Engkau hendaklah mengatakan kepada diri sendiri, tidak akan mengenaiku, tidak akan menimpa kepadaku, tidak akan datang kepadaku, baik manfaat, baik mudharat, kaya, miskin, tidak akan datang kepadaku, kecuali apa yang telah di tetapkan oleh Allah untukku, ini lah yang wajib kita pegang dan kita yakinin di dalam hati kita.
Bahwa tidak akan datang sesuatu kepadaku, kecuali yang sudah di tetapkan oleh Allah. Allah subhanahu wata'ala adalah Tuhanku, Allah adalah dzat yang mencukupi, dan Allah adalah sebaik-baik Dzat yang mencukupi, dan aku yakin bahwa Allah itu maha bijaksana, dan tidak ada kesusahan atas kebijaksanaanNya Allah, Allah itu maha kuasa dan tidak terbatas kekuasaanNya Allah, Allah itu dzat yang maha pengasih dan tidak terbatas balas kasihNya.
Maka sudah selayaknya bila kita berserah diri hanya kepada Allah, dan kerna itu pasrahkanlah kepada Allah, dan hal yang kita pasrahkan Allah ialah hal-hal yang menyangkut prihal dunia, karna hal tersebut sudah di jamin oleh Allah, manakala perkara ibadah, urusan akhirat, maka itulah yang harus kita usahakan, dan pertanggungjawabkan, karna hal tersebut di tuntut oleh Allah, maka hendaklah kita sentiasa menyemangati diri kita untuk sentiasa taat dan beribadah kepada Allah, sesuatu tuntutan yang sudah Allah tetapkan.
Dan hendaknya ketika urusan dunia, dan yakinlah bahwa setiap apapun yang kita peroleh selama di dunia ini, maka itu adalah hal yang terbaik yang sudah Allah berikan kepada diri sendiri, maka apa yang di tetapkan oleh Allah kepada diri sendiri ini maka itu lah yang terbaik, sehingga ketika kita sudah Ridha dan yakin dengan hal itu, maka hidup kita akan menjadi tenang.
Dan jangan sampai mengeluh dengan kesusahan dunia, adapun ketika hati sudah tidak sanggup, maka mengeluhlah sampaikan semua keluh-kesah kita itu hanya kepada Allah, jangan kepada makhluk, karna hanya Allah adalah tempat kita mengadu, sehingga itu akan membuatkan hati kita menjadi tenang dan nyaman, karna hati ini akan terasa dengan dengan Allah.
Karna hanya Allah yang bisa mampu dan daya upaya untuk bisa menyelamatkan kita, menolong diri kita dan membantu kita, hanya Allah yang bisa melakukan hal tersebut, maka ketika kita yakini itu, Allah akan membantu kita, menolong diri kita, karna hanyalah Allah lah tempat kita mencurahkan isi hati kita, sehingga perbuatan kita itu akan mendatangkan cinta, pahala, dan kasih sayangnya Allah.
Sehingga adakalanya iman kita ini naik dan turun, sehingga kita dianjurkan untuk sentiasa mengusahakan pada diri kita ni, untuk meningkatkan iman kita kepada Allah, dan ketika kita di timba oleh musibah, maka bisikkan lah pada hati dan nafsu kita ini, katakanlah, bahwa wahai nafsu, wahai diri, untung saja musibah ini hanya terjadi seperti ini, tetapi aku masih diberikan Allah rasa, dan iman, untuk bisa sentiasa beribadah kepada Allah, karna itu wahai diri, tenanglah, insyaaAllah musibah ini akan cepat berlalu, dan kegembiraan akan datang ketika kita bersabar kepada Allah, maka ketika hati kita sibuk mengingati nikmat Allah, dan kasih sayangnya allah kepada hambanya, maka hati kita ini akan tenang, nyaman.
Karna ibaranya mendung dan hujan itu akan berlalu, maka jangan lah terlalu berlarut-larut dalam kesedihan, sehingga kita lupa bahwa kasih sayang dan nikmat yang sudah Allah berikan kepada diri kita ini, sehingga kesulitan apapun itu hendaknya kita serahkan, pasrahkan diri kita hanya kepada Allah, karna Allah akan menolong kita. Percalah akan hal itu, yakinkan hati kita, karna itu akan meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah, insyaaAllah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar