Pages

Kamis, 06 November 2025

39. Al hafiz, memelihara sekalian yang dia ciptakan

Bismillah

( Attasi' wassalasun min asmailla Al Husna, Al hafiz

39. Al hafiz

Yang ke 39, daripada Asmaul Husna adalah Al hafiz, artinya yang maha memelihara, atau maha menjaga, jadi Allah subhanahu wata'ala itu daripada sekalian banyaknya namanya, Al hafiz ini yang maha memelihara, di dalam Alquran Allah berfirman, pada surat as Saba ayat 21, 

Dan Tuhan engkau atas tiap-tiap sesuatu, hafiz, menjaga, nah hafiz ini sigrhot muballaghroh, kalaunya, haaafiz, artinya yang memelihara, tapi kalau hafiiiiiz, artinya maha, sangat memelihara, sama dengan 'aaalim, orang yang berilmu, tapi kalau 'aliiim, maha berilmu, nah nama Allah ini, bukan haaafiz, tapi hafiiiz, yang maha memelihara 
Allah subhanahu wata'ala memelihara segala sesuatu yang di ciptakan oleh Allah

( Al hafiz huwalladzi yahfazu jami'al maujudad, minal mahaliq, ila ajalihal musamma) Al hafiz itu dialah yang memelihara sekalian yang di ciptakan, di pelihara oleh Allah daripada segala macam sesuatu yang membinasakan, sampai kepada ajalnya yang di tentukan Allah subhanahu wata'ala, 
Nah Allah menciptakan sesuatu itu ada ajalnya yang sudah di tentukan oleh allah, Allah menciptakan gunung, ini ada waktunya, misal ini gunung di ciptakan Allah untuk bisa bertahan 1000 tahun, nah itu namanya adalah ajalnya 

Macam manusia di cipta oleh Allah sampai kepada batasnya, ajalnya, ada yang di beri ajal 60 tahun, ada yang di beri ajal 30 tahun, 50 tahun, nah jadi maksudnya Allah itu maha memelihara, Allah ciptakan manusia, Allah beri umur dia 50, dan Allah pelihara ini orang sampai habis umurnya 50, artinya tidak akan mati seseorang itu sebelum ajalnya tiba, 
Karena sudah di tentukan Allah, otomatis Allah jaga, Allah pelihara daripada hal hal yang bisa membinasakannya sampailah kepada batas waktu yang sudah di tentukan oleh Allah subhanahu wata'ala 

Nah jadi segala macam sesuatu yang di cipta Allah, Allah beri umurnya dan Allah pelihara, tidak akan mati, tidak akan hilang, tidak akan binasa, sebelum habis waktu yang di tentukan Allah subhanahu wata'ala, lain kita manusia, misal kita ni membuat sebuah bangunan, kita tentukan bagunan ini akan berumur 20 tahun, kita rancang, kita siapkan alat alatnya, nah 10 tahun ini bangunan bisa aja runtuh, 
nah itu lah karena manusia yang menjaga betul tentu sampai sesuatu dengan apa yang di rancang, jauh sangat berbeda dengan Allah, kalau Allah sudah membikin sesuatu, Allah tentukan umurnya, Allah tentukan ajalnya, maka tidak akan ada sesuatu yang bisa merusak, membinasakannya, kecuali apa yang sudah di tentukan oleh Allah
Nah itu lah nama Allah Al hafiz

Contoh misalnya nabi Ibrahim alaihissalam, Allah ciptakan nabi Ibrahim, Allah tentukan ajalnya, Allah berikan dia umur sampai sekian tahun, selama nabi Ibrahim belum sampai kepada apa yang sudah di tentukan Allah, maka akan Allah jaga, tidak ada satupun yang bisa membinasakannya, kan nabi Ibrahim itu di lempar oleh namruz, ke dalam api, nabi Ibrahim santai aja, tidak terbakar, kenapa? Karena sudah di jaga, di pelihara oleh Allah, api terasa dingin, karena itu lah jaminan daripada Allah
Itulah bukti Allah memelihara nabi Ibrahim sampailah kepada batas umur yang sudah di tentukan

Macam nabi Yunus, di lemparkan ke laut, di makan oleh ikan yang besar, beberapa hari di dalam perut ikan, nah Allah masih memeliharanya, kenapa? Karna takdir nabi Yunus itu masih panjang, jadi selama takdir itu masih ada, selama masa itu masih ada, Allah pasti menjaga kita dan tidak akan pernah hilang daripada penjagaanya Allah, misal kita ini di titipkan Allah rezeki, kendaraan, Allah bagi kita kendaraan ini untuk 5 tahun, ujar Allah aku beri engkau rezeki itu, nah selama menitipkan itu pasti akan Allah jaga, kita letak di mana aja akan aman, sampai kepada batas yang sudah di tentukan Allah, kalau sudah habis jaminan daripada Allah, walaupun kita kunci itu kendaraan, kita rantai, maka tetap akan hilang, ataupun tiba-tiba ada masalah, itu kendaraan pun di jual, nah itu lah sesuatu yang sudah di tetapkan Allah umurnya, tapi kalau belum sampai umurnya pasti akan Allah jaga 

Nabi Zakaria alaihissalam di berikan Allah umur sampai sekian tahun, di jaga oleh Allah, tidak akan bisa, tidak akan mampu orang orang kafir Yahudi hendak menyakiti dan membunuh nabi Zakaria, suatu hari nabi Zakaria ini di kepung oleh orang-orang Yahudi, orang orang kafir, dan nabi Zakaria pun bersembunyi di dalam pohon, nah pohon ini besar, di situ ada lubang, nabi Zakaria pun masuk, bersembunyi di dalam pohon itu, dan pohon pun melindungi, pas di kepung orang kafir, hilang jejak nabi Zakaria, tidak mungkin ujar mereka masuk ke dalam pohon manusia, 

nah tetapi jaminan Allah memberikan umur kepada nabi Zakaria sudah habis, nah walaupun nabi Zakaria di lindungi oleh pohon yang demikian besar tapi jaminan Allah sudah habis untuk nabi Zakaria, maka iblis mengatakan kepada musuh itu nabi Zakaria ada di dalam pohon, ujar musuh tidak mungkin manusia itu bisa masuk ke dalam pohon, iblis mengatakan kalau engkau tidak percaya potong aja pohon itu, gergaji, mati nanti nabi Zakaria ujar iblis, orang kafir pun memotong, membelah itu pohon, maka terbelahlah tubuh nabi kita Zakaria alaihissalam, itu lah walaupun sudah di jaga oleh pohon, tapi kalau jaminan Allah sudah habis, penjagaan Allah sudah habis, maka sudah sampailah umur nabi Zakaria alaihissalam di tempat itu, nah ini lah Al hafiznya Allah subhanahu wata'ala

Contoh lagi Al hafiz, Allah menurunkan hujan, di takdirkan oleh Allah hujan itu akan turun di suatu daerah, maka turun lah hujan, nah turunnya hujan ini di pelihara oleh Allah tidak akan meleset hujan itu di tempat lain, tetap turunnya di tempat itu, disitu, langsung Al hafiz menjaga, jangan sampai angin membawa itu hujan ke tempat yang lain, sehingga hujan itu tempat dan tidak akan meleset karena sudah sesuai dengan apa yang sudah di takdirkan oleh Allah subhanahu wata'ala, 

dan lagi Allah mentakdirkan kita, ujar Tuhan hari ini si Fulan bin bulan, dapat rezeki sekian, melalui perantara, ada yang dari usaha, ada yang tiba-tiba datang, sampai lah sesuai dengan takdir Allah, nah Allah memberikan itu ada penjagaannya, dan tidak akan meleset kepada orang lain rezeki itu, pasti sampai kepada orang yang sudah di tentukan oleh Allah, itulah Al hafiz Allah subhanahu wata'ala, jadi Allah subhanahu wata'ala menakdirkan sesuatu, Allah menjaga takdir itu supaya sampai kepada apa yang sudah di takdirkan Allah 

Nah kalau Allah sudah menjaga, Allah sudah memelihara sampai kepada batas waktu yang sudah di tentukan, kenapa Allah menyuruh kita menjaga, nah apa gunanya jagaan kita, kan banyak itu hadist hadist nabi, kalau engkau hendak tidur, ujar nabi kita kunci rumah, tutup rumah, jaga jangan sampai maling masuk, nah apa ini gunanya, padahal sekuat apapun kita jaga jalau sudah habis masanya tetap maling tu akan masuk, walaupun kita tidak kunci rumah kita, di buka aja, kita tidur, dan tidak akan hilang apapun, karena hati maling sudah di tutup oleh Allah tidak akan melihat rumah kita, karena itu adalah dalam Al hafiz pemeliharaannya Allah subhanahu wata'ala 

Nah apa gunanya Allah menyuruh kita untuk menjaga? Ujar nabi kalau hendak tidur tutup rumah, walaupun di tutup itu pakai lidi, misalnya, karena jangan dahulu tu kan tidak ada penguncian macam sekarang, jadi tutup rumah, ada tempat wadah air yang terbuka, tutupkan, karena malam itu banyak turun penyakit, bala, jadi kalau malam kita hendak tidur tutupi, jaga, supaya tidak kemasukan penyakit, asal tertutup, tanda kita ni sudah menutupi, jadi Allah subhanahu wata'ala menyuruh kita menjaga itu, padahal Allah sudah menjaga, hanya saja usaha kita itu untuk membuatkan kita mendapatkan pahala daripada Allah subhanahu wata'ala, supaya kita ini mendapatkan pahala menjunjung perintah Allah, nah berpahala jadinya kita

Jadi niat kita itu harus benar semata-mata hendak menjunjung perintah Allah, bukan hanya takut akan maling tapi lupa kepada Allah, karena kalau hanya begitu saja niatnya maka sia, jadi kita tutup pintu walaupun hanya dengan beberapa lidi untuk mengganjalnya, itu bertujuan hendak menjunjung perintah Allah, Nah jadi Allah menyuruh kita jaga ini, pelihara ini, supaya kita ini patuh kepada perintah Allah dan menjunjung tinggi apa yang Allah perintahkan, karena sejatinya kita ini hanya manusia tidak akan bisa menjaga, yang bisa menjaga itu hanyalah Allah yang bernama Al hafiz ini 

Ada satu kejadian, orang kaya Raya, rumahnya luas, mewah, di depannya ada security, Dan rumah itu di pasangi cctc, suatu malam, rumah orang kaya tadi, hilang mobil, cctv ada, security ada, tapi tetap hilang, besok harinya yang punya rumah bangun, liat mobilnya tidak ada, di lihat security semuanya tertidur, kenapa bisa terjadi itu, karena jaminan Allah untuk orang kaya ini, dan jaminan baginya untuk menikmati mobil itu sudah habis masanya, itulah contoh penjagaan manusia sangat lemah dan tidak ada gunanya, tapi kalau barang itu masih dalam masa dimana kita masih di izinkan Allah untuk memakai, kita tertinggal sepeda motor di pasal, ada kuncinya tersangkut disitu, nah tidak akan bergerak, karena sudah di jaga Allah, itu lah Al hafiz Allah, maha menjaga dan memelihara daripada segala macam sesuatu yang merusak, yang menghilangkan, sampailah kepada batas dan waktu yang di tentukan oleh Allah subhanahu wata'ala 

( Al mukmin bismillahil hafiz, ayyahfazo jawarihahu, waqolbahu, wadinahu, an muhlikatih) orang yang sudah beriman bahwa Allah itu maha memelihara, Allah maha menjaga, nah sudah percaya kita, sudah beriman kita, maka kalau kita sudah demikan, berarti kita bersungguh-sungguh akan menjaga dirinya, akan menjaga dirinya, menjaga anggota tubuhnya, menjaga hatinya, menjaga agamanya, agar jangan sampai hilang, bukan hanya kita ini di suruh menjaga rumah, menjaga motor, tapi kita di suruh untuk menjaga agama, karena agama ini bisa hilang, bukan hanya sendal yang bisa hilang, agama Islam kita ini pun bisa hilang, dari diri kita, jakau kita tidak jaga, hilang 

Macam anggota tubuh kita ini, kalau kita tidak jaga, maka akan di kuasai oleh syaitan, jadi kalau kita sudah beriman dengan nama Allah la hafiz, kita di suruh untuk menjaga itu, jaga agama kita, jaga hati kita, jaga anggota tubuh kita, terutama anggota yang perlu di jaga, yang dzohir ( Al lisan walfarjhu? Karna tangan perlu di jaga, mata perlu di jaga, kaki, telinga dan yang paling penting adalah (Al lisan walfarjhu) lisan dan kemaluan, nah itu dua anggota yang secara khusus mendapatkan pesan daripada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam 

Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda ( mayyadhmanli ma baina lahyaihi 
wama baina rijlayhi, admanlahul Jannah) ujar nabi siapa yang berani menjamin bahwa dia bisa jaga lisannya, menjaga mulutnya, dia jaga di antara dua kakinya yakni kemaluan, nah dia bisa menjaga itu, maka aku jamin dia masuk syurga, ujar Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, nah orang yang bisa menjaga lisannya daripada Berkata-kata yang tidak bagus, dia jaga kemaluannya jangan sampai melakukan perkara yang di haramkan Allah, ( adman lahul jannah) aku jamin dia masuk surga

( Wadinahu) Dan menjaga agama, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, seperti yang di riwayatkan Anas bin Malik, Rasulullah itu sering kali berdoa kepada Allah 
( Ya muqallibal qulub, stabbit qolbi ala dinik) wahai Allah yang membolak-balikkan hati manusia, tetapkan hatiku atas agama engkau, ujar nabi di akhir zaman itu ada orang paginya mukmin, perangnya kafir, nah nabi sudah memberikan kabar dari dulu, ada orang yang perangnya kafir paginya mukmin, artinya apa, di zaman akhir itu sangat mudah orang kehilangan agamanya, kenapa sebabnya? Karena tidak adanya penjagaan 

Ayam aja kalau tidak kita jaga bisa hilang, apalagi agama, karena banyak yang mengintai, macam syaitan akan mengambil agama kita, orang nasrahi, orang kafir, nah kalau kita tidak menjaga agama akan hilang, hilangnya agama itu bukan berarti kita ini menyembah berhala, bukan? tidak seperti itu, tetapi agama ini bisa hilang, dimana kita setuju dengan kekafiran, ada orang kafir, nah kita di dalam hati setuju akan kekafirannya itu, maka hilang sudah agama kita, ( arridho bil kufri, kufrun) kita senang dengan dengan agama orang kafir, berarti kita ini kafir, nah ini yang banyak menyebabkan seseorang itu hilang agamanya 

Nah itu sebabnya kalau ada orang hendak masuk Islam, kita ini di datangi orang, ujarnya aku hendak masuk Islam, maka lekas, segara Islamnya pada saat itu juga, pada detik itu juga, jangan lagi kita beri kesempatan semenit pun untuk berani menunda itu, di dalam kita (qowati'ul Islam) di sebutkan, kalau ada orang datang kepada kita, aku hendak masuk Islam, ajarkan aku, bimbing aku mengucapkan dua kalimat syahadat, ujar kita tunggu sebentar aku ada kerjaan, tunggu dulu aku hendak makan, nah sudah kafir kita, kenapa? Karna berarti kita sementara makan itu kita Rida dia ini kafir kepada Allah subhanahu wata'ala, 

bahkan sembahyang pun di tunda dulu, misal ada orang qomat di masjid, hendak siap-siap sembahyang, ada orang kafir datang, di panggilnya kita, tolong ajarkan aku bimbing aku, aku hendak masuk Islam, ajarkan aku mengucapkan dua kalimat syadaha, nah Islamkan segera, Karna satu menit, satu detik saja kita Rida dengan kekafiran orang kafir, berarti kita ini yang jadi kafir, hilang agama kita, nah jadi keimanan kita kepada nama Allah Al hafiz yang maha menjaga, maka kita jaga agama kita, jangan sampai agama ini hilang 

Jadi jangan di anggap bahwa hilangnya agama itu harus pindah agama, bukan itu, kita setuju si Fulan itu agamanya kafir, berarti kita ini yang kafir, kita setuju si Fulan itu minum arak, berzina, berarti kita ini sama dengannya ( arridho bil maksiat, maksiatun) nah jadi kita tidak boleh setuju dengan semua perkara yang tidak baik itu, tapi kalau kita setuju dengan dirinya karena dia ini baik, Karna dia ini pemaaf, Karna dia ini orangnya sabar, nah itu lain kisahnya, tapi kalau kita setuju dia ini beragama Nasrani, aku ni Islam, engkau ni nasrahi, silahkan tak apa, yang penting sama sama baik, nah ini sudah hilang agama kita, karena agama yang di ridai Allah itu hanya satu yakni Islam

Tapi kalau kita mengatakan agama lain baik juga bagi kita, nah ini hilang sudah agama kita, beda kalau mereka yang mengatakan agama Nasrani itu baik, silahkan aja, orang yahudi mengatakan agamanya bagus, silahkan, itu urusan dia, tapi kalau kita orang mukmin, kita punya Haq mengatakan, ini agamaku, agama Islam satu satunya agama yang baik yang di ridai oleh Allah subhanahu wata'ala, kalau ada orang mengatakan semuaan agama itu bagus, berarti sudah bertentangan dengan hukum Allah subhanahu wata'ala, agama itu bagus ya bagi pemeluknya masing-masing, tapi bagiku seorang mukmin, Islam adalah agamaku, agama satu satunya yang mendapatkan keridhoan daripada Allah 

Maka tetapkan lah hatiku ya Allah atas agamamu sampai aku mati, insyaallah, mudahan Allah senantiasa menjaga kita semuaan ini, aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta doahkan, insyaallah