Artinya: “Sungguh Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk Baginda Rasulullah. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,” (Surat Al-Ahzab ayat 56).
Bismillah, puji syukur kita kehadhirat Allahu subhanahu wata'ala, serta shalawat dan salam kita haturkan ke pada Baginda Rasulullah, semoga kiranya kita kelak di Yaumil akhirat termasuk orang yang mendapatkan syafa'at Baginda Rasulullah, aamiinا
Taubat,
Istigfar,
Puasa,
Rabbirfirli waehamni, watub'alayya,
Adapun amalan setiap hari kita bisa juga, seperti bacaan sayyidul istigraf,
اللَّهُمَّصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Asmaul Husna yang ke enam adalah As - Salam. ( Maha Memberikan Keselamatan )
Allah subhanahu wata'ala berfiman :
هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Artinya : Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Dan Rasulullah bersabda :
Fainnallahu wassalam : Bahwasanya Allahu subhanahu wata'ala itu adalah assalam ( Maha memberikan keselamatan )
Bahwasanya imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa makna As-Salam itu adalah keterhindaran zat Allah dari segala aib, dzat Allah itu maha indah, dzat Allah itu sempurna, dan tidak ada kecualinya
Contohnya : lain hal dengan makhluk, bagaimanapun sempurnanya, tapi ada tapinya, tapi ada kecualinya, si Fulan itu cantik, sipulan itu bagus, tapi ada tapinya, itulah makhluk Allah,
Maka, selamat sifat Allah itu daripada aib.
Dan sifat Allah daripada kekurangan, ilmunya Allah sempurnah, tidak ada kurang, sehingga tidak ada sesuatu appaun yang tidak diketahui oleh Allah,
Contohnya : pendengaran Allah sempurna, selamat dari kurang, sehingga tidak ada sesuatu juapun yang tidak di dengar oleh Allah.
Sifat Allah lagi melihat, selamat penglihatan Allah dari padakurang, sehingga tidak ada sesuatu juapun tidak di lihat oleh Allah, seoamat sifanya daripada kurang
Dan selamat juga perbuatan olleu daripada jahat, jadi tidak ada sesuatu yang jahat, yang di sandarkan kepada Allah, karna sesungguhnya semua perbuatan Allah itu Khair(baik) tidak ada satupun perbuatan Allah itu jahat,
Di antara rukun iman, disitu di sebutkan bahwa, segala kebaikan, segala kejahatan di takdirkan oleh Allah, jadi artinya, Allah menakdirkan sesuatu yang baik, dan Allah juga menakdirkan sesuatu yang jahat, ( itulah takdir, yang jahat, yang baik, ) maka perbuatan Allah itu adalah sesuatu baik, seluruh perbuatan Allah itu adalah baik,
Contohnya : Allah menentukan si pulan itu baik, dan Allah menentukan si pulan ini jahat,
Contohnya : ada dua orang sakit, yang satu di putuskan oleh doktor di operasi, dan satu lagi cukup di berikan oleh, maka keputusan doktor itu adalah baik, sesuai dengan ilmunya,
Demikianlah Allah, Allah ciptakan orang baik, ada orang jahat, maka ketentuan Allah seperti itu adalah baik, Allah menentukan dia masuk syurga, dia masuk neraka.
Ini adalah taat, ini adalah dosa, ) maka Allah memutuskan itu adalah baik, selamatlah keputusan Allah dari perbuatan jahat, maka pernah menyandarkan sesuatu yang jahat itu kepada Allah.
وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
“Dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim, no. 8 )
Di dalam rukun iman, disitu disebutkan bahwa segala kebaikan, segala kejahatan (keburukan), semua di takdirkan oleh Allah, jadi artinya Allah subhanahu wata'ala itu menakdirkan sesuatu yang baik dan Allah pula yang menakdirkan sesuatu yang jahat (tidak baik), dengan kedua takdir itu yang sudah di tetapkan Allah, maka kebaikan di antara keduanya itu adalah datang dari Allah.
Adapun Allah menentukan hal itu baik, dan jahat itu adalah ketentuan Allah, karna penilaian manusia itu sangatlah terbatas dan penilaian-Nya Allah itu sangatlah luas.
Begitulah Allah, di ciptakan-Nya manusia untuk menjadi baik ( orang yang taat ), adapula menjadi yang jahat, ( orang yang maksiat ), di antara kedua keputusan itu yang sudah di putuskan oleh Allah adalah keputusan yang baik. Adapun yang bisa kita pahami adalah setiap kebaikan itu datangnya dari Allah dan keburukan yang kita anggap tidak baik itu pun datangnya dari Allah, walaupun hal tersebut tidak kita sukai.
Contohnya : ada dua orang yang sedang sakit, di hadapkan ke pada dokter, yang satu di putuskan untuk di operasi kakinya dan yang satunya lagi hanya di berikan obat saja sudah cukup, dimana keputusan dokter itu adalah baik, sesuai dengan ilmu dan kemampuannya.
Dalam salah satu doa iftitah yang terdapat dalam hadits ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu disebutkan,
وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِى يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ
“Kebaikan itu seluruhnya pada kedua tangan-Mu dan kejelekan tidak disandarkan kepada-Mu.” (HR. Muslim, no. 7)
Maka, para ulama mengajarkan kita adab, adab berbicara, tentang Allah, andaikata kita di tanya siapa yg menciptakan langit, siapa yang menciptakan bumi, manusia, tumbuhan kuda, unta,
Tapi siapa yang menciptakan babi, anjing, jangan di jawab Allah, karna itu kurang adab dengan Allah, walaupun itu hakikatnya itu ciptaan Allah,
Maka jawablah, seluruh haiwan yang ada di bumi, adalah ciptaan Allah,
Nabi Ibrahim di tanya, siapa yang menyehatkan kamu, Allah, siapa yang memberikan km rezeki, Allah, siapa yang membuatmu sakit, aku jawabnya,
Maka para ulama mengatakan, As-Salam itu, yang memberikam keselamatan baik di dunia, maupun di akhirat, maka keselamatan itu datangnya dari Allah, dan terbitnya juga daripada Allah.
Rasulullah bersanda :
Allahumma antas salam ( ya Allah engkaulah yg memberikan keselamatan, ) wamingkassalam, ( dari engkaulah terbitnya keselamatan itu)
Maka tidak selamatlah seseorang di dunia dan di akhirat, kecuali atas pertolongannya Allah, atas izin Allah, assalam ini,
Rasulullah menyebutkan bahwa di akhirat nanti, di Titian si ratul mustakim, akulah dan ummatku, yang akan pertama menyebrang, menuju syurga, ( wakallamurrasul yaumaizin, ) perkataan para rasul yang lewat itu, Allahumma sallim, Allahumma sallim, Allahumma sallim, ya Allah selamatkan lah, selamatkan lah, selamatkan, karna hanya Allah yang bisa menyelamatkan daripada neraka,
Maka itulah kandungan daripada makna As-Salam.
Maka assalam ini juga bisa di artikan kesejahteraan, contohnya ketika kita memberikan ucapan assalamualaikum.
Maka suatu ketika para sahabat itu ketika tahyat akhir, mereka mengatakan, assalamualaika ayyuhannabiyu warahmatullah, assalamualaika waala ibadilla hissolihin, assalamualallah,
Beberapa manfaat ketika kita beriman kepada Nama Allah As-salam
1. Orang yang beriman kepada As-Salam itu akan mengiktikatkan, merasakan di dalam hatinya bahwa Allah itu lah yang maha sumber keselamatan, yang bisa menyelamatkan diri kita di dunia dam akhirat adalah Allah, kalau adapun yang lain, itu hanyalah sarana dari Allah ( As-Salam)
Contohnya : minta lah keselamatan, (karna Allah sumber keselamrannya(ketenangan/ketentraman) kepada Allah karna itu lah bukti kita beriman kepada As-Salam
Contohnya : Allah humma Inna nas aluka salamatan piddin, pid Dunya wal akhirat, karena ketika kita meminta keselamatan kepada Allah itu lah bukti kita berikan kepada Allah, kepada Alllah
Contohnya lagi : Allahumma sallim na ( selamatkan kami,) wa sallim wali Dina, (selamatkan orangtua kami, )
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Surah Ar-Ra'd ayat 28)
2. Hingga orang-orang yang beriman kepada As-Salam adalah orang-orang yang menebarkan keselamatan/kesejahteraan kepada orang lain.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو - رضى الله عنهما - عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلَمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مِنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
Dari Abdullah bin 'Amru. Rasulullah shalallahu alahi wassalam bersabda, "Seorang muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya (Shahih Bukhari).
Asmuslimun
Orang yg Islam itu sebenarnya orang yang selamat kaum muslim dari kejahatan lisannya dan kejahatan tangannya.
Contohnya : orang yang sudah menanam di dalam hatinya beriman kepada nama Allah As-Salam ini maka akan membawa keselamatan (Aman) di manapun ia berada, hingga orang lain yang berada di sekitarnya pun akan ikut merasa tentram hatinya.
Maka sebaliknya, ketika orang yg tidak beriman kepada nama Allah assalam, maka dia akan menebar fitnah, mencuri,
3. Beriman ya seseorang itu pada As-Salam maka akan selamat lah ia daripada penyakit-penyakit bathin,
Penyakit bathin itu Contohnya seperti menyekutukan Allah,
Menyekutukan Allah itu ada yang nampak, ada pula yang tidak nampak, ada yang mengeluarkan kita dari Islam, adapula yang merusak hati kita.
dimana syirik yang nampak itu seperti menyembah berhala, matahari, dan lainnya. Adapula syirik yang tidak nampak itu seperti riya' seperti beramal baik hanya untuk di puji orang. Tapi syirik yang tidak nampak itu tidak lah sampai mengeluarkan dirinya dari Islam, hanya saja merusak hatinya sebagai seorang muslim.
Adapun contoh lagi : ketika kita minum obat, namun ketika kita sehat, maka ucapkanlah alhamdulilah, karna berkat assalamnya Allah aku sehat, dan usahaku meminum obat ini, hanya sebab aku menjadi sehat, tapi yang menyehatkan aku hanya Allah, begitulah iktikat yang benar,
Maka janganlah buruk sangka kepada Allah,
: Contohnya berdoa, :
Selamat hati daripada buruk sangka.
Dan selamat diri daripada berbuat tidak baik kepada makhluk Allah,
Sehingga kita di tuntut untuk sentiasa memperbaiki diri secara lahir dan bathin hingga menanamkan di dalam hati untuk sentiasa meminta keselamatan As-Salam kepada Allah di dunia dan akhirat. Sehingga hati itu akan tenang,
Di dalam Q.S. As-Syu’ara [26]: 88-89 Allah berfirman,
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“(Ingatlah) xzpada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan (membawa) hati yang salim (sehat).”
Mudah-mudahan, Allah ampunkan dosa kita,dan memberikan kita keselamatan di dunia dan akhirat, aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar