Bismillah
38. Al Kabir
( Assamin wassalasun min asmailla Al Husna Al Kabir) yang ke 38 daripada nama Allah adalah Al Kabir, biasa kita artikan yang maha besar, namun apa yang di maksudkan dengan itu, Al Kabir yang mempunyai kebesaran, kebesaran itu maksudnya adalah kesempurnaan adanya Allah, jadi adanya Allah itu sempurna, pengertian adanya Allah itu sempurna, Allah ta'ala itu ada, adanya Allah itu kidam dan baqo, tidak ada permulaan, tidak ada kesudahan, nah jelas berbeda dengan kita
Adanya Allah itu sempurna, maksudnya ada yang sempurna itu, adanya itu tidak ada permulaan dan tidak berakhir, dan adanya sesuatu pada alam semesta ini dengan adanya Allah subhanahu wata'ala, nah dua hal itu sehingga Allah di namakan dengan Al Kabir, maha besar Allah, artinya, wujudnya itu sempurna, tidak adanya permulaan dan tidak adanya kesudahan, dan dari wujudnya Allah ini, dari adanya Allah ini, maka adalah alam semesta ini, nah di dalam Asmaul Husna ini ada beberapa nama Allah yang artinya itu maha besar
Macam dulu pernah kita bahas Al azim, maha besar juga, tapi arti maha besar disitu bahwa akal manusia tidak akan mampu memperdapati hakikat Allah itu, dari sangking besarnya itu zat Allah sampai akal manusia tidak akan mampu, nah itu Al azim, tapi Al Kabir maha besar juga, tapi maha besar dari sisi wujudnya yang sempurna itu lah Allah subhanahu wata'ala, jadi jangan kita ini artikan bahwa maha besar Allah itu macam gunung, macam langit, besar macam gedung, nah itu kalau demikian kita masuk seperti orang-orang mujassimah, orang yang menjisimkan Allah, itu golongan di luar ahlussunah,
Oleh karena itu di dalam pelajaran kita apa dalil adanya Allah, maka adanya Allah adanya alam semesta ini, mangkanya itu adanya Allah ini sempurna, di samping dia ada tanpa permulaan dan tanpa kesudahan, itu lah di sebut Al kabir,
Di dalam Al-Qur'an Allah berfirman Allah menyebutkan dirinya Al Kabir pada surah Luqman ayat 30,
Dan adalagi di dalam surah yang lain Allah berfirman
'alimul ghoibi wassahadah, Allah itu tahu hal yang ghoib, tahu yang jelas, Al kabirul muta'al, yang maha besar, jadi tidak bisa kita pungkiri karena sah sendiri yang menyebutkan dirinya Al Kabir, di dalam Alquranul Karim,
Orang yang beriman dengan nama Allah Al Kabir, dia percaya, dia beriman, di antara nama Allah itu ada Al Kabir yang maha besar, maka dia melihat bahwa selain daripada Allah subhanahu wata'ala itu kecil, karena kita sudah yakin bahwa hanya Allah lah satu satunya yang sempurna, selain daripada Allah itu kecil, kenapa selain Allah itu kecil? Karena selain Allah itu pada asalnya tidak ada, kemudian di adakan oleh Allah, dengan kehendak dan kuasanya Allah, sesuatu yang dulunya tidak ada sekarang baru ada, itu berarti kecil,
Jadi orang yang sudah beriman bahwa Allah itu Al Kabir, maka selain Allah itu kecil, bagaimana pun dia hebatnya, bagaimanapun dia kuasa, tetap kecil, karena yang maha besar hanya Allah subhanahu wata'ala, nah apabila sudah kita imani di dalam hati bahwa selain Allah itu kecil, jabatan itu kecil, kekayaan itu kecil, syurga itu pun kecil, kenapa? Karna syurga pun di adakan Allah, nah kalau sudah kita percaya demikian, berarti sesuatu yang kecil itu tidak akan bisa mendinding kepada sesuatu yang besar, artinya kalau sudah kita yakni bahwa Allah maha besar yang lainnya itu kecil, maka tidak ada satu jugapun yang bisa menghalangi kita untuk ingat, dekat selalu kepada Allah subhanahu wata'ala, itu lah buah kalau kita beriman kepada Allah Al Kabir ini
Dan tidak akan melengahkan kita daripada Allah oleh sesuatu yang kecil, tidak mungkin yang kecil itu bisa membuatkan kita lengah daripada Allah, misal ada suara adzan, Allahu Akbar Allahu Akbar, Allah maha besar, nah orang yang beriman dengan nama Allah Al Kabir, dia akan datang kepada seruan azan itu, karena ini adalah panggilan daripada yang maha besar, semesta hal yang kecil kecil ini, langsung di tinggalkan, karena hal yang kecil itu sejatinya tidak akan mampu bisa mendindingi iman seseorang daripada sesuatu yang besar yakni Allah subhanahu wata'ala
Umpamanya macam kepada desa, nah ini kalau di banding dengan Bupati masih kecil, nah kepada desani sibuk dengan urusannya, tiba-tiba datang telfon daripada Bupati, ujar Bupati sekarang datang kesini, nah ini kepala desa pasti akan meninggalkan kesibukannya dan langsung berjumpa dengan Bupati, kanapa? Karena dia menganggap bupati itu lebih besar daripada urusannya yang kecil itu, nah apabila kita ini tidak mendatangi azan, kita sibuk dengan perdagangan kita, maka kita belum lagi sepenuhnya beriman dengan nama Allah Al Kabir, buktinya apa? Kita masih sibuk membesarkan urusan kita daripada urusan Allah yang maha besar
Contoh lagi ikhlas, kita beramal ibadah karena siapa? Mahu karena Allah apa karena dunia? Kalau kita benar beriman dan melakukan ibadah itu karena Allah pasti kita akan mengharapkan kepada yang maha besar, bukan hal hal dunia yang sangat kecil ini, apa gunanya kita ini ibadah hanya karna untuk di puji oleh makhluk, karena makhluk ini kecil
jadi orang orang yang ria, orang orang yang masih mengharapkan pujian daripada makhluk, orang orang yang masih mengharapkan perhatian daripada makhluk berarti dia belum benar dalam beriman kepada Allah yang mempunyai nama Al Kabir, jadi kalau kita hendak ikhlas ibadah maka carilah perhatian daripada Allah, kita cari pujian daripada Allah yang maha besar
Kalau kita ini misalkan jadi karyawan di suatu perusahaan, 1000 orang kawan kita memuji kita, tapi bos di perusahaan itu tidak senang sama kita, engkau ku berhentikan saja hari ini, nah mahu apa kita? maka pujian yang banyak tadi tidak ada artinya, sehingga kalau kita ini benar-benar mencari Rida Allah, pujian Allah, maka itu sudah cukup bagi kita, nah itu yang paling penting
Di dalam Al-Qur'an di sebutkan pada surah Al a'raf ayat 204,
Bila di bacakan Alquran, fastami'ulah, maka dengarkan, walaupun kita ini sedang sibuk, kita ini sedang banyak urusan, tapi kalau ada orang yang membaca Alquran, kita di wajibkan untuk
Mendengari Kalam Allah, karena itu Kalam daripada Allah yang maha besar, tapi kalau kita ini masih berbicara dengan urusan urasan dunia, dia pun menganggap remeh, kita lengahkan daripada mendengari Kalam Allah, berarti kita ini belum sepenuhnya beriman dengan Allah yang mempunyai nama Al Kabir
Itu sebab Allah berfirman
Bila di bacakan Alquran, ( fastami'ulah) maka dengarkan, tapi tidak termasuk MP3, itu tidak apa-apa, ini kalau ada orang yang langsung membaca Alquran, kalau MP3 ni tidak ada hukumnya, mangkanya kalau ada MP3 misal mengucapkan salam, assalamualaikum, maka hukum menjawab salamnya tidak wajib, tapi boleh aja kalau kita nak jawab, tapi kalau ada orang yang sedang baca Alquran, maka musti kita dengarkan baik baik
( Wa ansitu) Perhatikan, karena di situ Allah mengambil yang paling ringan, dengarkan dan diam, itu sudah cukup, walaupun kita ini belum faham, nah itulah tanda kita ini menghormati dan memperhatikan kalam Allah subhanahu wata'ala
2. orang yang sudah beriman bahwa Allah itu yang maha besar yang lain itu kecil, dia bisa mengajak orang lain untuk membahwa pemahaman itu, kita ajak anak kita, keluarga kita, agar sama sama meyakinkan di dalam hati bahwa yang maha besar itu hanya Allah subhanahu wata'ala, jangan hanya tahu sendiri, sementara keluarga kita biarkan tidak faham, dan jangan sampai keluarga kita ini membesarkan sesuatu yang kecil dan mengabaikan Allah subhanahu wata'ala yang maha besar, kalau sudah demikian, maka kita ini akan di sebut-sebut orang yang besar di sisi Allah subhanahu wata'ala
Para ulama mengatakan orang orang yang besar di sisi Allah belum tentu dia ini besar di sisi manusia, itu tidak otomatis, orang yang punya kedudukan yang terhormat di sisi Allah, orang yang di besarkan oleh Allah, belum tentu dia ini di besarkan di sisi manusia, orang yang di hormati Allah belum tentu di hormati manusia, nah itu tidak selalu sama, ada orang yang hina di sisi manusia, tapi di sisi Allah dia ini di hormati, sangat besar para pembantu itu di sisi Allah di bandingkan dengan tuannya sendiri
Di zaman dahulu di kisahkan, dahulu itu ada istilah budak, nah ini di jual belikan, pembantu, tapi sifatnya budak, satu hari orang kaya datang menjadi budak untuk di rumahnya, di ambil lah ini budak laki laki di bawa ke rumah, sampai di rumah, di suruh kerja macam macam, ujar budakni kalau siang terserah mau di suruh apa aja bisa, silahkan, tapi kalau malam saya mohon jangan di ganggu, saya hendak istirahat, ujar tuannya tidak apa, berjalanlah sekian bulan, siang kerja, malam istirahat, satu hari satu malam, si tuan ini memerlukan budak itu waktu malam, walaupun ada perjanjian malam tak boleh di ganggu, cuman karena ini perlu sangat, coba suruh mana tahu bisa dia membantu ujar tuannya tadi
Maka datang lah di tuan itu, di lihatnya pembantunya itu sedang sujud kepada Allah, di atas pembantu itu ada cahaya sampai ke atas langit, begitu melihat demikian tuannya pun tersungkur, ujar tuan, ini pembantu tiap hari ku suruh-suruh, tiap hari ku marah marahi, padahal dia ini orang yang mulia di sisi Allah subhanahu wata'ala, takjub dia akan cahaya yang memancar sampai ke langit itu, besok paginya di panggil, wahai budak, sekarang engkau ku istirahatkan dari pekerjaan, siang malam, kau istirahat, diam di rumah, cuman jangan engkau tinggalkan tempat ini
Akhirnya si budak tapi pun berbicara dengan allah ya Allah, sudah terbuka rahasiaku, maka matikan aku saat ini, maka matilah dia, nah itu lah contoh manusia yang hina di sisi manusia, tapi mulia di sisi Allah subhanahu wata'ala
Manakala sebaliknya orang yang besar di sisi manusia belum tentu besar di sisi Allah subhanahu wata'ala, di muliakan, di hormati, nah di sisi Allah tidak, barangkali lebih berat sayap nyamuk di banding dengan manusia ini, nah siapa orang orang ini? yakni orang orang kaya yang tidak mensyukuri akan hartanya itu sampai dia berani melakukan perbuatan dosa dan maksiat daripada rezeki yang sudah Allah titipkan, pejabat yang menyalahi akan jabatannya sehingga melakukan perkara yang buruk, mungkin di sisi manusia dia di hormati, tapi di sisi Allah tidak sama sekali
Dan ada juga orang itu di sisi Allah besar dan di muliakan di sisi manusia, yaitu siapa? Yakni Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, nah inilah satu satunya manusia yang bisa mendapatkan gelar yang demikian itu, sehingga bukan hanya orang Islam yang menyanjung nabi kita, bahkan orang kafir pun, mereka ada menulis buku 100 orang yang paling berpengaruh di dalam dunia, nomor 1 nya adalah Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, nah itu contoh manusia yang besar di sisi manusia dan di sisi Allah mulia
Nah adapun lagi orang yang di sisi manusia hina, dan di sisi Allah tidak ada harganya, yakni orang fakir miskis, di tambah lagi durhaka kepada Allah, tidak punya rumah, miskin, puasa tidak, sembahyang tidak, ibadah tidak, nah itu lah contoh 4 macam manusia
Berkata sebagian ahli hikmat, barangsiapa yang berdzikir dengan nama Allah Al Kabir, dengan di sebutnya ya Kabir, ya Kabir, ya Kabir, berapa? Sebilangan hurufnya, nah kita baca ya Kabir itu sebilangannya, 232 kali baca, maka akan di bukakan Allah baginya pintu rezeki, pintu ilmu, pintu Qabul, mudahan Allah menolong kita, insyaallah, Allah berjanji akan membukakan kebaikan pada dirinya, cuman amalan ini berterusan, dengan kesungguhan kita, lakukan sampai kita mati
Macam ada hadist kenapa kita ini di suruh untuk membunuh cicak, karena di kisahkan cicak ini ikut meniup bara api agar menyala untuk peristiwa nabi Ibrahim, nah padahal apalah tiupan cecak itu, dikit pun tak berpengruh, walaupun itu sedikit, cuman karena niatnya itu tidak bagus, nah itu yang di balas oleh Allah subhanahu wata'ala, jadi Allah itu tidak memandang besar atau kecilnya itu perbuatan, yang di pandang Allah adalah niat, keyakinan, kesungguhan kita dalam ibadah kepada Allah
Ada lagi haram kita ini membunuh kodok, karena di kisahkan kodok ini ikut meludah di api nabi Ibrahim supaya padam apinya, nah ini seberapa lah ludah kodoh itu hendak memadamkan api, tapi yang di pandang Allah bukan itu, tapi niat baik yang di lakukan kodok itu lah yang di pandang Allah besar dan mulia, nah jadi setiap apapun ibadah yang kita laluian, musti ada niat yang baik, agar demikian itu mendapatkan kebaikan di sisi Allah subhanahu wata'ala, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin
Insyaallah mudahan Allah senantiasa memberikan kita pertolongan dan memudahkan kita dalam menuntut ilmu yang mendapat keridhaan daripada Allah, amiin ya Allah, bismillah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
minta doahkan, insyaallah