Pages

Kamis, 16 Juni 2022

5. Ya Kuddus, maha suci Allah daripada segalanya

Alhamdulillah, segala puji syukur selalu kita haturkan kehadirat Allahu subhanahu wata'ala, dengan limpahan nikmat dan hidayah sehingga kita masih saja di berikan Allah kesehatan sampai saat ini, dan sholawat serta salam kita panjatkan kepada Baginda Rasulullah, dan seluruh keluarga dan pengikut beliau sampai Yaumil kiamat nanti.

Nama Allah yang ke lima iyalah Al - Kuddus ( Maha Suci )

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُ

Artinya: Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
— Surat Al-Hasyr Ayat 23, juz 28, surah ke 59

يُسَبِّحُ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ الۡمَلِكِ الۡقُدُّوۡسِ الۡعَزِيۡزِ الۡحَكِيۡمِ

Artinya: Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. Surah Al-jumuah ayat 1, juz 28, surah ke 62

Di dalam hadist yang shahih pula Nabi Muhammad bersabda : 

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَلَّمَ فِي الْوِتْرِ، قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسُ

Dari Ubay bin Ka'ab, ia berkata: Rasulullah apabila telah melakukan salam dalam shalat witir beliau mengucapkan "Subhaanal Malikil Qudduus." (HR. Abu Dawud)

Al-Kuddus itu artinya ialah ( yang maha suci dzatnya, sifatnya, perbuatannya, dari segala yang tidak patut dari segala kesempurnaannya dan keelokannya, demikian lah terjemah Al-quddus, yang di singkat sebagai maha suci ) 

Di dalam istilah agama kita, ada istilah yang namanya tahlil, mengucap la Ilaha illallah, 

kemudian ada tasbih, mengucap subhanallah,

kemudian ada lagi hauqolah, mengucap lahaula wala quwwata Illa Billah

Ada basmalah, mengucap bismillah, 

Ada Takdis mengucap : subhanallah Al-quddus, 

Maha suci dzatnya Allah daripada hajat, mustahil Allah itu berhajat, bahkan selainnya yang berhajat kepada Allah.

Contoh : Allah menyuruh kita taat, bukan karna Allah perlu berhajat dengan taat kira, Allah menyuruh kita sembahyang 5 waktu sehari , bukan karna Allah berhajat akan sembahyang kita  itu,

(Takhoddasa jatuhu 'anil hajat ) maha suci Allah daripada berhajat.

Karna tidak ada sangkut pautnya dengan kebesaran serta keagungan Allah, kembalinya taat dan perbuatan baik itu akan kembali kepada orang yang melakukannya.

Hadist qudsi Allah :

 يا عِبَادِي لو أنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وإنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا علَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنكُمْ، ما زَادَ ذلكَ في مُلْكِي شيئًا، يا عِبَادِي لو أنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وإنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا علَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ، ما نَقَصَ ذلكَ مِن مُلْكِي شيئًا

Akhozahu muslim wa Tirmidzi, 

Wahai hamba" ku kata Allah, jikalau orang yg pertama dari kalian, nabi Adam, sampai yang terakhir hari kiamat, baik manusia dan juga jin semuaan itu seperti nabi Muhammad, taatnya, takwanya, 

( Ma jada syai, a. Pi mulki syai,a. ) Sedikitpun tidak menambah kebesaran, keagunan, kerajaan ku, masyaaAllah,

 Wahai hamba" ku kata Allah, jikalau orang yg pertama dari kalian, sampai yang terakhir hari kiamat, manusia paling jahat hatinya, seperti Firaun, satupun tidak beriman kepada Allah,  

( Ma naqasa jalika min mulki syai an, ) tidak mengurangi yang demikian dari kerajaanku sedikit jua pun.

Nah ini artinya bahwa  Allah tidak perlu sedikitpun taat kita, dan Allah tidak merasa lemah, tidak merasa hina, kalau kita maksiat kepada Allah .nah itu Al-quddus (Takhoddasa jatuhu 'anil hajat ) maha suci Allah daripada berhajat.)

Mahasuci Allah daripada yang meng, adakan. Dan maha suci dzad Allah daripada mungkin, 

Contohnya seperti kita ini, bisa di adakan Allah, bisa tidak di adakan Allah, karna Allah itu wajibul wujud, wajib ada pada akal kita, (tidak ada yg namanya kemungkinan)

Mahasuci dazt Allah daripada serupa, baik menyerupai baik diserupai, tidak ada mirip dari siapa juapun, 

Mahasuci dzat Allah daripada bersusun, contohnya macam kita ini, ada tulang, ada daging , ada urat, nah kalau Allah mahasuci Allah daripada itu 

Mahasuci Allah daripada bertempat, dimana Allah? Allah tidak bertempat, seperti apa kyk bertempat, Allah itu sudah ada sebelum ada tempat, tempat itu ciptaan Allah,

Allah sudah ada sebelum adanya bumi, Allah sudah ada sebelum adanya langit, Allah sudah ada daripada aras, Allah sudah ada sebelum adanya qursi, 



Nah mahasuci Allah daripada bertempat.


Dan mahasuci Allah daripada panca Indra, 

Al-quddus bi jatihi, ( maha suci Allah dari apa-apa yang Allah ciptakan.

Bagi Allah tidak istilah tidak tahu, mahasuci Allah daripada lemah, dan maha suci sifat Allah daripada terpaksa, (seperti apapun kita berdoa,)

Mahasuci sifat Allah daripada berubah, contohnya manusia mata, sudah tua jadi kabur, kalau Allah tidak seperti demikian,

Dan mahasuci Allah daripada lupa, dan mahasuci Allah di namai daripada Asmaul Husna Allah, 

mahasuci Allah daripada di bikin bikin namanya, Khoir, baik Sani, mulia, 

Mahasuci Allah daripada perbuatan bhatil, sia-sia, tidak ada satupun di alam dunia ini melainkan ciptakan Allah, dan tidak ada satupun yg Allah ciptakan itu, 

Mahasuci Allah daripada mengambil keuntungan daripada yg ia ciptakan, 

Dan mahasuci Allah daripada berbuat dzolim, nah itulah makna Al-Quddusnya Allah. Yang berhubungan dengan Allah, 


Al-quddus pula yang bisa mensucikan hati para ahli ibadah daripada hal hal yg bertentangan daripada Allah, Al-quddus inilah yg membuatkan orang orang yang bersih hatinya, yang bersih perbuatannya daripada hal hal yang tercela, (subhanallah)


Nah, apabila sudah kita tahu makna alquddus yang demikian tadi, 

Apa akhlak, dan buah ketika beriman kepada Alquddus, syamaratul iman? Akan mendapat 2 buah iman

1. Kita wajib mensucikan sifat, dzat Allah itu tidak bertempat, jangan katakan lagi Allah itu di atas, siapa di atas, banyak di atas, (kalimat kehendak yg di atas, kehendak Allah aja, 

2. Mensucikan Allah daripada yang tidak patutnya, semisalnya kita mendesak Allah, 

3. Mensucikan Allah perbuatan-perbuatan Allah, 

Satu anugrah, dua keadllan, (Allah masukan orang kesyurga, karna kemurahannya, Allah berikan neraka, karna keadilan, ) tidak ada perbuatan Allah itu daripada dzolim, 

Contohnya : 

Jangan ketika kita di berikan musibah, padahal baik, padahal rajin, malah sudah, tetangga kita melakukan riba, hidupnya enak, aku yg sembahyang kenapa banyak hutang, jangan sampai demikian, 

Maka tidak ada satupun perbuatan Allah itu yg tidak baik, karna Al-Quddusnya Allah ini, suci daripada perbuatan dzolim, 

Melainkan ada hikmahnya yg Allah berikan kepada kita

Kita contohkan lagi : seorang doktor, doktor ini memotong kaki seseorang, karna kaki seseorang ini punya penyakit diabetes, apakah doktor itu dzolim?

Apakah keluarga pasien akan mengatakan doktor itu jahat, bahkan berterima kasih, bayar lagi, kaki di potong, karna ingin menyelamatkan yang lebih banyak di tubuh kita, kalau di biarkan akan  menjalar, bisa kemana-mana nanti punyakitnya, untuk mengatasi itu  jadi doktor mengambil kesimpulan, amputasi, potong kaki, maka dengan senang hati, Ridha, untuk menyelamatkan sisa tubuh yang lain, 

Maka demikianlah hikmahnya, 

Itulah rahasia Allah kenapa berikan kita penyakit, 

Jasad kita di bandingan dengan ruh kita, tidak ada apa-apa, 

Karna ruh kita ini banyak dosa, nah untuk menyelamatkan ruh kita daripada neraka, maka dengan penyakit ini Allah, hapus dosa-dosa kita sehingga kita bersih dan berhak masuk surga Allah, sesuai dengan hadist shahih Rasulullah, 

(Tidak ada satu penyakitpun yang diberikan Allah kepada manusia melainkan ada dosa yang di angkat dari tubuh manusia itu )


Mana sayangnya kita sama ruh atau sama jasad, ruh lah, ruh kekal, jasad kita akan hancur 

Maka demikianlah perbuatan Allah itu tidak ada dzolim, 

Al-Kuddus ( Maha suci )

Maha suci Allah dari yang meng-adakan, maha suci Allah dari pada kemungkinan, maha suci Allah dari pada serupa, Maha suci Allah dari pada bersusun, maha suci Allah daripada di-dapati daripada segala panca-indra, maha suci Allah dari pada tempat, maha suci Allah dari kelemahan, maha suci Allah dari pada keterpaksaan, maha suci sifat Allah daripada berubah, lupa dan lengah, maha suci Allah dari segala sesuatu yang ia ciptakan. 

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog