Bismillah
puji syukur kita haturkan kehadirat Allah subhanahu wata'ala atas limpahan Taufiq dan hidayah serta inayahnya, sehinnga kita bisa melanjutkan kembali penulisan ini, mudah mudahan Allah memberikan pertolongan kepada kita dalam belajar ilmu tentang nama Allah ini, aamiin ya rabbal 'alamin
36 As Shakur
( Assadis wassalasun min asmailla Al Husna, as Shakur) yang ke 36 daripada asmaillah al Husna, as Shakur, berkata imam Al ghazali rahimhullah, as Shakur itu artinya dialah yang membalas sedikit daripada perbuatan taat kita ini, di balas Allah dengan derajat yang sangat banyak, dan dia berikan dengan amal pada beberapa hari di dalam dunia nikmat yang berkepanjangan di akhirat, nah itulah nama Allah as shakur, sedikit saja kita berbuat taat kepada Allah, tapi Allah balas dengan balasan yang banyak nanti di akhirat
di dalam Al-Qur'an beberapa Allah menyebut namanya As shakur, di antaranya di dalam surat Fathir ayat 34,
Sesungguhnya Tuhan kami maha pengampun dan maha bersyukur,
Di dalam ayat lain Allah subhanahu wata'ala berfirman,
Barangsiapa yang melakukan satu kebajikan, kami tambah bagi dia dengan satu kebajikan itu dengan satu kebajikan yang banyak, sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha Shakur, nah satu kebaikan yang kita lakukan akan di berikan Allah ganjaran 10 pahala, nah yang 10 ini bisa di tingkatkan lagi oleh Allah menjadi 70 kali kebaikan, bisa di tingkatkan lagi menjadi 700, dan lebih banyak lagi daripada itu, itu lah nama Allah as Shakur, ini lah nama Allah yang termasuk di antara sifat-sifat keelokannya Allah, (sifatul Jamal) apabila kita ingat Allah dengan sifat keelokan ini, maka akan membuatkan hati kita tentram, hati kita gembira, karena kebaikan yang sedikit kita lakukan itu di hargai Allah, bahkan di lipat gandakan oleh Allah subhanahu wata'ala
(Qola Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam)
Rasulullah bersabda sesungguhnya Allah memberikan kepada kalian dengan satu sholat, satu sembahyang, nah satu sembahyang ini di berikan kepada kita ganjarannya lebih baik, lebih mulia, lebih berharga daripada dunia dan seisinya, yaitu sholat witir, satu rakaat sembahyang witir itu ganjarannya allah beri lebih mahal daripada dunia dan isinya, nah itulah nama Allah as shakur
( Waqola Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam)
Rasulullah bersabda dua rakaat sunnat subuh, itu akan di bayar oleh Allah pahalanya lebih mahal daripada dunia dan isinya, itulah nama Allah as shakur, Allah berikan ganjaran amal seorang hamba itu yang sangat sedikit di akhirat di kasi Allah pahala yang sangat besar
( Waqola Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam)
Rasulullah bersabda lagi Barangsiapa akhir kalamnya, penutup hidupnya, ada orang ni menutup akhir hidupnya dengan berkata-kata la Ilaha Illallah
maka dia masuk syurga, nah cuma mengucapkan itu, di akhirat Allah balas dengan balasan surga, nah ini pun nama Allah as Shakur juga, nah masih banyak lagi contoh-contoh yang membuktikan bahwa Allah itu punya nama as shakur
Kalah dalam istilah bahasa Indonesia, as Shakur itu yang maha bersyukur, artinya adalah Allah balas kebaikan kita yang sedikit dengan balasan yang luar biasa nanti di akhirat
Orang yang beriman dengan nama Allah as Shakur, kita wajib percaya nama Allah tu ada as Shakur, kalau kita tidak percaya berarti kita tidak percaya dengan Al Qur'an, kalau kita tidak percaya Al Qur'an berarti kita tidak percaya dengan Allah subhanahu wata'ala, nah kalau kita sudah beriman bahwa Allah itu punya nama as Shakur, apa sikap kita? Apa yang di tuntut daripasa iman itu?
1. Orang yang beriman kepada nama Allah as Shakur, maka dia bersyukur kepada Allah subhanahu wata'ala, jadi kitapun bersyukur kepada Allah karena Allah itu punya nama as Shakur, macam apa syukur kita kepada Allah? apa itu syukur? Para ulama menjelaskan pengertian syukur kepada Allah itu adalah mengakui bahwa segala macam nikmat itu datangnya daripada Allah, kalau kita tidak mengakui bahwa nikmat itu dari Allah, berarti kita ini tidak bersyukur
Nah apa nikmat yang ada pada kita, yang di berikan oleh Allah? Apakah itu ada perantara, lewat siapapun, tapi musti kita akui bahwa nikmat itu pasti datang daripada Allah, jangan sampai kita terdinding daripada itu, contoh kita ni mendapatkan ilmu? maka kita akui bahwa ilmu itu datang dari Allah, adapun usaha kita, adapun guru guru yang mengajarkan kepada kita, itu hanyalah wasilah, perantara, tapi hakikatnya ilmu itu adalah nikmat yang datang daripada Allah, Allah yang menggerakkan hati kita untuk mahu belajar
Macam kita dapat duit dari seseorang, kita dapat duit dari berdagang, nah perdagangan ini hanyalah wasilah, tapi hakikatnya itu datang daripada Allah, nah akui itu,
2. dan dia gunakan nikmat nikmat itu pada perkara perkara yang di ridai oleh Allah subhanahu wata'ala, nah kalau kita sudah bisa melakukan dua perkara itu maka barulah kita ini di sebut sebagai orang yang bersyukur kepada Allah subhanahu wata'ala, karna nikmat Allah ni banyak, nikmat sihat ada, nah kalau kesihatan itu kita gunakan untuk perkara yang di ridai Allah, maka kita namanya bersyukur dengan nikmat sihat yang sudah Allah berikan kepada kita,
sama halnya juga duit, rezeki, maka kita yakin betul bahwa ini datang daripada Allah, dan kitapun gunakan untuk perkara yang di ridai oleh Allah subhanahu wata'ala, berarti kita ni hamba yang bersyukur dengan duit itu, kalau kita tidak demikian berarti kita ini kufur, macam anggota tubuh badan kita, mata kita, telinga kita, mulut kita, bilama kita ini sudah berani melakukan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat dengan nikmat tubuh badan yang Allah berikan ini, berarti kita ini bukan hamba yang bersyukur kepada Allah, melihat perkara yang di larang Allah, mendengar yang tidak baik, berkata-kata yang tidak elok, nah ini bukan syukur namanya, musti kita berusaha untuk menggunakan selama macam nikmat yang Allah berikan ini untuk perkara-perkara yang di ridai oleh Allah
Jadi kalau kita ni sudah beriman, sudah percaya bahwa Allah punya nama as shakur, kita wajib bersyukur kepada Allah, apa itu syukur kepada Allah? Mengakui akan segala macam nikmat itu datang daripada Allah, dan berusaha menggunakan seluruh nikmat itu dalam perkara yang Allah rida
Dan kita pun di suruh untuk bersyukur kepada manusia, Karena Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, orang yang tidak pandai bersyukur kepada manusia, dia tidak akan bisa bersyukur kepada Allah, nah jelas, dengan manusia saja dia tidak pandai bersyukur apalagi dengan Allah subhanahu wata'ala, jadi syukur kepada manusia adalah merupakan tangga untuk bisa bersyukur kepada Allah
Nah siapa manusia yang kita syukuri itu? Ada tingkatan tingkatannya
1. Manusia yang musti kita syukuri itu adalah pertama yakni Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, maka wajib kita bersyukur kepada Baginda Rasulullah, kenapa? jikalau tidak adanya Rasulullah kita ni belum tentu mendapatkan petunjuk, tak tahu kita mana yang baik mana yang tidak baik, jikalau tidak adanya Rasulullah, kita tidak akan tahu tentang Allah, bahkan kalau tidak adanya Rasulullah, maka tidak adalah kita ini di ciptakan
jadi orang yang paling berjasa, manusia yang paling baik kepada diri kita ini adalah Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, oleh karna itu wajib kita bersyukur
Nah cara bersyukur kepada Rasulullah itu berbeda dengan cara kita bersyukur kepada Allah, kalau bersyukur kepada Allah macam dua hal tadi, mengakui segala macam nikmat itu datang dari Allah, dan menggunakan segala macam nikmat itu untuk perkara-perkara yang Allah Rida, kalau bersyukur kepada Rasulullah itu
1. Mengikuti sunnat Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi, ikuti ajaran Rasul, ada yang wajib, ada yang sunnat, nah ikuti itu, sebagai bukti kita ini bersyukur kepada nabi, bukan hanya mengikuti, bahkan menghidupkan sunnat nabi, contohnya kalau hendak masuk kamar mandi menggunakan kaki kiri, sebelumnya baca doa, minum tangan kanan, memakai pakaian tangan kanan dulu, melepas pakaian tangan kiri, nah itu mengikuti sunnat nabi
Menghidupkan sunnat, datang kita ke masjid, kerjakan itu sembahyang berjamaah, mengikuti pengajian, ikut dalam majlis dzikir, nah itu menghidupkan sunnat, dan juga memperbanyak sholawat yang kita baca kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, perbanyaklah kita bershalawat, dan lagi mencintai kepada ahli keluarga Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, nah 4 hal itu bila kita lakukan barulah kita ini di katakan orang yang bisa bersyukur dengan manusia yakni Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam
1. Ikuti sunnah
2. Hidupkan Sunnah
3. Perbanyak sholawat
4. Mencintai keluarga Rasulullah dan keturunannya
Bersyukur kepada manusia, 1. Itu Rasulullah, 2. Itu adalah kedua orangtua kita, kenapa? Karena kalau tidak adanya kedua orangtua kita, maka kita ini tidak ada, jadi wasilah adanya diri kita ini ke dalam dunia adalah orangtua, sehingga Allah subhanahu wata'ala menyandingkan dirinya dengan orangtua kita, di dalam Alquran Allah menyampaikan, pada surah Al Luqman ayat 14
Bersyukur lah kamu kepadaku dan kepada kedua orangtuamu, dan sampai sampai Allah itu di dalam hadist mengatakan, Rida Allah itu tergantung kepada ridanya ayah dan mamak kita, kalau Mak kita tidak senang dengan kita berarti Allah pun sama, kalau orangtua kita Rida kepada kita maka demikian juga lah Allah kepada kita, itulah kewajiban kita ini bersyukur kepada kedua orangtua kita, Sebesar apapun perkara yang kita lakukan, macam kita ni hendak berjihad di jalan Allah, namun kalau orangtua kita ni tidak Rida, maka sia-sia saja
Karna di kisahkan waktu dulu, ada sahabat nabi datang, wahai Rasulullah aku ini hendak ikut juga berperang, ujar nabi, orangtua kamu masih ada apa tidak? Ada wahai Rasulullah, ujar nabi kita berjihatlah engkau kepada keduanya itu, artinya menjaganya, memeliharanya, merawat, menyayangi mereka, nah itu tidak kalah dengan palaha jihad, bahkan bisa lebih daripada itu, itulah pentingnya kita bersyukur kepada kedua orangtua
sehingga bersyukur kepada kedua orangtua itu adalah berbakti kepada keduanya, sepanjang hidup kita, kalau kita masih hidup maka maka berbaktilah kepada mereka, baik mereka masih hidup maupun sudah meninggal dunia, janji kita tetap terus di tuntut untuk berbakti kepada keduanya selama kita masih hidup, dan taat kepada kedua orang tua itu selama dalam perkara taat kepada allah, kalau perkara maksiat dan dosa maka tidak perlu kita taat mereka keduanya, dan terus mendoahkan orangtua kita, baik itu masih hidup maupun telah meninggal dunia, ya Allah ampunilah dosa kedua orsngtuaku, nah itu merupakan tuntutan bagi kita
3. Kemudian manusia yang wajib kita syukuri itu adalah ulama, Karna ujar Rasulullah di kisahkan oleh para sahabat dan para tabiin, jikalau tidak adanya ulama, maka manusia itu macam binatang, tidak tahu halal tidak tahu haram, tidak tahu, jadi wajib kita ini bersyukur dengan adanya para ulama
Nah bagaimanakah caranya kita bersyukur dengan ulama? memuliakan mereka, mendoahkan mereka, dan membantu dakwahnya,
4. Manusia yang wajib kita syukuri itu adalah suami daripada istri, jadi perempuan itu wajib bersyukur kepada Allah, syukur kepada Rasulullah, wajib bersyukur kepada para ulama, wajib bersyukur kepada para ulama, dan kepada suaminya sendiri, nah seperti apa perempuan itu bersyukur kepada suaminya? Macam apa caranya?
1. Perempuan yang bersyukur dengan suaminya itu adalah perempuan yang taat kepada suaminya pada perkara yang bukan maksiat, namun kalau perintah suami itu dalam perkara dosa dan malaikat tidak perlu perempuan itu taat kepada suami
2. si istri wajib tahu hak suami terhadap perempuan itu besar, ujar nabi, begitu ada sahabat hendak sujud dengan nabi, sujud seperti sembahyang, jangan kata nabi, sujud itu hanya boleh kepada Allah, kalau boleh ada manusia sujud kepada manusia, niscaya sujudnya seorang istri kepada suaminya, begitulah gambaran luar biasanya Haq suami terhadap istri, itulah Haq suami terhadap istri ini sangat besar
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, ujar nabi aku di perlihatkan neraka itu, dan aku lihat yang paling banyak penghuni neraka itu adalah perempuan, Karna mereka itu kafir, sahabat itu bertanya? Ya rasulullah, apakah mereka itu kafir kepada Allah? Ujar nabi, bukan, mereka itu perempuan perempuan tidak pandai berterima kasih kepada suaminya sendiri, tidak pandai bersyukur kepada suaminya, menganggap bahwa derajat suami dan istri itu sama, nah itu jelas tidak sama, Karna dalam islam kedudukan suami dengan istri itu tidak sama, kedudukan suami di dalam Islam itu lebih tinggi daripada kedudukan istri, banyak buktinya, dan banyak dalilnya, Jadi ini merupakan tuntutan bagi kita yang beriman kepada nama Allah as shakur, itulah intinya,
Insyaallah kita akan lanjutkan kembali, mudahan Allah panjangkan umur, Alhamdulillah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar