Bismillah
Alhamdulillah ini tentang kitab puasa, berhubungan tinggal lagi beberapa hari lagi puasa dan kita bisa mengingat kembali hal-hal yang bersangkut paut dengan masalah puasa terlebih dahulu, Takrifnya puasa itu adalah menurut bahasa semata-mata bertahan, bila kita bertahan atau menahan maka di sebut dengan puasa,
(wamin qauluhu ta'ala an sayyidatina Maryam)
Ujar Siti Maryam aku berzanar untuk Allah tidak berkata-kata, maka aku tidak akan berbicara kepada seorang juapun manusia, maka artinya aku bernazar menahan diri daripada Berkata-kata
Dan ada perkataan syair yang mensifatkan dengan
"Ada kuda yang bertahan, ada kuda yang tidak bertahan di bawah debu dan yang lainnya menggerakkan tali kendalinya", jadi menurut bahasa arab saum itu artinya menahan apa saja maka di sebut saum, tapi kalau menurut syariat puasa itu adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, mulai terbit fajar sampai tenggelamnya matahari, dengan niat yang khusus, maka itu lah arti puasa menurut agama
Terbit fajar itu sebenarnya adalah pada saat orang azan subuh, cuman kita disni azan subuh itu terdahulu daripada terbit fajar, mungkin 4 atau 6 menit, jadi kalau kita itu ikut imsak sama dengan azan subuh berarti sudah salah, kenapa karena azan di tempat kita ini terlambat daripada terbit fajar, jadi mangkanya ada waktu imsak, lain kalau di negeri negeri Arab, kalau sudah masuk waktu adzan bararti sudah selesai waktunya imsak
Bermula ini dalil pada puasa itu adalah daripada Allah subhanahu wata'ala
Hai orang-orang yang beriman di wajibkan bagi kamu itu berpuasa sebagaimana pula di wajibkan bagi orang-orang dari sebelum kamu, agar kamu menjadi orang yang taqwa
Waktu fardhunya puasa ramadhan
di fardhukan pada tahun kedua daripada tahun hijrah, jadi Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan kaum muslimin selama 13 tahun di Mekkah itu tidak ada puasa ramadan dan belum di wajibkan, begitu Baginda Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah, setahun tinggal disana, masih belum di wajibkan puasa, begitu masuk tahun kedua hijrah barulah di turunkan ayat yang memerintahkan puasa, itu ayat turun ( fi sya'ri sya'ban)
sungguh puasa Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam sempat berpuasa 9 kali ramadan, seluruhnya itu kurang 29 hari, dan satu kali nabi kita menemukan ramadan sempurna dengan 30 hari, jadi nabi kita sempat berpuasa itu berjumpa dengan 9 kali ramadan, 8 kali yang 29 hari, dan satu kali penuh dengan 30 hari ramadhan,
Bulan Ramadan itu adalah bulan yang ke 9 daripada bulan, 1. haram, 2. Syafar, 3. Rabiul awal, 4. Rabiul akhir, 5. Jamadil awal, 6, jamadil akhir, 7, Rajab, 8, Syakban, 9. Ramadan, bulan yang ke 9,
dan bulan Ramadan itu adalah paling afdhol bulan
di namakan ini bulan ramadan, karena bahwasanya
ketika orang arab membuat nama nama bulan, kebetulan pada bulan ini bersangatan panas, maka di namakan mereka ini bulan dengan bulan ramadan, di ambil daripada (rhamdo, syiddatil harh)
jadi orang arab ini waktu mereka mufakat untuk menamakan nama nama bulan kebetulan mereka itu sedang berada di bulan yang ke 9, dengan cuacanya yang demikian itu maka di namakanlah dengan bulan Ramadhan, nah ini menurut satu pendapat Dan ada lagi di katakan bahwa, Ramadan itu di namakan bulan ramadan karena dia membakar dosa dosa manusia, nah ini yang lebih tepat,
Keutamaan keutamaan puasa
Telah mendatang daripada ayat dan hadist yang sangat banyak daripada demikian, maka datanglah firman Allah subhanahu wata'ala di dalam Alquran
Makanlah dan minum lah, seenak enaknya, dengan sesuatu yang kamu dahulukan pada hari hari yang telah lalu, nah ini kita di dalam syurga dan Allah mengatakan kepada ahli syurga sekarang kalian silahkan makan minum seenak-enaknya karena kamu dahulu sudah berpuasa di hari-hari dunia
Surah Al ahzab ayat 34 Allah menyampaikan
( Wasshoimina wassoimat) Laki laki yang puasa, perempuan yang puasa, ( Wal hafizina furujahum Wal hafizot) laki laki yang memelihara kemaluan mereka, perempuan yang memelihara kemaluan mereka, ( wazzakirinallaha kasiran wazzakirat) laki laki dan perempuan yang banyak berdzikir ( a'addallahu lahum magrhfirot) maka di sediakan bagi mereka itu ampunan Allah ( wa ajron 'azima) dan mendapatkan pahala yang besar
Dan mendatang pula hadist qursi, tiap tiap satu kebajikan itu akan mendapatkan ganjaran 10 kali kebajikan seumpamanya, sampai kepada 700 ganda, tergantung manusianya, jadi Allah mengganjarkan kebaikan pahala yang kita lakukan itu 10 kali lipat, tapi bagi orang orang yang lebih dekat Allah akan mendapatkan sampai kepada 700 kali ganda, ada dua orang di masjid, Baginda Rasulullah ada disitu, nah dua orang ini sembahyang, coba liat itu orang sembahyangnya sama, gerakannya sama, tapi nilai di antara kedua orang itu di sisi Allah sama antara langit dengan bumi, artinya apa satu orang mendapatkan ganda yang luar biasa, mungkin karena kekhusyukannya kepada Allah, dan satu orang lagi biasa aja, Karna tidak khusyuk,
jadi amal kebaikan itu di gandakan sekurang kurangnya 10 dan sampai 700 kali lipat, misalkan kita bersedekah kepada orang biasa, dapat 10 kali lipat, tapi ada lagi kita bersedekah kepada keluarga kita, nah keluarga kita ini fakir, miskin, anak yatim dan dia ini orangnya takwa pula kepada Allah subhanahu wata'ala, maka jelas sudah jauh beda pahalanya yang kita dapatkan itu, Kecuali puasa, karena puasa itu bagi ku kata Allah dan aku yang membalasnya, nah kalau kita berpuasa berapa banyak lipat ganda pahalanya, ini hanya Allah subhanahu wata'ala yang tahu
dan mendatang pula hadist "barangsiapa berpuasa di jalan Allah, maka Allah jauhkan darinya jahanam perjalanan 100tahun, dan lagi bagi orang yang puasa itu ada dua kegembiraan, bila dia berbuka puasa maka dia gembira, dan bila dia mati bertemu Allah maka dia gembira dengan puasanya itu, dan lagi diamnya orang berpuasa itu tasbih, dan tidurnya orang puasa itu ibadah, doa nya orang berpuasa itu di kabulkan oleh Allah, dan amalnya di gandakan oleh Allah subhanahu wata'ala, Puasa itu adalah perisai, dan itu adalah benteng yang kokoh daripada api neraka
Hukum hukum puasa
Puasa itu datang dengan hukum yang 4
1. Puasa itu bisa hukumnya wajib
2. Sunnat
3. Makhruh
4. Haram
1. Yang wajib puasa ada 6 keadaan
A. Puasa pada bulan ramadhan
B. Puasa qodo, misal kita pada bulan ramadhan itu ada udzur tak bisa puasa maka kita qodo puasa kita itu hukumnya wajib
C. Puasa dengan tujuan bayar kaffarat, seperti kaffarat zihar, orang yang menyamakan istrinya dengan ibunya atau orang-orang yang haram di nikahinya, misalnya engkau ni istriku, rambut engkau ini mirip sekali dengan ibuku, nah ini menyamakan istri dengan orang yang haram di nikahi, maka bayar denda dengan puasa, puasa 2 bulan berturut-turut, kalau tidak seperti itu maka istri kita tidak halal lagi bagi kita, wajib
D. Atau kaffarat membunuh, misal kita ni suka membunuh orang, maka wajib kita berpuasa dua bulan berturut-turut, baik itu kita membunuh orang dengan sengaja, atau yang mirip dengan sengaja, apalagi tidak sengaja, intinya kalau kita menghilangkan nyawa manusia yang di hormati di dalam Islam maka bayar dendanya itu dengan berpuasa, masalah tebusan itu dengan ahli warisnya itu lain lagi halnya,
Pembunuh ini ada 3 macamnya
1. Sengaja membunuh orang, menikam orang atau menembak orang, nah mati orangnya, maka di kaffarat, bayar denda
2. Ada pembunuhan itu menyerupai sengaja, contohnya, menarik telinga orang, mati dia, atau dia tiba tiba mengejutkan orang, ternyata sakit jantung dia pun mati, nah ini menyerupai sengaja, nah mengagetkan orang kan itu sengaja, dan itu tidak lah sampai mematikan, tapi pas kita buat orangnya mati, nah ini pembunuhan dengan mirip tidak sengaja
3. Pembunuhan yang tersalah, misal kita naik mobil tiba melanggar orang, nah ini salah, satu kita harus berurusan dengan keluarganya,satu lagi kita harus bayar denda kaffarat, yakni berpuasa 2 bulan berturut-turut, wajib
4. Atau bersetubuh pada siang hari di bulan Ramadhan, nah ini wajib juga puasa, namanya puasa Kaffarat, bayar denda
5. Puasa pada haji dan umrah, gantian daripada menyembeli fidiah, contohnya orang haji tamattuk, ini dia bayar denda menyembelih seekor kambing, tapi kalau dia tidak sanggup, maka wajib baginya puasa 3 hari pada waktu berhaji, dan 7 hari dia puasa di tempat tinggalnya nanti kalau sudah pulang
Puasa pada meminta Hujan bilamana di suruh oleh pemerintah, jadi kalau pemerintah menyuruh masyarakat supaya berpuasa, karena kita besok hendak berkumpul di lapangan untuk melaksanakan shalat meminta Hujan kepada Allah subhanahu wata'ala, nah masyarakat wajib berpuasa, dan lagi ada puasa nazar, nah itu wajib
2. Hukum puasa sunnat, nah inilah asalnya pada puasa, terbagi yang sunnat itu kepada 3 bahagian
1. Yang berulang-ulang dengan berulang-ulangnya tahun, seperti puasa hari Arafah, itu sunnat, dan puasa hari 9 Muharram, puasa 10 Muharram, Asyura, puasa hari ke 11 daripada muharram, puasa 6 hari pada bulan Syawal, puasa di bulan bulan haram, Rajab, bebas, kapan aja sunnat puasa, dzulqaidah, Dzulhijjah, nah itu bulan-bulan muharram, karena itu adalah bulan yang di hormati, maka kita pun di sunnatkan puasa. Dan artinya mulai daripada hari pertama sampai kepada 9 Dzulhijjah sunnat kita ini berpuasa, dan lain sebagainya
2. Dan yang berulang-ulang daripada berulang-ulangnya bulan, seperti hari hari putih, yaitu pada hari ke 13, 14, 15, dari tiap-tiap bulan, kenapa di namakan dengan hari putih karena terangnya bulan
dan sunnat kita berpuasa pada hari-hari hitam, yaitu pada hari ke 28, 29, 30, kenapa di namakan dengan hari hitam, karena malamnya gelap, nah itu sunnat
3. Yang berulang-ulang dengan berulang-ulangnya Minggu, yakni Senin-Kamis, seminggu dua kali,
Paling afdholnya puasa sunnat
Puasa sehari dan buka puasa sehari, karena demikian itu adalah puasa sayyidina Daud alaihissalam, nah lain daripada itu tidak ada yang paling afdhol,
Makrhuh hukumnya sunnat
Menyendirikan hari jummat, atau Sabtu, atau Ahad
Puasa hari jummat saja sehari, makhruh, puasa hari Sabtu aja sehari makhruh, puasa hari Ahad saja sehari maka hukumnya makruh, namun kalau sekaligus tiga hari maka hilanglah makhruhnya, atau di ambil dua hari, Kamis jummat, jummat Sabtu, Sabtu Ahad, atau Ahad isnin, tidak makruh lagi hukumnya, intinya di antara tiga hari itu, jummat Sabtu Ahad, jangan puasa satu hari saja
Dan puasa setahunan, bagi orang yang takut akan mudarat atau keluputan hak yang di sunnatkan, puasa setahunan, nah ini makhruh
Ada puasa sunnat itu hukumnya haram
terbagi kepada dua bahagian
1. Haram tapi sah puasanya, maksudnya sah itu adalah gugur kewajibannya, tapi dia ini berdosa, puasanya seorang istri tanpa izin daripada suaminya, walaupun puasa mengqodo ramadan, nah tapi hari masih panjang lagi, umpamanya dia haid seminggu, sedangkan ini baru bulan Syawal, nah masih ada waktu yang panjang 11 bulan lagi, nah mengqodo dia di bulan Syawal tanpa izin daripada suaminya, maka hukumnya haram, tapi puasanya itu sah, artinya gugur kewajiban
Kecuali waktunya sempit nah ini tidak perlu izin daripada suaminya, misalnya bulan sya'ban lagi tinggal 7 hari habis, sedangkan ini istri punya hutang puasa 7 hari lagi, maka harus puasa, dan tidak perlu izin lagi daripada suami, kenapa? Karena waktunya sudah sempit dan hampir habis
2. Dan puasanya seorang budak tanpa izin daripada tuannya
2. Haram hukumnya dan tidak sah puasanya
Terbagi kepada 5 rukun :
1. Puasa hari raya fitrah, haram hukumnya, pada hari awal-awal di bulan syawal
2. Puasa pada hari Aidil Adha, hari sepuluh daripada Dzulhijjah
3. Puasa pada hari hari tasyrik, 11,12,13, hari Dzulhijah
4. Puasa di separuh akhir daripada bulan sya'ban, yaitu 16,17,18, sampai akhir bulan, tapi ini puasa sunnat, kalau puasa mengqodo itu lain kisahnya, kecuali si sambungnya daripada tanggal 15 sampai seterusnya, ataupun dia punya amalan untuk rutin puasa Senin Kamis itu tidak jadi masalah
5. yang di haramkan dan tidak sah puasanya adalah puasa di hari yang ragu-ragu, itu hari 30 daripada sya'ban, bilamana berbincang-bincang manusia dengan melihat anak bulan, atau menyaksikan orang yang tidak di terima menyaksikan melihat hilal, seperti perempuan atau kanak-kanak, nah ini hari 30sya'ban, mungkin aja ini 1 ramadan, kalau seandainya sya'ban itu hanya sampai pada 29, berarti 30 itu sudah 1 ramadan, nah ini masih dalam keraguan, ada yang mengatakan sudah melihat anak bulan, ada yang mengatakan belum, belum adanya pengumuman, nah jangan sampai puasa pada hari itu, kalau sekarang itu mungkin tidak akan terjadi, karena kabar sudah ada, ada internet, ada tv, yang menyiarkan kabar kabar yang demikian itu, kalau orang dulu belum ada informasi, tidak ada apa-apa, nah ini yang menjadi ragu
Kapan boleh puasa pada hari ragu-ragu itu
atau sebahagian akhir daripada sya'ban, boleh puasa pada hari ragu-ragu tadi atau separuh akhir pada bulan sya'ban itu, dengan 3 syarat
1. Orang puasa mengqodo, orang puasa hendak bayar kaffaran, atau orang puasa nazar, nah itu boleh saja,
2. Bila dia mempunyai kebiasaan, amalan, seperti puasa Senin Khamis, nah ini boleh aja
3. bila dia sambung nisfu yang kedua dengan yang sebelumnya, dengan dia puasa pada hari ke 15, dan boleh baginya dia melanjutkan puasa pada hari sesudahnya itu, 16, bilamana dia puasa pada hari 16 boleh juga dia sambung pada hari 17, dan sampai seterusnya, namun kalau dia tidak puasa pada pembukaan hari 15 akhir itu, maka seterusnya pun dia haram untuk puasa sunnat
Alhamdulillah selesai, mudahan Allah senantiasa memberikan pertolongan kepada kita semuaan ini dan di jaga Allah daripada perbuatan dosa dan maksiat sehingga bisa mengamalkan ilmu Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, insyaallah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar