagi adalah hina
macam di dalam sembahyang kita ni berdiri tegak, membaca Al Fatihah, sampai kepada batasannya kita ni pun rukuk, membungkukkan tubuh badan kita, asalnya yang tadi itu tegak menjadi bungkuk, nah apa yang kita ucapkan itu ketika rukuk, subhana rabbial adzim, maha suci Tuhanku yang maha agung, nah begitu kita ingat Allah itu maha agung maka kita pun membungkukkan badan kita, nah itu kalau dalam sembahyang, kalau di luar sembahyang kita ni ingat bahwa Allah itu maha agung, maka kita pun melihat diri kita ni tidak punya apa-apa, kita merasa bahwa diri kita ini sangat lemah, sangat hina, sangat kecil, karena ada Allah yang maha agung
Jadi kalau kita ini sudah beriman dengan nama Allah yang maha agung, maka agungkanlah Allah? Bagaimana cara mengagungkan Allah? tidak lain caranya adalah merasakan kehinaan diri, merasakan kecilnya diri, merasakan remehnya diri, karena berhadapan dengan Allah yang maha agung
2. Kalau orang itu beriman dengan nama Allah yang maha agung, dia Mengagungkan apa-apa yang di agungkan oleh Allah, jadi Allah ini kan maha agung dan ada pula makhluk-makhluknya yang di angungkan oleh Allah, nah jadi kalau Allah Mengagungkan sesuatu itu maka kita pun wajib mengangungkan sesuatu itu, jadi jangan sampai Allah mengagungkan sesuatu kita pula meremehkannya, berarti kita tidak beriman dengan nama Allah maha agung, jadi itu lah buah daripada kita berikan dengan nama Allah maha agung
Nah apa perkara yang di agungkan oleh Allah itu? di dalam Alquran Allah menyampaikan bahwa sumpah itu di agungkan oleh Allah, pada surah Al waqiah ayat 76
Jika kalian tahu bahwa sumpah itu azim, agung, sumpah itu besar, nah kenapa sumpah itu di katakan Allah agung, karena? Sumpah itu memakai nama Allah, demi Allah misalnya dia bersumpah, nah jadi sumpah itu jangan di anggap enteng, jangan di anggap remeh, kenapa karena yang demikian itu di agungkan oleh Allah subhanahu wata'ala, kalau kita menganggap remeh sumpah, berarti kita menganggap remeh yang di agungkan oleh Allah subhanahu wata'ala, nah itu dosa besar
Nah bagaimana cara mengangungkan sumpah itu?
1. Dengan cara dengan suka bersumpah
imam Syafi'i rahimhullah menyampaikan aku tidak pernah bersumpah sepanjang hidupku, baik pada saat aku benar apalagi tidak, nah ini bukti kita mengangungkan sumpah
Berkata para ahli tafsir, jangan kau suka, jangan kau berani bersumpah, sekalipun engkau ini benar, karena banyaknya sumpah itu semacam berani kepada Allah subhanahu wata'ala, kecuali dalam perkara hal-hal yang mudarhat, tapi kalau untuk perkara yang remeh, tidak perlulah bersumpah
Oleh karna sumpah ini adalah perkara yang di agungkan Allah, maka orang yang melanggar sumpah itu di kenakan kaffarat, dendanya, nah apa dendanya itu?
1. Memberikan makan 10 orang miskin, atau juga bisa memberi pakaian 10 orang miskin, atau memerdekakan budak kalau jaman dulu, sekarang ini tidak ada, maka kalau tidak bisa yang demikian itu maka berpuasa selama 3 hari berturut-turut, jadi jangan anggap remeh perkara sumpah itu
Sumpah itu ada yang wajib di langgar, ada yang sunnat di batalkan, ada yang haram di langgar,
1. nah sumpah yang wajib di langgar itu, macam aku ni bersumpah mulai hari ni tak mahu lagi sembahyang, nah ini wajib di langgar, kitapun sembahyang, dan musti membayar denda
2. Adapula hukumnya sunnat di langgar, contoh mulai hari ini aku demi Allah, aku tidak mahu sembahyang lagi tarawih, maka sunnat melanggar itu sumpah, dan wajib membayar denda
3. Adalagi sumpah itu yang boleh di langgar, demi Allah mulai hari ini aku tidak mahu makan nasi, nah ini boleh di langgar, dan bayar denda sumpah
4. Adapun lagi haram sumpah itu di langgar, contohnya demi Allah aku bersumpah tak nak lagi berzina, tak tahu lagi minum arak, nah begitu di langgarnya ini sumpah maka dia pun mendapat dua dosa, satu dosa melanggar sumpah, satu lagi dosa berbuat maksiat, musti bertaubat kepada Allah, dan wajib membayar denda akan sumpahnya itu,
Dan lagi yang di agungkan oleh Allah itu adalah Al Jannah, syurga, karena syurha ini adalah ciptaan Allah yang di banggakan Allah, dan di agungkan oleh Allah, jadi karena syurga itu di agungkan oleh Allah maka kita pun wajib mengangungkannya, nah bagaimana cara mengagungkan syurga? caranya adalah sangat ingin masuk ke syurganya Allah, bersungguh-sungguh, meniatkan di dalam hati, sehingga kita benar-benar hendak ingin menjadi seorang yang benar-benar bertaqwa kepada Allah, dan mudahan kita semuaan ini di masukkan Allah ke dalam syurga, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal alamin
Dan lagi yang di agungkan oleh Allah itu adalah annar, neraka, di dalam al Qur'an di sebutkan Allah
Mereka di akhirat nanti mendapatkan azab yang besar, nah itu neraka di agungkan oleh Allah, supaya apa demikian? Supaya kita ini berlindung kepada Allah daripada mereka, dan kita memohon ya Allah jauhkan kami semuaan ini daripada azab neraka, kita pun bersungguhlah dengan taqwa dan menjauhi diri kita daripada segala macam yang menjerumuskan kita kepada neraka itu, jadi intinya sumpah itu, neraka dan syurga jangan jadi bahan candaan, karena semua itu perkara yang di besarkan dan di agungkan oleh Allah subhanahu wata'ala
Dan lagi yang di agungkan oleh Allah adalah Alquran, Allah berfirman di dalam Al-Qur'an
Nah Wal qur'anal azim, itu sebabnya Alquran itu tidak boleh di sentuh kecuali suci, musti di letakkan di tempat yang tinggi, tidak boleh di letakkan di bawah, kenapa? Karena Alquran itu di agungkan oleh Allah, maka kita pun wajib mengangungkannya, jangan kita berani meremehkan Alquran
Nah ada kisah seorang maksiat, berjalan dia, kemudian melihat ada di jalan itu tulisan bismillahirrahmanirrahim, di lihatnya, oh ini ada bertuliskan nama Allah, lalu di ambilnya, di selamatkannya, di bersihkannya, di letakkannya di tempat yang tinggi, di akhirat Allah berterimakasih kepada itu orang, dan dia pun mendapat ampunan daripada Allah, nah itu orang yang ahli maksiat, tapi karena rasa cintanya itu kepada tulisan bismillahirrahmanirrahim tadi, maka mendapatkan ampunan Allah, jadi jangan sekalipun kita ini menganggap remeh tentang Al-Qur'an itu
Adapun adabnya kalau melihat Alquran yang tidak bisa di pakai lagi, tidak bisa di baca lagi, karena sudah lama, jangan di buang, cukup kita tanam di tempat yang tidak di injak2 orang lain, demikianlah yang di sebutkan di dalam kitab2 fiqih, jangan sembarang buang, karena ini adalah benda yang agung yang sangat berharga
Dan lagi yang di agungkan oleh Allah itu adalah, tipu daya wanita, godaan perempuan, ini di sebut Allah di dalam Alquran pada surah Yusuf, ayat28
Tipu daya perempuan, godaan perempuan itu azim, karna banyak nabi2 yang di tegur oleh Allah karena urusan perempuan, dan banyak wali wali Allah yang di cabut kewaliannya karena urusan perempuan, banyak orang yang mati kehilangan iman karena godaan perempuan, jadi jangan sekalipun kita ini menganggap remeh tentang demikian itu,
Macam nabi Yusuf ada sangkut-pautnya dengan perempuan, nabi daud ada juga sehingga di tegur oleh Allah, adapun Aulia Allah yang di cabut kewaliannya karena tergoda dengan perempuan, ada orang yang imannya bagus kemudian tergoda dengan perempuan dan mati dalam keadaan kafir
di sebutkab dalam kitab ada seorang laki-laki, seorang muadzin puluhan tahun di negeri Mesir, zaman dulu kalau hendak adzan itu belum pakai mic lagi, masih naik ke atas menara, kan tinggi itu, kelihatan di bawah, setiap dia hendak adzan, ada di lihatnya perempuan lewat di bawah, besoknya di lihatnya lagi, akhirnya dia pun terfikir, siapa itu perempuan, kemana dia pergi, rumahnya itu dimana, diapun penasaran, dan di datanginya itu rumah, jumpa dengan orangtuanya, mereka itu agama Nasrani, nah ini namanya juga sudah tergoda kepada itu perempuan, ujar orangtuanya, kalau engkau hendak dengan anak aku masuk lah engkau kepada agama kami Nasrani ini
Maka setan pun membisikkan si muadzin ini, sudah masuk aja engkau ke agama Nasrani, nanti kalau sudah masuk, kau berdakwah, ajak semua keluarganya masuk Islam, si laki-laki tadi pun berfikir, oh kalau macam tu bagus juga, masuk lah dia ke agama Nasrani, kemudian menikah, di malam pertama itu dia hendak berjumpa dengan istrinya, karena kamarnya itu di atas, dia pun naik tangga, begitu hendak sampai di laki-laki ini tadi ke atas, dia pun terjatuh dan mati, matilah dia dalam keadaan kafir tanpa ada iman kepada Allah, begitulah dahsyatnya godaan perempuan
Adapula lagi Yaumil kiyamah, hari kiamat di sebutkan di dalam Alquran, nah itu adalah perkara yang di agungkan oleh Allah, bagaimana cara kita mengagung hari kiamat itu? Musti kita berniat dengan sungguh-sungguh untuk menyiapkan bekal untuk menghadapi hari kiamat itu, Karna sudah di sebutkan bagaianan buru haranya, dahsyatnya itu hari kiamat, di Padang Mahsyar, jadi kalau kita sekarang ini tidak benar-benar mempersiapkannya, maka kita akan kesulitan nanti di kemudian hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar