Pages

Kamis, 03 Juni 2021

Meniti-Perlahan Menjauh-Bertahan

Sastra itu jelas maknanya,
tujuannya satu, harus di sampaikan,
bawakan ia sedikit mendayu-dayu,
bukannya rayuan, tapi lebih kepada ungkapan rasa yang penuh dengan lautan kata,

perasaan-perasaan gelisah, rindu, bisa di obati dengan sastra, adakalanya sedikit ungkapan saja membawa kepada rasa yang begitu dalam, adapula larangan dan adabnya, jangan engkau tanam mawar di tanah tandus, maka tumbuhnya tidak akan elok di pandang mata, 

jika suatu saat ada seorang sastrawan yang bermain dengan sastra dengan tujuan ingin merusak arti dan makanya, maka hentikan lah, atau setidaknya, ingatkan untuk bisa lebih memahami arti kata dalam samudra lautan yang penuh dengan ungkapan rasa, seharusnya di sampaikan dengan baik dan benar, yang elok lagi baik tujuan dan maknanya, 

tapi jika di biarkan begitu saja, maka hancurlah segala isi yang ada pada kata, yang seolah-olah di jadikan tempat untuk menyembunyikan kebenaran dan mengambil untung atas manisnya kata.

bukannya melarang untuk kebebasan dalam pengungkapan kata, tapi kalau tidak tulus dan merusak maknanya, kenapa harus di biarkan. karna sudah banyak sekali yang bertentangan, dengan merangkai segala ungkapan yang bertujuan mengelabui seseorang hingga banyak kata tak serupa dengan perbuatan yang di lakukan.

"Jangan pernah engkau melarang perahu yang sudah memasang layar untuk melabuh berjalan bersendiri di selat samudra, jangan pula engkau melarang turunkan hujan di pelopak mata, jika rindu sudah tidak tertahankan lagi, biarpun perahu yang berjalan perlahan sendirian, biarpun rindu sudah tak mampu untuk di tahankan lagi, maka hati selalu akan berlayar menuju tangkahan singgahan hati yang menetap".

"Jangan pernah melarang langit yang sudah melukiskan mendungnya, dan bermain musik dengan suara guruhnya, maka ia akan menari sampai awan gelap datang bersamaan, jangan pula pernah menahan rasa apalagi sampai menyembunyikannya dengan senyuman yang sering membuat bunga layu, maka itu tidak akan elok di pandang mata, tinggalkan lah, biarkan ia berjalan sembuh, biarkan ia pulang gembira. 

Sampai jumpa-sampai kembali.






Tidak ada komentar:

More Article about this Blog