InsyaAllah, dalam beberapa waktu ini, sering sekali terjadi yang namanya keliru, dan gelisah, akan perbuatan yang kita lakukan selama hidup, baik secara sadar maupun tidak, kadang kita merasa malas untuk meneguhkan hati di jalannya Allah, ada kalanya malas dalam beribadah, seperti solat, menunda-munda contohnya, ada pula dalam amalan lainnya, seperti membiarkan orang yang butuh pertolongan kita, padahal setiap hati manusia dalam melakukan kebaikan akan di gerakkan hatinya, ada hikmah yang tersembunyi di balik setiap kejadian yang ada"
Sedikit cerita :
Waktu itu, si sore hati, tepatnya pada pukul 5, dengan suasana sedikif panas, datang seorang pak tua yang ingin meminta bantuan ke pada seorang saudagar yang kaya raya, tanpa berpikir panjang pak tua pun datang menemui saudara tersebut, dengan sebuah harapan yang penuh permohonan,
"Di dalam perjalan menuju rumah saudagar, pak tua sambil berdzikir mengingat Allah, dan berdoa supaya Allah menggarakkan hati manusia, ( saudagar tersebut ), supaya bisa membantu pak tua. Sampai lah pak itu dan berjumpa lah mereka berdua, dan kemudian, pak tau menyampaikan hajatnya,
Pak tua "assalamualaikum
Saudagar kaya "walaikumsalam,
Pak tua "maap mengganggu waktumu tuan, saya ingin meminta pertolongan tuan, saya ingin meminjam uang, untuk biaya berobat anak saya,
Saudara kaya, wah, maap pak, saya tidak bisa membantu, mungkin bisa pinjam uang sama yang lain saja pak, (" dalam hati berbisik 'ga mungkin ni pak tua minjam uang dan bakalan di kembalikan ya, "walaupun di kembalikan pasti lama" "mending ga usah aja", datangnya pas susah aja, pas ada maunya aja )
Pak tua "yauda tuan, maap mengganggu, saya pamit dulu"
Nah, dari cerita di atas, bahwasanya, ada seorang pak tua yang ingin meminjam uang kepada suadagar yang kaya raya, tapi sebaliknya ia tidak mendapat apa-apa, melainkan hanya pandangan yang kurang elok dan perlakuan yang tidak baik, "yang sudah berbisik di dalam hati saudagar tersebut" mungkin seperti itu si singkat ceritanya.
Dalam pandangan "renungan hati, bahwa ketika seseorang datang kepada kita, kemudian ingin meminta bantuan, bukan kah seharusnya kita bantu sebisa mungkin dengan sikap yang baik, sehingga tidak menyakiti hati seseorang tersebut, " dan ada kalanya kita merenung terlebih daluhu, bahwa, ketika ada seseorang datang dengan niat ingin meminta bantuan" maka hal pertama yang harus kita pikirkan adalah " Alhamdulillah, orang ini datang atas kehendaknya Allah, dan orang ini datang ingin meminta bantuan dari ku, orang ini berpikir bahwa aku adalah orang baik, yang bisa membantunya, dan pikiran-pikiran baik lainnya, insyaAllah, dengan pikiran baik tersebut sudah jauh lebih bermakna, daripada berburuk sangka.
Bukankah Allah yang maha menggerakkan hati manusia? Dan Allah memberikan waktu, nikmat dan kesempatan yang ada pada diri kita yang Allah kasi ini untuk membantu orang lain? Dan ketika engkau sudah melaksanakan perbuatan baik dengan membantu orang lain, jangan lah berharap bahwa orang lain akan membantu kembali, berharap lah ke pada Allah, dengan ikhlas, dan hanya pertolongan Allah lah yang akan membantu diri ku suatu saat nanti dikala aku sedang kesusahan.
InsyaAllah dengan hal sederhana tersebut, kita akan mendapatkan nikmatnya kehidupan yang Allah berikan kepada diri kita, dengan rasa bersyukur Allah izinkan kita membantu orang lain yang membutuhkan bantuan, dengan itu beruntunglah orang-orang yang sentia mendahulukan rasa syukurnya, atas perbuatan-perbuatan baik yang ia lakukan, setiap ia melakukan kebaikan, hendak lah ia tanamkan dalam hatinya, "aku bukan lah siapa", aku hanya hamba, dengan kuasa Allah lah aku bisa menolong orang lain, MasyaAllah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar